Cara Sederhana Mengajarkan Empati pada Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 1 September 2017

Cara Sederhana Mengajarkan Empati pada Si Kecil

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain yang sebaiknya Bunda latih pada Si Kecil sejak dini. Kemampuan emosional ini akan membantu Si Kecil tumbuh menjadi individu yang peduli dan mampu membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, mari ketahui cara mengajarkan empati pada Si Kecil berikut ini, Bun. 

Apa Itu Empati?

Empati adalah kemampuan untuk merasakan kondisi emosional orang lain, merasa simpatik, dan mencoba menyelesaikan permasalahan dari sudut pandang orang lain. Dengan kata lain, Si Kecil yang bisa berempati berarti ia mengerti bagaimana perasaan seseorang ketika menghadapi situasi tertentu, baik itu sedih, marah, kecewa, maupun bahagia. 

Empati membuat seseorang mampu memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, serta mendorongnya untuk memberikan dukungan yang sesuai. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri. Memiliki empati sangat penting agar kita menjadi lebih dekat dengan orang lain dan menjadikan kita pribadi yang lebih peduli. 

Empati sering diremehkan, padahal sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Apabila seseorang memiliki empati tinggi, ia akan cenderung lebih berhati-hati dalam berkata dan berperilaku agar tidak merugikan orang lain. Empati membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan orang lain.

Mengapa Empati itu Penting bagi Si Kecil?

empati anak

Empati adalah fondasi dari hubungan yang sehat dan bermakna. Anak-anak yang memiliki empati cenderung lebih mudah bergaul, memiliki teman yang lebih banyak, dan mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. Selain itu, empati juga membantu anak-anak memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, sehingga ia lebih mampu bekerja sama dan menunjukkan kepedulian dalam situasi sosial.

Empati bukanlah kemampuan yang sudah otomatis dimiliki sejak lahir, melainkan keterampilan yang harus diasah dan dibentuk. Jangankan Si Kecil, tidak semua orang dewasa dapat menerapkan empati dalam kesehariannya. Oleh karena itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk mulai mengajarkan empati sejak dini.

Bagaimana Cara Mengajarkan Empati pada Si Kecil?

Empati sebagai fondasi dari rasa saling menghargai dan menghormati perlu diajarkan sejak dini. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Ayah dan Bunda terapkan untuk mengajarkan empati pada Si Kecil:

Penuhi Kebutuhan Emosi Si Kecil di Rumah

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1987 oleh Mark A. Barnett menunjukkan bahwa anak yang kebutuhan emosinya terpenuhi oleh orang terdekatnya memiliki rasa empati yang lebih besar. 

Jadi, pastikan Ayah dan Bunda memberikan pelukan hangat saat Si Kecil terlihat sedih. Pelukan dan kata-kata penghibur adalah bentuk dukungan emosional yang penting. Sikap ini tidak hanya membuat Si Kecil merasa aman dan dicintai, tetapi juga mengajarkan bahwa penting untuk mendukung orang lain yang sedang merasa sedih.

Sebagai contoh, ketika Si Kecil pada bulan-bulan pertama kehidupannya sering menangis, seperti saat ia mengalami kolik, Bunda perlu menggendongnya dengan teknik tersendiri. Mari lihat cara mengatasi kolik pada bayi di sini: Kolik yang Ditandai Tangan yang Mengepal.

Jangan Sepelekan Keluhan Si Kecil

Bunda maupun Ayah perlu menganggap keluhan Si Kecil dengan serius. Anak-anak bahkan sudah bisa mengeluh ketika masih bayi, meskipun pada bayi itu umumnya ia hanya bisa menangis biasa. 

Ketika Si Kecil sudah mulai bisa bicara dan mencoba menceritakan masalahnya, Bunda dan Ayah perlu mendengarkan dengan sikap dewasa. Fokus pada apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikannya.

Dengan mendengarkan dan merespons keluhan Si Kecil dengan serius, Ayah dan Bunda menunjukkan bahwa perasaannya dihargai. Ini membantu Si Kecil belajar bahwa mendengarkan dan memperhatikan perasaan orang lain adalah hal yang penting.

Memberikan Respons dengan Ekspresi

mengajarkan empati pada anak

Berdasarkan teori empati yang disampaikan oleh Martin L. Hoffman pada tahun 1979, Si Kecil yang berusia dua tahun pun sudah dapat memahami emosi orang lain. Pemahaman ini kemudian berkembang menjadi rasa empati. 

Misalnya, ketika temannya menangis, ia akan menawarkan boneka kesayangannya atau botol minumannya—dua hal yang sebenarnya mungkin menenangkan dirinya tapi belum tentu menenangkan orang lain.

Salah satu cara untuk mengubah respons tersebut adalah dengan mengajarkan Si Kecil berbagai ekspresi. Tertawa, sedih, dan kecewa adalah ekspresi yang dapat ditunjukkan orang dewasa sebagai respons sikap anak. 

Contohnya, bila Si Kecil terlihat murung, Ayah dan Bunda dapat menghampiri dengan ekspresi sedih. Ini menunjukkan bahwa Ayah dan Bunda memahami apa yang sedang ia rasakan. Dengan demikian, ia akan belajar bagaimana cara menanggapi berbagai situasi yang dihadapi orang sekitarnya. Sikap inilah yang akan menjadi cikal bakal respons empati yang lebih tepat.

Berikan Contoh yang Baik

Untuk menanamkan sikap yang baik pada Si Kecil, sebaiknya Ayah dan Bunda memberikan teladan. Tunjukkan sikap peduli terhadap orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bantu orang lain yang membutuhkan, tunjukkan rasa hormat kepada orang lain, dan ajak Si Kecil terlibat dalam kegiatan sosial. 

Ajak Si Kecil untuk berdiskusi tentang pentingnya membantu orang lain dan bagaimana perasaannya saat menerima bantuan. Ketika Bunda memberikan contoh yang konsisten, Si Kecil akan lebih mudah memahami dan meniru perilaku empati.

Ajak Si Kecil Bermain Peran

Bermain peran adalah cara yang efektif untuk mengajarkan empati. Ajak Si Kecil bermain peran menjadi orang lain dalam situasi tertentu. 

Misalnya, minta Si Kecil berpura-pura menjadi temannya yang sedih karena kehilangan mainan, dan tanyakan bagaimana perasaannya dan apa yang akan ia lakukan untuk membantu. Melalui permainan ini, Si Kecil akan belajar melihat situasi dari perspektif orang lain dan memahami perasaannya.

Gunakan Bahasa yang Empatik

Gunakan bahasa yang empatik saat berbicara dengan Si Kecil. Misalnya, katakan “Aku mengerti kamu sedih karena mainanmu rusak” atau “Aku bisa lihat kamu kecewa karena tidak bisa pergi bermain.” 

Dengan menggunakan bahasa yang empatik, Ayah dan Bunda membantu Si Kecil mengenali dan menamai perasaannya, serta menunjukkan bahwa perasaannya dihargai.

Ajarkan Sikap Saling Membantu

Libatkan Si Kecil dalam kegiatan yang melibatkan bantuan kepada orang lain. Misalnya, ajak Si Kecil untuk membantu Ayah atau Bunda dalam kegiatan rumah tangga, membantu teman yang kesulitan, atau terlibat dalam kegiatan amal. Melalui pengalaman nyata ini, Si Kecil akan belajar bahwa membantu orang lain adalah tindakan yang baik dan membuat perasaan lebih positif.

Bunda, mengajarkan empati kepada Si Kecil adalah proses yang memerlukan kesabaran dan konsistensi. Dengan memenuhi kebutuhan emosionalnya, memberikan contoh yang baik, dan melibatkan Si Kecil dalam kegiatan yang mengajarkan empati, Ayah dan Bunda dapat membantu Si Kecil mengembangkan kemampuan ini sejak dini. 

Selain strategi tersebut, berikan juga Si Kecil susu untuk mendukung kecerdasan emosionalnya. Susu mengandung nutrisi penting seperti vitamin D, kalsium, dan protein yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berperan dalam perkembangan otak dan fungsi kognitif. 

Dengan memberikan susu secara teratur, Bunda membantu Si Kecil mendapatkan fondasi nutrisi yang kuat, yang pada gilirannya dapat mendukung kemampuannya untuk mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain. Lihat yuk rekomendasi susu untuk mendukung kecerdasan emosional anak berikut ini: Pilihan Susu Anak 3 Tahun untuk Kecerdasan Otak

Referensi:

  • Big Life Journal. Key Strategies to Teach Children Empathy (Sorted by Age). https://biglifejournal.com/blogs/blog/key-strategies-teach-children-empathy. Diakses pada 17 Mei 20214. 
  • Zero to Three. How to Help Your Child Develop Empathy. https://www.zerotothree.org/resource/how-to-help-your-child-develop-empathy/. Diakses pada 17 Mei 20214.