Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Ciri anak terlambat bicara usia 1 sampai 3 tahun dan kapan perlu ke dokter

Morinaga Platinum ♦ 31 Mei 2024
Ciri anak terlambat bicara usia 1 sampai 3 tahun dan kapan perlu ke dokter

Ciri anak terlambat bicara yang paling umum adalah belum memanggil “mama” atau “papa” di usia 12 bulan, belum mencoba mengucapkan beberapa kata di usia 18 bulan, belum merangkai dua kata di usia 2 tahun, atau belum bisa bercakap-cakap sederhana di usia 3 tahun. Bila salah satu tanda ini muncul, bicarakan dengan dokter anak sejak dini.

Tiap anak punya ritme sendiri, dan rentang normalnya cukup lebar. Patokan usia di bawah ini membantu Bunda tahu kapan cukup menunggu sambil terus menstimulasi, dan kapan sebaiknya meminta pemeriksaan.

Anak bisa bicara umur berapa?

Kebanyakan anak mengucapkan kata bermakna pertamanya di sekitar usia 1 tahun. Di usia ini, Si Kecil biasanya sudah melambaikan tangan “dadah”, memanggil orang tuanya “mama”, “papa”, atau panggilan khusus lain, dan mengerti kata “jangan” dengan berhenti sejenak saat mendengarnya (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2026).

Jadi kalau Si Kecil yang berumur 10 atau 11 bulan masih sebatas mengoceh “bababa”, itu wajar. Yang lebih penting diperhatikan di tahun pertama adalah apakah ia menoleh ke arah suara, merespons saat dipanggil, dan mencoba “mengobrol” lewat ocehan dan gerakan. Bayi yang tidak merespons suara atau jarang bersuara perlu segera diperiksakan ke dokter (Nemours KidsHealth, 2022).

Tanda terlambat bicara di usia 12 dan 18 bulan

Di usia 12 bulan, tanda yang patut dicermati adalah belum memakai isyarat seperti menunjuk atau melambai (Nemours KidsHealth, 2022). Isyarat adalah bentuk komunikasi paling awal. Anak yang sudah menunjuk ke kipas angin sambil menatap Bunda sebenarnya sedang berkata “lihat itu”, meski belum bersuara.

Menjelang 18 bulan, kebanyakan anak sudah mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” dan “papa”. Ia juga bisa mengikuti perintah satu langkah tanpa bantuan isyarat, misalnya menyerahkan mainan saat Bunda bilang “sini, kasih Bunda” tanpa menyodorkan tangan (CDC, 2026).

Perlu dicatat juga kalau di usia 18 bulan Si Kecil masih lebih banyak menunjuk dan menarik tangan daripada bersuara, atau sulit menirukan bunyi yang Bunda contohkan (Nemours KidsHealth, 2022). Untuk anak 16, 19, 20, atau 22 bulan, patokannya tetap sama, yaitu bertambahnya kata dari bulan ke bulan dan meningkatnya pemahaman terhadap ucapan orang di sekitarnya.

Apa yang perlu diperhatikan saat anak 2 tahun belum bisa bicara?

Di usia 2 tahun, kebanyakan anak sudah mengucapkan setidaknya dua kata yang dirangkai, seperti “mau susu” atau “mama pergi”. Ia juga bisa menunjuk gambar di buku saat ditanya “mana kucingnya?”, menunjuk minimal dua bagian tubuh, dan memakai isyarat yang lebih beragam seperti mengangguk atau memberi kecupan jarak jauh (CDC, 2026).

Tanda yang perlu dibawa ke dokter di usia ini antara lain anak hanya menirukan ucapan orang lain tanpa menghasilkan kata atau frasa sendiri, hanya memakai sedikit bunyi atau kata, tidak bisa mengikuti perintah sederhana, atau suaranya terdengar tidak biasa (Nemours KidsHealth, 2022). Hal yang sama berlaku untuk anak 27 bulan yang belum juga merangkai dua kata.

Orang tua dan pengasuh sehari-hari umumnya bisa memahami sekitar separuh ucapan anak 2 tahun (Nemours KidsHealth, 2022). Jadi pelafalan yang masih belepotan, seperti “mimik” untuk minum, belum tentu tanda masalah selama jumlah kata dan pemahamannya terus bertambah.

Kemampuan bicara anak usia 3 tahun

Anak 3 tahun biasanya sudah bisa bercakap-cakap dengan setidaknya dua kali saling sahut. Ia mulai bertanya “apa”, “siapa”, “di mana”, atau “kenapa”, bisa menyebut nama depannya saat ditanya, dan bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi di sebuah gambar, misalnya “lari” atau “makan” (CDC, 2026).

Ucapannya juga sudah cukup jelas untuk dipahami orang lain hampir sepanjang waktu (CDC, 2026). Orang tua dan pengasuh umumnya bisa memahami sekitar tiga perempat ucapan anak seusia ini (Nemours KidsHealth, 2022). Kalau di usia 3 tahun Si Kecil belum bisa membentuk kalimat pendek atau ucapannya masih sulit dimengerti oleh keluarga sendiri, itu alasan yang cukup untuk meminta evaluasi.

Belum bisa bicara tapi mengerti perintah

Banyak Bunda bingung di bagian ini. Si Kecil sudah 3 tahun, mengerti saat disuruh mengambil sandal atau membuang sampah, tapi kata yang keluar masih sedikit. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa reseptif (apa yang ia pahami) berkembang lebih baik daripada kemampuan bahasa ekspresif (apa yang bisa ia ucapkan) (Nemours KidsHealth, 2022).

Pemahaman yang baik adalah tanda yang menggembirakan, karena menunjukkan pendengaran dan proses berpikirnya kemungkinan berjalan. Tapi kemampuan ekspresif tetap perlu dinilai. Terapis wicara biasanya memeriksa kedua sisi ini sekaligus, ditambah kejelasan bunyi dan fungsi otot mulut, termasuk saat makan dan menelan (Nemours KidsHealth, 2022).

Penyebab umum anak terlambat bicara

Gangguan pendengaran adalah penyebab yang paling perlu disingkirkan lebih dulu, karena anak belajar bicara dengan mendengar dan menirukan. Infeksi telinga yang berulang juga bisa memengaruhi pendengaran. Penyebab lain bisa berasal dari struktur mulut, seperti masalah pada lidah atau langit-langit, atau dari kesulitan otak mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang saat berbicara (Nemours KidsHealth, 2022).

Dokter juga akan membedakan keterlambatan bicara (speech delay) dari keterlambatan bahasa (language delay). Anak dengan keterlambatan bicara bisa memakai frasa lengkap tetapi sulit dipahami, sementara anak dengan keterlambatan bahasa mungkin berbicara jelas tetapi baru bisa merangkai dua kata (Nemours KidsHealth, 2022). Perbedaan ini memengaruhi jenis terapi yang dipilih.

Lingkungan juga berpengaruh. Kemenkes menyebut kurangnya stimulasi dan kebiasaan memberikan gawai tanpa pendampingan sebagai faktor yang berkaitan dengan keterlambatan bicara, karena anak hanya menerima stimulasi satu arah (Fitria, 2025). WHO tidak menganjurkan waktu layar sama sekali untuk anak di bawah 2 tahun, dan membatasinya paling lama 1 jam sehari untuk anak 2 sampai 4 tahun, dengan catatan makin sedikit makin baik (World Health Organization [WHO], 2019).

Kapan perlu ke dokter anak atau terapis wicara

Tidak perlu menunggu sampai usia tertentu kalau Bunda sudah merasa ada yang berbeda. CDC menganjurkan orang tua yang punya kekhawatiran untuk berbicara dengan dokter anak, menyampaikan apa yang diamati, dan meminta skrining perkembangan, serta bertindak lebih awal daripada menunggu (CDC, 2026). Bawa catatan sederhana berisi kata-kata yang sudah bisa diucapkan Si Kecil dan contoh perintah yang ia pahami, karena informasi ini sangat membantu dokter.

Langkah yang umum ditempuh dimulai dengan pemeriksaan oleh dokter anak, lalu tes pendengaran setiap kali ada kekhawatiran soal bicara (Nemours KidsHealth, 2022). Bila diperlukan, dokter akan merujuk ke dokter spesialis tumbuh kembang anak atau terapis wicara. Terapis wicara akan menilai kemampuan anak dengan tes terstandar, lalu menyusun latihan yang juga bisa Bunda lanjutkan di rumah.

Kemajuan hasil terapi berbeda pada tiap anak. Yang konsisten adalah semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula Si Kecil mendapat dukungan yang sesuai.

Stimulasi bicara yang bisa dilakukan di rumah

Stimulasi paling sederhana justru yang paling sering terlewat, yaitu mengajak Si Kecil bicara sepanjang hari. Ceritakan apa yang sedang Bunda kerjakan saat memasak atau memandikannya, pakai kalimat pendek, dan beri jeda agar ia sempat merespons. Kemenkes juga menyarankan rutin membacakan buku, mengajak anak berdialog soal perasaannya, membatasi waktu layar, dan menjadi contoh berbicara yang jelas (Fitria, 2025).

Saat Si Kecil menunjuk botol minum sambil merengek, sebut namanya lebih dulu, “Oh, Adik mau minum?”, lalu beri kesempatan ia menirukan sebelum Bunda menyerahkannya. Kebiasaan langsung menuruti permintaan tanpa mengajaknya menyebut nama benda termasuk hal yang disorot Kemenkes (Fitria, 2025). Permainan pura-pura, bernyanyi dengan gerakan, dan menyebut nama benda saat jalan pagi juga memberi banyak kesempatan berlatih.

Interaksi dua arah seperti ini adalah bentuk ATENSI yang paling nyata dari orang tua. Untuk ide permainan sesuai usia dan minat Si Kecil, Bunda bisa menyusun rencana bermain di Multiple Intelligence Play Plan, lalu mencatat perkembangannya dari bulan ke bulan di Parenthings sebagai bahan diskusi dengan dokter anak.

Referensi

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). CDC’s developmental milestones. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.html
  • Nemours KidsHealth. (2022). Delayed speech or language development (J. K. Hartnett, Reviewer). The Nemours Foundation. https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html
  • Fitria, A. (2025, 10 Januari). Speech delay pada anak jaman now. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3925/speech-delay-pada-anak-jaman-now
  • World Health Organization. (2019, 24 April). To grow up healthy, children need to sit less and play more. https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more