Menyimpan ASI perah dengan benar bukan hanya soal daya tahan, tetapi juga krusial untuk menjaga kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil. ASI adalah sumber gizi terbaik yang kaya akan antibodi, vitamin, mineral, dan enzim yang mendukung sistem imun serta perkembangan otak dan fisik. Kesalahan dalam penyimpanan dapat mengurangi kadar nutrisi ini, bahkan membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi. Bagi Ibu, memastikan kualitas ASI berarti memberikan nutrisi terbaik. Memahami metode penyimpanan yang tepat adalah langkah awal untuk memastikan Si Kecil mendapatkan manfaat maksimal dari setiap tetes ASI.
Ikuti panduan penyimpanan ASI selengkapnya berikut ini.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah durasi ketahanan ASI berdasarkan prosedur penyimpanannya:
Berikut ini adalah beberapa tips umum dari CDC yang perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan ASI:
Agar ASI tetap segar dan berkualitas, pilihlah botol kaca atau plastik khusus yang telah terbukti aman untuk menyimpan ASI dan dan bebas dari bahan-bahan berbahaya atau bahan bebas bisphenol A (BPA).
Hindari menggunakan botol atau plastik biasa yang tidak dirancang khusus untuk menyimpan ASI, karena bisa mempengaruhi kualitas dan kesegarannya.
Sebelum menyimpan ASI, pastikan botol yang akan digunakan bersih dan steril. Bunda bisa merebus botol dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit di dalam air panas yang mendidih selama sekitar 5 hingga 10 menit, atau gunakan alat sterilisasi khusus.
Selain itu, pastikan untuk mencuci tangan bunda dengan air dan sabun sebelum menyentuh ASI atau botol yang akan digunakan ya.
Namun, untuk ASI perah yang tidak ingin langsung dibekukan, tempatkan lagi kemasan plastik penampung ASI perah ke dalam kontainer atau kotak kemasan lain. Pasalnya, kemasan plastik lebih berisiko mengalami kebocoran.
Jangan lupa menuliskan tanggal dan jam ASI diperah pada botol atau plastik yang digunakan untuk menyimpannya. Ini penting agar Bunda tahu ASI mana yang harus digunakan lebih dahulu untuk menghindari pemborosan.
Hindari mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI segar yang baru dipompa. Simpan ASI dalam porsi yang kecil sesuai kebutuhan, sehingga tidak ada sisa ASI yang harus dibuang.
Jika Bunda menyimpan ASI di dalam freezer, proses pencairan dan penghangatan harus dilakukan secara tepat agar kandungan nutrisi, protein, dan vitamin di dalamnya tidak rusak. Berikut panduan aman yang bisa Bunda ikuti:
Dengan cara ini, Bunda bisa menyimpan dan menghangatkan ASI perah dengan benar untuk Si Kecil.
Seiring bertambahnya usia Si Kecil, kebutuhan nutrisinya juga akan berkembang. Setelah periode ASI eksklusif dan ASI perah, tiba saatnya untuk mempertimbangkan transisi ke susu pertumbuhan yang dirancang khusus untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak di setiap tahap usianya. Morinaga Platinum dan Morinaga Gold menawarkan formulasi nutrisi lengkap yang diperkaya dengan DHA, AA, Kolin, dan zat besi untuk mendukung kecerdasan (Potensi), daya tahan tubuh (Nutrisi), serta fokus dan konsentrasi (Atensi). Pilihan ini memberikan solusi berkelanjutan bagi orang tua yang ingin memastikan anak mereka terus mendapatkan asupan gizi terbaik. Diskusikan tanda-tanda kesiapan anak untuk susu pertumbuhan dan bagaimana Morinaga dapat menjadi pilihan tepat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi mereka.
Ingat, ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi, dan dengan cara yang tepat, Bunda dapat memastikan Si Kecil tetap mendapatkan manfaat penuh dari ASI. Yuk, cari tahu manfaat ASI bagi Si Kecil di sini: Ketahui Manfaat Terbaik ASI Fondasi Sehat & Cerdas Si Kecil.
Selamat mencoba, Bunda, dan semoga Si Kecil selalu sehat dan bahagia!
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Cara Menyimpan ASI Perah di Freezer & Tips Menghangatkannya yang Benar
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?