Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan pada Anak dan Solusinya

Morinaga Platinum ♦ 26 Januari 2024

Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan pada Anak dan Solusinya

Bunda, Si Kecil sangat rentan mengalami infeksi. Salah satunya infeksi pada saluran pencernaan yang umumnya disebabkan virus, bakteri, dan parasit. Cara mengatasi infeksi ini berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Untuk memahami lebih dalam tentang virus, bakteri, dan parasit yang menimbulkan infeksi, serta cara menanganinya, baca artikel ini sampai selesai, yuk. 

Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan pada Anak

Umumnya, infeksi pencernaan pada anak-anak disebabkan oleh virus. Meskipun bakteri dan parasit juga dapat memicu kondisi ini, tetapi kejadiannya memang tidak sebanyak virus.

Virus

Rotavirus merupakan jenis virus yang menjadi penyebab utama infeksi pencernaan yang biasanya dialami pada anak balita. Gejala yang muncul akibat virus ini antara lain diare, muntah, dan demam. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan Si Kecil. 

Bunda, anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun biasanya lebih rentan terinfeksi Rotavirus karena kekebalan tubuhnya belum matang. Namun, seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuhnya akan semakin terbentuk, sehingga risiko mengalami infeksi juga akan berkurang.

Bakteri

Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan Si Kecil ialah Escherichia coli dan salmonella. Gejalanya juga berupa diare ataupun muntah, dan kadang-kadang demam, bahkan seringkali juga menyebabkan nyeri yang hebat pada perut.

Bakteri-bakteri ini biasanya ditularkan kepada anak-anak melalui makanan atau minuman yang tercemar. Oleh karena itu, Bunda perlu memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi Si Kecil.

Menurut studi pada Archives of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition, bakteri-bakteri ini paling sering ditemukan pada anak-anak yang berusia 2 tahun atau kurang. Selain itu, bakteri ini juga lebih sering ditemukan pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Jika infeksi yang dialami Si Kecil tidak segera diatasi, ususnya dapat berpotensi rusak, sehingga tubuhnya sulit menyerap nutrisi. Dampaknya, Si Kecil bisa mengalami kekurangan nutrisi.

Parasit

Parasit merupakan sebutan untuk mikroba yang bukan virus atau bakteri, namun dapat hidup dalam tubuh manusia dan merugikan tubuh manusia yang dihinggapinya. Jenis parasit yang kerap menghuni tubuh Si Kecil yaitu parasit dari jenis protozoa dan cacing.

Parasit dapat tumbuh dengan pesat pada lingkungan yang terlalu lembap. Selain itu, cuaca yang terlalu panas juga dapat menyebabkan beberapa jenis parasit, misalnya cacing, dapat berkembang biak dengan subur. Sebaliknya, cuaca di musim hujan juga dapat mempercepat penyebaran beberapa jenis parasit protozoa, sehingga mampu meningkatkan penyebaran penyakit. 

Selain itu, anak-anak, terutama balita, memiliki daya tahan tubuh yang cenderung lemah, sehingga lebih mudah diserang parasit.

Gejala infeksi yang ditimbulkan parasit hampir mirip seperti gejala infeksi akibat bakteri. Namun, seringkali keberadaan parasit ini dalam tubuh anak-anak baru diketahui setelah fesesnya diperiksa dan ditemukan parasit pada feses tersebut.

Parasit yang menyerang anak-anak juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, infeksi akibat parasit menjadi masalah utama kesehatan masyarakat.

Gejala Infeksi Pencernaan pada Anak

Infeksi saluran pencernaan menimbulkan berbagai gejala yang membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Kalau Bunda melihat Si Kecil mengalami gejala di bawah ini, patut diwaspadai, ya. 

  • Muntah: Kondisi ini timbul sebagai bentuk refleks tubuh saat organ pencernaannya mengalami iritasi akibat gas dari bakteri maupun parasit.
  • Diare: Keluarnya tinja cair yang berlebihan sebagai reaksi tubuh untuk melawan virus, bakteri, maupun parasit.
  • Nyeri perut: Sensasi nyeri perut pada anak bisa menandakan adanya peradangan usus.
  • Demam: Kenaikan suhu tubuh yang tiba-tiba dan umumnya disebabkan reaksi tubuh melawan virus, bakteri ataupun parasit.
  • Nafsu makan berkurang: Kerusakan usus akibat infeksi dapat menyebabkan nafsu makan Si Kecil berkurang drastis.

Mengatasi Infeksi Pencernaan pada Anak di Rumah

Bunda dapat membantu mengatasi infeksi pencernaan pada Si Kecil. Pada tahap awal, yang harus Bunda utamakan ialah meningkatkan kebutuhan cairan anak. Untuk anak-anak di bawah 3 tahun, memberi ASI secara teratur sangat penting. ASI mengandung nutrisi dan cairan yang diperlukan untuk menggantikan kehilangan cairan akibat muntah dan diare. 

Selain itu, Bunda juga bisa memberikan cairan tambahan seperti susu pertumbuhan, sup kaldu, atau jus buah. Cairan yang terpenuhi dapat mencegah dehidrasi, yang sering terjadi akibat infeksi pencernaan. 

Hal yang tak kalah penting yaitu terus mengawasi perkembangan Si Kecil dan memastikan gejalanya tidak memburuk. Apabila gejala infeksi Si Kecil juga disertai demam, sebaiknya Bunda  membawanya ke dokter agar segera mendapat penanganan yang tepat. 

Perbedaan Prebiotik dan Probiotik

Tahukah Bunda, prebiotik dan probiotik memiliki peran penting untuk mencegah infeksi saluran pencernaan? 

Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga organ pencernaan agar tidak mudah terinfeksi. Maka dari itu, Bunda dianjurkan memberi ASI, sebab ASI mengandung probiotik. Selain itu, Bunda juga bisa memberikannya melalui makanan yang mengandung probiotik seperti tempe atau sup miso.

Sedangkan prebiotik berperan sebagai nutrisi yang dimakan oleh bakteri baik di dalam usus,  agar bakteri tersebut dapat berkembang biak. Prebiotik juga terdapat dalam ASI, dan dapat pula ditemukan dalam makanan yang banyak mengandung serat.

Kombinasi alami prebiotik dan probiotik memberikan manfaat yang baik bagi sistem pencernaan Si Kecil. Selain dari ASI dan makanan, Bunda juga dapat memberikan prebiotik dan probiotik melalui susu pertumbuhan yang telah diperkaya dengan zat-zat tersebut.

Nah, dengan memberikan asupan prebiotik dan probiotik kepada Si Kecil, Bunda dapat membantu mencegah infeksi saluran pencernaan yang rentan dialaminya. Dengan begitu, ia tidak akan sering mengalami diare. 

Untuk mengenal lebih dalam tentang probiotik, baca artikel berikut, yuk: Bakteri Baik Kunci Cegah Diare Pada Si Kecil

Referensi:

  • Journal of the Medical Sciences. The rotavirus causing acute gastroenteritis in children of under 5-year of age in Indonesia 1972-2018: a review. Diakses pada 16 Januari 2024. https://jurnal.ugm.ac.id/bik/article/view/59714/pdf
  • APGHN. Characteristics of Pediatric Patients with Diarrhea in Indonesia: A Laboratory-based Report. Diakses pada 16 Januari 2024. https://apghn.com/index.php/journal/article/view/15
  • Scholar UI. Nutritional status of school-aged children with intestinal parasite infection in South Jakarta, Indonesia. Diakses pada 16 Januari 2024. https://scholar.ui.ac.id/en/publications/nutritional-status-of-school-aged-children-with-intestinal-parasi
  • MSD Manual. Gastroenteritis in Children.  Diakses pada 16 Januari 2024. https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/gastrointestinal-disorders-in-children/gastroenteritis-in-children
  • Klik Dokter. Ini Bedanya Probiotik dan Prebiotik. Diakses pada 16 Januari 2024. https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/ini-bedanya-probiotik-dan-prebiotik