Suntik PCV Apakah Demam? Ini Efek Samping & Jadwal Imunisasi IDAI

Morinaga Platinum ♦ 2 Februari 2024
Suntik PCV Apakah Demam? Ini Efek Samping & Jadwal Imunisasi IDAI

Suntik PCV memang bisa menyebabkan demam pada Si Kecil. Namun, Bunda tidak perlu langsung khawatir karena demam setelah vaksinasi umumnya ringan dan hanya berlangsung sementara. Kondisi ini merupakan bagian dari respons tubuh saat membentuk perlindungan terhadap bakteri pneumokokus.

Selain mengetahui efek sampingnya, penting juga bagi Bunda untuk memahami kapan vaksin PCV diberikan sesuai usia Si Kecil. Yuk, simak jadwal imunisasi rekomendasi IDAI, efek samping suntik PCV, dan berapa lama demam biasanya berlangsung.

Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI

Jadwal imunisasi membantu Bunda mengetahui kapan Si Kecil perlu mendapatkan vaksin sesuai usianya. Dalam rekomendasi IDAI, vaksin PCV diberikan sejak bayi berusia 2 bulan dan dilanjutkan dengan dosis berikutnya hingga booster.

Berikut ringkasan jadwal imunisasi anak berdasarkan rekomendasi IDAI:

Usia Jenis Vaksin Keterangan
Lahir Hepatitis B (HB 0), Polio 0, BCG HB 0 diberikan sesegera mungkin setelah lahir, sedangkan BCG dan Polio 0 diberikan sesuai kondisi dan ketersediaan layanan imunisasi.
2 Bulan DPT-HB-Hib 1, Polio 2, PCV 1, Rotavirus 1 Dosis pertama PCV mulai diberikan untuk membantu melindungi Si Kecil dari infeksi pneumokokus.
3 Bulan DPT-HB-Hib 2, Polio 3, Rotavirus 2 Melanjutkan seri imunisasi dasar sesuai jenis vaksin yang digunakan.
4 Bulan DPT-HB-Hib 3, Polio 4, PCV 2, Rotavirus Dosis lanjutan PCV dan imunisasi dasar lainnya.
6 Bulan PCV 3, Influenza, Rotavirus* Dosis PCV berikutnya diberikan sesuai jadwal. Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan dilanjutkan setiap tahun.
9 Bulan Campak-Rubela (MR) Imunisasi untuk memberikan perlindungan terhadap campak dan rubela.
12–15 Bulan PCV booster Dosis penguat PCV untuk mempertahankan perlindungan terhadap penyakit akibat pneumokokus.
18 Bulan DPT-HB-Hib booster, MR booster Imunisasi penguat untuk mempertahankan perlindungan yang telah terbentuk sebelumnya.
24 Bulan Hepatitis A, Varisela, Tifoid* Diberikan sesuai rekomendasi usia, jenis vaksin, dan jadwal dosis masing-masing.
5–7 Tahun Imunisasi lanjutan Jenis dan waktu pemberian mengikuti jadwal imunisasi anak usia sekolah.

Catatan: Jadwal di atas merupakan ringkasan. Jadwal dapat berbeda sesuai jenis vaksin, riwayat imunisasi, dan kondisi Si Kecil. Konsultasikan dengan dokter anak untuk jadwal yang tepat.

Demam sebagai Efek Samping yang Umum Terjadi

Menurut organisasi World Health Organization, demam dengan suhu di atas 39C, terjadi pada setiap 1 dari 20 orang bayi yang memperoleh vaksin PCV. Namun, demam yang sering terjadi umumnya lebih ringan, di bawah suhu tersebut.

Saat vaksin diberikan, vaksin ini akan merangsang produksi suatu antibodi untuk mengaktifkan sel-sel imun yang dapat melawan infeksi bakteri pneumokokus. Secara alamiah, antibodi tersebut akan menyebabkan respons imun terhadap vaksin tersebut, yang salah satunya dapat berupa demam. 

Respons imun ini diperlukan tubuh Si Kecil supaya ia menjadi lebih kebal terhadap penyakit pneumokokus tersebut. Dengan respons imun ini, maka ia akan memperoleh perlindungan apabila ia terpapar oleh pneumokokus kembali di kemudian hari.

Waktu Demam

Demam sebagai efek samping vaksin PCV umumnya akan mencapai puncaknya sekitar 6 jam setelah vaksinasi, dan akan mereda dalam waktu 2 hari. 

Sangat jarang anak-anak mengalami demam yang diakibatkan penyuntikan vaksin hingga melebihi 2 hari. Apabila demamnya berlangsung cukup lama, maka kemungkinan besar demam ini bukanlah efek samping vaksin, melainkan merupakan gejala dari penyakit yang tidak berkaitan dengan vaksin.

Bunda, banyak ibu yang telah mengetahui bahwa demam merupakan efek samping yang mungkin saja terjadi setelah seorang anak menerima vaksin PCV. Tetapi sebaiknya Bunda tidak memberikan obat-obatan antidemam dulu kepada Si Kecil sebelum ia memperoleh vaksin ini. Ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat mengganggu efektivitas vaksin dalam menghasilkan respons imun yang dibutuhkannya untuk melawan pneumokokus.

Pemberian vaksin PCV merupakan langkah yang tepat untuk menjaga Ketahanan Tubuh Ganda Si Kecil, agar ia dapat memperoleh Tumbuh Kembang Optimal dan dapat mengeluarkan POTENSI terbaiknya. Bunda dapat memantau tumbuh kembang ini dan mendeteksi setiap milestone yang terjadi, sehingga Bunda akan dapat menjaga tumbuh kembangnya untuk tetap berlangsung sesuai dengan usianya.

Pemantauan ini dapat dilakukan dengan mudah melalui fitur khusus di situs Morinaga ID, yaitu halaman Cek Tumbuh Kembang. Seperti apa fitur ini? Simak di sini ya, Bunda: Cek Tumbuh Kembang.

Referensi

  • World Health Organization. Information Sheet Observed Rate of Vaccine Reactions Pneumococcal Vaccine. Diakses 21 Agustus 2024. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/pvg/global-vaccine-safety/pneumococcal-vaccine-rates-information-sheet.pdf