Parenting Parenting

5 Cara Mendidik Anak agar Cerdas sejak Bayi

Morinaga Platinum ♦ 1 Januari 2020
5 Cara Mendidik Anak agar Cerdas sejak Bayi

Cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi dapat dimulai dengan membangun ikatan emosi, mengajaknya berbicara, dan memberi kesempatan bereksplorasi dengan aman. Lengkapi kegiatan tersebut dengan NUTRISI, tidur cukup, serta permainan yang sesuai usia. Interaksi sehari-hari bersama Bunda dan Ayah membantu mendukung perkembangan kemampuan belajar Si Kecil. Berikut lima cara sederhana yang bisa diterapkan di rumah tanpa harus menggunakan perlengkapan mahal.

1. Bangun Ikatan Emosional yang Hangat

Hubungan yang hangat membantu bayi merasa aman saat mengenal lingkungan sekitarnya. Bunda dapat membangunnya melalui pelukan, senyuman, dan tatapan mata saat berinteraksi. Tanggapi pula tangisan, ocehan, atau gerakan tubuh Si Kecil. Interaksi timbal balik ini mendukung pembentukan koneksi dalam otaknya.

Manfaatkan momen menyusui, mengganti popok, atau menenangkan bayi untuk membangun kedekatan. Sentuhan lembut, termasuk memeluk Si Kecil, dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut. Seiring bertambahnya usia, apresiasi usahanya saat mencoba hal baru, misalnya, “Bunda lihat kamu terus mencoba menyusun baloknya.” Hindari membandingkannya dengan anak lain agar suasana belajar tetap menyenangkan.

2. Ajak Berbicara, Bernyanyi, dan Membaca Bersama

Bayi mengenal bahasa melalui suara dan interaksi dengan orang di sekitarnya. Ceritakan kegiatan sederhana saat Bunda memandikan, menyuapi, atau mengganti pakaiannya. Ketika Si Kecil mengoceh, tanggapi lalu beri jeda seolah sedang bergantian berbicara. Cara ini memberi kesempatan bagi bayi untuk ikut berinteraksi.

Lengkapi kegiatan mengobrol dengan bernyanyi atau membaca buku bergambar. Tunjuk gambar sambil menyebutkan namanya, lalu ikuti respons Si Kecil tanpa menuntutnya duduk lama. Utamakan kegiatan langsung ini daripada tayangan layar. WHO tidak menganjurkan waktu layar pasif, seperti menonton video, untuk bayi dan anak usia satu tahun.

3. Beri Kesempatan Bereksplorasi dengan Aman

Bayi belajar melalui kegiatan melihat, menyentuh, meraih, dan menggerakkan tubuhnya. Seiring berkembangnya kemampuan gerak, ia akan semakin tertarik menjelajahi lingkungan. Bunda perlu menyiapkan ruang yang aman sambil tetap mengawasinya.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Siapkan area bermain di lantai: Gunakan permukaan yang bersih, stabil, dan aman.
  • Lakukan tummy time saat terjaga: Dampingi bayi dan sesuaikan durasinya dengan kemampuan serta kenyamanannya.
  • Jauhkan benda berbahaya: Simpan benda kecil, tali, obat, dan barang pecah belah di luar jangkauan.
  • Amankan lingkungan: Lindungi stopkontak dan pasang pengaman tangga bila diperlukan.
  • Pilih mainan sesuai usia: Pastikan tidak ada bagian kecil yang mudah terlepas.

Ikuti kesiapan Si Kecil tanpa memaksanya segera duduk, berdiri, atau berjalan. Bunda dapat menawarkan mainan dalam jangkauan dan memberi ruang baginya untuk bergerak. Untuk informasi pendamping, baca tahapan tumbuh kembang Si Kecil usia 0–12 bulan atau panduan kapan bayi bisa duduk.

4. Penuhi Kebutuhan NUTRISI dan Tidur

NUTRISI yang sesuai usia mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak Si Kecil. WHO menganjurkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, lalu MPASI mulai usia enam bulan sambil melanjutkan ASI hingga dua tahun atau lebih. Kenalkan telur matang, ikan tanpa duri, daging, tahu, dan tempe dengan tekstur sesuai kemampuan makan bayi. 

Selain makanan, perhatikan kecukupan tidur Si Kecil. Bangun rutinitas yang tenang menjelang tidur, seperti meredupkan lampu dan membacakan buku. Usahakan waktu tidur dan bangun teratur seiring berkembangnya pola tidurnya. Jika ada gangguan tidur yang mengkhawatirkan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Berikut panduan durasi tidur menurut WHO:

Usia Durasi Tidur dalam Sehari
0–3 bulan 14–17 jam, termasuk tidur siang.
4–11 bulan 12–16 jam, termasuk tidur siang.
1–2 tahun 11–14 jam, termasuk tidur siang.

 

5. Berikan Stimulasi Sesuai Usia dan Minat

Amati kegiatan yang menarik perhatian Si Kecil, lalu tawarkan permainan yang sesuai kemampuannya. Pada masa bayi, minat masih dapat berubah sehingga Bunda tidak perlu terburu-buru menetapkan bakatnya. Berikan pengalaman yang beragam untuk membantu mengeksplorasi POTENSI anak.

Berikut contoh kegiatan yang bisa disesuaikan dengan tahap perkembangannya:

Ketertarikan Si Kecil Kegiatan yang Bisa Dicoba
Suara dan musik Bernyanyi, bertepuk tangan, atau mendengarkan bunyi dari mainan yang aman.
Gerakan tubuh Meraih mainan, berguling, atau merangkak sesuai kesiapan.
Gambar dan warna Melihat buku bergambar dan menyebutkan benda di sekitarnya.
Menyusun dan memindahkan benda Memasukkan benda besar ke wadah atau bermain balok sesuai usia.
Interaksi dengan orang lain Bermain cilukba, meniru ekspresi, atau bergantian membuat suara.

Saat bermain, perhatikan respons Si Kecil dan beri jeda jika ia mulai lelah atau rewel. Setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri, jadi Bunda tidak perlu membandingkannya dengan anak lain. Yuk, temukan inspirasi permainan sesuai usia dan minat Si Kecil melalui Morinaga Mi Play Plan (MIPP) agar waktu bermain bersama tetap menyenangkan.

Referensi

  • Harvard University, Center on the Developing Child. Serve and Return.
  • Harvard University, Center on the Developing Child. How-to 5 Steps for Brain-Building Serve and Return.
  • World Health Organization. To Grow Up Healthy, Children Need to Sit Less and Play More.
  • World Health Organization. Breastfeeding.
  • World Health Organization. Complementary Feeding.
  • Morinaga. Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifi.