Cara melatih anak berjalan bisa dimulai dengan memberi ruang untuk bergerak, mengajaknya berdiri, lalu merambat pada perabot yang kokoh. Saat Si Kecil mulai berani melepas pegangan, ajak ia mencoba beberapa langkah pendek ke arah Bunda. Lakukan sambil bermain dan beri jeda ketika ia lelah atau rewel. Hindari baby walker dengan dudukan beroda karena tidak membantu anak belajar berjalan dan berisiko menyebabkan cedera.
Pada usia 15 bulan, sebagian besar anak sudah mulai mengambil beberapa langkah sendiri. Kemampuannya terus berkembang hingga dapat berjalan tanpa berpegangan pada usia 18 bulan. Meski waktu pencapaian setiap anak berbeda, konsultasikan dengan dokter jika Si Kecil belum menunjukkan kemampuan tersebut.
Sebelum melangkah sendiri, Si Kecil biasanya belajar berdiri dengan pegangan, lalu merambat di sepanjang sofa atau perabot yang kokoh. Bunda bisa mengamati bagaimana ia menjaga keseimbangan dan semakin berani berpindah tempat. Jika gerakannya tampak tidak seimbang atau perkembangannya terhenti, jangan menunggu batas usia tertentu untuk meminta penilaian dokter.
Bunda bisa membantu Si Kecil belajar berjalan melalui kegiatan bermain sehari-hari. Sesuaikan dengan kemampuan yang sudah dikuasainya. Beri jeda jika ia lelah atau tidak ingin melanjutkan.
Sediakan area yang bersih, tidak licin, dan cukup luas untuk bergerak. Gunakan karpet atau matras yang tidak mudah bergeser. Biarkan Si Kecil berpindah posisi dan meraih mainannya sambil tetap diawasi.
Untuk bayi yang belum belajar berdiri, tummy time saat terjaga dapat membantu melatih kontrol kepala dan tubuh. Dampingi dan hentikan jika ia tidak nyaman. Menggendong tetap boleh, sambil memberi cukup kesempatan bermain di lantai.
Sofa yang kokoh bisa menjadi tempat Si Kecil berpegangan saat belajar berdiri. Pastikan tidak ada barang yang mudah tertarik atau jatuh di sekitarnya. Dampingi tanpa memaksanya berdiri jika ia belum siap.
Letakkan mainan sedikit ke samping saat Si Kecil berdiri sambil berpegangan pada sofa. Biarkan ia mencoba melangkah ke arah mainan tanpa harus melepas pegangan. Tetap dekat agar Bunda bisa membantu jika ia kehilangan keseimbangan.
Saat Si Kecil mulai bisa berdiri tanpa pegangan, duduklah di dekatnya dan ajak ia mendekat. Cukup mulai dari satu atau dua langkah sesuai kemampuannya. Jangan memaksa jika ia memilih duduk atau merangkak kembali.
Di dalam rumah, Si Kecil dapat mencoba berjalan tanpa alas kaki agar lebih mudah merasakan pijakan. Pastikan lantainya rata, bersih, dan tidak licin. Saat di luar rumah, gunakan alas kaki yang pas untuk melindungi telapak kakinya.
Anak tidak harus menggunakan alat khusus untuk belajar berjalan. Baby walker dengan dudukan beroda justru tidak dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics karena berisiko menyebabkan cedera, bahkan saat anak diawasi. Alat ini memungkinkan anak bergerak cepat, jatuh dari tangga, atau menjangkau benda berbahaya. Bunda dapat membaca lebih lanjut tentang risiko penggunaan baby walker.
Untuk mendampingi latihan di rumah, Bunda bisa memanfaatkan:
Tetap dampingi Si Kecil dan jauhkan area latihan dari tangga. Jumper tidak diperlukan karena bukan alat untuk belajar berjalan. Jika ingin mengenali pilihan lainnya, Bunda bisa membaca alternatif pengganti baby walker di sini: Pilihan Aman Pengganti Baby Walker untuk Si Kecil
Jika usia Si Kecil sudah 15 bulan tetapi belum mencoba beberapa langkah sendiri, bicarakan dengan dokter. Pemeriksaan juga diperlukan jika pada usia 18 bulan ia belum berjalan tanpa berpegangan. Namun, Bunda tidak harus menunggu usia tersebut bila ada keluhan lain.
Perhatikan beberapa tanda berikut:
Anak yang tiba-tiba tidak mampu menumpu berat badan, mengalami nyeri hebat, atau pincang disertai demam perlu segera mendapat pertolongan medis. Jangan memaksanya berdiri atau berjalan saat kesakitan. Dokter akan menilai penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang diperlukan.
Selain latihan, Si Kecil membutuhkan asupan yang cukup untuk tumbuh. Protein membantu pembentukan jaringan tubuh, termasuk otot, sedangkan kalsium dan vitamin D mendukung kesehatan tulang serta fungsi otot. Bunda bisa mendapatkan zat gizi tersebut dari berbagai makanan berikut:
| Zat Gizi | Contoh Sumber |
|---|---|
| Protein | Telur, ikan, daging, tahu, dan tempe. |
| Kalsium | Susu, yogurt, keju, dan tahu yang dibuat dengan garam kalsium. |
| Vitamin D | Ikan berlemak, kuning telur, dan makanan yang diperkaya vitamin D. |
Sajikan makanan secara bergantian dengan porsi dan tekstur sesuai kemampuan makan Si Kecil. Untuk anak di atas satu tahun, susu pertumbuhan dapat menjadi pelengkap tanpa menggantikan makanan utama. Temukan pilihan susu Morinaga untuk anak usia 1–3 tahun dan bandingkan kandungannya untuk membantu Bunda memilih sesuai kebutuhan Si Kecil.
Asupan yang cukup mendukung pertumbuhan, tetapi tidak otomatis membuat anak lebih cepat berjalan. Beri Si Kecil kesempatan mencoba, mulai dari melepas pegangan hingga mengambil satu langkah. Dampingi dengan sabar dan konsultasikan jika ada perkembangan yang mengkhawatirkan.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Cara Melatih Anak Berjalan dengan Aman di Rumah
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?