Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.
Mandi malam atau kehujanan sedikit tidak otomatis membuat Si Kecil sakit. Pilek dan demam dipicu oleh virus atau bakteri, bukan oleh udara dingin itu sendiri. Hal yang terjadi, suhu dingin bisa menurunkan pertahanan tubuh untuk sementara, sehingga virus yang sudah ada di sekitar anak jadi lebih mudah menyerang saat kondisinya sedang tidak fit.
Saat. Si Kecil pulang main dengan baju basah, malamnya mulai bersin, dan pikiran langsung melayang ke “tadi pasti gara-gara kehujanan”. Kekhawatiran itu masuk akal. Tapi kalau kita lihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh anak, ceritanya sedikit berbeda, dan kabar baiknya, ada hal yang lebih bisa Bunda bantu daripada sekadar melarang anak kena air.
Anggapan ini sudah turun-temurun, yaitu kena dingin sama dengan masuk angin, lalu sakit. Asalnya bisa dipahami, karena anak memang sering jatuh sakit setelah kehujanan atau bermain sampai kedinginan. Hal yang keliru adalah menyimpulkan udara dinginlah penyebab langsungnya. Penyakit seperti batuk dan pilek datang dari virus, bukan dari suhu. Hubungannya ada di pertahanan tubuh. Sebuah penelitian yang terbit di Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa paparan udara dingin menurunkan respons imun di rongga hidung, garis depan tubuh saat menangkal virus pernapasan. Ketika hidung mendingin, jumlah partikel pelindung yang dilepaskan sel-sel hidung berkurang cukup banyak, sehingga virus lebih leluasa masuk (Huang et. al., 2023).
Jadi yang perlu Bunda perhatikan bukan hanya seberapa sering anak kena dingin, tapi sekuat apa daya tahan tubuhnya secara keseluruhan. Anak yang cukup istirahat dan bergizi baik biasanya lebih tangguh menghadapi cuaca dan virus, meski sesekali kehujanan.
Di sinilah usus memegang peran yang sering luput dari perhatian. Sebagian besar jaringan imun tubuh, angka yang sering dikutip sekitar 70 persen, justru berkumpul di saluran cerna dalam bentuk jaringan limfoid yang disebut GALT (Mörbe et. al., 2021). Artinya, kondisi pencernaan anak ikut menentukan seberapa baik tubuhnya mengenali dan melawan virus serta bakteri. Saat penyerapan NUTRISI berjalan optimal, tubuh punya bahan yang cukup untuk membangun pertahanan alaminya. Pencernaan yang sehat dan asupan yang tepat berjalan beriringan, dan keduanya adalah bagian dari pilar NUTRISI yang menopang tumbuh kembang Si Kecil.
Salah satu NUTRISI yang berkaitan dengan hal ini adalah Nukleotida. Nukleotida ikut membantu pembentukan dan regenerasi sel tubuh, termasuk sel-sel yang berperan dalam sistem pertahanan, sehingga tubuh bisa lebih responsif saat menghadapi perubahan cuaca atau paparan virus. Tinjauan terhadap pemberian Nukleotida pada anak mengaitkannya dengan respons imun yang lebih baik (Hawkes et. al., 2006).
Kesehatan usus sangat dipengaruhi oleh keseimbangan bakteri baik di dalamnya. Populasi bakteri baik ini harus selalu dijaga agar tidak kalah. Apabila bakteri baik senantiasa terjaga, kondisi mikrobiota usus akan tetap stabil. Hal ini pada akhirnya membuat sistem imun anak bisa bekerja lebih maksimal.
Dalam hal ini, peran Prebiotik FOS dan GOS menjadi sangat krusial. Kedua jenis serat ini bertindak langsung layaknya makanan utama bagi bakteri baik. Sebuah kajian ilmiah telah menunjukkan efektivitas GOS secara nyata. Khasiatnya makin terasa jika GOS dipadukan secara tepat bersama dengan FOS. Kombinasi ini membantu pertumbuhan bakteri menguntungkan seperti Bifidobacterium di usus (Ambrogi et. al., 2023). Keseimbangan mikrobiota inilah yang menjaga benteng pertahanan anak tetap kokoh. Anak akan senantiasa terlindungi saat aktif bermain, kehujanan, atau menghadapi pergantian musim.
Faktor ketersediaan energi juga menjadi bagian penting dari cerita ini. Tubuh anak selalu membutuhkan bantuan Vitamin B kompleks secara rutin. Vitamin ini bertugas membantu mengubah NUTRISI dari makanan menjadi cadangan energi. Energi inilah yang kemudian siap dipakai oleh tubuh untuk berbagai kegiatan (Kennedy, 2016). Tanpa energi yang cukup, anak pasti akan merasa sangat gampang lemas. Kondisi ini makin terasa di hari yang super dingin atau penuh aktivitas.
Tubuh anak membutuhkan energi bukan sekadar untuk leluasa bermain. Energi juga amat penting untuk menjaga metabolisme tubuhnya berjalan lancar. Selain itu, energi berguna untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil. Karena itulah, pemberian asupan bergizi seimbang menjadi sebuah keharusan bagi orang tua. Kehadiran vitamin B kompleks sangat ikut membantu menjaga ketahanan Si Kecil. Anak pun dijamin tidak mudah tumbang setelah kehujanan atau beraktivitas di luar rumah.
Daripada terlalu cemas pada mitos mandi malam, Bunda bisa mengalihkan energi itu ke hal yang lebih berpengaruh, yaitu memperkuat daya tahan tubuh anak dari dalam, lewat NUTRISI yang tepat dan pencernaan yang terjaga. Langkahnya sederhana dan bisa dilakukan setiap hari. Pastikan Si Kecil cukup tidur, makan beragam dan bergizi seimbang, minum cukup air, tetap aktif bergerak, dan jaga kesehatan saluran cernanya. Kombinasi Nukleotida, Prebiotik, dan Vitamin B kompleks dalam pola makan yang baik dapat membantu mendukung kerja sistem imun sekaligus menjaga anak tetap bertenaga.
Kehujanan sesekali bukan akhir dunia Bunda dan Si Kecil, Ia membutuhkan tubuh yang siap dan itu dibangun dari piring makan dan kebiasaan harian, jauh sebelum tetes hujan pertama jatuh. Untuk anak usia 1 tahun ke atas, susu pertumbuhan bisa menjadi salah satu pelengkap pola makan bergizi seimbang, bukan pengganti makanan utama. Bunda dapat mempelajari lebih lanjut bagaimana NUTRISI yang tepat membantu menjaga daya tahan tubuh Si Kecil, termasuk pilihan yang sesuai untuk usia 1–3 tahun, mengenai Susu untuk Daya Tahan Tubuh Agar Si Kecil Tetap Sehat.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Benarkah Akibat Mandi Malam Bisa Bikin Anak Sakit?
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?