Parenting Parenting

Umur Berapa Anak Puasa? Ini Waktu Ideal Mengajarkannya!

Morinaga Platinum ♦ 6 Maret 2023
Umur Berapa Anak Puasa? Ini Waktu Ideal Mengajarkannya!

Menjelang Ramadan 2026, Bunda mungkin mulai bertanya-tanya mengenai umur berapa anak puasa sebaiknya mulai diajarkan. Secara umum, anak-anak mulai diajarkan berpuasa sejak usia 7 tahun sebagai bentuk pembiasaan ibadah, dan biasanya baru mampu berpuasa penuh saat menginjak usia 9-10 tahun. Meski kewajiban puasa penuh baru berlaku saat anak mencapai usia baligh, Bunda dapat melatih fisik dan mental Si Kecil secara bertahap, misalnya dengan berpuasa setengah hari agar ia tidak merasa tertekan atau lemas.

Melatih Si Kecil di umur berapa anak puasa yang tepat bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga tentang memperkenalkan makna kesabaran tanpa mengabaikan nutrisi pertumbuhannya. Dengan memberikan dukungan yang menyenangkan dan memperhatikan kondisi kesehatannya, sesi belajar ini akan menjadi momen berharga bagi perkembangan spiritual anak. Mari kita telusuri langkah praktis agar pengalaman puasa pertama Si Kecil berjalan lancar dan penuh kegembiraan.

Menentukan Tahapan Usia yang Tepat untuk Mulai Belajar Berpuasa

Secara medis, usia 7 tahun sering dianggap sebagai waktu yang ideal bagi anak untuk mulai mencoba berpuasa. Pada usia ini, Si Kecil umumnya sudah lebih mengenal sinyal tubuhnya sendiri dan memiliki daya tahan yang cukup untuk mengontrol rasa lapar dan dahaga. Meskipun puasa secara syariat baru diwajibkan saat memasuki masa pubertas, memulai latihan sebelum masa itu akan membantu pembentukan karakter disiplin Si Kecil secara alami.

Bunda bisa menerapkan langkah-langkah bertahap sesuai dengan kesiapan fisik Si Kecil:

Rentang Usia Tahapan Latihan Berpuasa
5 Tahun Mulai belajar menahan makan/minum selama 3-4 jam dalam sehari.
7 - 10 Tahun Mulai mencoba puasa setengah hari (hingga waktu zuhur).
10 Tahun + Biasanya sudah siap untuk mencoba puasa penuh satu hari secara bertahap.

Penting untuk diingat bahwa metabolisme tubuh Si Kecil akan berubah selama berpuasa. Setelah enam jam tanpa asupan, tubuh akan mulai memecah cadangan gula dan lemak untuk dijadikan energi. Oleh karena itu, Bunda wajib memantau agar latihan ini tidak menghambat kebutuhan gizi pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat.

Menjaga Keseimbangan Gizi dan Energi Selama Masa Belajar

Kunci sukses belajar puasa terletak pada kualitas asupan saat sahur dan berbuka. Anak usia 5 hingga 10 tahun rata-rata membutuhkan sekitar 1200-1600 kalori per hari untuk mendukung aktivitasnya. Bunda perlu menyiasati menu makanan agar energi Si Kecil tetap terjaga stabil sepanjang hari:

  • Sahur dengan Indeks Glikemik Rendah: Sajikan makanan seperti ubi jalar, nasi merah, atau pisang. Jenis karbohidrat ini dipecah secara perlahan oleh tubuh, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama bagi Si Kecil.
  • Berbuka dengan Indeks Glikemik Tinggi: Untuk mengembalikan energi dengan cepat, berikan kurma, nasi putih, atau susu. Bunda juga bisa menghidangkan beragam jajanan buka puasa yang kaya akan NUTRISI.
  • Hidrasi yang Cukup: Pastikan Si Kecil minum air putih yang cukup saat waktu berbuka hingga sahur guna mencegah risiko dehidrasi di siang hari.

Selain NUTRISI, waktu istirahat sangatlah krusial. Perubahan pola tidur saat Ramadan harus diimbangi dengan tidur malam yang cukup (sekitar 8-10 jam). Alihkan pula aktivitas fisik Si Kecil ke kegiatan berenergi rendah seperti menggambar atau bermain puzzle untuk menghemat cadangan energinya.

Keuntungan Fisik dan Mental dari Kebiasaan Berpuasa Sejak Dini

Mengajarkan Si Kecil berpuasa bukan sekadar menjalankan tradisi, tetapi juga memberikan banyak manfaat luar biasa bagi tumbuh kembangnya. Dari sisi psikologis, puasa melatih pengendalian diri, disiplin, dan rasa empati terhadap sesama. Secara fisik, puasa dapat meningkatkan kinerja otak, memperbaiki sistem metabolisme, hingga memperkuat kekebalan tubuhnya.

Namun, hindari memaksakan Si Kecil jika kondisinya sedang kurang prima atau sakit. Pastikan status gizinya sudah tercukupi dengan baik sebelum memulai tantangan puasa ini.

Bunda bisa memberikan contoh nyata melalui pola makan sehat dan ibadah yang konsisten agar Si Kecil semakin termotivasi. Gunakan pendekatan melalui cerita-cerita teladan untuk menjelaskan makna berbagi di bulan suci ini. Dengan pendampingan yang sabar dan penyediaan gizi yang tepat, momen belajar puasa akan menjadi pengalaman spiritual yang membahagiakan bagi sang buah hati.

Apakah Bunda sudah siap mendampingi Si Kecil melatih kesabarannya melalui puasa pertamanya di Ramadan kali ini? Yuk Bunda, temukan tips lebih mendalam untuk mengajarkan Si Kecil berpuasa agar ia tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan cerdas di: Cara Mengajarkan Si Kecil Puasa Sejak Dini.