Cegah Bayi Terlahir Cacat dengan Memenuhi Asupan Asam Folat

Morinaga Platinum ♦ 24 April 2020

Cegah Bayi Terlahir Cacat dengan Memenuhi Asupan Asam Folat

Memimpikan buah hati terlahir sempurna tanpa ada kekurangan sedikit pun adalah harapan setiap orangtua. Untuk mewujudkan hal tersebut, kesehatan Ibu dan janinnya harus selalu diperhatikan. Selain olahraga dan aktivitas fisik yang cukup, pola makan serta nutrisi yang masuk ke kandungan menjadi kunci kehamilan yang sehat. Nah, salah satu asupan nutrisi penting yang wajib Bunda penuhi selama masa kehamilan adalah asam folat.

Asam folat adalah pengembangan dari vitamin B kompleks yang mempunyai peranan dalam membantu produksi sel darah merah. Kandungannya terbukti dapat menurunkan berbagai risiko penyebab kelumpuhan anak serta masalah otak pada janin. Tidak hanya itu, manfaat dari asam folat juga bantu mencegah bayi mengalami bibir sumbing serta cacat jantung saat lahir. Ibu hamil disarankan mengonsumsi sekitar 400-600 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari. Jika selama masa kehamilan kurang mendapatkan asupan folat yang cukup, maka bisa saja berisiko terjadi beberapa hal berikut ini:

Meningkatnya risiko preeklampsia

Preeeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, bengkak-bengkak, dan peningkatan kadar protein dalam urin. Gejala preeklamsia biasanya baru terlihat saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih. Preeklamsia seringkali tidak disadari oleh Ibu hamil dan sudah berkembang menjadi eklamsia (kejang) yang dapat membahayakan keselamatan Bunda dan janin. 

Faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi preeklamsia antara lain termasuk kehamilan pertama, riwayat keluarga preeklamsia, obesitas, hingga usia Bunda di atas 35 tahun ketika hamil. Ketahui selengkapnya terkait kondisi ini di artikel berikut yuk Bunda: Apa Itu Preeklamsia pada Ibu Hamil?

Menghambat perkembangan janin

Kekurangan asam folat selama masa kehamilan dapat mengakibatkan janin tidak dapat berkembang dengan optimal. Padahal fungsi dan peranannya cukup penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan sel, serta menjalankan fungsi DNA pada bayi.

Kelainan otak bawaan pada bayi

Salah satu kondisi berbahaya yang bisa dialami bayi yang kekurangan asam folat adalah anensefali. Yaitu kondisi dimana bayi dilahirkan tanpa beberapa bagian otak atau tulang tengkorak akibat gagalnya tabung saraf bagian atas menutup. Tidak hanya karena kurangnya asam folat, bayi yang terlahir dengan kondisi anensefali juga dapat terjadi karena adanya kelainan genetik dan terlalu sering terpapar zat beracun dan suhu tinggi dari lingkungan. Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan yang dapat digunakan untuk menyelamatkan bayi dari kondisi anensefali. 

Menderita penyakit cacat lahir atau Spina Bifida

Setiap Ibu hamil disarankan untuk rutin mengonsumsi asam folat untuk menghindari risiko bayi terlahir cacat. Pada minggu ke-12 pertama masa kehamilan, tulang belakang janin sedang mengalami perkembangan yang pesat dan akan terbantu oleh nutrisi dari asam folat. Jika tidak tercukupi, maka risiko bayi menderita cacat tabung saraf atau spina bifida bisa saja terjadi. Spina bifida merupakan cacat lahir yang terjadi ketika tulang belakang bayi (spine) tidak terbentuk secara normal. Akibatnya, sumsum tulang belakang dan saraf bisa mengalami kerusakan.

Risiko bayi terlahir prematur

Sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS) tahun 2008 menyebutkan bahwa konsumsi asam folat setahun sebelum kehamilan dapat menurunkan risiko kelahiran prematur hingga 70 persen. Meski di beberapa negara terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini, namun Ibu hamil dianjurkan untuk mencukupi asam folat guna menghindari risiko bayi terlahir prematur.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda mengetahui apa saja hal yang perlu dilakukan selama kehamilan sebagai upaya pencegahan Si Kecil lahir prematur. Simak informasinya di sini yuk: Bayi Prematur 7 bulan: Penyebab, Risiko dan Cara Mencegahnya 

Risiko kurangnya asam folat selama masa kehamilan tidak hanya berdampak pada janin saja, namun Ibu hamil juga merasakan hal yang sama. Biasanya yang kurang asam folatakan merasa sering kelelahan, anemia, dan yang lainnya. Padahal jika kehamilan sudah masuk usia trimester kedua, seharusnya morning sickness sudah tidak dirasakan lagi. Nah, berikut ini beberapa gejala yang menunjukkan bahwa tubuh kekurangan asam folat:

Anemia

Adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah berada di bawah angka normal. Penyebabnya adalah kurangnya asupan nutrisi yang didapatkan oleh Ibu hamil, utamanya asam folat. Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang dapat membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin. 

Sering merasa kelelahan

Cepat merasa lelah di masa kehamilan merupakan hal yang wajar, namun jika terus menerus terjadi, Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter. Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya asupan asam folat.

Kulit menjadi pucat

Perubahan yang terjadi pada kulit berkaitan dengan kurangnya produksi sel darah merah yang harusnya didapatkan dari asam folat. Kulit akan menjadi pucat, otot terasa lemah, mati rasa di tangan dan kaki, hingga akhirnya berujung pada anemia.

Mengalami masalah pencernaan

Diare, mual, muntah, dan sakit perut merupakan gejala gastrointestinal yang menjadi pertanda tubuh kekurangan vitamin B. Di masa kehamilan, asupan folat yang cukup menjadi sumber vitamin B kompleks yang penting untuk tubuh. Bunda juga bisa kehilangan nafsu makan yang akan berdampak pada pertumbuhan janin.

Jika beberapa gejala di atas sedang dialami Bunda, ada baiknya untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi seperti brokoli, kubis, kol, hati sapi, dan telur. Selain itu juga, lengkapi dengan buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral misalnya alpukat, jeruk, apel dan pepaya. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter agar dapat terus memantau perkembangan kesehatan Bunda dan janin.