Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Bahaya Minum Teh untuk Balita, Ini Alternatif Minuman Penggantinya

Morinaga ♦ 2 Januari 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Bahaya Minum Teh untuk Balita, Ini Alternatif Minuman Penggantinya

Informasi dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr reza pahlevi

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta.

Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Jika Bunda bertanya-tanya apakah teh berbahaya untuk balita, jawabannya adalah tidak disarankan. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa kebiasaan minum teh pada balita berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi penting yang sedang sangat dibutuhkan tubuhnya. Padahal, masa balita adalah periode emas di mana tubuhnya memerlukan dukungan nutrisi yang maksimal tanpa hambatan.

Bahaya minum teh bagi anak di bawah usia lima tahun sebenarnya terletak pada kandungan tanin dan kafein. Jika dikonsumsi Si Kecil, kedua zat ini dapat memicu masalah kesehatan yang cukup serius, mulai dari risiko anemia hingga gangguan tidur yang bisa menghambat tumbuh kembangnya. Bahkan, efek stimulannya juga bisa membuat anak merasa gelisah dan jantung berdebar lebih cepat.

Alasan Medis Mengapa Balita Sebaiknya Tidak Minum Teh

Secara medis, tubuh balita memiliki mekanisme yang berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, ada beberapa alasan kuat mengapa teh sebaiknya tidak dimasukkan dalam daftar menu harian Si Kecil.

Mengenai risiko kesehatan tersebut, dr. Reza Fahlevi, Sp.A berpendapat dari sisi medis bahwa, "Balita sebaiknya tidak diberikan teh karena kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi secara signifikan, sehingga berisiko memicu anemia serta gangguan pertumbuhan kognitif. Selain itu, kandungan kafein dalam teh dapat memicu gangguan tidur dan kegelisahan, sementara kandungan fitatnya menghalangi penyerapan kalsium yang krusial bagi tulang.".

Penjelasan dokter di atas menegaskan bahwa sistem metabolisme anak belum siap menerima zat-zat tersebut. Akibatnya, efek samping kafein bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh mungilnya, sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitasnya seharian.

Berbagai Bahaya Minum Teh untuk Tumbuh Kembang Anak

Jika kebiasaan minum teh ini diteruskan, ada dampak jangka panjang yang mungkin tidak langsung terlihat, namun bisa menghambat tumbuh kembang Si Kecil. Ancaman pertama datang dari risiko kerusakan gigi atau karies. Teh sering kali disajikan dengan tambahan gula, dan teh itu sendiri memiliki tingkat keasaman tertentu. Kombinasi gula dan asam ini berisiko mengikis email gigi susu yang masih rentan, sehingga gigi Si Kecil menjadi lebih mudah berlubang.

Selanjutnya, gangguan pertumbuhan tulang juga menjadi perhatian serius. Selain mengikat zat besi, kandungan tanin dan kafein dalam teh ternyata dapat mengganggu penyerapan kalsium. Padahal, masa balita adalah masa emas untuk pembentukan kepadatan tulang. Jika penyerapan kalsium terhambat terus-menerus, risiko gangguan pertumbuhan tulang pada anak bisa meningkat.

Terakhir, sifat diuretik pada teh juga tidak boleh diabaikan karena dapat memicu produksi urine lebih banyak. Hal ini membuat Si Kecil menjadi lebih sering buang air kecil dibandingkan biasanya. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan asupan cairan lain yang cukup, Si Kecil yang sedang aktif bergerak justru berisiko mengalami dehidrasi.

Rekomendasi Usia dan Tips Praktis Mengalihkan Kebiasaan Si Kecil

Lantas, kapan sebenarnya Si Kecil boleh mulai minum teh? Sebaiknya, Bunda menunda pemberian teh hingga anak berusia di atas 5 tahun. Itu pun harus diberikan dengan porsi yang sangat terbatas dan tidak untuk konsumsi setiap hari.

Jika Si Kecil sudah terlanjur menyukai rasanya atau sering merasa penasaran, Bunda bisa mencoba beberapa trik halus untuk mengalihkannya. Mulailah dengan menciptakan lingkungan bebas teh di meja makan, hindari meletakkan cangkir teh di area yang mudah dijangkau agar ia tidak merasa tergoda. 

Bunda juga bisa menggantinya dengan ritual baru yang lebih seru, misalnya mengajak Si Kecil melakukan tos gelas berisi minuman segar lain buatan Bunda. Nah, agar Bunda tidak bingung memilih pengganti yang tepat, berikut adalah dua asupan cairan terbaik yang wajib ada dalam rutinitas harian Si Kecil untuk menggantikan teh.

Air Putih sebagai Hidrasi Utama yang Paling Aman

Pilihan pertama dan yang paling mendasar adalah air putih. Air putih berfungsi sebagai penjaga metabolisme tubuh anak dan mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil. Karena tidak mengandung zat tambahan atau pemanis buatan, air mineral sangat aman dikonsumsi oleh anak berusia 1-5 tahun sebagai pengganti teh.

Maka dari itu, biasakan anak sejak dini minum air putih sehabis makan maupun beraktivitas fisik. Kebiasaan menyukai rasa tawar ini merupakan pondasi utama bagi anak untuk belajar hidup sehat hingga ia tumbuh besar nanti.

Susu Pertumbuhan sebagai Pilihan Hidrasi Tinggi Nutrisi

Selain air putih, susu pertumbuhan adalah alternatif pengganti teh yang jauh lebih unggul. Susu kaya akan kalsium, protein, dan lemak sehat yang menjadi bahan bakar utama pertumbuhan fisik dan otak Si Kecil.

Berbeda dengan teh yang hanya memberikan rasa manis semu, susu memberikan rasa kenyang yang berkualitas. Ini membantu Bunda memastikan kebutuhan gizi harian anak terpenuhi tanpa efek samping negatif seperti sulit tidur atau rewel.

Sebagai orang tua, memastikan asupan nutrisi yang masuk ke tubuh Si Kecil adalah prioritas utama. Karena susu adalah pendamping hidrasi terbaik yang dapat menutup celah kekurangan gizi harian, pastikan Bunda memilih yang tepat.

Ingin tahu lebih dalam bagaimana susu bisa melengkapi kebutuhan gizi harian Si Kecil agar tumbuh kembangnya makin optimal? Baca selengkapnya di sini ya, Bunda: Manfaat Minum Susu Lengkapi Asupan Gizi.

Referensi

  • https://regene.ai/articles/tea-for-kids-a-healthy-brew-or-a-risky-sip
  • https://www.chaidim.com/blogs/chaidims-blog/can-kids-safely-drink-tea-what-parents-should-know?srsltid=AfmBOoqAuQXgWwgqQ_eXGl4duI1GFWLaXLA3FERfBHXRnmgd5JGrbil0
  • https://ai-care.id/ibu-dan-anak/mengapa-anak-tidak-boleh-minum-teh-ini-alasannya