Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Ragam Perayaan Mother’s Day dan Hari Ibu di Seluruh Dunia

Morinaga ♦ 5 Oktober 2026
Ragam Perayaan Mother’s Day dan Hari Ibu di Seluruh Dunia

Perayaan Mother’s Day di seluruh dunia jatuh pada tanggal yang berbeda dan memakai tradisi yang berbeda pula. Amerika Serikat dan Jepang merayakannya pada Minggu kedua Mei, Meksiko pada 10 Mei, Thailand pada 12 Agustus, Inggris pada Minggu keempat masa Prapaskah, dan Indonesia memperingati Hari Ibu setiap 22 Desember. Perbedaan ini lahir dari sejarah dan budaya masing-masing negara.

Asal-usul Mother’s Day modern sering dikaitkan dengan penghormatan kepada Dewi Rhea di Yunani Kuno, tetapi versi yang tercatat jelas dimulai dari Anna Jarvis, yang menggelar kebaktian mengenang ibunya di Grafton, West Virginia, pada 10 Mei 1908 (National Park Service, 2025). Meksiko mengenal serenade Las Mañanitas di pagi hari, sementara Hari Ibu di Indonesia berakar pada Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928. Tradisinya berlainan, tetapi maksudnya sama, yaitu menghormati cinta dan kerja seorang ibu.

Bagaimana Hari Ibu Dirayakan di 6 Negara

Mengenal ragam tradisi perayaan Hari Ibu dari berbagai negara akan memperlihatkan keanekaragaman budaya global yang sangat kaya. Bunda dapat melihat perbedaan latar belakang serta kebiasaan unik dari masing-masing negara dalam menghormati sosok ibu.

Negara Waktu Peringatan Latar Belakang & Tradisi Khas
Indonesia 22 Desember Kongres Perempuan I 1928, apresiasi emansipasi & bakti anak
Meksiko 10 Mei Menyanyikan lagu Las Mañanitas bersama musik mariachi
Amerika Serikat Minggu ke-2 Mei Pemberian bunga anyelir, kartu ucapan, & sarapan di tempat tidur
Jepang Minggu ke-2 Mei Tradisi Haha No Hi, bunga anyelir merah, & pameran lukisan ibu
Thailand 12 Agustus Ulang tahun Ratu Sirikit & pemberian karangan bunga melati suci
Inggris Minggu ke-4 Prapaskah Tradisi Mothering Sunday & kepulangan keluarga membawa Simnel cake

 

Semangat Kebangkitan Perempuan dan Emansipasi di Indonesia

Peringatan Hari Ibu di Indonesia yang jatuh setiap tanggal 22 Desember bertujuan untuk mengenang semangat Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan pada tahun 1928 di Yogyakarta. Peristiwa bersejarah ini menjadi tonggak penting perjuangan perempuan dalam kebangkitan bangsa, emansipasi, dan pemenuhan hak-hak sosial (Irianti, 2023).

Di lingkungan keluarga, bentuk perayaan di Indonesia diwarnai dengan pemberian apresiasi, bunga, atau hadiah istimewa sebagai ucapan terima kasih atas kasih sayang seorang ibu. Banyak anak dan anggota keluarga yang mengambil alih tugas rumah tangga harian agar Bunda dapat beristirahat dan menikmati hari spesialnya dengan penuh kebahagiaan.

Alunan Las Mañanitas dan Musik Mariachi di Meksiko

Meksiko memiliki tradisi unik dalam merayakan Día de las Madres yang diperingati secara nasional setiap tanggal 10 Mei (Martinez, 2025). Suasana perayaan diawali sejak subuh dengan menyanyikan lagu tradisional Las Mañanitas oleh anggota keluarga atau grup musik mariachi yang sengaja disewa untuk membangunkan ibu di pagi hari (Martin, 2012).

Momen kehangatan perayaan dilanjutkan dengan acara santap pagi atau makan siang bersama keluarga besar sebagai simbol penghormatan kepada ibu. Pada hari istimewa ini, para ibu dibebaskan dari segala aktivitas memasak dan diperlakukan bak seorang ratu sepanjang hari.

Tradisi Bunga Anyelir dan Penghormatan Ibu di Amerika Serikat

Perayaan Mother's Day di Amerika Serikat diperingati pada Minggu kedua bulan Mei setiap tahunnya. Peringatan ini diwarnai dengan tradisi memberikan bunga anyelir, kartu ucapan penuh kasih, serta kejutan sarapan di tempat tidur (breakfast in bed) oleh anak-anak (National Park Service, 2025).

Sejarah peringatan ini tidak lepas dari peran Anna Jarvis yang menginisiasi kebaktian peringatan bagi ibunya pada tahun 1908 di West Virginia hingga akhirnya diakui secara resmi oleh pemerintah nasional (National Park Service, 2025). Penggunaan bunga anyelir merah melambangkan rasa hormat bagi ibu yang masih hidup, sedangkan anyelir putih digunakan untuk mengenang mendiang ibu.

Lukisan Wajah Ibu dan Anyelir Merah pada Tradisi Haha No Hi di Jepang

Masyarakat Jepang merayakan Hari Ibu yang dikenal dengan sebutan Haha no Hi pada Minggu kedua bulan Mei, selaras dengan penanggalan di Amerika Serikat (Web Japan, 2023). Pada hari ini, anak-anak memberikan bunga anyelir merah sebagai simbol cinta yang murni serta membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga harian (Web Japan, 2023).

Salah satu tradisi khusus yang sangat menyentuh dilakukan di sekolah-sekolah, di mana anak-anak menggambar dan memamerkan lukisan wajah ibu mereka. Karya seni penuh kepolosan ini kemudian dibawa pulang sebagai hadiah berharga yang dipajang dengan bangga oleh para ibu di rumah.

Bunga Melati Suci dan Penghormatan Ratu Sirikit di Thailand

Thailand memperingati Hari Ibu Nasional setiap tanggal 12 Agustus, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Ibu Suri Ratu Sirikit (Government Public Relations Department, 2026). Peringatan ini dihiasi dengan upacara resmi, pemberian penghargaan bagi ibu teladan, serta berbagai festival kebudayaan di seluruh penjuru negeri.

Lambang utama perayaan ini adalah bunga melati (Jasminum sambac) yang melambangkan kasih sayang ibu yang suci, murni, dan tak terhingga. Anak-anak akan berlutut dan memberikan karangan bunga melati yang harum kepada ibu mereka sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih yang mendalam.

Tradisi Mothering Sunday Prapaskah dan Simnel Cake di Inggris

Inggris memiliki sejarah perayaan Hari Ibu tersendiri yang dikenal sebagai Mothering Sunday, yang jatuh pada Minggu keempat masa Prapaskah dalam kalender gereja (Church of England, 2019). Tradisi yang dimulai sejak abad ke-16 ini awalnya merupakan momen bagi para pekerja untuk pulang ke gereja induk (mother church) dan berkumpul bersama keluarga (Church of England, 2019).

Dalam perayaannya, anak-anak yang pulang membawa kue khusus bernama Simnel cake, yaitu kue buah dengan lapisan marzipan yang khas (Church of England, 2019). Kini, tradisi tersebut dilengkapi dengan pemberian kartu ucapan, Bunga segar, serta berkumpul bersama seluruh anggota keluarga di rumah. 

Di balik seluruh perbedaan tradisi dan waktu peringatan tersebut, senyum dan kebahagiaan Bunda adalah inti utama dari seluruh perayaan di dunia. Ungkapan terima kasih yang tulus menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas kasih sayang ibu yang tak terbatas.

Mengabadikan Kisah Bunda Sepanjang Tahun

Satu hari dalam setahun terasa pendek untuk pekerjaan yang berlangsung setiap hari. Di balik tiap tradisi di atas ada cerita yang jarang diceritakan, tentang malam pertama Si Kecil demam, sendok yang didorong menjauh untuk ketiga kalinya, atau pagi ketika ia akhirnya masuk kelas tanpa menangis. Cerita seperti ini layak dicatat sebelum detailnya kabur.

Bagi keluarga, catatan itu menjadi rekam jejak yang kelak dibaca Si Kecil saat ia besar. Bagi Bunda lain yang membaca di jam dua pagi dengan anak yang tidak mau tidur, cerita Bunda bisa mengingatkan bahwa ia tidak sendirian dan fase ini akan lewat. Memperhatikan perjalanan ini adalah bagian dari pilar ATENSI, dan perhatian itu berlaku juga untuk Bunda sendiri.

Morinaga menyediakan wadah untuk itu. Bunda bisa menulis kisah keibuan Bunda sendiri atau membaca cerita sesama Bunda di halaman Cerita dari Bunda, Semua Bunda Dirayakan. Tidak perlu cerita yang dramatis. Hari biasa yang dijalani dengan sabar sudah cukup untuk dirayakan.

Gizi Harian yang Menopang Bunda Mengasuh Si Kecil

Mengasuh anak membutuhkan stamina, tubuh yang sehat, dan dukungan emosional, jadi Bunda perlu makan dan beristirahat dengan layak juga. Untuk Si Kecil, pola makan bergizi seimbang setiap hari mendukung pertumbuhan fisiknya dan menyediakan bahan yang dibutuhkan otaknya, seperti zat besi, DHA, serta omega-3 dan omega-6, sementara serat dan prebiotik membantu menjaga saluran cernanya. Bagi anak usia 1 tahun ke atas, susu pertumbuhan seperti Morinaga Chil Kid Platinum (1–3 tahun) dan Morinaga Chil School Platinum (3–12 tahun) bisa melengkapi makanan keluarga, dan rangkaiannya bisa Bunda lihat di Halaman Produk Morinaga. Mengetahui kebutuhan gizi Si Kecil terpenuhi memberi Bunda satu hal lebih sedikit untuk dicemaskan pada hari yang memang milik Bunda.

Referensi

  • National Park Service. (2025). Anna Maria Jarvis. U.S. Department of the Interior. https://www.nps.gov/people/anna-maria-jarvis.htm
  • Irianti, D. I. (2023). Memahami lebih jauh tentang sejarah peringatan Hari Ibu di Indonesia. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-singaraja/baca-artikel/16715/Memahami-Lebih-Jauh-Tentang-Sejarah-Peringatan-Hari-Ibu-di-Indonesia.html
  • Martinez, R. (2025). Día de las Madres: orígenes y significado. UNAM Global, Universidad Nacional Autónoma de México. https://unamglobal.unam.mx/global_revista/dia-de-las-madres-origenes-y-significado/
  • Martin, M. (2012). This Mother’s Day, strike up the band. NPR. https://www.npr.org/transcripts/152422157
  • Web Japan. (2023). Mother’s Day. Kids Web Japan, Ministry of Foreign Affairs of Japan. https://web-japan.org/kidsweb/explore/calendar/may/mom.html
  • Government Public Relations Department. (2026). National Mother’s Day, 12 August, in honor of Her Majesty Queen Sirikit The Queen Mother. Government of Thailand. https://thailand.prd.go.th/en/content/category/detail/id/44/iid/530989
  • Church of England. (2019). Mothering Sunday, what are its origins in the Church? https://www.churchofengland.org/media/stories-and-features/mothering-sunday-what-are-its-origins-church