Secara umum, ciri-ciri infeksi saluran pencernaan pada anak biasanya ditandai dengan diare, mual, muntah, sakit atau kram perut, dan demam. Selain itu, anak juga sering kali menjadi rewel, lemas, dan mengalami penurunan nafsu makan yang drastis. Pada beberapa kasus, keluhan ini juga bisa disertai dengan badan pegal-pegal atau nyeri otot.
Sebagai orang tua, sangat penting bagi Bunda untuk memahami berbagai jenis gangguan ini agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat di rumah serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan medis profesional.
Berdasarkan tingkat kekerapannya, terdapat beberapa jenis gangguan pencernaan yang sangat umum dialami oleh balita dan anak-anak. Berikut adalah penjelasannya secara mendalam:
Diare ditandai dengan intensitas buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya dengan tekstur feses yang cair atau lembek. Penyebab utama diare biasanya adalah infeksi virus (seperti rotavirus) atau bakteri yang masuk melalui benda atau makanan yang kurang higienis. Selain membuat tubuh lemas, diare berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi jika cairan yang keluar tidak segera digantikan.
Sembelit atau konstipasi terjadi ketika frekuensi BAB Si Kecil berkurang, biasanya kurang dari tiga kali dalam seminggu. Feses yang dihasilkan cenderung keras, besar, dan kering sehingga menyakitkan saat dikeluarkan. Masalah ini sering muncul saat masa transisi dari ASI eksklusif ke makanan padat (MPASI) atau karena kurangnya asupan serat dan air putih dalam diet harian anak.
Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas yang berlebihan di dalam lambung atau usus. Hal ini membuat perut Si Kecil terasa kencang dan sering kali membuatnya tidak nyaman. Bunda mungkin sering mendengar suara gas yang bergerak di dalam perutnya. Jika hal ini terjadi, Bunda perlu segera melakukan tindakan untuk hentikan perut kembung berbunyi pada anak agar ia bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
Gas berlebih ini bisa disebabkan oleh udara yang tertelan saat makan terlalu cepat atau efek samping dari makanan tertentu yang menghasilkan gas tinggi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan frekuensi bayi kentut terus dan sistem cerna yang sedang beradaptasi dengan nutrisi baru.
Gumoh sangat sering dialami bayi karena katup antara kerongkongan dan lambung mereka belum berfungsi sempurna. Udara yang terperangkap atau porsi makan yang terlalu banyak dapat memicu susu keluar kembali. Namun, jika yang terjadi adalah muntah proyektil (menyemprot) dengan volume banyak, Bunda harus lebih waspada karena bisa jadi ada iritasi pada lambung atau infeksi virus.
Kolik ditandai dengan tangisan kencang yang berlangsung lama, biasanya lebih dari tiga jam sehari, tanpa penyebab yang jelas. Bayi yang mengalami kolik sering kali menarik kakinya ke arah perut dan wajahnya memerah. Meski penyebab pastinya masih diteliti, kolik sering dikaitkan dengan sensitivitas sistem saraf pencernaan terhadap gas atau protein tertentu.
Beberapa anak memiliki sistem imun yang bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu, paling sering protein susu sapi atau telur. Reaksi ini memicu peradangan di saluran cerna yang berujung pada gejala muntah, diare berdarah, atau munculnya ruam merah yang gatal di seluruh tubuh.
Selain gangguan yang bersifat umum di atas, ada beberapa kondisi medis yang lebih serius dan membutuhkan pemantauan dokter ahli secara berkelanjutan:
Ada beberapa alasan mendasar mengapa sistem pencernaan anak begitu rentan terhadap gangguan:
Bunda disarankan untuk tidak menunda kunjungan ke dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala berikut ini:
Memberikan perawatan yang tepat sejak dini dapat mempercepat proses pemulihan saluran cerna Si Kecil. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan:
Dengan perhatian yang telaten terhadap pola makan dan kebersihan lingkungan, sebagian besar masalah pencernaan pada anak dapat dicegah dan ditangani dengan baik tanpa menimbulkan komplikasi yang serius.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Kenali 9 Gangguan Pencernaan pada Anak dan Cara Menanganinya
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?