Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Pentingnya Memahami Sensory Seeker pada Si Kecil

Morinaga ♦ 7 Januari 2026

Pentingnya Memahami Sensory Seeker pada Si Kecil

Pernahkah mendengar istilah sensory seeker? Sensory seeker merupakan kondisi saat Si Kecil membutuhkan stimulasi sensorik yang lebih intens atau lebih sering dibandingkan anak lainnya untuk memproses informasi dari lingkungan. Perilaku ini bukanlah bentuk kenakalan atau ketidaksopanan, melainkan cara otak mereka bekerja untuk merasa tenang atau fokus.

Si Kecil dengan gejala sensory seeker biasanya memiliki ambang batas neurologis yang tinggi dan kurang responsive, sehingga membutuhkan stimulasi sensorik yang lebih intens dan lebih lama dibandingkan dengan anak pada umumnya. 

Alasan di Balik Perilaku Anak yang Sangat Aktif

Kenapa Si Kecil tidak bisa diam? Sebenarnya, ini berkaitan dengan cara otaknya memproses berbagai informasi dari lingkungan, seperti keseimbangan (vestibular), posisi tubuh (proprioseptif), sentuhan (taktil), suara, hingga aktivitas mulut seperti mengunyah.

Pada anak dengan tipe sensory seeker, otak mereka memiliki standar yang cukup tinggi untuk bisa merespons rangsangan. Artinya, sentuhan atau aktivitas biasa sering kali tidak cukup terasa oleh otak mereka. Akibat merasa kurang mendapatkan input, otak secara otomatis mendorong tubuh Si Kecil untuk mencari sensasi tambahan yang lebih kuat.

Dorongan untuk terus bergerak ini sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kewaspadaan dan kestabilan emosi. Perlu diingat, kondisi ini adalah kondisi yang wajar dalam tumbuh kembang anak. Setiap anak memang lahir dengan profil sensorik yang unik. Dengan memahami bahwa ini adalah kebutuhan biologisnya, Bunda bisa lebih tenang mendampingi tumbuh kembangnya tanpa melabelinya sebagai anak nakal.

Ciri Khas yang Sering Muncul pada Sensory Seeker

Perilaku spesifik yang sering muncul pada anak sensory seeker biasanya terlihat dari cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. Misalnya, mereka senang menabrakkan diri ke benda empuk (sofa/kasur), berbicara dengan suara yang sangat keras, atau sangat menyukai tekstur makanan tertentu. Tak jarang, mereka juga terlihat tidak bisa diam, suka berputar-putar, atau bahkan sering menggigit benda-benda di sekitarnya seperti kerah baju atau mainan.

Gejala ini muncul karena Si Kecil sedang aktif mencari input untuk otot, sendi, dan keseimbangannya agar tubuh mereka merasa nyaman di ruang sekitarnya. Jika Bunda melihat tindakan ini, rasa khawatir itu wajar. Namun, percayalah bahwa fase ini bisa dikelola dengan baik melalui aktivitas yang tepat. Dengan penyaluran yang positif, dorongan sensorik yang kuat ini justru bisa diubah menjadi energi belajar yang luar biasa bagi Si Kecil.

Ide Aktivitas Seru untuk Menyalurkan Energi Si Kecil

Alih-alih melarang, Bunda bisa mengajak Si Kecil melakukan aktivitas terukur untuk menyalurkan energi berlebihnya menjadi pendukung perkembangan motorik dan kognitif. Bunda bisa memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitar rumah untuk menciptakan permainan sensori yang seru dan bermanfaat. Berikut ide yang bisa dicoba di rumah.

Bunda juga bisa mengajak Si Kecil melakukan permainan beban dan gerak otot seperti mendorong kursi, membawa tumpukan buku, atau bermain tarik tambang dengan handuk. Fungsi permainan ini adalah untuk merangsang otot dan sendi sehingga efektif memberikan rasa tenang bagi Si Kecil yang aktif mencari input sensorik.

Bunda juga bisa mengajak Si Kecil untuk eksplorasi tekstur melalui permainan tangan dengan menggunakan beras, biji-bijian, atau play dough. Memberikan berbagai tekstur di tangan Si Kecil tidak hanya memuaskan kebutuhan sensoriknya, tetapi juga mengasah kreativitas dan fokus konsentrasi sejak dini.

Pentingnya Dukungan NUTRISI untuk Mendukung Aktivitas Fisik Si Kecil

Aktivitas fisik yang sangat intens pada Si Kecil dengan sensory seeker memerlukan dukungan energi yang stabil melalui makanan harian. Dengan NUTRISI yang cukup dari makanan, Si Kecil akan lebih energik dalam melakukan berbagai aktivitas untuk merangsang sensori. 

Pemberian NUTRISI yang cukup bukan hanya untuk menunjang energi, tetapi juga mempengaruhi kestabilan emosi Si Kecil. Anak-anak yang tidak cukup makan atau melewatkan makan mungkin akan lebih mudah tersinggung, cemas, bahkan sedih. Fluktuasi gula darah akibat terlalu banyak gula atau kekurangan NUTRISI dapat membuat Si Kecil murung atau kurang fokus.

Ritme makan dan cemilan yang teratur kaya akan vitamin dan mineral dapat menjaga otak tetap stabil dan tangguh. Untuk itu, Bunda perlu memberikan ATENSI yang cukup terhadap pola makan Si Kecil. Terkadang perubahan kecil dalam pola makan dapat menghasilkan peningkatan besar dalam perilaku dan suasana hati Si Kecil secara keseluruhan.

Selain vitamin dan mineral, zat gizi penting seperti DHA, AA, Zat Besi, dan Vitamin dapat mendukung fungsi saraf pusat. Pemenuhan gizi yang tepat akan membantu Si Kecil menjadi fokus dan tanggap dalam belajar melalui gerakan. 

Rencanakan Masa Depan Si Kecil Melalui Stimulasi Terukur

Selain pemenuhan NUTRISI yang seimbang, memahami kebutuhan sensorik Si Kecil merupakan kunci untuk membuka POTENSI terbesar Si Kecil. Untuk itu, Bunda perlu memiliki rencana terukur dalam memberikan stimulasi harian dan memantau setiap tahapan perkembangannya.

Pada dasarnya, setiap anak unik, sehingga pendekatan personal akan memberikan hasil terbaik bagi kecerdasannya. Agar Bunda tidak kehabisan inspirasi bermain yang sesuai dengan usia dan kebutuhan sensorik Si Kecil, dapatkan informasi selengkapnya di sini: Ide Bermain.

Referensi

  • Magnet ABA Therapy. Understanding Sensory Seeking. Diakses 27 Desember 2025. https://www.magnetaba.com/blog/sensory-seeking-vs-sensory-avoiding-in-children 
  • Handspring. Sensory Seeking Child: Practical Strategies for Supporting Unique Sensory Needs. Diakses 27 Desember 2025. https://www.handspringhealth.com/post/sensory-seeking-child-guide#:~:text=A%20sensory%20seeking%20child%20isn,and%20even%20internal%20bodily%20awareness
  • Just Kids Pediatrics. The Role of Nutrition in Your Child’s Energy, Mood, and Focus. Diakses 27 Desember 2025. https://www.justkidspediatrics.com/the-role-of-nutrition-in-your-childs-energy-mood-and-focus