Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Segudang Manfaat Laktosa untuk Pertumbuhan Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 13 Mei 2022
Segudang Manfaat Laktosa untuk Pertumbuhan Si Kecil

Susu merupakan salah satu asupan penting untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil sejak awal kehidupannya. Salah satu kandungan utamanya adalah laktosa, yaitu karbohidrat alami yang berperan sebagai sumber energi untuk aktivitas harian, membantu perkembangan jaringan saraf dan fungsi otak, serta mendukung penyerapan kalsium agar tulang tumbuh kuat.

Selain itu, laktosa juga berfungsi sebagai prebiotik alami yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Bunda tidak perlu khawatir dengan istilah “gula” pada laktosa, karena jenis ini berbeda dari gula tambahan dan memiliki peran khusus dalam mendukung proses tumbuh kembang Si Kecil secara optimal.

Mengenal Karakter Laktosa sebagai Gula Cerdas

Laktosa merupakan jenis karbohidrat alami yang hanya ditemukan dalam susu mamalia, mulai dari ASI hingga susu sapi. Komponen ini tersusun dari dua molekul sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa (Grenov et al., 2016), yang berperan penting dalam mendukung berbagai fungsi tubuh.

Di dalam tubuh, laktosa akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas Si Kecil sepanjang hari. Sementara itu, galaktosa juga berperan dalam mendukung perkembangan jaringan tubuh, termasuk sistem saraf. Meskipun termasuk golongan gula, laktosa memiliki karakteristik yang berbeda dari gula tambahan karena penyerapannya berlangsung lebih bertahap, sehingga tidak mudah memicu lonjakan gula darah maupun merusak lapisan email gigi.

Rahasia Manfaat Laktosa untuk Kecerdasan dan Tulang Kuat

Memahami peran laktosa dapat membantu Bunda lebih yakin dalam memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil melalui susu. Laktosa tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek tumbuh kembang. Berikut manfaat utamanya:

Membangun Kecerdasan Otak

 Saat laktosa dipecah di dalam tubuh, ia menghasilkan galaktosa yang berperan dalam pembentukan galaktolipid. Komponen ini merupakan bagian dari jaringan saraf pusat yang mendukung perkembangan kognitif dan daya ingat Si Kecil, terutama pada masa pertumbuhan awal (Grenov et al., 2016).

Mengoptimalkan Penyerapan Kalsium

Laktosa membantu proses penyerapan mineral esensial di dalam usus, seperti kalsium, magnesium, dan zinc. Menurut Abrams et al. (2002) dalam The American Journal of Clinical Nutrition, keberadaan laktosa membantu meningkatkan penyerapan mineral tersebut untuk mendukung pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Sebagian laktosa yang tidak terserap di usus halus akan masuk ke usus besar dan berperan sebagai prebiotik. Di sana, laktosa mendukung pertumbuhan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan serta melindungi tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit (Francavilla et al., 2012).

Sinyal Saat Tubuh Si Kecil Sulit Mencerna Laktosa

Meskipun memiliki segudang kebaikan, ada kalanya pencernaan sebagian anak belum atau tidak mampu mengolah gula susu ini dengan baik karena kekurangan enzim pemecah bernama laktase. Kondisi medis ini dikenal secara umum sebagai intoleransi laktosa.

Saat laktosa tidak terpecah, ia akan berfermentasi di dalam usus besar dan memicu reaksi fisik (Vandenplas, 2015). Bunda perlu waspada jika Si Kecil menunjukkan sinyal berikut setiap kali selesai minum susu sapi:

  • Perutnya terasa sangat kembung dan ia sering buang gas (kentut).
  • Sering rewel karena mengalami kram atau rasa melilit di perut.
  • Mengalami diare dengan tinja yang berbau asam tajam, terkadang disertai ruam kemerahan di area anus.
  • Sering muntah setelah mengonsumsi produk susu sapi.

Solusi Nutrisi Ramah Pencernaan untuk Si Kecil

Kekurangan enzim laktase dapat menjadi tantangan, terutama saat Si Kecil mulai menunjukkan gejala intoleransi laktosa. Jika Bunda menemukannya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak agar penanganannya tepat. Meski begitu, kebutuhan nutrisi harian Si Kecil tetap bisa dipenuhi dengan pilihan yang sesuai dan ramah bagi pencernaannya.

Bunda bisa mulai dengan melengkapi menu harian menggunakan makanan padat bergizi, seperti sayuran hijau (bayam dan brokoli) yang kaya kalsium, serta ikan berlemak seperti salmon untuk asupan protein dan vitamin D. Selain itu, susu bebas laktosa berbahan dasar isolat protein kedelai dapat menjadi alternatif praktis untuk menjaga kecukupan nutrisi tanpa memicu gangguan pencernaan.

Sebagai salah satu pilihan, Bunda dapat mempertimbangkan Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifi Susu pertumbuhan ini menggunakan isolat protein kedelai dan 100% bebas laktosa, sehingga lebih nyaman untuk pencernaan Si Kecil yang sensitif. Diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, susu ini tetap mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Untuk informasi lebih lengkap mengenai manfaat dan kandungannya, Bunda dapat melihat detailnya di halaman berikut: Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifi

Informasi yang Wajib Bunda ketahui

Apa saja fungsi utama laktosa bagi pertumbuhan Si Kecil?

Laktosa berfungsi sebagai sumber energi utama, mendukung perkembangan jaringan otak dan saraf, serta mengoptimalkan penyerapan kalsium untuk pertumbuhan tulang.

Apakah laktosa bisa merusak gigi Si Kecil seperti gula pasir?

Tidak. Laktosa adalah gula alami susu yang diserap tubuh secara bertahap, sehingga tidak merusak email gigi dan tidak memicu lonjakan gula darah drastis seperti gula pasir.

Mengapa laktosa disebut sebagai prebiotik untuk pencernaan anak?

Karena laktosa yang tidak terserap di usus halus akan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri baik ini penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dari penyakit.

Apa yang harus Bunda lakukan jika Si Kecil menunjukkan gejala intoleransi laktosa?

Segera konsultasikan ke dokter anak. Untuk menjaga asupan nutrisinya, Bunda bisa memberikan sumber kalsium lain (seperti ikan dan brokoli) atau beralih ke susu bebas laktosa berbahan dasar isolat protein kedelai (susu soya).

Referensi

  1. Grenov, B., Briend, A., Sangild, P. T., & Michaelsen, K. F. (2016). Undernourished Children and Milk Lactose. Food and Nutrition Bulletin, 37(1), 85-99. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26893059/
  2. Abrams, S. A., Griffin, I. J., & Davila, P. M. (2002). Calcium and zinc absorption from lactose-containing and lactose-free infant formulas. The American Journal of Clinical Nutrition, 76(2), 442-446. https://doi.org/10.1093/ajcn/76.2.442
  3. Francavilla, R., Calasso, M., Calace, L., Siragusa, S., Ndagijimana, M., Vernocchi, P., ... & De Angelis, M. (2012). Effect of lactose on gut microbiota and metabolome of infants with cow’s milk allergy. Pediatric Allergy and Immunology, 23(5), 420-427. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22435727/
  4. Vandenplas, Y. (2015). Lactose intolerance. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 24(Suppl 1), S9-S13. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26715083/