Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Benarkah Ada Makanan yang Bisa Menggugurkan Kandungan? Meluruskan Mitos dan Fakta Medis

Morinaga Platinum ♦ 3 Januari 2020
Benarkah Ada Makanan yang Bisa Menggugurkan Kandungan? Meluruskan Mitos dan Fakta Medis

Jika Bunda baru saja keguguran, Bunda mungkin akan mendengarkan banyak mitos dari masyarakat sekitar mengenai keguguran yang Bunda alami. Sayangnya, perasaan Bunda yang sedih akan menyulitkan Bunda untuk mengenali mana mitos, dan mana informasi yang benar.

Dampak buruk dari mempercayai mitos ialah Bunda menjadi merasa bersalah untuk hal-hal yang belum tentu benar. Salah satu mitos yang paling sering beredar ialah ibu mengalami keguguran karena telah mengonsumsi makanan yang salah. Akibatnya, ketika Bunda hamil kembali, Bunda menjadi takut makan karena ngeri Bunda tidak sengaja makan makanan yang menggugurkan kandungan lagi.

Ada juga mitos yang mengatakan bahwa ibu mengalami keguguran karena suatu aktivitas, misalnya karena olahraga. Akibatnya, ketika Bunda hamil kembali, Bunda jadi tidak melakukan apa-apa karena takut kembali keguguran.

Mitos-mitos ini tidak baik untuk didengarkan. Pertama, berisiko membuat Bunda jadi kurang gizi dan tubuh Bunda jadi kaku. Kedua, mendengarkan mitos juga tidak baik bagi kesehatan mental Bunda.

Berikut ialah mitos-mitos yang sering beredar terkait keguguran.

Mitos Seputar Makanan yang Dianggap Bisa Menggugurkan Kandungan

Ada beberapa makanan yang sering diisukan oleh masyarakat dapat menciptakan aborsi alami. Salah satu makanan yang paling sering dipersalahkan ialah buah nanas.

Konon, banyak mitos bohong mengatakan bahwa makan nanas dapat menggugurkan kandungan. Mitos ini sebetulnya berangkat dari kenyataan bahwa nanas mengandung suatu enzim bernama bromelain.

Enzim bromelain sebetulnya diproduksi sebagai suplemen anti nyeri untuk orang-orang yang ingin berolahraga. Suplemen ini tidak dianjurkan diminum ibu hamil, karena bromelain dapat memecah protein tubuh yang menyebabkan pendarahan.

Namun, meskipun nanas juga mengandung bromelain, tetapi kadar bromelainnya tidak cukup banyak. Kadar bromelain dalam nanas terlalu sedikit untuk dapat menyebabkan keguguran. Bunda boleh-boleh saja makan seporsi buah nanas tanpa takut keguguran.

Selain makanan, beberapa minuman sering dipersalahkan dalam mitos dapat menyebabkan keguguran. Minuman dan bumbu apa saja yang menurut mitos bisa menggugurkan kandungan?

Mitos Hal-hal Lain yang Bisa Menggugurkan Kandungan dan Fakta Medisnya

Soda

Banyak mitos menyatakan bahwa minuman soda dapat menggugurkan kandungan. Terutama, jika minuman soda ini dicampur dengan buah nanas, atau dicampur dengan obat parasetamol.

Mitos ini berangkat dari fakta bahwa minuman soda mengandung kafein. Kafein sendiri memang mengurangi aliran darah ke janin, sehingga dapat membuat janin sakit.

Namun, faktanya, butuh kafein sebesar minimal 200 mg per hari untuk dapat merusak janin. Padahal, sekaleng minuman soda hanya mengandung kafein paling banyak sebesar 54 mg. Jadi, belum tentu Bunda keguguran karena minum minuman soda.

Sebetulnya, minuman soda sendiri memang kurang bagus bagi ibu yang sedang hamil. Kafein dalam soda dapat membuat Bunda terus-menerus terjaga, sehingga Bunda menjadi kurang istirahat. Padahal, Bunda yang sedang hamil umumnya butuh banyak istirahat, kan? 

Bumbu Herbal

Banyak sekali mitos yang mengatakan bahwa banyak seorang ibu keguguran karena makananya mengandung bumbu tertentu dalam jumlah yang terlalu banyak. Bumbu yang sering dipersalahkan antara lain kunyit dan lada hitam

Mitos ini berasal dari fakta bahwa bumbu-bumbu di atas sering menjadi bahan utama jamu herbal. Jamu herbal ini sering dipromosikan sebagai jamu untuk melancarkan haid. Masyarakat umumnya percaya bahwa bahan untuk jamu pelancar haid dapat berefek menggugurkan kandungan juga.

Faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kunyit dapat menyebabkan keguguran pada manusia. Apalagi, kunyit hanya dikonsumsi dalam bentuk bumbu yang jumlahnya sedikit.

Lada hitam juga masih aman untuk bumil jika hanya dikonsumsi sebagai bumbu masak. Lada hitam sendiri mengandung zat piperin yang membantu mengatasi rasa perut kembung pada ibu hamil.

Nah, sebetulnya ada lho beberapa makanan yang memang dilarang secara ilmiah untuk dimakan oleh ibu hamil. Makanan apa saja itu? Yuk, lihat di artikel ini: Inilah Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Setelah meluruskan berbagai mitos yang beredar, mari kita pahami lebih dalam mengenai penyebab keguguran yang sebenarnya menurut sudut pandang medis.

Mengapa Mencari 'Penggugur Kandungan' Sangat Berisiko dan Berbahaya?

Penting bagi Bunda untuk memahami bahwa upaya menggugurkan kandungan secara mandiri, terutama dengan metode yang tidak terbukti secara medis seperti mengonsumsi makanan atau ramuan tertentu, sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan Bunda. Praktik ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pendarahan hebat, infeksi, kerusakan organ reproduksi permanen, bahkan kematian. Selain itu, tindakan ini memiliki konsekuensi hukum yang berat. Kami sangat menganjurkan Bunda untuk selalu berkonsultasi dengan profesional medis, seperti dokter kandungan, jika memiliki kekhawatiran atau pertanyaan seputar kehamilan. Mereka adalah sumber informasi yang paling tepat dan aman untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai dan dukungan emosional yang dibutuhkan. Jangan pernah mencoba metode 'penggugur kandungan' yang tidak berdasarkan saran medis yang teruji.

Apa Penyebab Sebenarnya Keguguran Menurut Medis?

Berlawanan dengan banyak mitos yang beredar, mayoritas keguguran terjadi karena masalah kromosom pada janin yang mencegah perkembangannya secara normal. Ini adalah respons alami tubuh terhadap kehamilan yang tidak viable, bukan karena kesalahan Bunda dalam mengonsumsi makanan atau melakukan aktivitas tertentu. Faktor lain yang dapat berkontribusi pada keguguran meliputi masalah genetik, kelainan rahim, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi kesehatan ibu yang mendasarinya. Sangat jarang keguguran disebabkan oleh aktivitas sehari-hari atau diet normal. Memahami fakta medis ini dapat membantu Bunda melepaskan rasa bersalah yang tidak perlu dan fokus pada perawatan diri serta persiapan kehamilan di masa depan dengan informasi yang benar dan dukungan profesional.

Nutrisi Optimal untuk Kehamilan Sehat dan Perkembangan Janin

Alih-alih mencari informasi tentang 'penggugur kandungan', fokuslah pada asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung kehamilan yang sehat dan perkembangan janin yang optimal. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin lainnya sangat penting. Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang. Setelah kehamilan, nutrisi tetap menjadi kunci. Morinaga Platinum hadir untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan nutrisi esensial seperti DHA, AA, dan Kolin yang mendukung fungsi otak dan atensi. Dengan nutrisi yang tepat dari awal, Bunda dapat memberikan fondasi terbaik bagi masa depan si Kecil, jauh dari kekhawatiran yang tidak berdasar.

Tanda-tanda Keguguran dan Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis

Meskipun kita berharap kehamilan selalu berjalan lancar, penting bagi Bunda untuk mengetahui tanda-tanda keguguran agar dapat segera mencari bantuan medis jika diperlukan. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu Bunda mendapatkan penanganan yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi. Tanda utama keguguran adalah perdarahan vagina, yang bisa bervariasi dari bercak ringan hingga perdarahan hebat. Perdarahan ini seringkali disertai dengan nyeri atau kram di perut bagian bawah, yang bisa terasa seperti nyeri haid yang parah atau rasa sakit yang lebih intens.

Tanda lain yang perlu diwaspadai termasuk keluarnya jaringan atau gumpalan darah dari vagina, serta hilangnya gejala kehamilan yang sebelumnya Bunda rasakan, seperti mual atau nyeri payudara. Jika Bunda mengalami salah satu dari gejala ini, sangat penting untuk tidak panik tetapi segera menghubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kehamilan Bunda dan memberikan penanganan yang sesuai. Ingat, mencari bantuan medis segera adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan Bunda dan memahami apa yang sedang terjadi.