Menjaga kualitas ASI perah adalah prioritas bagi Bunda yang ingin memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik, meski dengan kesibukan harian. Proses memerah ASI memang membutuhkan komitmen tinggi, sehingga penting untuk memastikan setiap tetes tersimpan dengan aman. Dengan memahami cara menyimpan ASI di kulkas yang benar, kandungan antibodi dan gizi penting bagi tumbuh kembang Si Kecil dapat tetap terjaga.
Penyimpanan yang tepat dimulai dari menjaga higienitas peralatan dan wadah yang digunakan. Bunda tidak perlu khawatir, karena langkah-langkahnya sederhana dan mudah diterapkan. Berikut panduan lengkap teknik penyimpanan yang praktis agar stok ASI di rumah selalu segar dan siap dikonsumsi Si Kecil.
Sebelum menyimpan ASI, pastikan tangan Bunda bersih dan peralatan pompa telah disterilkan. Pemilihan wadah yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan ASI (Eglash et al., 2017). Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Durasi penyimpanan ASI sangat bergantung pada jenis perangkat pendingin dan suhu ruangan tempat Bunda menyimpannya. Untuk memudahkan Bunda memantau kualitas ASIP, berikut adalah panduan ketahanannya:
| Lokasi Penyimpanan | Suhu Ideal | Ketahanan Maksimal |
|---|---|---|
| Suhu Ruang (Tanpa AC / Iklim Tropis) | 28°C – 32°C | 3 - 4 Jam |
| Cooler Bag (dengan Ice Gel beku) | -15°C hingga 4°C | Hingga 24 Jam |
| Kulkas Bawah (Chiller) | 4°C atau lebih rendah | 3 - 4 Hari |
| Freezer Kulkas 1 Pintu | -15°C | Maksimal 2 Minggu |
| Freezer Kulkas 2 Pintu | -18°C hingga -20°C | 3 - 6 Bulan |
Menyimpan ASI di kulkas perlu memastikan suhu tetap stabil agar pertumbuhan bakteri terkontrol dan kandungan bioaktifnya tetap terjaga (Slutzah et al., 2010). Dengan memperhatikan langkah-langkah berikut, Bunda bisa memastikan ASI tetap aman, segar, dan bernutrisi untuk Si Kecil. Beberapa poin penting yang perlu Bunda perhatikan:
Tinggal di Indonesia yang beriklim tropis membuat Bunda perlu ekstra hati-hati dalam menyimpan ASIP agar tetap aman dan segar. Perubahan suhu yang cepat dan panas tinggi bisa memengaruhi kualitas ASI, sehingga perhatian ekstra sangat diperlukan. Beberapa tips penting yang bisa Bunda ikuti:
Proses menyajikan ASIP beku ternyata membutuhkan kelembutan ekstra, lho, Bunda. Menghangatkan ASI harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar sel kekebalan tubuh (antibodi) dan kandungan gizi di dalamnya tidak hancur (Bransburg-Zabary et al., 2015). Agar nutrisinya tetap utuh, Bunda bisa mengikuti panduan berikut:
Memberikan ASI perah dengan proses penyimpanan dan penyajian yang higienis adalah wujud cinta luar biasa Bunda dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Agar Bunda semakin semangat menjalani masa menyusui ini bersama Morinaga, yuk lengkapi pengetahuan Bunda dengan membaca artikel ini: Manfaat ASI Eksklusif bagi Bunda dan Si Kecil
Tidak disarankan. Suhu di area pintu tidak stabil karena sering dibuka-tutup, yang dapat merusak kualitas nutrisi dan antibodi ASI. Selalu simpan botol di bagian paling dalam kulkas.
Maksimal 2 minggu. Suhu freezer pada kulkas 1 pintu cenderung tidak stabil karena mudah terpengaruh udara luar setiap kali pintu utamanya dibuka.
Boleh, asalkan suhunya disamakan terlebih dahulu. Dinginkan ASI yang baru diperah di dalam kulkas, setelah sama-sama dingin baru campurkan agar struktur nutrisinya tidak rusak.
Pindahkan ASI dari freezer ke chiller (kulkas bawah) agar mencair perlahan. Setelah cair, rendam botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Jangan pernah merebus ASI langsung atau menggunakan microwave.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Cara Menyimpan ASI di Kulkas agar Nutrisi Tetap Terjaga
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?