Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Penyebab Cacar Monyet Mpox dan Cara Mencegahnya pada Anak

Morinaga ♦ 6 November 2026
Penyebab Cacar Monyet Mpox dan Cara Mencegahnya pada Anak

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh infeksi monkeypox virus (MPXV) yang merupakan virus dari genus Orthopoxvirus dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun antarmanusia (World Health Organization, 2024). Kabar mengenai penyebaran mpox tentu bisa membuat Bunda khawatir, terutama ketika Si Kecil mulai aktif bersekolah dan berinteraksi dengan banyak orang. Untuk mengurangi risiko penularan, Bunda perlu memahami cara penyebaran virus dan langkah pencegahannya. Selain menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, memenuhi kebutuhan NUTRISI harian juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh anak secara keseluruhan.

Mengenal Penyebab Utama dan Penularan Cacar Monyet Mpox

Mpox dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam, luka, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dekat yang melibatkan droplet atau partikel pernapasan, serta benda yang terkontaminasi, seperti pakaian dan seprai (World Health Organization, 2024). Anak-anak dapat mengalami komplikasi serius akibat mpox, sehingga gejala yang mengarah pada infeksi ini perlu diperhatikan. Namun, bukan berarti setiap anak pasti mengalami gejala berat. Risiko penyakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan dan usia anak.

Untuk membantu mencegah penularan, Bunda dapat membiasakan Si Kecil mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan orang yang mengalami ruam atau luka yang belum diketahui penyebabnya, serta tidak berbagi barang pribadi dengan orang yang terinfeksi. Jika ada anggota keluarga yang diduga atau telah terdiagnosis mpox, ikuti arahan tenaga kesehatan mengenai perawatan dan pencegahan penularan di rumah.

Ciri-Ciri Cacar Monyet dan Gejala Awal yang Wajib Diwaspadai Bunda

Mengetahui ciri-ciri cacar monyet sejak dini akan sangat membantu Bunda dalam mengambil tindakan penanganan medis secara cepat. Gejala awal infeksi mpox biasanya dimulai pada masa inkubasi hingga munculnya fase demam tinggi pada anak (World Health Organization, 2024). Selain demam, anak juga akan mengeluhkan sakit kepala berlebih dan nyeri otot yang tentu sangat mengganggu kenyamanannya.

Salah satu gejala yang dapat membantu membedakan mpox dari beberapa penyakit lain adalah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan atau limfadenopati ini umumnya muncul secara jelas di area leher, ketiak, atau lipatan paha Si Kecil (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Setelah itu, perkembangan bentuk ruam khas mpox akan muncul secara bertahap mulai dari bintik kemerahan. Bintik tersebut lalu berubah menjadi benjolan berisi cairan bening, nanah, hingga akhirnya mengering menjadi koreng keras.

Perbedaan Tampilan Ruam Cacar Monyet dengan Cacar Air Biasa

Mpox dan cacar air sama-sama dapat menyebabkan ruam yang berkembang secara bertahap. Namun, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda dan memiliki sejumlah karakteristik yang dapat membantu tenaga kesehatan membedakannya. Pada mpox, lesi dapat terasa lebih dalam dan memiliki batas yang tegas. Ruam juga dapat muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Sementara itu, cacar air umumnya menimbulkan ruam yang terasa gatal, dengan lesi dalam berbagai tahap perkembangan yang dapat terlihat bersamaan di tubuh (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023).

Meski demikian, tampilan ruam saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Jika Bunda melihat ruam yang tidak biasa pada Si Kecil, hindari memecahkan atau menggaruk lesi. Kebiasaan tersebut dapat melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi tambahan. Sebaiknya, mintalah saran tenaga kesehatan mengenai perawatan kulit yang tepat dan langkah untuk mengurangi risiko penularan.

Peran Nutrisi Lengkap dalam Mempercepat Pemulihan Infeksi Kulit

Terdapat hubungan yang sangat krusial antara pemenuhan mikronutrien dan efisiensi kerja sel-sel imunitas tubuh anak. Nutrisi lengkap sangat dibutuhkan agar imunitas mampu melawan invasi virus berbahaya di dalam tubuh secara efektif (Calder, 2020). Salah satu komponen pentingnya yaitu protein berkualitas tinggi yang bertindak sebagai pembentuk antibodi pelindung sistem kekebalan. Protein ini juga menjadi bahan utama dalam perbaikan jaringan epitel kulit yang rusak akibat lesi ruam mpox.

Selain protein, asupan mikronutrien pendukung lainnya juga tidak boleh dilewatkan dari piring makan anak setiap harinya. Asupan vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta seng bertindak sebagai antioksidan tangguh di dalam tubuhnya (Calder, 2020). Semua zat gizi mikro tersebut sangat berguna untuk mempercepat penyembuhan luka dan meredakan peradangan kulit Si Kecil. ATENSI terhadap kelengkapan gizi ini akan membuat masa pemulihan anak berjalan jauh lebih singkat dan ia merasa lebih nyaman.

Pilihan Makanan Penguat Daya Tahan Tubuh Si Kecil Saat Sakit

Ketika Si Kecil sedang sakit, Bunda dapat menawarkan makanan bergizi dengan tekstur dan porsi yang nyaman baginya. Berikut beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan usia, selera, dan kondisi anak:

  • Sup ayam: Menyediakan protein dan cairan, terutama jika Si Kecil lebih nyaman menyantap makanan berkuah.
  • Alpukat: Mengandung lemak tak jenuh dan dapat dihaluskan agar lebih mudah dikonsumsi.
  • Buah-buahan: Jeruk, pepaya, dan buah lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin serta cairan.
  • Sayuran matang: Sajikan sayuran yang dimasak hingga lunak agar lebih mudah dikunyah.
  • Telur orak-arik: Menjadi salah satu pilihan sumber protein dengan tekstur yang lembut.
  • Yoghurt tanpa pemanis: Dapat menjadi pilihan jika Si Kecil menyukainya dan tidak memiliki kondisi yang mengharuskan pembatasan produk susu.
  • Bubur atau nasi tim: Bisa diberikan ketika anak lebih nyaman mengonsumsi makanan bertekstur lembut.

Apabila terdapat lesi yang terasa sakit di sekitar mulut atau tenggorokan, Si Kecil mungkin kesulitan makan dan minum. Bunda dapat menawarkan makanan bertekstur lembut serta cairan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering, sesuai toleransi anak. Jika anak kesulitan menelan, menolak minum, jarang buang air kecil, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera cari bantuan medis.

Langkah Pencegahan Praktis dan Strategi Nutrisi Harian di Rumah

Pencegahan mpox perlu mengutamakan upaya mengurangi paparan terhadap virus. Bunda dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut bersama Si Kecil:

  1. Biasakan mencuci tangan. Ajarkan Si Kecil mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas dan sebelum makan.
  2. Hindari kontak dengan lesi atau ruam yang mencurigakan. Jangan menyentuh ruam atau luka orang yang diduga terinfeksi mpox.
  3. Jangan berbagi barang pribadi. Hindari berbagi pakaian, handuk, seprai, dan barang lain yang mungkin terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi.
  4. Ikuti arahan tenaga kesehatan. Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi atau Si Kecil menunjukkan gejala yang mencurigakan, konsultasikan langkah pemeriksaan, perawatan, dan pencegahan penularan yang sesuai.
  5. Sajikan makanan bergizi seimbang. Penuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan cairan melalui menu yang bervariasi sesuai usia anak.

Pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari kebiasaan hidup sehat, tetapi bukan jaminan bahwa anak akan terhindar dari mpox. Karena itu, Bunda perlu menggabungkan pola makan seimbang dengan kebersihan diri dan lingkungan serta langkah pencegahan penularan yang sesuai. Untuk memahami lebih lanjut cara mendukung kesehatan Si Kecil melalui pola makan sehari-hari, Bunda dapat cek selengkapnya di sini: Cara Meningkatkan Imun Si Kecil dengan Nutrisi yang Tepat.

Referensi

  • World Health Organization. (2024). Mpox (monkeypox) fact sheet. WHO Guidelines.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan dan pengendalian mpox (monkeypox).
  • Calder, P. C. (2020). Nutrition and immunity: Lessons for COVID-19 and other atypical infectious diseases. Nutrition Reviews, 78(11), 681–690.