Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.
Sakit perut sebelah kiri pada anak paling sering disebabkan oleh gangguan pencernaan ringan, seperti sembelit, penumpukan gas di usus, atau infeksi saluran cerna ringan (gastroenteritis). Pada banyak kasus, keluhan ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan sendirinya. Meski lokasi nyeri dapat memberikan petunjuk, letak sakit perut saja biasanya belum cukup untuk menentukan penyebabnya. Karena itu, Bunda perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai, seperti tingkat keparahan nyeri, lamanya keluhan berlangsung, serta adanya demam, muntah, diare, atau perubahan pola buang air besar. Informasi inilah yang sering kali lebih membantu dalam memahami kondisi Si Kecil.
Penyebab yang paling sering ditemui adalah sembelit. Saat tinja keras menumpuk, sebagian besar berkumpul di usus besar bagian kiri bawah, sehingga rasa nyeri sering muncul di sisi itu. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI, n.d.), sembelit ditandai dengan frekuensi buang air besar yang berkurang, tinja yang lebih keras dan besar, serta kadang teraba massa tinja saat perut ditekan. Si Kecil yang menahan BAB karena takut sakit bisa terjebak dalam lingkaran yang membuatnya makin parah.
Kembung adalah penyebab umum berikutnya. Gas yang terperangkap di sepanjang usus menimbulkan rasa penuh dan kram yang berpindah-pindah, termasuk ke sisi kiri. Nyeri ini biasanya datang dan pergi, dan mereda setelah anak buang angin atau BAB. Gastroenteritis (infeksi saluran cerna) juga kerap menjadi penyebab. Tinjauan terbaru di American Family Physician menempatkan gastroenteritis dan sembelit sebagai dua penyebab non-bedah tersering dari nyeri perut akut pada anak (Buel et al., 2024). Pemicunya umumnya virus, kadang bakteri, dan gejalanya berupa kram perut disertai diare, mual, atau muntah. Beberapa penyebab lain yang lebih jarang namun perlu diketahui:
Karena kemungkinan penyebabnya beragam dan sebagian perlu pemeriksaan, nyeri yang terus berulang atau Bunda merasa ragu sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak.
Jika sakit perut tampak disebabkan oleh sembelit atau kembung, beberapa langkah berikut dapat membantu membuat Si Kecil merasa lebih nyaman:
Hindari memberikan obat pereda nyeri kepada Si Kecil tanpa anjuran dokter. Obat dapat menyamarkan gejala sehingga kondisi yang lebih serius sulit dikenali. Jika nyerinya cukup berat hingga Bunda mempertimbangkan memberikan obat, segera konsultasikan ke dokter.
Sebagian besar sakit perut pada anak akan membaik dengan sendirinya. Namun, beberapa gejala dapat menjadi tanda kondisi yang memerlukan penanganan medis. Menurut Buel et al. (2024), nyeri yang berat dan semakin memburuk, muntah berwarna hijau, serta perut yang kaku termasuk tanda yang perlu segera dievaluasi. Segera bawa Si Kecil ke dokter anak atau fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu kondisi berikut:
Gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kondisi yang serius, tetapi tetap perlu diperiksakan sesegera mungkin agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Pencernaan yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang dan daya tahan tubuh Si Kecil. Saat saluran cernanya bekerja dengan baik, penyerapan nutrisi pun dapat berlangsung optimal sehingga ia lebih siap belajar, bermain, dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga asupan nutrisi harian Si Kecil melalui pola makan bergizi seimbang, cukup serat, dan hidrasi yang memadai.
Selain membangun kebiasaan sehat, Bunda juga perlu peka terhadap setiap perubahan kondisi Si Kecil. Keluhan yang tampak ringan sering kali dapat membaik dengan perawatan di rumah, tetapi mengenali tanda bahaya sejak dini membantu Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat bila diperlukan. Untuk mendukung kesehatan saluran cerna sekaligus tumbuh kembang optimal Si Kecil, Bunda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai kebutuhan NUTRISI hariannya melalui NUTRISI Tumbuh Kembang Anak demi Masa Depan
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri pada Anak dan Cara Menyikapinya
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?