Bunda, kecerdasan Si Kecil bukan hanya diukur dari kemampuan akademis seperti membaca atau berhitung, tetapi juga dari bagaimana otak kanan dan kiri bekerja secara seimbang. Banyak anak yang sulit fokus, mudah bosan, atau merasa tegang saat belajar karena keseimbangan fungsi otak belum optimal.
Olahraga fisik memang penting, tetapi tidak cukup untuk membantu Si Kecil lebih fokus dan rileks. Di sinilah senam otak (brain gym) berperan penting. Gerakan-gerakan sederhana ini dirancang untuk mengaktifkan berbagai bagian otak sehingga Si Kecil dapat belajar dengan lebih mudah, fokus, dan menyenangkan.
Senam otak menjadi lebih efektif jika dilakukan secara perlahan dan konsisten. Ada empat gerakan dasar yang mudah diperkenalkan di rumah dan dapat membantu menstimulasi koneksi saraf Si Kecil.
Cross crawl merupakan gerakan senam otak dengan cara melakukan gerakan silang melintasi garis tengah tubuh. Gerakan silang ini membuat satu sisi tubuh menjangkau sisi lainnya sehingga otak kiri dan kanan aktif bekerja secara bersamaan. Aktivitas ganda ini dilakukan untuk meningkatkan koordinasi, keseimbangan, serta keterampilan motorik dengan sejumlah pengulangan. Dalam konteks belajar, koneksi saraf yang terstimulasi dari gerakan silang ini sangat mendukung kemampuan Si Kecil untuk fokus dan mempertahankan perhatian lebih lama.
Bunda bisa mengajak Si Kecil melakukan cross crawl dengan memintanya berdiri tegak, lalu menyatukan siku tangan kiri ke lutut kanan secara perlahan. Selanjutnya, minta Si Kecil mengganti gerakan dengan menyentuhkan siku tangan kanan ke lutut kiri. Gerakan ini bisa dilakukan secara perlahan agar koordinasi tubuh benar-benar terbangun dengan baik. Lakukan pengulangan sebanyak 8 hingga 10 kali per set atau sesuai kenyamanan Si Kecil.
Gerakan lazy eight dilakukan dengan menelusuri tanda angka 8 lateral atau simbol tak terhingga berulang kali. Latihan ini berguna untuk mengaktifkan belahan otak kanan dan kiri untuk bekerja sama sehingga koneksi saraf yang mendukung kemampuan belajar dapat teraktivasi dengan lebih baik. Pola gerakan yang mengalir ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi mata-tangan, kemampuan mengikuti arah tulisan, serta kesiapan otot-otot yang digunakan saat membaca dan menulis. Selain itu, gerakan ini juga membantu merelaksasi otot bahu, leher, dan mata yang sering tegang setelah Si Kecil membaca atau menatap layar terlalu lama.
Bunda bisa mengajak Si Kecil melakukan gerakan lazy eight dengan merentangkan satu tangan ke depan setinggi mata. Kemudian, ajak Si Kecil menggambar bentuk angka 8 tidur (simbol tak terhingga) di udara. Lakukan gerakan ini dengan satu tangan, lalu ganti tangan lainnya. Setelah dilakukan beberapa kali, Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk menggunakan kedua tangan secara bersamaan. Jika gerakan ini dilakukan secara rutin, maka akan membantu menyelaraskan sistem tubuh untuk pemahaman, fokus, komunikasi, dan kesehatan emosional yang lebih baik.
Brain button merupakan gerakan untuk merangsang aliran darah ke otak dan mengaktifkan Reticular Activating System (RAS), yaitu sistem di dalam otak yang bertugas menjaga kewaspadaan, fokus, dan kesiapan belajar. Ketika RAS aktif, otak berada dalam kondisi “siaga”, sehingga Si Kecil lebih siap menerima informasi baru, berkonsentrasi, dan mengelola rasa gelisah yang muncul saat menghadapi tugas atau pelajaran yang menantang. Gerakan ini sangat membantu terutama ketika Si Kecil mulai tampak letih, kehilangan fokus, atau merasa tidak bersemangat.
Mulai latihan ini dengan mengajak Si Kecil meletakkan satu tangan di atas pusar. Lalu minta Si Kecil menggunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan lain untuk memijat lembut dua titik di bawah tulang selangka (klavikula). Sambil memijat, arahkan Si Kecil menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan agar tubuh ikut rileks. Latihan sederhana ini dapat dilakukan selama sekitar tiga puluh detik atau sampai Si Kecil merasa lebih segar dan berenergi kembali. Dengan melakukan brain button secara rutin, Si Kecil akan lebih mudah mempertahankan fokus, mengatur emosinya, serta merasa lebih tenang ketika menghadapi aktivitas belajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Gerakan terakhir brain gym adalah The Elephant (gajah) yang berguna untuk mengintegrasikan sistem vestibular (keseimbangan) dengan penglihatan dan pendengaran. Latihan ini sangat efektif untuk meningkatkan daya ingat jangka pendek maupun jangka panjang, serta membantu Si Kecil memproses informasi dengan lebih cepat. Latihan ini juga bermanfaat untuk mendukung koordinasi tubuh secara keseluruhan dan dapat dilakukan dalam waktu singkat, sekitar tiga puluh detik untuk setiap sisi.
Ajak Si Kecil untuk merentangkan satu tangan lurus ke depan, kemudian menempelkannya ke telinga di sisi yang sama sehingga posisi tubuh menyerupai belalai gajah. Setelah itu, minta Si Kecil menggambar bentuk angka 8 tidur di udara dengan tangan tersebut, sambil lututnya sedikit ditekuk mengikuti gerakan. Setelah selesai pada satu sisi, ulangi gerakan dengan tangan yang lain. Agar latihan lebih menyenangkan, ajak Si Kecil untuk menirukan suara gajah selama melakukan gerakan.
Senam otak merupakan gerakan tubuh terkoordinasi yang dirancang untuk merangsang koneksi saraf antara kedua belahan otak (kiri dan kanan). Senam ini memiliki beberapa manfaat seperti meningkatkan konsentrasi dan rentang perhatian, memperbaiki daya ingat jangka pendek, serta meningkatkan keterampilan motorik halus dan koordinasi mata-tangan.
Latihan senam otak mencakup beberapa gerakan yang membantu koordinasi telinga, mata, kepala, dan seluruh anggota tubuh Si Kecil. Melakukan gerakan senam ini secara konsisten dapat membangun koneksi saraf di seluruh otak dan tubuh, sehingga membuat Si Kecil merasa aman dan terpusat secara emosional. Ini membantu anak meredakan stres dan ketegangan sebelum atau di sela waktu belajar.
Meskipun brain gym sangat efektif dan bermanfaat, latihan ini hanyalah salah satu upaya. Diperlukan dukungan NUTRISI yang memadai untuk mengaktifkan otak Si Kecil. Koneksi saraf yang diperkuat oleh senam otak membutuhkan bahan baku terbaik seperti fosfolipid yang merupakan komponen penting membran sel otak. Yuk Bunda, cari tahu lebih lanjut mengenai manfaat fosfolipid di sini: Manfaat Kandungan Fosfolipid untuk Kecerdasan Otak Anak.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Latihan Senam Otak untuk Anak Tingkatkan Konsentrasi
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?