Ayah dan Bunda pasti pernah mendengar istilah introvert. Introvert seringkali disalah artikan sebagai pemalu, padahal introvert dan pemalu adalah dua hal yang sangat berbeda.
Pada kenyataannya, seseorang yang introvert bukan takut pada pertemuan sosial seperti seorang pemalu. Berbeda dengan ekstrovert yang spontan, tipe kepribadian introvert mungkin terlihat pemalu karena cenderung memproses sesuatu secara internal dan berpikir dahulu sebelum bicara.
Apabila Si Kecil lebih suka aktivitas individual seperti membaca dan menulis buku harian ketimbang kegiatan berkelompok, ia bisa dikategorikan sebagai introvert. Ia akan merasa lebih nyaman dan menikmati aktivitas yang harus dilakukan sendirian ketimbang beramai-ramai bersama orang lain. Introvert bukan takut pada pertemuan sosial seperti seorang pemalu.
Seseorang yang pemalu adalah individu yang mempunyai sifat yang terbentuk karena was-was ia tidak diterima oleh lingkungannya. Sifat pemalu bisa saja muncul dari ketidaknyamanan dalam menghadapi situasi baru. Perlu Ayah dan Bunda pahami bahwa tak ada salahnya jika Si Kecil ternyata introvert. Mirip dengan individu yang dominan memakai tangan kanan atau kiri, introvert atau extrovert adalah dua sifat yang wajar dimiliki oleh Si Kecil.
Si Kecil yang introvert membutuhkan waktu lebih panjang memroses informasi baru ketimbang anak yang extrovert. Bukan karena ia kurang pintar jika dibandingkan anak yang extrovert tetapi proses kerja otak Si Kecil yang introvert memang lebih kompleks dan panjang. Hal ini seringkali menjadi alasan mengapa anak introvert tidak nyaman ketika harus belajar bersama teman-temannya.
Untuk proses belajar di sekolah, anak introvert tidak jarang merasa stres dan tidak nyaman karena ia membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pelajaran baru dan mengerjakan tugas. Sedangkan di kelas ritme dan kecepatan belajarnya seringkali disamaratakan antara satu anak dengan yang lain.
Lantas, bagaimanakah metode belajar yang tepat untuk Si Kecil yang introvert? Pertama, pola pikir Ayah dan Bunda, pengasuh, serta guru di sekolah mengenai sifat introvert harus disamakan. Ingat, jangan pernah paksa Si Kecil yang introvert untuk bersikap sama seperti anak-anak lainnya yang memang mayoritas extrovert.
Si Kecil yang introvert tidak harus bersekolah di sekolah atau kelas khusus. Ia bisa, kok, merasa nyaman di kelas sekolah umum. Ayah dan Bunda serta pihak sekolah harus bisa berkomunikasi dengan baik mengenai karakter Si Kecil tersebut.
Lalu, adakah kiat dalam memfasilitasi Si Kecil yang introvert belajar? Simak jawabannya di bawah ini:
Dalam memutuskan gaya belajar pada anak introvert, sesuaikan juga dengan karakteristik Si Kecil yang bisa Bunda cek di artikel ini: Gaya Belajar yang Tepat untuk Tingkatkan Prestasi Anak
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Gaya Belajar yang Cocok untuk Si Kecil yang Introvert
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?