Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Perkembangan Otak Anak dari Kandungan sampai Usia Sekolah

Morinaga Platinum ♦ 1 Juli 2017
Perkembangan Otak Anak dari Kandungan sampai Usia Sekolah

Perkembangan otak anak berlangsung paling pesat sejak masa kehamilan sampai sekitar usia 5 tahun. Saat lahir, otak bayi kira-kira seperempat ukuran otak orang dewasa, lalu mencapai sekitar 80 persen di usia 3 tahun dan 90 persen di usia 5 tahun (Queensland Brain Institute, 2022). Gizi, interaksi yang hangat, tidur cukup, dan rasa aman ikut membentuk prosesnya.

Angka itu menjelaskan mengapa tahun-tahun awal sering disebut masa emas. Tapi otak Si Kecil tetap berkembang setelah usia 5 tahun. Bagian yang mengatur perencanaan dan kendali diri terus matang sampai remaja, jadi apa yang Bunda lakukan di usia sekolah pun tetap berarti.

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak Si Kecil?

Otak anak dibangun dari sambungan antarsel saraf yang disebut sinaps. Menurut Center on the Developing Child di Harvard University, lebih dari satu juta sambungan saraf baru terbentuk setiap detik pada tahun-tahun pertama kehidupan, dan masa awal ini adalah periode paling aktif untuk membentuk sambungan tersebut (Center on the Developing Child at Harvard University, n.d.).

Sambungan yang sering dipakai akan menguat, sementara yang jarang dipakai dipangkas. Proses pemangkasan atau pruning ini membuat sirkuit otak bekerja lebih efisien. Urutannya bertahap, karena sambungan dan keterampilan sederhana terbentuk lebih dulu, lalu sirkuit yang lebih kompleks dibangun di atasnya (Center on the Developing Child at Harvard University, n.d.).

Ada juga proses mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan lemak yang membungkus serabut saraf sehingga sinyal bisa berjalan lebih cepat. Proses ini berlangsung bertahap sepanjang masa kanak-kanak.

Perkembangan otak anak di setiap tahap usia

Dalam kandungan

Pembentukan otak dimulai sejak awal kehamilan, ketika tabung saraf yang kelak menjadi otak dan sumsum tulang belakang terbentuk. Sepanjang kehamilan, sel-sel saraf terus diproduksi dan bergerak menuju posisinya masing-masing di dalam otak.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut gizi ibu selama kehamilan dan gizi anak di dua tahun pertama, yang bersama-sama dikenal sebagai 1000 hari pertama kehidupan, sebagai faktor penting bagi perkembangan saraf dan kesehatan mental anak sepanjang hidupnya (Schwarzenberg dkk., 2018). Pemeriksaan kehamilan rutin dan saran bidan soal asupan gizi ikut merawat otak Si Kecil sejak dalam kandungan.

Usia 0 sampai 12 bulan

Tahun pertama adalah masa pertumbuhan otak yang sangat cepat. Bayi belajar mengenali wajah, suara, dan sentuhan orang tuanya. Setiap kali Bunda menanggapi ocehan atau tatapannya, sambungan saraf untuk bahasa dan ikatan emosi ikut terbentuk.

Untuk gizi, ASI eksklusif dianjurkan selama 6 bulan pertama, lalu menyusui dilanjutkan bersama MPASI yang sesuai sampai usia 2 tahun atau lebih. Saat MPASI dimulai, perhatikan sumber zat besi seperti daging, hati ayam, dan ikan, karena zat besi termasuk nutrien yang dibutuhkan untuk perkembangan saraf (Schwarzenberg dkk., 2018). Bidan dan dokter anak adalah tempat bertanya yang tepat bila Bunda ragu soal menyusui atau menu MPASI.

Usia 1 sampai 3 tahun

Di usia batita, kemampuan bahasa berkembang cepat. Si Kecil yang tadinya hanya menunjuk mulai merangkai dua kata, lalu kalimat pendek, dan pertanyaan “ini apa?” bisa terdengar berkali-kali dalam sehari. Pada usia 3 tahun, ukuran otaknya sudah sekitar 80 persen ukuran otak dewasa (Queensland Brain Institute, 2022).

Anak di tahap ini juga mulai belajar mengelola emosi, meski tantrum masih sering muncul. Tantrum di usia batita umumnya wajar karena kemampuan mengatur emosinya belum matang, sehingga respons orang tua yang tenang dan konsisten biasanya lebih membantu daripada hukuman.

Usia 3 sampai 5 tahun

Usia prasekolah adalah masa ketika fungsi eksekutif mulai tumbuh. Fungsi eksekutif mencakup kemampuan mengingat instruksi, menahan diri, dan mencoba cara lain ketika satu cara tidak berhasil. Permainan bergiliran, petak umpet, atau membereskan mainan sesuai warna melatih kemampuan ini tanpa terasa seperti pelajaran.

Menjelang usia 5 tahun, ukuran otak anak sudah sekitar 90 persen ukuran otak dewasa (Queensland Brain Institute, 2022). Kosakata, imajinasi, dan rasa ingin tahunya biasanya bertambah pesat. Membaca buku bersama dan menjawab pertanyaan “kenapa” dengan sabar memberi otaknya bahan latihan yang kaya.

Usia sekolah

Setelah usia 5 tahun, otak masih terus berubah walau tidak secepat sebelumnya. Bagian depan otak (korteks prefrontal) yang mengatur perencanaan, fokus, dan pengendalian diri terus matang sampai masa remaja, dan sambungan yang jarang dipakai terus dipangkas.

Anak usia sekolah membutuhkan sarapan yang cukup, waktu bermain aktif, dan jam tidur yang teratur agar nyaman berkonsentrasi di kelas. Rutinitas belajar dan tidur yang terbentuk di usia ini akan ia bawa sampai remaja.

Empat hal yang mendukung perkembangan otak Si Kecil

Tidak ada cara instan agar otak anak “encer” atau pintar dalam waktu singkat. Yang didukung bukti adalah hal sehari-hari yang dilakukan terus-menerus, yaitu interaksi yang hangat, tidur yang cukup, lingkungan yang aman, dan gizi yang beragam.

Interaksi serve and return

Center on the Developing Child menyebut interaksi timbal balik yang disebut serve and return sebagai hal yang penting bagi perkembangan otak yang sehat (Center on the Developing Child at Harvard University, n.d.). Polanya mirip permainan bola. Si Kecil “melempar” sesuatu, entah ocehan, tunjukan jari, atau tangisan, lalu orang dewasa “mengembalikannya” dengan tatapan, kata-kata, atau pelukan.

Menamai benda yang ditunjuk Si Kecil, menunggu ia selesai bicara sebelum menjawab, atau membacakan buku yang sama untuk kesepuluh kalinya, semuanya termasuk serve and return. Bunda bisa membaca lebih jauh tentang peran orang tua di masa golden age anak dan mencari ide bermain sesuai usia di Morinaga Multiple Intelligence Play Plan.

Tidur yang cukup

American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan tidur 12 sampai 16 jam per 24 jam (termasuk tidur siang) untuk bayi usia 4 sampai 12 bulan, 11 sampai 14 jam untuk usia 1 sampai 2 tahun, 10 sampai 13 jam untuk usia 3 sampai 5 tahun, dan 9 sampai 12 jam untuk usia 6 sampai 12 tahun (Paruthi dkk., 2016).

Tidur dalam jumlah yang dianjurkan secara teratur berkaitan dengan perhatian, perilaku, kemampuan belajar, daya ingat, dan pengaturan emosi yang lebih baik (Paruthi dkk., 2016). Jam tidur yang sama setiap malam dan layar yang dimatikan sebelum tidur biasanya membantu Si Kecil lebih mudah terlelap.

Lingkungan yang aman dan minim stres

Stres sesekali, seperti gugup di hari pertama sekolah, adalah bagian wajar dari tumbuh besar. Yang perlu diwaspadai adalah stres toksik, yaitu stres berat dan berkepanjangan tanpa kehadiran orang dewasa yang menenangkan. Center on the Developing Child menyebut bahwa mengurangi pengaruh negatif seperti stres toksik ikut mendukung perkembangan otak yang sehat (Center on the Developing Child at Harvard University, n.d.).

Rasa aman tumbuh dari hal kecil yang konsisten. Pelukan setelah ia jatuh, rutinitas harian yang bisa ditebak, dan orang tua yang tetap hadir saat ia kesal memberi otaknya kesempatan belajar menenangkan diri. Bunda juga perlu menjaga diri sendiri, karena orang tua yang cukup istirahat dan punya dukungan biasanya lebih mudah merespons anak dengan sabar.

Gizi yang cukup dan beragam

AAP mencatat bahwa semua nutrien dibutuhkan untuk pertumbuhan otak, dan beberapa yang menonjol untuk perkembangan saraf adalah protein, zink, zat besi, kolin, folat, yodium, vitamin A, D, B6, dan B12, serta asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti DHA. Kekurangan nutrien penting ini di masa kritis bisa berdampak jangka panjang pada fungsi otak, bahkan bila kebutuhannya dipenuhi kemudian (Schwarzenberg dkk., 2018).

Dalam praktik sehari-hari, nutrien itu datang dari piring yang beragam. Telur dan hati ayam menyumbang kolin dan zat besi, ikan berlemak seperti salmon dan kembung menyumbang DHA, dan sayuran hijau serta kacang-kacangan melengkapi folat. Pilihan ikan yang cocok untuk anak bisa Bunda lihat di 5 jenis ikan yang bagus untuk kecerdasan otak Si Kecil.

Inilah pilar NUTRISI dalam keseharian, yaitu memastikan piring Si Kecil cukup dan bervariasi dari hari ke hari. Untuk anak usia 1 sampai 3 tahun, susu pertumbuhan seperti Morinaga Chil Kid Platinum bisa menjadi salah satu pelengkap, sementara makanan keluarga yang beragam tetap menjadi sumber gizi utamanya.

Kapan perlu berkonsultasi ke dokter anak?

Setiap anak punya ritme perkembangan sendiri, jadi selisih beberapa minggu dari anak seusianya belum tentu menandakan masalah. Meski begitu, CDC menganjurkan agar setiap tonggak perkembangan yang terlewat atau kekhawatiran orang tua dibicarakan dengan dokter, tanpa sikap menunggu dan melihat (Centers for Disease Control and Prevention, 2026).

Beberapa hal yang patut dikonsultasikan antara lain bayi yang tidak merespons suara atau jarang menatap wajah, anak yang belum mengoceh atau berbicara sesuai usianya, anak yang kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah ia kuasai, dan anak yang tampak sulit berinteraksi dengan orang lain. Di Indonesia, pemantauan perkembangan bisa dilakukan di posyandu atau puskesmas, dan dokter anak dapat melakukan skrining lanjutan bila diperlukan.

Membawa catatan kecil tentang apa yang sudah dan belum bisa dilakukan Si Kecil akan memudahkan dokter menilai perkembangannya. Konsultasi lebih awal tidak berarti ada yang salah, dan bila Si Kecil memang butuh dukungan, langkah yang diambil lebih cepat bisa membuat perbedaan yang nyata (Centers for Disease Control and Prevention, 2026).

Referensi

  • Queensland Brain Institute. (2022). Brain development by numbers. The BRAIN magazine, The University of Queensland. https://stories.uq.edu.au/the-brain/2022/brain-development-by-numbers/index.html
  • Center on the Developing Child at Harvard University. (n.d.). Brain architecture. https://developingchild.harvard.edu/key-concept/brain-architecture/
  • Schwarzenberg, S. J., Georgieff, M. K., & Committee on Nutrition. (2018). Advocacy for improving nutrition in the first 1000 days to support childhood development and adult health. Pediatrics, 141(2), e20173716. https://doi.org/10.1542/peds.2017-3716
  • Paruthi, S., Brooks, L. J., D’Ambrosio, C., Hall, W. A., Kotagal, S., Lloyd, R. M., Malow, B. A., Maski, K., Nichols, C., Quan, S. F., Rosen, C. L., Troester, M. M., & Wise, M. S. (2016). Recommended amount of sleep for pediatric populations: A consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(6), 785-786. https://doi.org/10.5664/jcsm.5866
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Concerned about your child’s development? Learn the Signs. Act Early. https://www.cdc.gov/act-early/families/concerned.html