Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Kenali 9 Gangguan Pencernaan pada Anak dan Cara Menanganinya

Morinaga Platinum ♦ 7 Maret 2024
Kenali 9 Gangguan Pencernaan pada Anak dan Cara Menanganinya

Secara umum, ciri-ciri infeksi saluran pencernaan pada anak biasanya ditandai dengan diare, mual, muntah, sakit atau kram perut, dan demam. Selain itu, anak juga sering kali menjadi rewel, lemas, dan mengalami penurunan nafsu makan yang drastis. Pada beberapa kasus, keluhan ini juga bisa disertai dengan badan pegal-pegal atau nyeri otot.

Sebagai orang tua, sangat penting bagi Bunda untuk memahami berbagai jenis gangguan ini agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat di rumah serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan medis profesional.

Apa Jenis Gangguan Pencernaan yang Umum Terjadi pada Anak?

Berdasarkan tingkat kekerapannya, terdapat beberapa jenis gangguan pencernaan yang sangat umum dialami oleh balita dan anak-anak. Berikut adalah penjelasannya secara mendalam:

1. Diare

Diare ditandai dengan intensitas buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya dengan tekstur feses yang cair atau lembek. Penyebab utama diare biasanya adalah infeksi virus (seperti rotavirus) atau bakteri yang masuk melalui benda atau makanan yang kurang higienis. Selain membuat tubuh lemas, diare berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi jika cairan yang keluar tidak segera digantikan.

2. Sembelit (Konstipasi)

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika frekuensi BAB Si Kecil berkurang, biasanya kurang dari tiga kali dalam seminggu. Feses yang dihasilkan cenderung keras, besar, dan kering sehingga menyakitkan saat dikeluarkan. Masalah ini sering muncul saat masa transisi dari ASI eksklusif ke makanan padat (MPASI) atau karena kurangnya asupan serat dan air putih dalam diet harian anak.

3. Perut Kembung

Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas yang berlebihan di dalam lambung atau usus. Hal ini membuat perut Si Kecil terasa kencang dan sering kali membuatnya tidak nyaman. Bunda mungkin sering mendengar suara gas yang bergerak di dalam perutnya. Jika hal ini terjadi, Bunda perlu segera melakukan tindakan untuk hentikan perut kembung berbunyi pada anak agar ia bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

Gas berlebih ini bisa disebabkan oleh udara yang tertelan saat makan terlalu cepat atau efek samping dari makanan tertentu yang menghasilkan gas tinggi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan frekuensi bayi kentut terus dan sistem cerna yang sedang beradaptasi dengan nutrisi baru.

4. Gumoh dan Muntah

Gumoh sangat sering dialami bayi karena katup antara kerongkongan dan lambung mereka belum berfungsi sempurna. Udara yang terperangkap atau porsi makan yang terlalu banyak dapat memicu susu keluar kembali. Namun, jika yang terjadi adalah muntah proyektil (menyemprot) dengan volume banyak, Bunda harus lebih waspada karena bisa jadi ada iritasi pada lambung atau infeksi virus.

5. Kolik

Kolik ditandai dengan tangisan kencang yang berlangsung lama, biasanya lebih dari tiga jam sehari, tanpa penyebab yang jelas. Bayi yang mengalami kolik sering kali menarik kakinya ke arah perut dan wajahnya memerah. Meski penyebab pastinya masih diteliti, kolik sering dikaitkan dengan sensitivitas sistem saraf pencernaan terhadap gas atau protein tertentu.

6. Alergi Makanan

Beberapa anak memiliki sistem imun yang bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu, paling sering protein susu sapi atau telur. Reaksi ini memicu peradangan di saluran cerna yang berujung pada gejala muntah, diare berdarah, atau munculnya ruam merah yang gatal di seluruh tubuh.

Kondisi Pencernaan Medis yang Perlu Diwaspadai

Selain gangguan yang bersifat umum di atas, ada beberapa kondisi medis yang lebih serius dan membutuhkan pemantauan dokter ahli secara berkelanjutan:

  • Penyakit Celiac: Ini adalah kondisi autoimun di mana tubuh bereaksi negatif terhadap gluten (protein dalam gandum). Paparan gluten secara terus-menerus akan merusak lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak.
  • Penyakit Crohn: Merupakan salah satu jenis peradangan usus kronis yang dapat menyebabkan nyeri perut hebat, diare kronis, hingga penurunan berat badan secara signifikan.
  • Tukak Lambung: Luka pada lapisan lambung ini bisa dipicu oleh infeksi bakteri H. pylori atau faktor lingkungan yang merugikan. Salah satu pemicu yang sering tidak disadari adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah. Perlu Bunda ketahui bahwa asap rokok juga sangat berbahaya bagi pernapasan anak. Untuk informasi selengkapnya, silakan pelajari mengenai Bronkitis pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya.

Penyebab Utama Gangguan Pencernaan pada Anak

Ada beberapa alasan mendasar mengapa sistem pencernaan anak begitu rentan terhadap gangguan:

  1. Infeksi Mikroorganisme: Bakteri seperti Salmonella atau virus penyebab gastroenteritis mudah menular melalui tangan yang kotor atau peralatan makan yang tidak steril.
  2. Pola Makan dan Nutrisi: Kurangnya konsumsi serat dari buah dan sayur, serta kebiasaan jajan sembarangan, menjadi faktor utama sembelit dan diare. Selain itu, transisi menu MPASI yang terlalu mendadak juga bisa membuat usus "kaget".
  3. Faktor Fisiologis: Saluran pencernaan anak di bawah usia 3 tahun memang belum berkembang sempurna secara anatomis maupun fungsional. Hal ini membuat mereka lebih mudah mengalami kembung, gumoh, atau intoleransi makanan ringan.

Kapan Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?

Bunda disarankan untuk tidak menunda kunjungan ke dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala berikut ini:

  • BAB cair terjadi lebih dari 5 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.
  • Terdapat darah, lendir, atau feses berwarna hitam.
  • Muncul tanda dehidrasi nyata (mata cekung, jarang buang air kecil, mulut sangat kering, atau anak tampak sangat lemas).
  • Demam tinggi yang tidak turun meski sudah diberi penyekat panas.
  • Anak muntah terus-menerus hingga tidak ada cairan yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Cara Penanganan di Rumah dan Langkah Pencegahan

Memberikan perawatan yang tepat sejak dini dapat mempercepat proses pemulihan saluran cerna Si Kecil. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan:

  • Pemenuhan Cairan yang Cukup: Saat anak diare atau muntah, prioritas utama adalah mencegah dehidrasi. Bunda perlu benar-benar memahami kebutuhan cairan Si Kecil agar volume cairan tubuhnya tetap stabil. Berikan oralit, ASI, atau air putih sedikit demi sedikit namun sering.
  • Atasi Kembung dengan Tepat: Jika perut anak terasa keras dan ia rewel karena gas, cobalah melakukan pijatan lembut di perut atau gerakan kaki seperti mengayuh sepeda. Untuk tips praktis lainnya, Bunda bisa membaca panduan cara mudah mengatasi perut kembung pada anak sebagai referensi tambahan.
  • Tingkatkan Asupan Serat: Untuk mengatasi sembelit, berikan sayuran seperti brokoli dan bayam, serta buah-buahan seperti pepaya, apel, atau pir yang dapat melancarkan pencernaan.
  • Pemberian Probiotik: Menjaga keseimbangan mikrobiota usus sangat penting untuk mencegah infeksi berulang. Bunda bisa mempertimbangkan pemberian asupan tambahan yang mengandung bakteri baik. Untuk mengoptimalkan perlindungan dari dalam, yuk pahami lebih mendalam mengenai manfaat probiotik Triple Bifi untuk Si Kecil guna memperkuat daya tahan tubuh dan kesehatan ususnya! 
  • Edukasi Kebersihan: Biasakan seluruh anggota keluarga untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan atau setelah menggunakan toilet untuk memutus rantai penularan kuman.

Dengan perhatian yang telaten terhadap pola makan dan kebersihan lingkungan, sebagian besar masalah pencernaan pada anak dapat dicegah dan ditangani dengan baik tanpa menimbulkan komplikasi yang serius.

Referensi

  • Parents. 5 Ways to Boost Your Kids Gut Health. Diakses 14 Februari 2024. https://www.parents.com/health/hygiene/5-ways-to-boost-your-kids-gut-health/ 
  • Web MD. A Nutritionist Speaks: How to Promote Your Child’s Digestive Health. Diakses 14 Februari 2024. https://www.webmd.com/children/features/digestive-health 
  • Medical News Today. How to Know if Common Stomach Issues May Be Due to Common Digestive Disorders. Diakses 14 Februari 2024. https://www.medicalnewstoday.com/articles/list-of-digestive-disorders
  • Very Well Health. Digestive System Diseases. Diakses 14 Februari 2024. https://www.verywellhealth.com/digestive-system-diseases-7375274