Parenting Parenting

Demam yang Naik Turun Selama 1 Minggu pada Anak

Morinaga ♦ 22 Juli 2024
Demam yang Naik Turun Selama 1 Minggu pada Anak

Demam pada anak-anak yang berkepanjangan selama 1 minggu dan naik-turun dapat disebabkan berbagai hal, namun paling sering terjadi karena infeksi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, yang dapat menyerang bagian manapun dari tubuh, dari saluran napas hingga saluran kemih.

Agar Bunda dapat memahami bagaimana merawat Si Kecil jika tubuhnya terus-menerus panas seperti ini, mari simak tulisan berikut ini. 

Penyebab Umum Demam Berkepanjangan pada Si Kecil

Ada beberapa kemungkinan penyebab demam yang naik turun selama lebih dari seminggu pada anak-anak, antara lain tifoid, malaria, atau penyakit endokarditis infektif. 

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella. Bakteri ini tinggal dalam darah anak-anak, dan setiap aktivitas dari bakteri ini menimbulkan reaksi tubuh berupa demam. Apabila aktivitasnya sedang berkurang, maka demamnya akan berkurang pula. Umumnya, bakteri ini baru terdeteksi setelah demam terjadi selama seminggu lebih.

Demam berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh penyakit bernama malaria, yang disebabkan oleh suatu mikroba parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kemudian, parasit tersebut akan berkembang biak dalam tubuh, sehingga akan muncul reaksi demam tinggi dan berbagai simtom lainnya. Parasit ini sering kali baru terdeteksi lebih dari 1 minggu, bahkan dapat terdeteksi setelah berbulan-bulan tinggal di dalam tubuh penderitanya.

Demam yang tak kunjung turun juga perlu Bunda waspadai sebagai gejala suatu penyakit adalah endokarditis, yaitu suatu penyakit pada jantung. Penyebabnya sendiri berupa bakteri, terutama bakteri streptokokus. Umumnya, bakteri pada endokarditis ini juga baru terdeteksi setelah 1 minggu mengalami demam yang hilang timbul.

Demam Naik Turun Disertai Batuk dan Pilek

Sebagian anak yang mengalami demam juga sering mengalami batuk dan pilek. Apabila gejala ini timbul sampai melebihi seminggu, ada kemungkinan penyebabnya adalah tuberkulosis (TB), yaitu penyakit infeksi yang timbul karena mikroba bernama Mycobacterium tuberculosis.

Ciri khas dari penyakit TB ini adalah demam yang naik turun hingga lebih dari 2 minggu, disertai batuk yang tidak sembuh-sembuh. Umumnya, anak yang menderitanya juga cenderung lebih kurus, ditandai berkurangnya berat badan dalam 1 bulan.

Umumnya, penyakit TB ini menyerang paru. Akan tetapi, mikroba M. tuberculosis juga dapat menyebar ke usus, tulang, dan bahkan otak. Apabila mikroba ini menyerang otak, maka ia dapat menyebabkan kematian.

Cara Penanganan Awal Demam Naik Turun di Rumah

Saat Si Kecil mengalami demam yang naik turun, Bunda seringkali merasa cemas. Penting untuk mengetahui langkah-langkah penanganan awal yang tepat di rumah agar demam tidak semakin parah dan Si Kecil tetap nyaman. Mulailah dengan mengukur suhu tubuh secara berkala. Berikan kompres hangat pada dahi atau ketiak, jangan kompres dingin. Pastikan Si Kecil mendapatkan istirahat yang cukup dan asupan cairan yang memadai untuk mencegah dehidrasi. Air putih, ASI, atau sup bening bisa menjadi pilihan yang baik. Hindari pakaian tebal dan pastikan suhu kamar tetap sejuk. Jika demam disertai nyeri, konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat penurun panas yang sesuai dosisnya. Ingat, demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi, namun penanganan yang tepat akan sangat membantu proses pemulihan Si Kecil.

Kapan Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?

Meskipun demam awal sering kali dapat dirawat di rumah, demam yang naik turun selama 5 hingga 7 hari menandakan adanya indikasi medis serius yang memerlukan evaluasi dokter secara langsung.

Segera bawa Si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika demam disertai salah satu tanda bahaya (red flags) berikut:

  • Demam Tinggi dan Persisten: Suhu tubuh mencapai di atas 39°C dan tidak kunjung mereda meskipun sudah diberikan obat penurun panas.
  • Usia Bayi Sangat Muda: Demam terjadi pada bayi berusia di bawah 3 bulan.
  • Gejala Darurat Fisik: Terjadi kejang, leher kaku, timbul ruam merah pada kulit, sesak napas, atau nyeri perut hebat.
  • Tanda Dehidrasi & Lemas Luar Biasa: Muntah atau diare terus-menerus, anak tampak lemas luar biasa (lethargi), tidak responsif, atau tidak buang air kecil dalam beberapa jam.

Jangan menunda pemeriksaan medis ketika timbul kekhawatiran kenapa anak panas naik turun berhari-hari. Penanganan dan diagnosis dini sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab pasti infeksi serta mencegah risiko komplikasi berbahaya pada organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak.

Peran Nutrisi Optimal untuk Pemulihan Si Kecil Pasca Demam

Setelah mengalami demam yang naik turun berhari-hari, sistem kekebalan tubuh Si Kecil membutuhkan dukungan ekstra untuk pulih sepenuhnya. Nutrisi yang adekuat memegang peranan krusial dalam mempercepat pemulihan dan membangun kembali daya tahan tubuh. Pastikan Si Kecil mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks. Asupan cairan yang cukup juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Produk nutrisi tambahan seperti susu pertumbuhan Morinaga Platinum dapat menjadi pilihan untuk memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi esensial seperti DHA, AA, Kolin, dan Probiotik, yang mendukung daya tahan tubuh dan perkembangan otak. Nutrisi yang baik membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan, sehingga Si Kecil bisa kembali aktif dan ceria.

Bunda, kemungkinan lain dari demam yang melebihi 1 minggu pada anak-anak juga dapat berupa penyakit autoimun. Penyakit ini merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh, yang juga perlu Bunda waspadai. Nah, seperti apa penyakit autoimun itu? Yuk, simak tentang gejala-gejala penyakit autoimun pada di sini: Mengenal Penyakit Autoimun pada Anak-anak.

Referensi

  • Rumah Sakit Universitas Udayana. Tipes / Demam Tifoid. Diakses tanggal 5 Juni 2024. https://rs.unud.ac.id/tipes-demam-tifoid/
  • Mengenal Malaria: Penyakit Mematikan Dunia. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Diakses tanggal 5 Juni 2024. https://p2pm.kemkes.go.id/publikasi/artikel/mengenal-malaria-penyakit-mematikan-dunia
  • National Library of Medicine. Pediatric Infective Endocarditis: A Literature Review. Diakses tanggal 5 Juni 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9181776/