Jajanan sehat untuk anak perlu bersih dan aman, mengandung zat gizi, serta memiliki komposisi yang sesuai kebutuhannya. Menurut Kemenkes RI (2023), keamanan makanan mencakup proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya. Karena itu, Bunda perlu memeriksa kondisi makanan sekaligus bahan yang digunakan.
Untuk jajanan kemasan, harga atau tulisan “sehat” belum cukup menjadi pertimbangan. Periksa labelnya agar Bunda dapat menilai kandungan dan porsi yang sesuai. Camilan sebaiknya melengkapi NUTRISI si Kecil tanpa membuatnya terlalu kenyang saat waktu makan utama tiba.
Penilaian jajanan mencakup kebersihan, kandungan gizi, dan kesesuaian komposisinya. Pemeriksaan ini berlaku untuk makanan kemasan maupun jajanan yang disiapkan langsung oleh penjual. Berikut hal yang dapat Bunda perhatikan sebelum membeli:
| Parameter | Yang Perlu Diperiksa | Contoh Penerapan |
|---|---|---|
| Bersih dan aman | Kebersihan penjual, alat, tempat penyimpanan, serta kondisi makanan. | Pilih makanan tertutup dan simpan yogurt sesuai petunjuk suhu penyimpanannya. |
| Mengandung zat gizi | Adanya protein, serat, vitamin, atau mineral. | Pilih buah, telur, yogurt tawar, atau roti gandum dengan isian bergizi. |
| Komposisinya sesuai | Kandungan gula, natrium, lemak, bahan pemicu alergi, dan legalitas produk bila diwajibkan. | Bandingkan produk sejenis dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan anak. |
Untuk makanan kemasan, BPOM menganjurkan “Cek KLIK”, yaitu Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Bahan tambahan pangan yang diizinkan tidak otomatis berbahaya selama digunakan sesuai ketentuan. Tulisan “tanpa pengawet” saja juga tidak cukup untuk memastikan keamanan produk.
Periksa takaran saji dan jumlah sajian sebelum membandingkan kandungan gizi. Angka pada tabel Informasi Nilai Gizi biasanya berlaku untuk satu sajian. Jika satu bungkus berisi dua sajian dan dihabiskan sekaligus, jumlah yang dikonsumsi menjadi dua kali lipat.
Menurut WHO (2015), gula bebas sebaiknya kurang dari 10% dari energi harian anak. Gula bebas mencakup gula tambahan, madu, sirup, dan gula dalam jus, tetapi bukan gula alami pada buah utuh atau susu. Karena itu, gula total pada label tidak selalu sama dengan gula bebas.
Setiap camilan tidak harus mengandung seluruh zat gizi karena kecukupan asupan dinilai dari makanan dan minuman sepanjang hari. Sesuaikan pilihannya dengan usia dan kebutuhan si Kecil. Batas natrium pada anak lebih rendah daripada pada orang dewasa, sementara lemak tetap diperlukan untuk tumbuh kembang.
Bunda dapat menyiapkan camilan dari bahan sederhana yang tersedia di rumah. Berikan pilihan berbeda agar si Kecil mengenal beragam rasa dan tekstur. Sesuaikan bahan, bentuk, serta porsinya dengan usia, kemampuan makan, dan riwayat alergi anak.
Membuat camilan sendiri memudahkan Bunda mengatur bahan dan porsinya, tetapi kebersihan serta penyimpanan tetap perlu diperhatikan. Untuk anak kecil, hindari kacang utuh dan potongan makanan keras yang berisiko menyebabkan tersedak. Dampingi si Kecil makan dalam posisi duduk.
Agar lebih menarik, sajikan buah dengan warna berbeda atau potong roti menjadi bentuk sederhana. Ajak si Kecil memilih di antara dua camilan yang sudah disiapkan. Berikan pada waktu selingan yang teratur tanpa memaksanya menghabiskan makanan atau menjadikannya hadiah.
Makanan utama dan selingan perlu saling melengkapi agar kebutuhan gizi Si Kecil terpenuhi. Protein mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, sementara serat membantu menjaga fungsi pencernaan. Vitamin dan mineral juga penting untuk mendukung kesehatan dan fungsi sistem imun.
Bunda dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyajikan beragam makanan, seperti buah, sayur, telur, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu sesuai usia Si Kecil. Jika Si Kecil minum susu, perhatikan porsinya agar tidak membuatnya terlalu kenyang dan mengurangi porsi makanan utama. Bunda juga dapat mempertimbangkan peran susu tinggi protein dalam mendukung tumbuh kembang anak saat memilih susu.
Pilihan jajanan juga menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Dengan mengenali jenis zat gizi yang dibutuhkan Si Kecil, Bunda dapat lebih mudah menyusun menu dan memilih camilan yang sesuai. Untuk mengenalinya lebih lanjut, yuk pelajari contoh-contohnya di sini: Contoh Nutrisi Penting untuk Anak agar Tumbuh Sehat.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Panduan Memilih Jajanan Sehat untuk Anak dan Contohnya
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?