Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia

Morinaga Platinum ♦ 1 November 2017
Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia

Menimang buah hati untuk pertama kalinya tentu membawa kebahagiaan yang tidak ternilai bagi setiap orang tua. Tahun pertama kehidupan anak merupakan masa keemasan yang dipenuhi dengan perubahan fisik dan kognitif yang luar biasa hampir setiap hari. Oleh karena itu, memahami tahap pertumbuhan dan perkembangan anak yang valid secara medis sangat penting agar Bunda dapat memberikan dukungan yang tepat tanpa diselimuti rasa cemas akibat informasi yang simpang siur.

Secara umum, fase usia nol hingga dua belas bulan ini mencakup perkembangan motorik, sensorik, bahasa, hingga sosial-emosional yang terjadi secara bertahap. Seluruh pencapaian atau milestone ini sangat dipengaruhi oleh keselarasan antara pemberian stimulasi motorik yang konsisten serta pemenuhan gizi premium secara berkelanjutan, seperti DHA, AA, dan Kolin.

Menelusuri Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Bulan demi Bulan

Setiap bulan selalu membawa pencapaian baru yang menandakan kematangan sistem saraf dan kekuatan fisik si Kecil. Berikut adalah tabel panduan milestone perkembangan anak selama dua belas bulan pertama kehidupannya:

Usia (Bulan) Pencapaian Penting (Milestone)
Bulan 1 Menggerakkan kepala perlahan saat telentang, menggenggam erat jari Bunda, dan mata mulai mencoba fokus melihat objek di sekitarnya.
Bulan 2 Muncul senyum sosial pertama sebagai respons suara/wajah Bunda. Mulai aktif bermain dan memperhatikan jari tangannya sendiri.
Bulan 3 Koordinasi fisik meningkat (bisa meraih/menggenggam benda). Mulai aktif mengeluarkan suara ocehan sederhana (cooing).
Bulan 4 Otot bagian atas menguat; mampu mengangkat dada dan kepala secara stabil saat tummy time. Bisa tertawa keras saat diajak bercanda.
Bulan 5 Belajar berguling karena otot inti makin solid. Memori visual tajam, mulai bisa membedakan wajah orang tua dengan orang asing.
Bulan 6 Mahir memindahkan benda antar tangan atau memegang botol sendiri. Ocehan makin bervariasi dan siap menerima MPASI.
Bulan 7 Mulai belajar merangkak (melatih koordinasi otak kanan-kiri). Kepekaan emosional meningkat dalam membaca ekspresi wajah sekitar.
Bulan 8 Otot punggung sudah kuat sehingga bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Mulai meniru gerakan sosial seperti bertepuk tangan gembira.
Bulan 9 Merangkak dengan sangat cepat. Muncul kecemasan pada orang asing (stranger anxiety). Mulai meniru kata dua suku kata seperti "ma-ma/pa-pa".
Bulan 10 Bisa berdiri dengan berpegangan pada perabot, suka menyusun mainan, paham hubungan sebab-akibat, dan bisa melambaikan tangan.
Bulan 11 Rasa percaya diri meningkat, mulai belajar berjalan dengan cara merambat (cruising), serta memahami arti kata sederhana yang diucapkan.
Bulan 12 Bisa berdiri tegak tanpa berpegangan, mulai mengambil langkah mandiri pertama, mengucapkan 2-3 kata jelas, dan jadi peniru ulung.

Peran NUTRISI dalam Mendukung ATENSI dan Potensi Belajar

Keberhasilan anak dalam melewati setiap tahapan milestone tersebut tidak lepas dari peranan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya. Otak anak pada tahun pertama membutuhkan asupan gizi mikro dan makro dalam kadar yang tepat untuk mendukung proses perkembangan saraf yang padat. Kebutuhan ini menjadi semakin kompleks saat anak memasuki usia enam bulan ke atas, di mana menu makanan pendamping (MPASI) harus direncanakan dengan cermat agar tidak terjadi kesenjangan NUTRISI.

Para ahli kesehatan anak sangat menekankan pentingnya beberapa zat gizi spesifik yang memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan kognitif, yaitu:

  • DHA dan AA: Asam lemak tak jenuh rantai panjang yang menjadi komponen struktural utama dalam pembentukan membran sel otak dan retina mata. Ketersediaan DHA memastikan komunikasi antarsel saraf berlangsung cepat, sehingga ketajaman visual dan fokus belajar anak menjadi lebih baik.
  • Kolin: Bahan baku utama untuk sintesis asetilkolin, sebuah neurotransmiter penting yang meregulasi fungsi memori, pengaturan suasana hati, dan kemampuan kognitif dasar si Kecil.

Analisis dalam jurnal ilmiah The Journal of Nutrition (2020) memaparkan bahwa anak-anak yang mendapatkan asupan DHA dan Kolin dalam jumlah yang optimal pada masa awal pertumbuhan menunjukkan performa yang lebih unggul dalam tes pengenalan objek dan memiliki atensi belajar yang lebih stabil.

Sinergi NUTRISI dan Stimulasi bersama Morinaga Platinum

Menyadari bahwa setiap detail asupan sangat berharga bagi masa depan anak, orang tua perlu jeli dalam memilih mitra pemenuhan gizi yang memiliki landasan riset ilmiah yang kuat. Temukan panduan NUTRISI lengkap untuk setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak bersama Morinaga Platinum.

Dengan formulasi yang dirancang secara mutakhir, Morinaga Platinum membantu memastikan bahwa seluruh variabel NUTRISI penting, termasuk zat besi, kalsium, vitamin esensial, serta sinergi DHA dan Kolin, tersaji dalam komposisi yang seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan multitalenta anak Anda.

Untuk memastikan kebutuhan NUTRISI di fase transisi yang krusial ini tetap optimal, Bunda perlu cermat memilih asupan lanjutan yang diformulasikan khusus untuk usia batita. Sebagai panduan lengkap dalam mendukung tahap pertumbuhan dan perkembangan anaki, Bunda dapat membaca ulasan dan rekomendasi selengkapnya melalui artikel: Susu Pertumbuhan untuk Anak 1 Tahun.

Referensi

  • Shonkoff, J. P., Phillips, D. A. 2000. From Neurons to Neighborhoods The Science of Early Childhood Development. National Academies Press, volume 1, halaman 20 sampai 45.
  • International Journal of Child Neurology. 2018. Early Milestone Attainment and Cognitive Development in Onset Periods. Jurnal Neurologi Anak, volume 33, nomor 4, halaman 215 sampai 228.
  • Cheatham, C. L., Colombo, J. 2020. The effects of choline and polyunsaturated fatty acids on infant cognitive development. The Journal of Nutrition, volume 150, nomor 8, halaman 2245 sampai 2256.