Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Ciri Speech Delay yang Mudah Dikenali pada Anak

Morinaga Platinum ♦ 9 November 2020
Ciri Speech Delay yang Mudah Dikenali pada Anak

Speech delay adalah kondisi keterlambatan bicara yang terjadi pada Si Kecil yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan di usianya. Misalnya, anak usia 1 tahun umumnya sudah bisa menunjuk sesuatu atau mengucapkan satu kata. Anak usia 2 tahun biasanya mampu mengucapkan 2-3 kata dalam satu kalimat sederhana. Keterlambatan ini mencakup berbagai aspek, termasuk pemahaman bahasa, pengucapan kata, dan pembentukan kalimat.

Jika anak Bunda belum mencapai milestone tertentu sesuai usia Si Kecil, ada kemungkinan ia mengalami speech delay. Agar lebih jelas apakah Si Kecil termasuk dalam kategori ini atau tidak, yuk baca hingga selesai.

Ciri-ciri Speech Delay pada Si Kecil

Untuk mengidentifikasi apakah Si Kecil mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak. Berikut beberapa tanda anak mengalami speech delay dilansir dari KidsHealth:

  • Usia 12 bulan: tidak menggunakan gestur seperti menunjuk sesuatu atau melambaikan tangan.
  • Usia 18 bulan: lebih memilih menggunakan gestur tubuh dibanding berkomunikasi, kesulitan menirukan suara, dan sulit memahami percakapan sederhana.
  • Usia 2 tahun: hanya bisa menirukan suara, kesulitan mengikuti petunjuk, tidak bisa berbicara kata lain secara spontan, dan menggunakan kosa kata tidak lebih dari 25 kata. 
  • Usia 3 tahun: tidak bisa menyebutkan nama benda dan mengucapkan kalimat yang sulit dipahami.
  • Usia lainnya: tidak bisa mengucapkan kosa kata yang sebelumnya dipelajari.

Jika Si Kecil mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya Bunda segera menghubungi dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait perkembangan anak Bunda.

Tanda Red Flags Speech Delay yang Wajib Diwaspadai Bunda 

Setiap anak memiliki tempo perkembangan yang unik. Namun, Bunda perlu membedakan antara variasi perkembangan yang masih normal dengan tanda bahaya (red flags) yang membutuhkan intervensi medis segera:

Kapan Masih Tergolong Variasi Normal?

  • Si Kecil mungkin belum lancar mengucapkan kata, tetapi sudah memahami instruksi sederhana (misalnya saat diminta mengambil bola, ia paham dan melakukannya).
  • Si Kecil aktif menggunakan bahasa tubuh (gestur), ada kontak mata yang responsif, dan menoleh saat dipanggil namanya.

Tanda Red Flags (Segera Konsultasi ke Dokter):

  • Usia 12 Bulan: Tidak merespons saat dipanggil nama, tidak ada kontak mata, dan tidak pernah mengoceh (babbling).
  • Usia 18 Bulan: Tidak menunjukkan gestur seperti menunjuk atau melambaikan tangan, serta kesulitan menirukan suara.
  • Usia 2 Tahun: Mengucapkan kurang dari 10–20 kata secara spontan, tidak memahami perintah sederhana, atau tidak ada ekspresi meniru kata.
  • Kemunduran Kemampuan (Regression): Si Kecil tiba-tiba kehilangan kemampuan bicara atau kosa kata yang sebelumnya sudah ia kuasai.

Penyebab Speech Delay pada Si Kecil

Gangguan berbicara pada Si Kecil ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut:

Gangguan berbicara dan bahasa

Keterlambatan bahasa merupakan kondisi ketika Si Kecil kesusahan dalam menyusun frasa yang dapat dimengerti. Sementara keterlambatan berbicara adalah sebaliknya, yaitu saat Si Kecil berkomunikasi non-verbal, tetapi tidak dapat mengucapkan banyak kata.

Masalah pada mulut

Salah satu faktor penyebab Speech Delay pada anak adalah masalah pada mulut, lidah atau langit-langit mulut Si Kecil. Kondisi ini disebut dengan istilah ankyloglossia yang menyebabkan lidah tidak bebas bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek.

Tidak hanya membuatnya lamban berbicara lho, Bunda. Ketika sudah berbicara pun, masalah ini juga berisiko membuatnya cadel. Apa itu cadel? Yuk, lihat penjelasan tentang cadel di sini: Apa Itu Cadel dan Cara Mengatasinya pada Si Kecil

Gangguan pendengaran

Si Kecil yang tidak dapat mendengar dengan baik cenderung memiliki permasalahan dalam berbicara. Salah satu gejala gangguan pendengaran pada Si Kecil terlihat ketika ia tak mampu menamai objek tapi baru bisa memahaminya saat orang lain memberitahunya lewat gerakan.

Autism spectrum disorder

Autisme dapat menjadi salah satu penyebab Si Kecil mengalami keterlambatan bicara atau Speech Delay. Beberapa tandanya antara lain adalah frasa yang berulang-ulang, perilaku berulang, gangguan komunikasi verbal dan nonverbal, gangguan interaksi sosial, dan penurunan kemampuan bicara dan berbahasa. Pelajari lebih lanjut tentang autisme dengan membaca artikel berikut ya Bun: Jangan Terlambat Mengenali Autisme

Masalah psikologis

Penyebab lainnya yang membuat Si Kecil mengalami Speech Delay adalah masalah psikologis. Dalam kasus ini, Bunda dapat mengatasinya dengan membawa Si Kecil ke psikolog anak agar Si kecil dapat menjalani terapi dan juga mendapatkan stimulasi yang tepat.

Kurangnya Stimulasi

Lingkungan memiliki peran krusial dalam membentuk kemampuan bahasa dan bicara Si Kecil. Karena, ia akan mendengar berbagai macam kata dari percakapan yang didengar dari orang-orang di sekitarnya.

Apabila hanya sedikit interaksi yang dilakukan dengan Si Kecil, maka ia akan kesulitan mengembangkan kemampuan bicaranya. 

Penggunaan Gawai

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rae Fernandez dan Hesti Lestari, terdapat hubungan antara penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak. Dengan intensitas penggunaan gawai lebih dari 2 jam per hari.

Mengapa bisa terjadi demikian? Karena apabila Si Kecil disibukkan dengan gawai atau gadget, mereka menjadi kurang interaktif dan komunikatif sehingga bisa menyebabkan speech delay.

Cara Mengatasi Speech Delay pada Si Kecil

Mengatasi speech delay pada Si Kecil perlu pendekatan yang holistik dan penuh perhatian. Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan:

1. Sering mengobrol dengan Si Kecil

Mengobrol dengan Si Kecil merupakan salah satu terapi yang bisa Bunda lakukan untuk membantu Si Kecil. Selain itu, cara ini juga dapat meningkatkan bonding antara Bunda dan Si Kecil. Hal ini sebaiknya dilakukan sejak Si Kecil masih bayi. Ajak Si Kecil mengobrol kapanpun dan dimanapun.

Contohnya seperti mengajaknya untuk menyebutkan nama-nama benda yang dilihat, tebak warna, dan lain-lain. Saat mengobrol dengan Si Kecil, Bunda tidak perlu menggunakan kalimat yang panjang. Gunakan kalimat kalimat sederhana yang mudah dimengerti Si Kecil sehingga ia tidak kesulitan menjawab pertanyaan Bunda.

Bunda juga bisa menerapkan beberapa tips untuk memanfaatkan waktu mengobrol dengan Si Kecil agar lebih optimal, dengan menerapkan tips seperti dibahas pada artikel berikut ya: Cara Manfaatkan Waktu Ngobrol dengan Si Kecil

2. Membacakan cerita

Salah satu cara agar Si Kecil cepat lancar bicara ialah dengan membacakan buku cerita lho, Bunda. Nah, bagaimana ya buku tersebut bisa merangsang Si Kecil untuk berbicara? Ayo baca penjelasannya di halaman ini yuk: Umur Si Kecil 2 Tahun, Tapi Belum Bisa Bicara

3. Batasi screen time

Seiring perkembangan teknologi, terkadang gadget menjadi benda yang sulit sekali dipisahkan dari Si Kecil. Inilah yang harus Bunda perhatikan, karena penggunaan gadget yang berlebihan pada Si Kecil dapat menurunkan kemampuan bicaranya.

Menurut para ahli, anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan gawai dalam bentuk apapun, kecuali untuk tujuan video call atau panggilan video. Untuk Si Kecil yang berusia 2-5 tahun, penggunaan gadget sebaiknya maksimal 2 jam per hari, itu pun harus dibawah pengawasan orang tua.

4. Minum dengan sedotan

Terapi untuk mengatasi Speech Delay lainnya adalah dengan membiasakan minum dengan menggunakan sedotan. Minum dengan sedotan dapat membantu menguatkan otot-otot mulut Si Kecil sehingga kemampuan berbicaranya menjadi semakin meningkat. Tapi jangan lupa gunakan sedotan yang bisa dipakai ulang (reusable) dan juga ramah lingkungan ya, Bun.

5. Terapi dan konsultasi dengan dokter

Ketika Si Kecil belum mulai mengoceh atau tidak belum berkata apapun pada usia 1 tahun, sebaiknya Bunda membawa Si Kecil ke dokter spesialis anak atau psikolog anak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Peran Nutrisi Optimal dalam Perkembangan Bahasa dan Kognitif Si Kecil

Perkembangan kemampuan bicara dan bahasa Si Kecil sangat erat kaitannya dengan kematangan saraf otak serta fungsi kognitifnya. Selain berulang kali memberikan stimulasi komunikasi, asupan nutrisi lengkap memegang peranan krusial sebagai "bahan bakar" pembentukan jaringan saraf otak.

Beberapa nutrisi esensial yang mendukung kemampuan bicara dan pemahaman bahasa antara lain:

  • DHA & AA: Asam lemak esensial yang membentuk struktur sel otak dan mempercepat transmisi sinyal informasi.
  • Kolin & Zat Besi: Mendukung daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan Si Kecil dalam memahami kata-kata baru.
  • Vitamin B Kompleks: Menjaga kesehatan sistem saraf pusat dan fungsi kognitif secara menyeluruh.

Untuk memastikan tumbuh kembang otaknya optimal, Bunda dapat melengkapi gizi harian Si Kecil dengan Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare Triple Bifidus. Diformulasikan khusus dengan nutrisi otak lengkap serta sinergi Probiotik Triple Bifidus yang menjaga kesehatan saluran cerna, Morinaga Platinum memastikan nutrisi terserap sempurna agar Si Kecil tumbuh cerdas, aktif, dan percaya diri berkomunikasi.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi Speech Delay pada Si Kecil yang perlu Bunda ketahui. Deteksi dan waspada lebih dini tentu menjadi hal penting dilakukan untuk mengatasi keterlambatan bicara pada Si Kecil. 

Dukung proses belajar dan kemampuan bahasa Si Kecil dengan pencernaan yang sehat dan nutrisi otak yang optimal. Berikan Morinaga Chil Kid Platinum untuk bantu wujudkan Si Kecil yang cerdas dan aktif.