Informasi dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta.
Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.
Meningkatkan serotonin pada anak-anak sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah sederhana namun berdampak besar, yaitu dengan memastikan asupan karbohidrat yang cukup, memberikan makanan kaya triptofan, serta menjaga aktivitas fisik dan pola tidurnya tetap teratur.
Hormon serotonin ini memegang peran yang sangat vital dalam menjaga perasaan tenang dan bahagia pada Si Kecil. Memang, menghadapi suasana hati anak yang berubah-ubah (mood swing) adalah tantangan tersendiri yang menguras energi. Namun, dengan memahami bahwa nutrisi yang tepat bisa menjadi kunci pengendali emosinya, Bunda kini memiliki solusi ampuh untuk membantu Si Kecil lebih ceria.
Sering disebut sebagai hormon bahagia, serotonin adalah neurotransmitter (zat pembawa pesan di otak) yang bertugas mengatur suasana hati, kualitas tidur, hingga nafsu makan Si Kecil. Artinya, zat kimia alami inilah yang memegang kendali atas rasa nyaman dan kestabilan emosi anak sehari-hari.
Ketika kadar hormon ini berada dalam kondisi optimal di dalam otak, dampaknya pada perilaku Si Kecil sangat signifikan. Ia akan cenderung lebih tenang, mudah diajak bekerja sama, dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Sebaliknya, jika kadar serotonin rendah, anak bisa menjadi lebih sensitif, sulit berkonsentrasi, dan mudah merasa tertekan.
Lantas, bagaimana cara menjaganya agar tetap optimal? Menjawab hal ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menjelaskan, "Meningkatkan kadar serotonin pada Si Kecil dapat dilakukan melalui pendekatan holistik yang melibatkan asupan nutrisi kaya triptofan, aktivitas fisik rutin, dan paparan sinar matahari pagi yang cukup serta aktivitas motorik.".
Selain berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh, karbohidrat ternyata memegang peran penting dalam menjaga kestabilan emosi anak. Zat ini bekerja dengan cara membantu penyerapan asam amino bernama triptofan agar bisa masuk ke dalam otak dan diolah menjadi serotonin, zat yang menenangkan suasana hati.
Saat asupan karbohidrat tercukupi, proses ini berjalan lancar sehingga emosi Si Kecil cenderung stabil dan responsnya lebih positif. Sebaliknya, jika karbohidrat terlalu dibatasi, triptofan akan sulit masuk ke otak karena harus bersaing dengan asam amino lain. Namun, bukan sembarang karbohidrat yang dibutuhkan. Terkait hal ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menekankan, "Konsumsi karbohidrat kompleks sangat dianjurkan karena mampu memberikan pasokan energi yang stabil dan mencegah penurunan energi drastis yang sering memicu anak menjadi rewel atau tantrum. Dengan memilih jenis karbohidrat yang tepat, Bunda sudah membantu menjaga keseimbangan kimiawi otak Si Kecil sehingga ia memiliki kontrol emosi yang lebih baik, fokus yang lebih tajam, dan suasana hati yang lebih tenang.".
Langkah ini tidak hanya menjaga energi fisik, tetapi juga mendukung suasana hati Si Kecil secara alami dan berkelanjutan.
Apa yang terjadi jika Si Kecil kekurangan asupan karbohidrat? Selain tubuhnya menjadi lemas karena kurang energi, dampak psikisnya juga akan langsung terlihat. Kekurangan glukosa membuat asupan energi ke otak tidak terpenuhi, sehingga memicu perubahan suasana hati yang tidak menentu dan membuat anak mudah rewel.
Selain itu, kurangnya konsumsi karbohidrat juga dapat menghambat proses pembentukan serotonin yang berfungsi menciptakan rasa aman. Akibatnya, anak cenderung menjadi lebih mudah cemas, gelisah, dan sangat sensitif terhadap gangguan kecil di sekitarnya.
Dalam kondisi ini, Bunda mungkin akan menghadapi Si Kecil yang mudah marah dan sulit ditenangkan. Hal ini terjadi karena otaknya kekurangan zat penting untuk relaksasi tubuh, sehingga emosinya menjadi sulit terkendali. Ini adalah sinyal bahwa tubuhnya sedang meminta dukungan nutrisi untuk menstabilkan sistem sarafnya kembali.
Fungsi serotonin tidak hanya penting untuk aktivitas siang hari. Saat malam tiba, hormon ini memiliki peran vital sebagai bahan dasar pembentuk melatonin atau hormon tidur. Jika proses pembentukan ini berjalan lancar, Si Kecil akan lebih mudah beristirahat, tidur lebih nyenyak, dan bangun dengan emosi yang stabil.
Untuk mendukung proses tersebut, Bunda bisa memberikan asupan ringan yang mengandung triptofan setelah Si Kecil selesai beraktivitas. Selain faktor nutrisi, ciptakan juga suasana yang tenang, misalnya dengan meredupkan lampu kamar atau membacakan buku cerita. Langkah ini memberikan sinyal alami pada tubuhnya untuk segera beristirahat dan memastikan siklus hormon bahagia ini tetap terjaga.
Salah satu sumber triptofan yang paling mudah diserap tubuh menjelang tidur adalah segelas susu hangat. Rutinitas minum susu ini tidak hanya membantu merilekskan otot dan saraf, tetapi juga menjadi strategi ampuh menjaga suasana hati Si Kecil tetap positif melalui proses alami tubuh.
Selain membuat tidur lebih lelap, kebiasaan ini menyimpan berbagai kebaikan lain bagi tumbuh kembang Si Kecil yang sayang untuk dilewatkan. Bunda bisa mempelajari manfaat lengkap dari rutinitas minum susu di sini: Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Cara Meningkatkan Seratonin Si Kecil melalui Nutrisi Tepat
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?