Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Penyebab Penyakit Xeroftalmia dan Dampaknya bagi Mata Anak

Morinaga
Morinaga ♦ 26 Januari 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Penyebab Penyakit Xeroftalmia dan Dampaknya bagi Mata Anak

Penyebab utama dari penyakit xeroftalmia adalah kekurangan atau defisiensi Vitamin A yang parah pada tubuh Si Kecil. Kondisi medis ini membuat mata anak menjadi sangat kering hingga berisiko tinggi merusak bagian kornea. Hal ini terjadi karena Vitamin A memiliki fungsi vital dalam memproduksi cairan pelumas yang menjaga permukaan bola mata tetap lembap.

Bunda perlu mewaspadai hal ini, karena xeroftalmia bukanlah sekadar iritasi mata biasa. Jika tidak segera ditangani dengan perbaikan gizi dan perawatan medis, gangguan tersebut dapat berujung pada kerusakan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi harian menjadi langkah perlindungan paling mendasar untuk menjaga kejernihan mata Si Kecil.

Faktor Utama Penyebab Penyakit Xeroftalmia pada Anak

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan anak rentan terkena xeroftalmia. Secara umum, pemicunya adalah kombinasi antara asupan makan yang kurang dan kondisi kesehatan tubuh anak.

Mengenai akar penyebab masalah ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menjelaskan, "Penyakit xeroftalmia adalah penyakit mata serius akibat defisiensi Vitamin A. Penyakit ini sering kali dipicu oleh pola makan yang rendah mikronutrien, serta diperburuk oleh penyakit infeksi seperti campak atau diare yang mengganggu penyerapan serta mempercepat habisnya cadangan Vitamin A dalam tubuh Si Kecil.".

Sejalan dengan penjelasan tersebut, pola makan harian dengan asupan vitamin A yang tidak mencukupi, seperti minimnya konsumsi sayuran berwarna jingga seperti wortel, sayuran hijau, serta sumber pangan hewani, menjadi faktor yang sangat krusial. Tanpa asupan yang memadai, perlindungan alami mata pun dapat melemah.

Namun, seperti yang disinggung dr. Reza, faktor risiko ini akan meningkat pesat jika disertai infeksi. Saat tubuh Si Kecil sedang berjuang melawan penyakit (seperti campak, diare, atau ISPA), simpanan Vitamin A di dalam organ hati akan terpakai habis untuk melawan infeksi tersebut. Jika kondisi ini tidak segera diimbangi dengan asupan nutrisi ekstra, risiko kerusakan kornea pun akan semakin besar.

Dampak Jangka Panjang Jika Kebutuhan Vitamin A Tidak Terpenuhi

Jika kondisi kekurangan Vitamin A dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya akan sangat serius bagi penglihatan Si Kecil. Tahapan xeroftalmia yang memburuk dapat memicu munculnya bercak putih berbentuk segitiga pada bagian putih mata yang dikenal sebagai bercak Bitot. Tanpa perbaikan gizi yang cepat, kondisi ini akan berkembang menjadi pelunakan kornea atau keratomalasia yang menyebabkan kerusakan fatal dan berisiko tinggi memicu kebutaan permanen.

Namun, bahayanya ternyata tidak berhenti pada kesehatan mata saja. Lebih lanjut, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menambahkan peringatan mengenai dampak sistemik lainnya, "Dampak jangka panjang kekurangan Vitamin A mencakup kerusakan sistem imun kronis yang menyebabkan anak terjebak dalam siklus infeksi berulang, serta gangguan pertumbuhan fisik (stunting) karena terhambatnya regenerasi sel dan jaringan tulang.".

Ini artinya, peran Vitamin A jauh melampaui sekadar menjaga kesehatan mata, tetapi juga menjadi benteng pertahanan tubuh dan penunjang pertumbuhan fisik Si Kecil. Dengan memastikan asupan Vitamin A terpenuhi sejak dini, Bunda sebenarnya sedang melindungi masa depannya. Penglihatan yang jernih serta tubuh yang bebas stunting adalah modal terbaik baginya untuk belajar dan mengeksplorasi dunia dengan penuh percaya diri.

Strategi Mencegah Xeroftalmia Melalui Nutrisi yang Tepat

Penyakit xeroftalmia dapat dicegah sepenuhnya melalui langkah pemenuhan nutrisi yang tepat setiap hari. Bunda dapat memastikan kebutuhan Vitamin A Si Kecil tercukupi dengan menyajikan sumber makanan hewani seperti hati sapi, kuning telur, susu, dan keju dalam menu makanannya. Selain itu, lengkapi piring makannya dengan buah dan sayuran berwarna cerah, seperti wortel, ubi jalar, pepaya, dan mangga untuk mendukung kesehatan matanya secara alami.

Selain mengandalkan makanan alami, Bunda juga dapat melengkapi asupan Vitamin A Si Kecil dengan pil vitamin A sesuai dengan anjuran tenaga medis. Pemenuhan gizi yang konsisten akan meminimalkan risiko kerusakan jaringan mata akibat kekurangan nutrisi kronis. Mengutamakan asupan gizi yang cukup setiap hari, termasuk vitamin A, adalah langkah pencegahan terbaik agar mata Si Kecil tetap sehat dan berfungsi optimal seiring pertumbuhannya.

Kesehatan mata Si Kecil sejatinya bermula dari perhatian Bunda terhadap kualitas asupan nutrisi yang disajikan di rumah setiap hari. Dengan tetap waspada terhadap berbagai perubahan fisik yang muncul, Bunda dapat bertindak lebih cepat dalam melindungi penglihatan dan daya tahan tubuhnya dari risiko jangka panjang. Bunda bisa mengenal lebih dalam mengenai tanda-tanda fisik lainnya yang muncul saat Si Kecil kekurangan Vitamin A di sini: Tanda Anak Kekurangan Vitamin A.

Referensi

  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022316623016048
  • https://www.dsm-firmenich.com/en/businesses/health-nutrition-care/news/talking-nutrition/nutrient-deficiency-in-early-life.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431094/