Cara Menyimpan ASI di Kulkas agar Nutrisi Tetap Terjaga

Morinaga Platinum ♦ 20 Juni 2020
Cara Menyimpan ASI di Kulkas agar Nutrisi Tetap Terjaga

Menjaga kualitas ASI perah adalah prioritas bagi Bunda yang ingin memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik, meski dengan kesibukan harian. Proses memerah ASI memang membutuhkan komitmen tinggi, sehingga penting untuk memastikan setiap tetes tersimpan dengan aman. Dengan memahami cara menyimpan ASI di kulkas yang benar, kandungan antibodi dan gizi penting bagi tumbuh kembang Si Kecil dapat tetap terjaga.

Penyimpanan yang tepat dimulai dari menjaga higienitas peralatan dan wadah yang digunakan. Bunda tidak perlu khawatir, karena langkah-langkahnya sederhana dan mudah diterapkan. Berikut panduan lengkap teknik penyimpanan yang praktis agar stok ASI di rumah selalu segar dan siap dikonsumsi Si Kecil.

Persiapan Wadah dan Labeling untuk ASI Perah

Sebelum menyimpan ASI, pastikan tangan Bunda bersih dan peralatan pompa telah disterilkan. Pemilihan wadah yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan ASI (Eglash et al., 2017). Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan Wadah Aman: Pilih botol kaca atau plastik keras bebas BPA (BPA-free) dengan tutup rapat agar kedap udara.
  • Kapasitas Sekali Minum: Simpan ASI dalam porsi sekitar 60–100 ml, sesuai kebutuhan sekali minum Si Kecil. ASI yang tersisa setelah diminum tidak boleh disimpan kembali.
  • Sediakan Ruang Ekspansi: Jangan isi botol sampai penuh. Sisakan sekitar 2 cm di bagian atas karena ASI akan memuai saat dibekukan.
  • Sistem FIFO (First In, First Out): Beri label tanggal dan jam perah yang jelas. Gunakan ASI dengan tanggal perah paling lama terlebih dahulu agar stok di kulkas selalu segar. 

Tabel Ketahanan ASI Berdasarkan Tempat Penyimpanan

Durasi penyimpanan ASI sangat bergantung pada jenis perangkat pendingin dan suhu ruangan tempat Bunda menyimpannya. Untuk memudahkan Bunda memantau kualitas ASIP, berikut adalah panduan ketahanannya:

Lokasi Penyimpanan Suhu Ideal Ketahanan Maksimal
Suhu Ruang (Tanpa AC / Iklim Tropis) 28°C – 32°C 3 - 4 Jam
Cooler Bag (dengan Ice Gel beku) -15°C hingga 4°C Hingga 24 Jam
Kulkas Bawah (Chiller) 4°C atau lebih rendah 3 - 4 Hari
Freezer Kulkas 1 Pintu -15°C Maksimal 2 Minggu
Freezer Kulkas 2 Pintu -18°C hingga -20°C 3 - 6 Bulan

Cara Menyimpan ASI di Kulkas (Chiller & Freezer)

Menyimpan ASI di kulkas perlu memastikan suhu tetap stabil agar pertumbuhan bakteri terkontrol dan kandungan bioaktifnya tetap terjaga (Slutzah et al., 2010). Dengan memperhatikan langkah-langkah berikut, Bunda bisa memastikan ASI tetap aman, segar, dan bernutrisi untuk Si Kecil. Beberapa poin penting yang perlu Bunda perhatikan:

  • Letakkan di Bagian Paling Dalam: Simpan botol di rak belakang kulkas atau freezer, karena suhunya paling stabil. Hindari pintu kulkas yang mudah berubah suhu setiap kali dibuka-tutup.
  • Aturan Mencampur ASI: Jangan langsung mencampur ASI hangat baru diperah dengan ASI yang sudah dingin. Dinginkan dulu ASI baru hingga suhunya sama, baru digabungkan agar nutrisinya tetap terjaga.
  • Jaga Jarak Antar Wadah: Jangan menumpuk botol atau plastik ASI terlalu padat. Beri jarak agar sirkulasi udara dingin di chiller atau freezer tetap merata.

Tips Menjaga ASIP di Iklim Tropis & Saat Mati Lampu

Tinggal di Indonesia yang beriklim tropis membuat Bunda perlu ekstra hati-hati dalam menyimpan ASIP agar tetap aman dan segar. Perubahan suhu yang cepat dan panas tinggi bisa memengaruhi kualitas ASI, sehingga perhatian ekstra sangat diperlukan. Beberapa tips penting yang bisa Bunda ikuti:

  • Suhu Ruangan Panas: Untuk iklim tropis Indonesia (tanpa AC, suhu 28°C–32°C), ASI perah segar hanya bisa bertahan maksimal 3–4 jam. Segera masukkan ke kulkas jika tidak diminum langsung, karena standar luar negeri yang menyebut ASI tahan 6–8 jam di suhu ruang tidak berlaku di sini.
  • Saat Mati Lampu (Power Outage): Tetap tenang, Bunda. Jangan membuka pintu kulkas atau freezer agar suhu dingin di dalamnya tidak keluar. ASI di dalam freezer penuh yang tutupnya rapat masih bisa bertahan beku hingga 24–48 jam. Jika mati lampu berlangsung lama, segera pindahkan ASIP ke cooler box besar yang diisi penuh dengan bongkahan es atau ice gel.

Cara Menghangatkan ASI Tanpa Merusak Nutrisinya

Proses menyajikan ASIP beku ternyata membutuhkan kelembutan ekstra, lho, Bunda. Menghangatkan ASI harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar sel kekebalan tubuh (antibodi) dan kandungan gizi di dalamnya tidak hancur (Bransburg-Zabary et al., 2015). Agar nutrisinya tetap utuh, Bunda bisa mengikuti panduan berikut:

  • Cairkan Perlahan: Pindahkan ASI dari freezer ke chiller (rak bawah) malam sebelumnya, atau sekitar 12 jam sebelum waktu minum, supaya mencair secara perlahan.
  • Rendam di Air Hangat: Untuk menghangatkan ASI yang sudah cair, rendam botolnya di mangkuk berisi air hangat kuku. Goyangkan botol perlahan, jangan dikocok keras, agar lemak susu yang terpisah kembali menyatu.
  • Hindari Microwave atau Rebus Langsung: Pemanasan mendadak dapat merusak nutrisi penting dan berisiko membuat lidah Si Kecil melepuh.
  • Cek Suhu: Selalu teteskan sedikit ASI ke punggung tangan Bunda untuk memastikan suhunya nyaman sebelum diberikan.

Memberikan ASI perah dengan proses penyimpanan dan penyajian yang higienis adalah wujud cinta luar biasa Bunda dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Agar Bunda semakin semangat menjalani masa menyusui ini bersama Morinaga, yuk lengkapi pengetahuan Bunda dengan membaca artikel ini: Manfaat ASI Eksklusif bagi Bunda dan Si Kecil

Informasi yang Wajib Bunda ketahui

Apakah ASI boleh disimpan di pintu kulkas?

Tidak disarankan. Suhu di area pintu tidak stabil karena sering dibuka-tutup, yang dapat merusak kualitas nutrisi dan antibodi ASI. Selalu simpan botol di bagian paling dalam kulkas.

Berapa lama ASI perah bertahan di freezer kulkas 1 pintu?

Maksimal 2 minggu. Suhu freezer pada kulkas 1 pintu cenderung tidak stabil karena mudah terpengaruh udara luar setiap kali pintu utamanya dibuka.

Bolehkah mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah dingin?

Boleh, asalkan suhunya disamakan terlebih dahulu. Dinginkan ASI yang baru diperah di dalam kulkas, setelah sama-sama dingin baru campurkan agar struktur nutrisinya tidak rusak.

Bagaimana cara menghangatkan ASI beku yang benar agar nutrisinya tidak hilang?

Pindahkan ASI dari freezer ke chiller (kulkas bawah) agar mencair perlahan. Setelah cair, rendam botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Jangan pernah merebus ASI langsung atau menggunakan microwave.

Referensi

  1. Eglash, A., Simon, L., & Academy of Breastfeeding Medicine. (2017). ABM Clinical Protocol #8: Human Milk Storage Information for Home Use for Full-Term Infants, Revised 2017. Breastfeeding Medicine, 12(7), 390-395. https://doi.org/10.1089/bfm.2017.29047.aje
  2. Slutzah, M., Codipilly, C. N., Potak, D., Clark, R. M., & Schanler, R. J. (2010). Refrigerator Storage of Expressed Human Milk in the Neonatal Intensive Care Unit. Breastfeeding Medicine, 5(2), 59-63. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19783003/ 
  3. Peila, C., Moro, G. E., Bertino, E., Cavallarin, L., Giribaldi, M., Giuliani, F., ... & Coscia, A. (2016). The Effect of Holder Pasteurization on Nutrients and Biologically Active Components in Donor Human Milk: A Review. Nutrients, 8(8), 477. https://www.mdpi.com/2072-6643/8/8/477 
  4. Bransburg-Zabary, S., Virozub, A., & Mimouni, F. B. (2015). Human Milk Warming Temperatures Using a Simulation of Currently Available Storage and Warming Methods. PloS One, 10(6), e0128806 .https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0128806