Parenting Parenting

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri pada Anak dan Cara Menyikapinya

Morinaga
Morinaga ♦ 6 Agustus 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri pada Anak dan Cara Menyikapinya

Sakit perut sebelah kiri pada anak paling sering disebabkan oleh gangguan pencernaan ringan, seperti sembelit, penumpukan gas di usus, atau infeksi saluran cerna ringan (gastroenteritis). Pada banyak kasus, keluhan ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan sendirinya. Meski lokasi nyeri dapat memberikan petunjuk, letak sakit perut saja biasanya belum cukup untuk menentukan penyebabnya. Karena itu, Bunda perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai, seperti tingkat keparahan nyeri, lamanya keluhan berlangsung, serta adanya demam, muntah, diare, atau perubahan pola buang air besar. Informasi inilah yang sering kali lebih membantu dalam memahami kondisi Si Kecil.

Apa yang Biasanya Membuat Perut Kiri Si Kecil Terasa Sakit

Penyebab yang paling sering ditemui adalah sembelit. Saat tinja keras menumpuk, sebagian besar berkumpul di usus besar bagian kiri bawah, sehingga rasa nyeri sering muncul di sisi itu. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI, n.d.), sembelit ditandai dengan frekuensi buang air besar yang berkurang, tinja yang lebih keras dan besar, serta kadang teraba massa tinja saat perut ditekan. Si Kecil yang menahan BAB karena takut sakit bisa terjebak dalam lingkaran yang membuatnya makin parah.

Kembung adalah penyebab umum berikutnya. Gas yang terperangkap di sepanjang usus menimbulkan rasa penuh dan kram yang berpindah-pindah, termasuk ke sisi kiri. Nyeri ini biasanya datang dan pergi, dan mereda setelah anak buang angin atau BAB. Gastroenteritis (infeksi saluran cerna) juga kerap menjadi penyebab. Tinjauan terbaru di American Family Physician menempatkan gastroenteritis dan sembelit sebagai dua penyebab non-bedah tersering dari nyeri perut akut pada anak (Buel et al., 2024). Pemicunya umumnya virus, kadang bakteri, dan gejalanya berupa kram perut disertai diare, mual, atau muntah. Beberapa penyebab lain yang lebih jarang namun perlu diketahui:

  • GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): naiknya asam lambung ke kerongkongan yang dapat memicu rasa perih, mual, atau nyeri terbakar di area perut kiri atas hingga dada, terutama setelah makan atau saat berbaring. 
  • Infeksi cacing: masih cukup umum di Indonesia dan bisa memicu nyeri perut berulang
  • Radang saluran cerna: membuat perut terasa tidak nyaman dalam waktu lebih lama
  • Infeksi saluran kemih (ISK): kadang muncul sebagai nyeri perut bawah disertai keluhan saat berkemih

Karena kemungkinan penyebabnya beragam dan sebagian perlu pemeriksaan, nyeri yang terus berulang atau Bunda merasa ragu sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak.

Langkah Sederhana di Rumah untuk Meredakan Nyeri

Jika sakit perut tampak disebabkan oleh sembelit atau kembung, beberapa langkah berikut dapat membantu membuat Si Kecil merasa lebih nyaman:

  • Istirahat: biarkan anak berbaring di posisi yang ia sukai. Banyak anak merasa lebih enak dengan lutut sedikit ditekuk ke arah perut
  • Kompres hangat: tempelkan di area yang sakit. Pastikan suhunya nyaman di kulit Bunda dulu sebelum ditempelkan ke anak
  • Cairan bertahap: berikan air putih sedikit demi sedikit tapi sering, bukan sekaligus banyak. Untuk diare, panduan WHO dan Kemenkes menekankan pemberian oralit atau cairan secara bertahap untuk mencegah dehidrasi (WHO, 2005)
  • Makanan ringan: pilih yang mudah dicerna saat nafsu makan Si Kecil mulai pulih, seperti bubur atau nasi tim. Untuk sembelit, tambahkan asupan serat dari buah dan sayur secara bertahap

Hindari memberikan obat pereda nyeri kepada Si Kecil tanpa anjuran dokter. Obat dapat menyamarkan gejala sehingga kondisi yang lebih serius sulit dikenali. Jika nyerinya cukup berat hingga Bunda mempertimbangkan memberikan obat, segera konsultasikan ke dokter.

Tanda Bahaya Sakit Perut pada Si Kecil

Sebagian besar sakit perut pada anak akan membaik dengan sendirinya. Namun, beberapa gejala dapat menjadi tanda kondisi yang memerlukan penanganan medis. Menurut Buel et al. (2024), nyeri yang berat dan semakin memburuk, muntah berwarna hijau, serta perut yang kaku termasuk tanda yang perlu segera dievaluasi. Segera bawa Si Kecil ke dokter anak atau fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Nyeri perut yang sangat hebat, menetap, atau semakin memburuk, termasuk hingga menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan
  • Demam tinggi yang menyertai sakit perut
  • Muntah berulang, terutama jika berwarna hijau
  • Diare bercampur darah atau lendir, atau terdapat darah pada tinja maupun muntahan
  • Perut yang terasa keras, kaku, atau tampak membengkak
  • Nyeri yang sampai membangunkan Si Kecil dari tidur
  • Si Kecil tampak sangat pucat, lemas, atau mengalami penurunan berat badan

Gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kondisi yang serius, tetapi tetap perlu diperiksakan sesegera mungkin agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Pencernaan yang Sehat sebagai Fondasi Tumbuh Kembang

Pencernaan yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang dan daya tahan tubuh Si Kecil. Saat saluran cernanya bekerja dengan baik, penyerapan nutrisi pun dapat berlangsung optimal sehingga ia lebih siap belajar, bermain, dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga asupan nutrisi harian Si Kecil melalui pola makan bergizi seimbang, cukup serat, dan hidrasi yang memadai.

Selain membangun kebiasaan sehat, Bunda juga perlu peka terhadap setiap perubahan kondisi Si Kecil. Keluhan yang tampak ringan sering kali dapat membaik dengan perawatan di rumah, tetapi mengenali tanda bahaya sejak dini membantu Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat bila diperlukan. Untuk mendukung kesehatan saluran cerna sekaligus tumbuh kembang optimal Si Kecil, Bunda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai kebutuhan NUTRISI hariannya melalui NUTRISI Tumbuh Kembang Anak demi Masa Depan

Referensi

  • Buel, K. L., Wilcox, J., & Mingo, P. T. (2024). Acute abdominal pain in children: Evaluation and management. American Family Physician, 110(6), 621–631. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39700366/ 
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Sembelit (konstipasi) pada anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak 
  • Reust, C. E., & Williams, A. (2016). Acute abdominal pain in children. American Family Physician, 93(10), 830–837.
  • World Health Organization. (2005). The treatment of diarrhoea: A manual for physicians and other senior health workers (4th rev.). World Health Organization.