Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

5 Buah Efektif sebagai Obat Diare Alami untuk Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 7 Maret 2024
5 Buah Efektif sebagai Obat Diare Alami untuk Si Kecil

Untuk mengatasi diare pada anak, memberikan buah-buahan seperti pisang, apel, dan pepaya bisa membantu. Buah-buahan ini mengandung rendah serat, elektrolit, dan air yang baik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mempercepat pemulihan. Yuk, lihat daftar buah untuk diare selengkapnya di sini. 

Pilihan Buah Terbaik sebagai Obat Diare Alami untuk Si Kecil

Salah satu cara terbaik untuk meredakan gejala diare Si Kecil adalah dengan mengonsumsi buah-buahan yang rendah kandungan serat. Berikut buah-buahan yang dapat Bunda pilih: 

Pisang

Pisang mengandung pektin. Pektin merupakan jenis serat larut yang dapat membantu membentuk lapisan pelindung pada dinding usus, serta membantu mengendalikan gejala diare dengan menyerap kelebihan cairan dalam saluran pencernaan.

Kandungan lain yang tinggi dalam pisang ialah kalium. Kalium merupakan elektrolit penting yang hilang dari tubuh saat Si Kecil mengalami diare. Selain itu, pisang memberikan energi yang mudah dicerna. Hal ini juga penting untuk mendukung pemulihan Si Kecil dengan lebih cepat.

Alpukat

Kaya akan lemak sehat dan nutrisi, alpukat dapat membantu menstabilkan pencernaan dan memberikan asupan kalori yang baik. Lemak sehat dalam alpukat juga membantu melapisi dinding usus.

Apel

Kulit apel sulit dicerna oleh sistem pencernaan yang sensitif. Tapi, apel yang sudah dikupas bisa memberikan nutrisi tanpa mengiritasi sistem pencernaan. Selain itu, apel juga mengandung pektin yang dapat membantu meredakan gejala diare.

Kelapa

Air kelapa atau daging kelapa muda yang halus dapat menjadi sumber cairan yang baik dan membantu menggantikan elektrolit yang hilang selama diare. 

Kelapa juga rendah serat, membuatnya cocok untuk dikonsumsi saat Si Kecil mengalami gangguan pencernaan diare.

Semangka

Kandungan air yang tinggi dalam semangka membantu menjaga hidrasi yang sangat penting ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat diare. Rasa segar semangka juga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan untuk menjaga Si Kecil tetap terhidrasi.

Tips Pemberian Buah untuk Si Kecil yang Diare

Memberikan buah kepada Si Kecil yang sedang diare memerlukan perhatian khusus agar manfaatnya optimal. 

  • Pastikan buah yang diberikan sudah dicuci bersih, dikupas (terutama apel), dan dipotong kecil-kecil atau dihaluskan menjadi bubur (puree) agar mudah dicerna.
  • Hindari menambahkan gula atau pemanis tambahan yang justru dapat memperburuk diare.
  • Berikan dalam porsi kecil namun sering untuk menghindari beban berlebih pada saluran pencernaan. 
  • Perhatikan juga suhu buah; sebaiknya berikan buah pada suhu kamar. 

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda alergi atau diare memburuk setelah mengonsumsi buah tertentu, segera hentikan pemberian dan konsultasikan dengan dokter anak. Ingat, buah adalah pelengkap, hidrasi yang cukup dan nutrisi seimbang tetap menjadi prioritas utama. Untuk nutrisi optimal, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan asupan susu pertumbuhan yang sesuai seperti Morinaga Platinum yang mendukung daya tahan tubuh.

Mengapa Buah Efektif sebagai Obat Diare Alami untuk Si Kecil?

Bunda pasti bertanya-tanya, mengapa buah-buahan tertentu bisa menjadi solusi alami yang efektif saat Si Kecil mengalami diare? Jawabannya terletak pada kandungan nutrisi esensial di dalamnya. Buah-buahan seperti pisang, apel (tanpa kulit), dan pepaya kaya akan pektin, serat larut yang berperan penting dalam memadatkan feses dan mengurangi frekuensi buang air besar. Selain itu, buah-buahan ini juga mengandung elektrolit seperti kalium yang sangat dibutuhkan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, serta vitamin dan antioksidan yang mendukung sistem imun Si Kecil. Pilihan buah yang tepat dapat menjadi 'obat diare alami' yang lembut namun efektif, membantu pemulihan Si Kecil tanpa efek samping yang merugikan. Ini adalah pendekatan yang disukai banyak orang tua karena alami dan mudah dijangkau.

Pantangan Makanan saat Diare

Terdapat beberapa jenis makanan yang perlu dihindari Si Kecil selama mengalami kondisi ini, yaitu: 

Pedas

Makanan pedas dapat membuat perut terasa perih serta dapat merangsang pergerakan usus. Selain itu, capsaicin pada cabai dapat memperburuk iritasi pada saluran pencernaan.

Berlemak Tinggi

Ketika tubuh tidak dapat menyerap makanan berlemak dengan baik, makanan tersebut mencapai usus besar dan dipecah menjadi asam lemak. Hal ini menyebabkan usus besar mengeluarkan cairan berlebih yang kemudian memicu diare.

Tinggi Gula dan Pemanis Buatan

Fruktosa adalah jenis gula yang secara alami terdapat dalam buah-buahan. Tapi, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung fruktosa secara bersamaan dapat menyebabkan diare. Gula alkohol seperti sorbitol, xylitol, mannitol, dan fruktosa juga dapat mengiritasi sistem pencernaan.

Agar Ayah dan Bunda mengetahui lebih lengkap makanan untuk anak diare selain buah-buahan, yuk, sempatkan untuk membaca artikel yang satu ini: Agar Cepat Pulih, Inilah Pilihan Makanan untuk Anak Diare. 

Kapan Harus ke Dokter? Mengenali Tanda Diare Berbahaya pada Si Kecil

Meskipun buah dapat membantu meredakan diare, penting bagi Bunda untuk mengetahui kapan diare Si Kecil memerlukan penanganan medis. Segera konsultasikan ke dokter jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, disertai demam tinggi, muntah berulang, feses berdarah atau berwarna hitam, atau tanda-tanda dehidrasi parah seperti mata cekung, kulit kering, tidak buang air kecil selama beberapa jam, dan lemas. Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius. Ingat, informasi ini bukan pengganti saran medis profesional. Selalu utamakan kesehatan Si Kecil dengan konsultasi dokter jika ada kekhawatiran. Nutrisi yang baik adalah fondasi kesehatan, dan Morinaga Platinum hadir untuk mendukung potensi dan atensi Si Kecil agar tumbuh optimal.

Cara Menyembuhkan Diare

Diare pada anak seringkali dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi diare pada Si Kecil:

  • Atur Pola Makan: Menyesuaikan menu harian Si Kecil dengan menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisinya, seperti makanan berlemak tinggi, pedas, atau tinggi serat kasar.
  • Minum yang Cukup: Pastikan Si Kecil terhidrasi dengan meningkatkan konsumsi cairan, seperti air, jus buah yang diencerkan, atau larutan elektrolit khusus untuk anak.
  • Obat Bebas: Bila diperlukan, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat bebas dari apotek untuk membantu menghentikan atau melambatkan diare.
  • Istirahat: Berikan waktu istirahat yang cukup agar tubuhnya dapat pulih dan melawan infeksi.

Jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Selain itu, mengonsumsi probiotik dan prebiotik dapat membantu mengembalikan bakteri sehat kembali ke sistem pencernaan Si Kecil dan mengurangi risiko diare kembali.

Rutin mengonsumsi prebiotik dan probiotik juga dapat membantu mencegah munculnya masalah pencernaan, loh. Bunda bisa membaca lebih lanjut di sini: Bakteri Baik: Kunci Cegah Diare pada Si Kecil.

Referensi

  • Healthline. What To Eat When You Have Diarrhea. Diakses 14 Februari 2024. https://www.healthline.com/health/what-to-eat-when-you-have-diarrhea#get-help
  • Cleavelad Clinic. What To Eat When You Have Diarrhea. Diakses 14 Februari 2024. https://health.clevelandclinic.org/what-to-eat-when-you-have-diarrhea
  • Very Well Health. Foods That Help With Diarrhea (What to Eat and Drink to Ease Diarrhea Symptoms). Diakses 14 Februari 2024. https://www.verywellhealth.com/what-to-eat-for-diarrhea-1944822
  • Imodium. What You Eat and Drink Can Affect Your Gut Health and Cause Diarrhea. Diakses 14 Februari 2024. https://www.imodium.com/what-causes-diarrhea/foods-that-cause-diarrhea