Apakah Si Kecil baru saja mendapatkan imunisasi dan bekas suntikannya menjadi bengkak? Setelah imunisasi, sebagian anak memang dapat mengalami bengkak yang tampak kemerahan. Namun, Bunda dapat mengatasinya dengan beberapa perawatan sederhana di rumah, seperti mengompres dan memijatnya.
Bagaimana cara melakukannya? Mari cari tahu lebih dalam pada artikel ini.
Jika Si Kecil terlihat kesakitan atau area suntikannya memerah, Bunda bisa melakukan tindakan perawatan mandiri untuk mempercepat pemulihan. Berikut adalah tiga cara efektif yang direkomendasikan untuk mengurangi bengkak pasca imunisasi:
Mengompres area bekas suntikan (seperti setelah vaksin DPT) adalah metode paling efektif dan aman untuk meredakan bengkak di rumah. Untuk hasil yang optimal, Bunda dapat menerapkan teknik kompres secara bertahap:
Saat mengompres, hindari menekan atau menggosok area bekas suntikan terlalu keras agar kulit sensitif Si Kecil tidak teriritasi.
Selain bengkak, mungkin saja Si Kecil menjadi demam setelah imunisasi. Namun, umumnya demamnya hanya berlangsung sehari, kemudian akan pulih kembali. Untuk mengatasinya, Bunda dapat memberikan parasetamol atau ibuprofen.
Pada dasarnya, parasetamol adalah obat kategori analgesik yang aman dipakai untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Sedangkan ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat menurunkan hormon penyebab peradangan dan rasa sakit di tubuh.
Sebelum memberikan parasetamol atau ibuprofen, Bunda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ya, untuk mendapatkan rekomendasi dosis obat yang tepat sesuai kondisi Si Kecil. Untuk menghindari dampak lebih parah, pastikan Bunda juga mengetahui jadwal imunisasi di umur si Kecil di artikel berikut : Jadwal Imunisasi Bayi Sesuai Usia dari IDAI.
Untuk mengurangi bengkak, Bunda juga bisa memijat area bekas suntikan. Bunda dapat memijatnya sekitar tiga kali sehari. Pijatan ini dapat mengurangi peradangan dan sama efektifnya dengan beberapa obat untuk mengobati nyeri.
Pijat juga dapat membantu meringankan nyeri otot dengan meningkatkan aliran dan sirkulasi darah. Sesudah disuntik, pastikan Si Kecil mendapatkan lebih banyak asupan cairan dan biarkan ia istirahat satu atau dua hari setelah imunisasi.
Bunda juga dapat memeluk dan memuji Si Kecil yang sudah berani disuntik untuk menciptakan memori positif dan mengurangi rasa takut disuntik pada lain waktu. Beri tahu Si Kecil bahwa ia menjalani suntik imunisasi ini dengan baik dan rasa sakit yang dialami hanya akan terjadi sebentar saja.
Meskipun bengkak pasca imunisasi umumnya normal, ada beberapa tanda yang perlu Bunda waspadai dan menjadi alasan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Segera cari bantuan medis jika bengkak semakin membesar, merah, terasa panas, atau menyebar ke area yang lebih luas. Perhatikan juga jika Si Kecil mengalami demam tinggi (di atas 39°C) yang tidak kunjung turun setelah pemberian obat, ruam parah, sesak napas, kejang, atau tampak sangat lesu dan tidak responsif. Tanda-tanda alergi parah seperti pembengkakan pada wajah atau bibir juga memerlukan perhatian segera. Mengingat pentingnya menjaga kesehatan Si Kecil, pastikan Bunda selalu mencatat tanggal imunisasi dan respons tubuh anak setelahnya, serta jangan ragu untuk bertanya kepada dokter atau tenaga kesehatan jika ada kekhawatiran.
Jadi, bengkak pada bekas suntikan ini memang normal, dan umumnya tidak perlu dicemaskan. Namun, umumnya adalah hal yang wajar jika Bunda merasa gelisah apabila selain bengkak ini, Si Kecil juga mengalami demam. Agar Bunda tidak bingung, coba cari tahu mengapa ia demam dan langkah-langkah untuk mengatasinya di sini, ya: Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi.
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Solusi Lengkap Atasi Bekas Suntikan Imunisasi yang Bengkak pada Si Kecil
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?