Parenting Parenting

Berat Badan Anak Turun Karena Batuk? Ini Alasannya

Morinaga Platinum ♦ 1 April 2017
Berat Badan Anak Turun Karena Batuk? Ini Alasannya

Anak sering jadi kurus saat batuk karena 3 pemicu utama: hilangnya kalori akibat refleks muntah dan penurunan nafsu makan, lonjakan pembakaran energi harian (ekstra 100–200 kkal/hari) akibat kerja keras otot pernapasan, serta terganggunya kualitas tidur nyenyak yang menekan pelepasan hormon pertumbuhan.

Menurut panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serangan batuk akut (berlangsung kurang dari 2 minggu) maupun batuk kronis (berlangsung lebih dari 4 minggu) yang tidak ditangani dengan cepat dapat memicu penurunan berat badan harian sebesar 2–5% dari total berat badan Si Kecil dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu infeksi.

Setelah mengetahui dua jenis batuk di atas berdasarkan masa berlangsungnya. Cari tahu 8 jenis batuk yang bisa terjadi pada anak berikut ini yuk: Waspadai 8 Jenis Batuk pada Anak Berikut

Alasan Biologis Kenapa Batuk Sering Bikin Anak Jadi Kurus

Secara medis, penurunan berat badan saat Si Kecil mengalami batuk terus-menerus disebabkan oleh proses metabolisme dan respons tubuh berikut:

  • Refleks Muntah (Post-Tussive Emesis): Dorongan batuk yang kuat memicu tekanan pada diafragma dan otot perut. Makanan atau susu yang baru dikonsumsi 30–60 menit sebelumnya rentan dimuntahkan kembali bersama dahak sebelum sempat diserap oleh usus.
  • Kerja Otot Dada Berlebih Membakar Ekstra Kalori: Saat batuk parah, otot antar-tulang rusuk (interkostal) dan dada bekerja 5–10 kali lebih keras dari biasanya. Proses ini membakar cadangan kalori tubuh hingga 100–200 kkal ekstra per hari, membuat cadangan lemak tubuh menyusut drastis.
  • Gangguan Tidur Menekan Hormon Pertumbuhan (HGH): Batuk yang memburuk di malam hari membuat Si Kecil terbangun 3–5 kali per malam. Kurangnya fase deep sleep menekan produksi Human Growth Hormone (HGH) hingga 40–50%, sehingga proses pembentukan jaringan otot baru terhenti sementara.
  • Kelelahan Sistem Imun & Defisiensi Mikronutrien: Saat melawan infeksi virus atau bakteri (seperti Influenza, Bronkitis, atau Pertusis), tubuh menguras cadangan Zink, Zat Besi, dan Protein. Jika asupan makan berkurang, tubuh terpaksa memecah jaringan otot (katabolisme) untuk menopang daya tahan tubuh.

Apakah Batuk Bisa Menurunkan Berat Badan?

Dan ternyata, batuk memang bisa menyusutkan berat badan penderitanya. Berikut adalah alasan yang mendasari hal tersebut: 

Batuk Membuat Refleks Muntah Si Kecil Meningkat

Makanan yang dikonsumsi Si Kecil akan keluar sebelum sempat diserap tubuh. Ini membuat tubuh harus menggunakan lemak sebagai sumber energi cadangan.

Baca juga : Kenapa Berat Badan Anak Tidak Naik-naik? Simak Solusinya!

Batuk Dapat Mengganggu Kualitas Tidur

Seringkali batuk membuat Si Kecil sulit tidur atau terbangun di tengah malam, tentunya hal ini membuat kualitas tidurnya menurun. Ini akan membuat tubuhnya mudah lelah. Lalu, kelelahan akibat kurang tidur akan menganggu metabolisme tubuh. Apabila Si Kecil mengalami hal tersebut, nafsu makannya akan berkurang. Akibatnya bisa terjadi penurunan berat badan di kemudian hari. Batuk pada anak di malam hari, bisa bunda simak caranya di artikel berikut ini: Cara Mengatasi Batuk pada Anak saat Tidur

Batuk Membakar Banyak Kalori

Bergantung pada berat dan tinggi badan penderita, batuk yang terjadi terus menerus dalam waktu lama dapat membakar kalori tubuh. Jadi, Bunda bisa bayangkan semakin lama Si Kecil batuk, semakin besar pula risiko berat badannya mengalami penyusutan.

Apabila berat badan Si Kecil menyusut, bisa jadi menimbulkan permasalahan baru. Oleh karena itu, Bunda harus sigap dan cermat untuk menyiasati permasalahan tersebut agar berat badan Si Kecil bisa kembali naik. Ketahui kiatnya pada artikel ini Bun: Cara Menaikkan Berat Badan Anak yang Perlu Bunda Ketahui

Meski batuk sering terjadi pada Si Kecil, Bunda bisa lakukan beberapa hal berikut untuk membantu Si Kecil terhindar dari batuk:

  • Biasakan mencuci tangan. Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan tiap kali selesai beraktivitas dan sebelum makan. Bunda juga harus rutin cuci tangan terutama sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga.
  • Konsumsi makanan bergizi. Jaga kesehatan Si Kecil dengan memerhatikan asupan gizinya. Variasikan menu makanan agar ia mendapatkan beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Berikan juga nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi seperti pilek dan batuk.

Bunda juga perlu tau bahwa terdapat gejala-gejala batuk yang perlu Bunda waspadai apabila gejala tersebut dialami oleh Si Kecil. Bunda bisa cek artikel berikut yaa untuk penjelasan lengkap gejala apa saja yang perlu diwaspadai: Jangan Disepelekan. Ini 5 Gejala Batuk Yang Harus Diwaspadai

Apa yang Menyebabkan Batuk pada Anak Tak Kunjung Sembuh?

Berat badan anak turun dapat diakibatkan oleh batuk yang tak kunjung sembuh. Berikut ini beberapa faktor penyebab batuk yang tak kunjung sembuh pada anak:

Infeksi Persisten

Infeksi pernapasan seperti pilek, flu, bronkitis, atau pneumonia dapat menyebabkan batuk pada anak. Kadang-kadang, infeksi tersebut bisa berlangsung lebih lama dan sulit untuk sembuh sepenuhnya.

Ketika batuk berlanjut dan sulit sembuh, terutama pada kasus bronkitis, penting untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan bronkitis pada anak. Mari temukan informasi lebih detail tentang bronkitis pada anak berikut ini: Bronkitis pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya. 

Alergi

Alergi seperti alergi debu, serbuk sari, bulu hewan, atau makanan tertentu dapat menyebabkan batuk yang berkepanjangan pada anak. Reaksi alergi ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk yang tidak kunjung sembuh.

Asma

Asma adalah penyakit kronis yang mempengaruhi saluran pernapasan. Pada anak dengan asma, saluran pernapasan menjadi sensitif dan mudah teriritasi, sehingga menyebabkan serangan batuk yang berkepanjangan.

Untuk mengatasi hal ini, Bunda perlu mengenali gejalanya karena beberapa gejala membutuhkan penanganan dokter. Informasi selengkapnya, yuk baca: Gejala asma dan cara mengatasinya.

Infeksi Saluran Pernapasan Kronis

Beberapa infeksi seperti sinusitis kronis atau tonsilitis kronis dapat menyebabkan batuk yang berlangsung lama pada anak. Infeksi tersebut mungkin membutuhkan pengobatan khusus untuk menyembuhkannya.

Paparan Lingkungan yang Buruk

Paparan asap rokok, polusi udara, atau bahan kimia berbahaya dapat mengiritasi saluran pernapasan anak dan menyebabkan batuk yang tak kunjung sembuh.

Jadi, sekarang Bunda sudah mengetahui bahwa batuk bisa berdampak buruk untuk berat badan Si Kecil. Bila batuk yang diderita Si Kecil tak kunjung sembuh, segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Batuk pada Anak

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi batuk pada anak:

Memberikan Minum yang Cukup

Pastikan anak terhidrasi dengan baik. Berikan air putih dalam jumlah yang cukup agar tenggorokan tetap lembap. Minuman hangat seperti teh herbal atau madu dengan air hangat juga dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan.

Uap atau Udara Lebih Basah

Mandi air hangat atau duduk di kamar mandi yang beruap dapat membantu melembapkan saluran pernapasan. Gunakan humidifier di kamar tidur anak untuk menjaga udara tetap lembap.

Istirahat yang Cukup

Pastikan anak cukup istirahat. Istirahat yang baik membantu tubuh untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Madu untuk Anak di Atas Usia 1 Tahun

Jika anak berusia di atas 1 tahun, memberikan satu atau dua sendok teh madu dapat membantu meredakan batuk. Madu memiliki sifat melembapkan dan efek demulcent yang dapat membantu meredakan batuk.

Obat Batuk yang Sesuai

Jika disetujui oleh dokter, berikan obat batuk yang sesuai dengan dosis yang benar dan sesuai dengan usia anak. Hindari memberikan obat batuk kepada anak di bawah usia 6 tahun tanpa persetujuan medis.

Menghirup Uap dari Air Panas

Duduk bersama anak di kamar mandi yang beruap selama beberapa menit atau membuat "tenda" di sekitar kepala anak menggunakan handuk yang menutupi pancuran air panas (tetapi jauhkan anak dari air panas) dapat membantu meredakan batuk.

Kapan Harus Memeriksakan Si Kecil ke Dokter Anak?

Bawa Si Kecil ke dokter spesialis anak jika batuk berlangsung lebih dari 14 hari atau muncul tanda bahaya (red flags) berikut:

  • Berat badan turun drastis (lebih dari 5% berat badan) dalam seminggu.
  • Laju napas sangat cepat (takipnea) melebihi 40 kali per menit atau dada tampak tertarik ke dalam (retraksi).
  • Demam tinggi di atas 38,5°C selama lebih dari 3 hari berturut-turut.

Jika perlu, sediakan obat batuk di rumah ya, Bunda. Yuk, lihat jenis obat batuk yang dapat Bunda beli di sini: Si Kecil Sering Batuk dan Pilek? Bisa Jadi Itu Pertanda 5 Penyakit Ini!