Artikel Terbaru Artikel Terbaru

BAB Berlendir pada Si Kecil, Apakah Berbahaya? Cek Faktanya

Morinaga Platinum ♦ 2 April 2024

BAB Berlendir pada Si Kecil, Apakah Berbahaya? Cek Faktanya

BAB berlendir tidak menjadi masalah serius. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya setelah penyebabnya hilang Namun, perlu diwaspadai karena feses berlendir bisa menjadi tanda penyakit tertentu seperti infeksi atau alergi makanan. Bunda bisa mengetahui informasi lebih lanjut dengan membaca artikel ini hingga selesai.  

Gejala BAB Berlendir yang Berbahaya

Bunda perlu mengetahui sejumlah gejala BAB berlendir yang berbahaya untuk Si Kecil. Berikut beberapa gejalanya: 

  • Darah dalam tinja. Jika lendir disertai dengan darah dalam tinja, ini bisa menjadi tanda masalah serius seperti infeksi, peradangan, atau masalah pencernaan lainnya.
  • Diare yang parah. Diare yang berkepanjangan dan disertai dengan lendir dapat menjadi tanda infeksi atau gangguan pencernaan yang serius.
  • Nyeri perut yang intens. Jika lendir dalam tinja disertai dengan nyeri perut yang hebat, ini bisa menandakan adanya masalah serius seperti colitis atau penyakit radang usus.

Kenapa BAB Si Kecil Berlendir?

Mengetahui penyebab mengapa Si Kecil mengalami BAB disertai lendir dapat membantu Bunda untuk menghindari kondisi yang sama di kemudian hari. Berikut beberapa penyebabnya: 

Diare

Diare pada anak juga dapat menyebabkan BAB menjadi berlendir. Gejala diare meliputi peningkatan frekuensi buang air besar, tanda-tanda nyeri atau ketidaknyamanan, dan penurunan frekuensi buang air kecil yang dapat menandakan dehidrasi. 

Diare ini juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri atau virus, perubahan pola makan, dan masalah lainnya.

Infeksi

Infeksi pada saluran pencernaan Si Kecil dapat ditandai oleh adanya lendir dalam tinja. Kondisi ini menunjukkan adanya peradangan dalam saluran pencernaan akibat infeksi bakteri atau virus. 

Selain peningkatan lendir, infeksi saluran pencernaan juga dapat memengaruhi frekuensi buang air besar atau menyebabkan diare, mengubah warna tinja menjadi hijau, atau bahkan menyebabkan tinja berdarah. 

Alergi Makanan

Alergi terhadap jenis makanan tertentu juga bisa menyebabkan peradangan dan peningkatan produksi lendir pada tubuh Si Kecil. Alhasil, anak mengalami BAB berlendir. Selain itu, gejala ini seringkali disertai dengan diare, muntah, dan ketidaknyamanan.

Jika gejala ini terjadi pada Si Kecil yang masih menyusu ASI, Bunda juga perlu melakukan evaluasi makanan yang Bunda konsumsi, ya.

Langkah Penanganan

Jika Bunda mendapati lendir saat Si Kecil BAB, Bunda bisa melakukan langkah penanganan berikut.

Perbanyak Cairan untuk Si Kecil

Pastikan anak mendapatkan pasokan cairan yang cukup untuk mengatasi BAB berlendir. Hal ini membantu menghentikan peradangan dan infeksi di paru-paru atau saluran pencernaannya. Bagi anak di bawah usia 6 bulan dapat diberi ASI atau air putih.

Lebih Selektif Memilih Makanan

Kondisi ini dapat disebabkan oleh alergi pada jenis makanan tertentu, jadi pastikan untuk lebih selektif memilih makanan yang dikonsumsi Si Kecil dan juga Bunda jika Si Kecil  masih ASI eksklusif.

Melakukan Pijatan Perut

Pijatan lembut dapat membantu meredakan gejala peradangan dan masalah pencernaan yang dapat menyebabkan pup berlendir. Pijatan perut dengan gerakan melingkar searah jarum jam dapat mendukung kesehatan pencernaan buah hati.

Kapan Harus ke Dokter?

Bunda harus selalu waspada ketika Si Kecil memiliki keluhan kesehatan termasuk BAB yang berlendir. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika mengalami hal berikut:

  • Tinja yang berlendir disertai dengan darah.
  • Si Kecil menunjukkan ketidaknyamanan dan rasa sakit saat buang air besar dengan menangis.
  • Disertai dengan gejala lain seperti demam, penurunan nafsu makan, dan lesu.
  • Buang air besar berlendir dialami oleh bayi di bawah usia 3 bulan atau bayi yang terlahir prematur.
  • Buang air besar berlendir dialami oleh anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau obat.

Itulah ulasan mengenai BAB berlendir pada Si Kecil. Untuk menghindari risiko buang air besar berlendir ini, Bunda juga bisa menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil, antara lain dengan mengonsumsi susu. Nah, susu apa yang bagus untuk daya tahan tubuh Si Kecil agar fesesnya tidak berlendir lagi? Yuk, simak susunya di sini: 7 Merk Susu yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh.

Sumber:

  • Healthline. Why Is There Mucus in My Baby’s Poop? Diakses pada tanggal 16 Februari 2024. https://www.healthline.com/health/mucus-in-baby-poop.
  • Medical News Today. Causes of mucus in a baby's poop. Diakses pada tanggal 16 Februari 2024. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325896.
  • Web MD. Mucus in Stool. Diakses pada tanggal 16 Februari 2024. https://www.webmd.com/digestive-disorders/mucus-in-poop-stool.