Cara Menggosok Gigi yang Benar untuk Anak SD

Morinaga Platinum ♦ 2 Februari 2024

Cara Menggosok Gigi yang Benar untuk Anak SD

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 19% anak yang berusia antara 2-19 tahun memiliki masalah gigi berlubang. Itu artinya, kondisi ini juga berpotensi terjadi pada Si Kecil. Oleh karena itu, untuk Bunda yang memiliki anak di usia SD atau di bawah itu, kenalkan cara menggosok gigi yang benar agar hal ini tidak terjadi.

Mengosok gigi bukanlah hal yang gampang bagi Si Kecil karena terkadang mereka melakukannya tanpa memahani cara penerapan yang tepat. Agar gigi Si Kecil bersih maksimal, yuk baca artikel ini.

Cara Menggosok Gigi yang Benar untuk Anak SD

Meski Si Kecil sudah menggosok gigi, seringnya hasilnya tidak bersih dan bahkan ancaman masalah seperti gigi berlubang pun tetap terjadi. Hal ini bisa terjadi karena cara menggosok giginya kurang tepat sehingga gigi Si Kecil tidak bersih secara maksimal.

Agar aktivitas menggosok gigi ini lebih efektif, berikut beberapa cara yang perlu dikenalkan pada Si Kecil.

1. Pilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi yang Tepat

Pastikan Si Kecil menggunakan sikat gigi dan pasta gigi yang sesuai dengan kebutuhannya. Pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut dan ukuran yang sesuai dengan mulut Si Kecil. Sedangkan untuk pasta gigi, pilihan yang mengandung fluoride.

2. Posisi yang Nyaman Saat Gosok Gigi

Pastikan Si Kecil merasa nyaman dengan posisinya nyaman saat menggosok gigi. Anjurkan ia untuk duduk atau berdiri di depan cermin agar dapat melihat dengan jelas proses menggosok giginya. Hal ini membantunya untuk belajar gosok gigi dengan lebih baik dan memastikan semua bagian gigi bersih sempurna.

3. Gerakan Sikat yang Benar

Tempatkan sikat gigi pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi. Ajarkan Si Kecil untuk melakukan gerakan menyikat secara melingkar dan lembut untuk membersihkan semua permukaan gigi. Hindari memberikan tekanan berlebihan pada gigi agar tidak merusak enamel.

4. Gosok Semua Permukaan Gigi dengan Teliti

Ajarkan Si Kecil untuk menggosok semua permukaan gigi, termasuk depan, belakang, dan samping. Beri perhatian khusus pada gigi belakang yang sering tidak terjangkau dengan baik. Pastikan ia memahami pentingnya membersihkan setiap bagian gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi secara menyeluruh.

5. Waktu Menggosok Gigi yang Cukup

Ajarkan Si Kecil untuk menggosok gigi selama kurang lebih dua menit atau pastikan menggosok setidaknya selama 20 detik untuk tiap bagian gigi. Lamanya menggosok gigi ini untuk memastikan agar semua area gigi terjangkau dan bersih maksimal.

Bagaimana Cara Merawat Gigi agar Tidak Berlubang?

Si Kecil dapat belajar merawat giginya dengan telaten menyikat gigi menggunakan pasta gigi. Tak perlu banyak-banyak memakai pasta gigi lho, Bunda. Bunda cukup menggunakan pasta gigi di ujung sikat, sebesar kacang polong.

Menurut American Academy of Pediatrics, waktu terbaik untuk membersihkan gigi Si Kecil adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Berikut beberapa cara yang perlu Bunda terapkan agar gigi Si Kecil terhindar dari gigi berlubang.

  • Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride: Ajarkan Si Kecil rutin menggosok gigi setidaknya 2 kali sehari, yaitu setelah makan atau minum dan sebelum tidur. Pastika juga pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride.
  • Batasi Camilan Si Kecil: Sudah menjadi kebiasan Si Kecil untuk sering jajan makanan dan minuman manis. Perlu diingat ya Bun, makanan seperti ini dapat meningkatkan asam di mulut dan berpotensi merusak enamel gigi.
  • Mengonsumsi makanan yang menyehatkan gigi: Memperbanyak makan buah, sayuran, dan minum air putih merupakan cara yang cukup efektif untuk menjaga kesehatan gigi Si Kecil.

Bunda, berikut ini panduan perawatan gigi anak lengkap untuk menjaga kekuatan dan kesehatan gigi mereka: Cara agar Anak Memiliki Gigi Sehat dan Kuat.

Tanda Gigi Mulai Berlubang

kerusakan gigi pada Si Kecil bisa dikenali dari beberapa tanda. Umumnya tanda ini mudah terlihat, tetapi ada beberapa tanda yang muncul ketika mengonsumsi makanan tertentu. Berikut beberapa gejala kerusakan gigi Si Kecil yang perlu Bunda kenali.

  • Muncul bintik-bintik putih pada gigi: Bintik-bintik merupakan tanda awal enamel gigi Si Kecil mulai rusak. Kondisi lebih lanjut akan membuat gigi lebih sensitif.
  • Munculnya rongga pada gigi: Gejala awal gigi berlubang bisa dilihat dari munculnya rongga pada gigi yang berwarna coklat. Jika kondisi ini makin parah, warna rongga gigi akan lebih gelap atau menjadi kehitaman.
  • Nyeri dan lebih sensitif terhadap makanan: Terkadang gejala gigi berlubang tidak disadari. Namun, jika Si Kecil sering mengalami nyeri pada area sekitar gigi dan lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu, seperti rasa manis atau dingin, bisa jadi itu merupakan tanda gigi berlubang.

Bila Si Kecil mengalami gejala gigi berlubang hingga nyeri yang membuatnya rewel, ikuti cara mengatasinya dalam artikel ini: Anak Menangis Karena Sakit Gigi? Ini Cara Meredakannya. 

Penyebab Gigi Berlubang

Munculnya gigi berlubang pada Si Kecil dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya karena suka mengonsumsi makanan manis tanpa diimbangi dengan rutin gosok gigi. Berikut beberapa hal umum yang menyebabkan gigi berlubang, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan dan minuman manis: Konsumsi makanan dan minuman manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang pada anak.
  • Kebiasaan menyusu dengan dot: Ketika Si Kecil minum susu dengan dot, susu akan tergenang di gigi selama proses mengisap susu. Susu biasanya memiliki kandungan gula sehingga membuat gigi menjadi rentan berlubang.
  • Jarang menyikat gigi: Jika Si Kecil tidak rutin menyikat gigi dengan bersih dan benar, plak dan bakteri akan mudah menumpuk sehingga memicu gigi berlubang.
  • Kurang minum air putih: Kurang minum air putih dapat menyebabkan mulut kering dan secara berkelanjutan dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
  • Penggunaan botol susu: Kebiasaan minum susu dengan botol ketika akan tidur dan bahkan tetap menempel hingga Si Kecil tertidur juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Agar kesehatan gigi Si Kecil terjaga, penting bagi Bunda untuk menghindari kondisi di atas. Selain itu, Bunda juga perlu mengajarkan cara perawatan gigi yang benar pada Si Kecil agar terbentuk kebiasan sehat sejak kecil.

Cara ini juga efektif untuk mencegah munculnya gigi keropos pada Si Kecil. Gigi keropos jika dibiarkan atau tidak dirawat dengan baik, maka akan memicu gigi berlubang. Agar Si Kecil terhindar dari risiko ini, yuk Bunda baca artikel berikut: Gigi Anak Keropos, Apa Penyebabnya?

Pentingnya Rutin Memeriksa Gigi Setiap 6 Bulan

Universitas of Rochester Medical Center merekomendasikan agar kita rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan. Apabila Bunda mengabaikan rekomendasi tersebut karena tampilan gigi Si  Kecil baik-baik saja, maka Si Kecil berisiko mengalami karies.

Dokter gigi tidak hanya bertugas menambal gigi yang berlubang lho, Bunda. Tetapi dokter juga mencegah lubang ini dengan membersihkan gigi. Dokter juga mengajak diskusi mengenai kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Selain itu, dokter pun berusaha membuat Si Kecil nyaman dengan rutinitas konsultasi ke dokter gigi.

Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk menjaga kesehatan gigi Si Kecil agar terhindar dari berbagai masalah rongga mulut, ada beberapa tips yang perlu Bunda terapkan di rumah.

Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Manis

Selalu sediakan makanan sehat yang tidak manis sebagai camilan di rumah. Bunda bisa menyajikan potongan buah untuk Si Kecil. Untuk mulai menerapkan hal ini, Bunda harus memahami camilan sehat yang disukai Si Kecil agar dia lebih mudah menikmati makanan yang Bunda sajikan.

Hindari Minum Susu Botol

Salah satu penyebab gigi berlubang adalah kebiasaan minum susu botol. Karies terjadi karena Si Kecil mengonsumsi larutan manis seperti susu dengan menggunakan botol yang cara pemberian, frekuensi, serta intensitasnya kurang tepat. Umumnya, Si Kecil punya kebiasaan menghabiskan susu dalam botol sebelum tidur. Padahal seharusnya ia tidur dalam kondisi gigi sudah dibersihkan. Sehingga tidak ada sisa makanan atau minuman yang berpotensi mengundang kuman yang dapat mengikis email gigi.

Perhatikan Kesehatan Gusi

Bunda mungkin ragu untuk mengajari Si Kecil merawat gigi karena Si Kecil belum bisa menggunakan sikat. Nah, jika Si Kecil belum berusia 1 tahun, Bunda bisa menyeka gusinya menggunakan lap. Tetapi, lap ini perlu dibasahi air matang ya, Bunda.

Jika tak ada lap, Bunda juga bisa menggunakan kain kasa. Pada akhirnya, menyeka gusi ini bertujuan supaya gusi Si Kecil sehat ya, Bun.

Nah, apabila Bunda melihat gejala-gejala antara lain Si Kecil mengeluhkan rasa nyeri, ada flek putih pada gigi atau tanda gigi berlubang seperti titik berwarna coklat dan lubang kecil, Bunda dapat memberikan obat sakit gigi dulu. Lihat obat sakit gigi ini di sini ya: Tangani Sakit Gigi Si Kecil dengan Cepat dan Efektif

Referensi:

  • Mayo Clinic. Cavities/tooth decay. Diakses pada tanggal 20 November 2023. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892
  • Hopkins Medicine. Tooth Decay (Caries or Cavities) in Children. Diakses pada tanggal 20 November 2023. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/tooth-decay-caries-or-cavities-in-children