Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Susu Formula Tidak Boleh Diminum Setelah 2 Jam, Mengapa?

Morinaga Platinum ♦ 20 Juli 2023
Susu Formula Tidak Boleh Diminum Setelah 2 Jam, Mengapa?

Untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil, susu formula memang menjadi sumber nutrisi tambahan yang praktis dan bermanfaat. Namun, penting bagi Bunda untuk memahami risiko kontaminasi bakteri jika susu formula tidak disiapkan atau disimpan dengan benar. Berdasarkan panduan dari organisasi kesehatan terkemuka seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu formula yang telah diseduh tidak boleh diminum setelah batas waktu tertentu. Mengapa demikian? Mari kita pahami lebih dalam bahaya yang mengintai dan cara pencegahannya demi kesehatan Si Kecil.

Berapa Lama Susu Formula Bertahan?

Memahami durasi ketahanan susu formula sangat krusial untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Berikut adalah panduan berdasarkan kondisi penyajian dan penyimpanan:

Susu Formula yang Baru Diseduh (Belum Disentuh Bayi)

  • Suhu Ruang: Hanya bertahan maksimal 2 jam. Setelah itu, bakteri dapat mulai berkembang biak dengan cepat meskipun belum disentuh oleh mulut bayi.
  • Kulkas (Suhu ≤ 5°C): Dapat bertahan hingga 24 jam. Penting untuk segera mendinginkan susu setelah diseduh jika tidak langsung diberikan.

Susu Formula yang Sudah Disentuh/Diminum Sebagian oleh Bayi

  • Suhu Ruang: Harus segera dihabiskan dalam waktu 1 jam. Air liur bayi mengandung bakteri yang dapat dengan cepat mencemari susu dan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
  • Kulkas: Tidak disarankan untuk disimpan kembali di kulkas setelah disentuh bayi. Buang sisa susu yang tidak habis dalam 1 jam untuk menghindari risiko kontaminasi silang.

Mengapa Batas Waktu Ini Penting?

Susu formula, terutama formula berbasis susu sapi, adalah media yang sangat kaya nutrisi dan hangat, menjadikannya lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri seperti Cronobacter sakazakii atau Salmonella dapat tumbuh pesat pada suhu ruang dan menyebabkan infeksi serius pada bayi, terutama bayi baru lahir atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Berapa lama susu formula bertahan di dalam dot?

Susu formula yang sudah diseduh dan disimpan di dalam dot steril hanya bisa bertahan maksimal 2 jam jika berada di suhu ruangan. Jika dot sudah digunakan dan bayi mulai menyusu, waktu konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 1 jam karena air liur bayi bisa mempercepat pertumbuhan bakteri di dalam susu.

Bolehkah Susu Formula Diminum Lebih dari 2 Jam?

Tidak boleh, Bunda. Ketika Si Kecil minum susu formula dari botolnya, maka ia memindahkan kuman di air liur dan mulutnya ke botol tersebut. Susu dalam botol menjadi tercampur kuman tersebut, sehingga harus buru-buru diminum.

Jika susu formula baru diseduh dan direncanakan untuk diminum baru 2 jam kemudian, maka susu harus langsung dimasukkan ke kulkas. Karena susu yang dibiarkan di suhu ruangan saja akan menumbuhkan bakteri. Dan bakteri ini dapat menyakiti Si Kecil.

Bolehkah susu formula diminum setelah 3 jam?

Susu formula yang telah dibiarkan di suhu ruangan selama 3 jam sebaiknya tidak diminum lagi, terutama jika telah disentuh atau diminum sebagian. Risiko pertumbuhan bakteri sangat tinggi setelah 2 jam, sehingga susu tersebut tidak aman untuk dikonsumsi Si Kecil.
 

Ciri-ciri susu formula yang basi

Banyak faktor dapat menyebabkan susu menjadi cepat basi. Antara lain adalah jumlah bakteri yang ada dalam susu, suhu susu disimpan, serta paparan cahaya pada susu. Semakin banyak terpapar cahaya, maka susu formula akan lebih cepat basi. 

Berikut merupakan tanda-tanda jika susu formula sudah basi, yaitu sebagai berikut:

Bau susu yang berubah

Sebelum Bunda memberikan susu formula pada Si Kecil, pastikan untuk mencium baunya terlebih dahulu. Ketika bau susu berubah menjadi busuk, itu berarti sudah basi dikarenakan bakteri yang sudah berkembang dalam susu. 

Susu menjadi asam rasanya

Ciri-ciri yang kedua adalah rasa susu berubah menjadi lebih asam. Rasa asam yang ditimbulkan ini berasal dari bakteri penghasil asam dalam susu. Jika Bunda mendapati ini, segera buang ya Bunda. Agar tidak menyebabkan sakit pada Si Kecil.

Warna susu yang berubah

Jika Bunda mendapati susu formula sudah berubah warna menjadi kekuningan, dan tekstur susu menjadi berlendir, itu berarti, susu formula sudah basi dan sudah tidak layak konsumsi. Termasuk, jika tekstur susu bubuknya yang sudah menggumpal. 

Akibat konsumsi susu yang sudah basi

Jika Si Kecil sudah mengkonsumsi susu formula yang sudah tidak layak konsumsi, maka akan mengakibatkan hal-hal seperti di bawah ini:

Diare

Dilansir dari Healthline, diare merupakan salah satu akibat pada pencernaan jika Si Kecil mengkonsumsi susu yang sudah basi. Hal ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang masuk melalui susu yang sudah tidak layak konsumsi.

Gejala yang ditunjukkan antara lain, feses lebih cair, badan Si Kecil yang demam, sakit kepala, dan mual. Pastikan Bunda mencukupi asupan cairannya ketika Si Kecil mengalami hal ini.

Muntah-muntah

Akibat selanjutnya adalah Si Kecil dapat muntah-muntah karena susu yang sudah basi. Jika hal ini terjadi, maka segera bawa Si Kecil ke dokter untuk penanganan dan pengobatan lebih lanjut. 

Kram perut 

Efek terakhir yang disebabkan oleh konsumsi susu formula yang basi adalah Si Kecil dapat mengalami kram perut. Gejala ini diakibatkan karena keracunan susu formula yang sudah basi. 

Itulah akibat yang bisa terjadi jika Si Kecil mengkonsumsi susu yang sudah basi. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika kondisinya semakin buruk.

Bagaimana jika bayi minum susu formula lebih dari 2 jam?

Jika Si Kecil terlanjur minum susu formula yang sudah lebih dari 2 jam diseduh, perhatikan gejala yang muncul seperti muntah, diare, atau kram perut. Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter. Untuk mencegahnya, pastikan susu selalu disimpan dalam suhu yang sesuai dan tidak dibiarkan terlalu lama.

Kapan Efek Minum Susu Formula Basi Muncul?

Efek minum susu formula basi umumnya akan muncul setelah beberapa jam dari waktu mengonsumsi susu tersebut. Namun, ada beberapa kasus yang menunjukkan jika efek ini baru muncul setelah beberapa hari.

Cepat dan lamanya efek ini muncul tergantung dari jenis bakteri yang ada dalam susu, banyaknya susu yang dikonsumsi, dan daya tahan tubuh Si Kecil. Jadi, tidak semua Si Kecil akan menunjukkan gejala yang sama.

Penanganan ketika Si Kecil minum susu yang sudah basi

Jika Si Kecil sudah terlanjur minum susu formula yang sudah basi, berikut merupakan penanganan yang dapat Bunda lakukan untuk Si Kecil, yaitu sebagai berikut:

Memberi asupan air yang cukup

Karena mengonsumsi susu formula yang sudah basi, Si Kecil dapat mengalami penyakit diare yang mengakibatkan dehidrasi. Ketika hal ini terjadi, Bunda bisa memberikan asupan air secara konsisten setiap 30 menit. Jika Si Kecil tidak membaik, Bunda bisa membawanya ke dokter terdekat. 

Memberi air kelapa hijau

Selanjutnya, Bunda bisa memberi Si Kecil air kelapa hijau. Dilansir dari Klikdokter, kelapa hijau memiliki kandungan elektrolit yang bermanfaat untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jadi, jika Si Kecil keracunan susu basi, air kelapa hijau dapat menjadi salah satu solusinya.

Aturan Penting dalam Memberikan Susu Formula pada Si Kecil

Untuk memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik tanpa risiko kesehatan, perhatikan aturan-aturan penting berikut saat menyiapkan dan memberikan susu formula:

  1. Pastikan Tangan Bunda Selalu Bersih: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum menyentuh peralatan bayi atau menyiapkan susu formula. Ini adalah langkah pertama dan paling vital untuk mencegah kontaminasi.
  2. Sterilisasi Peralatan dengan Benar: Botol susu, dot, dan semua peralatan yang akan bersentuhan dengan susu harus disterilkan. Bunda bisa merebusnya dalam air mendidih selama 5 menit, menggunakan sterilizer elektrik, atau sterilizer uap sesuai petunjuk pabrik.
  3. Gunakan Air Bersih yang Sudah Dimasak: Gunakan air minum yang telah dimasak hingga mendidih dan didinginkan hingga suhu sekitar 70°C (untuk membunuh bakteri dalam bubuk formula, jika ada) sebelum mencampurkannya dengan bubuk susu. Pastikan air tidak terlalu panas agar tidak merusak nutrisi dalam susu.
  4. Takaran yang Tepat: Selalu ikuti petunjuk takaran bubuk susu dan air yang tertera pada kemasan Morinaga Platinum. Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit bubuk dapat memengaruhi asupan nutrisi Si Kecil dan konsistensi susu.
  5. Aduk atau Kocok Hingga Larut Sempurna: Pastikan bubuk susu larut sepenuhnya tanpa gumpalan. Hindari mengocok terlalu keras agar tidak menciptakan terlalu banyak gelembung udara yang bisa menyebabkan bayi kembung.
  6. Periksa Suhu Susu Sebelum Diberikan: Teteskan sedikit susu di pergelangan tangan bagian dalam Bunda. Suhu yang ideal adalah hangat kuku, tidak panas. Jangan pernah menghangatkan susu formula di microwave karena bisa menciptakan titik panas yang tidak merata.
  7. Sajikan Segera dan Habiskan dalam Waktu yang Disarankan: Setelah disiapkan, susu formula harus segera diberikan. Jika tidak langsung diminum, simpan di kulkas dan habiskan dalam 24 jam. Ingat, susu yang sudah disentuh mulut bayi harus dihabiskan dalam 1 jam.
  8. Buang Sisa Susu yang Tidak Habis: Jangan pernah menyimpan sisa susu formula yang sudah diminum sebagian oleh bayi untuk diberikan lagi di waktu berikutnya. Buang segera untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Siapkan peralatan untuk membuat susu

Langkah yang perlu Bunda perhatikan sebelum membuat susu formula yaitu menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, Bunda dapat menyiapkan sendok takar, termometer, dan botol susu. Disamping itu, Bunda juga perlu memperhatikan bahwa meja yang digunakan untuk membuat susu formula sudah higienis atau dalam keadaan bersih.

Pastikan peralatan dan kedua tangan dalam kondisi higienis

Pastikan semuanya bersih dan higienis sebelum membuat susu formula untuk Si Kecil ya, Bun. Nah, salah satunya dan tak boleh luput dari perhatian adalah dengan mencuci tangan dengan sabun. Tak hanya itu, Bunda juga perlu memperhatikan peralatan yang digunakan untuk membuatnya dalam keadaan bersih.

Untuk memastikannya, Bunda dapat menggunakan piranti khusus seperti sterilisasi botol susu atau bisa juga dengan merebus botol dengan merendamnya ke dalam air dengan suhu panas. Perlu diketahui, merebus dan merendam botol pada air bersuhu panas tidak mensterilkan botol ya Bun, tetapi hanya mendisinfeksi. Sebagai informasi tambahan, bakteri pada botol dapat dimungkinkan masih hidup meskipun sudah direbus. Itulah mengapa sangat disarankan untuk menggunakan steriliser demi terhindar dari kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Jerang air hingga dalam keadaan mendidih

Setelah beberapa peralatan yang digunakan untuk membuat susu formula sudah dalam keadaan steril, Bunda pun dapat menjerang air minum hingga mendidih. Jika air sudah dalam keadaan mendidih, biarkan air di dalam panci tertutup selama 10-15 menit hingga suhunya turun menjadi 70 derajat celcius. Hal tersebut digunakan agar susu tidak terlalu panas ketika disajikan kepada Si Kecil.

Nah, jika air panas sudah turun dalam suhu tersebut, Bunda dapat menuangkan air ke dalam botol susu sesuai dengan takaran. Biasanya, pada botol susu terdapat garis takaran yang dapat digunakan oleh Bunda untuk memastikan agar perbandingan antara air dan susu sesuai ketentuan.

Masukkan susu bubuk sesuai dengan takaran

Setelah proses sebelumnya telah selesai dilakukan, Bunda dapat beralih ke langkah selanjutnya yakni menuangkan susu bubuk ke dalam botol susu sesuai dengan takaran. Agar rasa dan kandungannya tepat, Bunda dapat membaca petunjuk takaran yang biasanya telah tertera pada kemasan susu formula. Mengapa perlu membuat susu formula dengan takaran yang telah disesuaikan? Ya, jika tidak menggunakan takaran yang tepat, maka hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan Si Kecil. Sebaliknya, ketidakpatuhan terdapat takaran pembuatan susu formula yang tepat juga berpotensi membuat kandungan nutrisinya berkurang.

Larutkan dan pastikan suhu tidak terlalu panas

Setelah air dan susu formula tercampur, Bunda dapat mengocok botol susu yang telah tertutup rapat agar dapat dipastikan larut sehingga Si Kecil menyukainya. Namun, sebelum susu formula tersebut diberikan kepada Si Kecil, Bunda perlu memastikan bahwa air sudah dalam kondisi tidak terlalu panas. Dalam hal ini, Bunda dapat meneteskan sedikit air susu tersebut kepada kulit. Jika suhu susu tersebut masih terasa terlalu panas untuk Si Kecil, Bunda dapat mendiamkannya sebentar hingga suhunya turun dan siap untuk dikonsumsi olehnya.

Bila Si Kecil kurang suka dengan susunya, apakah boleh gonta-ganti susu formula untuk menemukan yang cocok untuk kebutuhan anak? Bunda juga mungkin bertanya tentang bagaimana cara mengganti susu pertumbuhan anak. Yuk, temukan jawabannya di sini: Cara Mengganti Susu Pertumbuhan Si Kecil. 

Cara Menyimpan Susu Formula yang Sudah Dibuat

Agar susu formula yang sudah dibuat tetap dapat dikonsumsi, berikut beberapa cara menyimpannya:

Simpan dalam botol steril

Bunda bisa menyimpan susu formula dalam botol yang steril, untuk mensterilkan botol cukup mudah. Bunda bisa mensterilkan botol dengan memanaskan air hingga mendidih, lalu rebus botol hingga kurang lebih 5 menit, lalu angkat botol pakai alat penjepit, lalu keringkan dan diamkan di tempat yang bersih. Dalam melakukan ini Bunda perlu hari-hati yaa, karena bila terlalu lama akan menyebabkan botol rusak.

Simpan ke dalam kulkas

Selanjutnya susu formula yang sudah ada dalam botol, Bunda masukkan ke kulkas. Susu formula akan bertahan selama 24 jam saja. Bila lebih maka bakteri berkemungkinan besar meningkat dan dapat menyebabkan susu basi. Ketika hendak memberikannya, Bunda bisa menyesuaikan waktu ideal minum susu agar Si Kecil mendapatkan manfaat nutrisi susu yang maksimal.

Jangan panaskan susu kembali

Memanaskan susu kembali dapat memicu perkembangan bakteri lebih cepat, sehingga perlu dicatat ya Bun jangan berikan susu formula yang dipanaskan kembali.

Nah, itulah alasan mengapa susu formula tidak boleh diminum setelah 2 jam dalam suhu ruangan, dan cara menyimpan susu formula yang sudah dibuat. Pastikan Bunda memperhatikan kebersihan peralatan minuman Si Kecil, agar terhindar dari virus dan bakteri. Penting memastikan susu formula yang diminum Si Kecil dalam kondisi baik, demi kelancaran pemenuhan kebutuhan gizi Si Kecil. Semoga artikel kali ini bermanfaat, ya Bunda. Ingin tahu lebih banyak tentang manfaat susu tinggi protein bagi tumbuh kembang si Kecil? Kunjungi halaman ini: 7 Merk Susu yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh Anak