Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak Balita

Morinaga Platinum ♦ 5 Agustus 2021
Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak Balita

Selain lebih mendekatkan hubungan anak dan orangtua, mendongeng ternyata memiliki manfaat yang besar untuk pertumbuhan Si Kecil. Mendongeng bisa mengajarkan anak berbahasa, bernalar, bahkan juga berekspresi. Terdapat banyak jenis dongeng sebelum tidur yang diperuntukkan anak balita lengkap dengan berbagai pesan moral di dalamnya. Berikut ini dongeng terbaik yang bisa Bunda pilih untuk diceritakan kepada Si Kecil sebelum tidur malam ini. Apa saja?

Rekomendasi Dongeng Sebelum Tidur untuk Si Kecil

Membacakan dongeng sebelum tidur bukan sekadar rutinitas penutup hari, melainkan momen emas bagi Bunda untuk mempererat ikatan emosional dengan Si Kecil. Dalam suasana yang tenang, imajinasi anak akan lebih mudah terasah, dan pesan-pesan moral yang Bunda sampaikan akan terserap lebih maksimal ke dalam memori mereka.

Berikut adalah lima pilihan dongeng terbaik yang kaya akan makna dan nilai kehidupan untuk Bunda ceritakan malam ini:

Dongeng Tiga Babi Kecil

Dahulu kala, ada tiga babi kecil yang ingin membangun rumah sendiri. Babi pertama membangun rumah dari jerami karena ingin cepat selesai. Babi kedua membangun rumah dari kayu yang sedikit lebih kuat. Namun, babi ketiga yang paling rajin memilih membangun rumah dari batu bata yang kokoh meskipun memakan waktu lama.

Suatu hari, seekor serigala besar datang dan mencoba meniup rumah jerami hingga roboh, lalu meniup rumah kayu hingga hancur. Babi pertama dan kedua berlari ketakutan ke rumah babi ketiga. Serigala mencoba meniup rumah batu bata itu sekuat tenaga, tapi rumah itu tetap berdiri tegak karena sangat kuat.

Akhirnya, serigala menyerah dan pergi menjauh. Ketiga babi kecil itu pun hidup aman dan bahagia di dalam rumah batu bata yang kokoh. Dongeng ini mengajarkan Si Kecil bahwa melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sabar akan memberikan perlindungan dan hasil yang terbaik.

Dongeng Anak Gajah yang Berani

Di sebuah hutan yang luas, hiduplah seekor anak gajah bernama Gani yang sangat suka menolong. Gani memiliki belalai yang panjang dan telinga yang lebar. Suatu pagi, Gani melihat seekor burung kecil yang sayapnya tersangkut di semak-semak dan tidak bisa terbang kembali ke sarangnya.

Dengan sangat hati-hati, Gani menggunakan belalainya yang lembut untuk membantu melepaskan sayap burung itu. Setelah bebas, burung kecil itu berkicau riang dan hinggap di atas kepala Gani sebagai ucapan terima kasih. Gani merasa sangat senang karena bisa membantu temannya yang sedang kesulitan.

Malam harinya, Gani tidur dengan nyenyak di pelukan ibunya sambil tersenyum. Melalui cerita ini, Bunda bisa mengajarkan Si Kecil tentang indahnya sifat tolong-menolong dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup sejak usia dini.

Dongeng Semut dan Belalang

Pada suatu musim panas yang sangat cerah, ladang di pinggir hutan dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran. Di sana, hiduplah keluarga semut yang sangat rajin. Sejak matahari terbit, mereka sudah berbaris rapi mengangkut biji-bijian yang berat di atas punggung mereka untuk dibawa ke dalam lubang bawah tanah yang hangat.

Di dekat mereka, seekor belalang sedang asyik bersandar di batang pohon sambil memainkan biolanya. "Aduh, kasihan sekali kalian, Semut-semut kecil! Mengapa kalian bekerja begitu keras di hari seindah ini? Ayo, letakkan beban itu dan menari bersamaku!" ejek Belalang sambil tertawa.

Pemimpin semut berhenti sejenak dan menjawab, "Kami sedang menyiapkan cadangan makanan untuk musim dingin nanti, Belalang. Jika tidak sekarang, kami akan kelaparan saat salju turun." Namun, Belalang hanya tertawa lebih keras, "Musim dingin masih sangat jauh! Jangan terlalu khawatir, nikmati saja makanan yang melimpah hari ini."

Bulan-bulan berlalu, dan tiba-tiba angin dingin mulai bertiup. Salju tebal menutupi seluruh ladang, membuat semua tanaman mati dan membeku. Belalang yang tidak punya rumah dan makanan mulai menggigil lemas. Dengan sisa tenaganya, ia berjalan menuju rumah semut. Dari jendela, ia melihat keluarga semut sedang menikmati jamuan makan yang lezat di dalam ruangan yang hangat.

Dengan perasaan malu, Belalang mengetuk pintu dan meminta bantuan. Semut yang baik hati akhirnya mengizinkan belalang masuk dan memberinya makan. Belalang pun sadar dan berjanji tidak akan lagi membuang-buang waktu dengan malas-malasan.

Melalui dongeng sebelum tidur ini, Bunda dapat menanamkan nilai tanggung jawab dan pentingnya mempersiapkan masa depan. Cerita ini membantu Si Kecil memahami bahwa usaha keras yang dilakukan sekarang akan membuahkan hasil manis di kemudian hari.

Dongeng Kelinci dan Kura-Kura

Di sebuah hutan yang hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat bangga dengan kecepatannya. Ia selalu memamerkan betapa cepat kakinya berlari kepada hewan-hewan lain. Suatu hari, ia melihat kura-kura yang berjalan sangat lambat, selangkah demi selangkah. Kelinci tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Hei kura-kura, apakah kau akan sampai di tujuanmu tahun depan? Jalanmu sangat lamban!"

Merasa tertantang, Kura-kura menjawab dengan tenang, "Bagaimana kalau kita lomba lari ke bukit di ujung hutan itu?" Kelinci tertawa semakin keras, "Lomba lari denganku? Tentu saja! Aku akan menang bahkan dengan mata tertutup!"

Pertandingan pun dimulai. Begitu bendera dikibarkan, kelinci melesat secepat kilat hingga debu berterbangan. Dalam sekejap, ia sudah berada jauh di depan. Ia menoleh ke belakang dan melihat kura-kura bahkan belum meninggalkan garis start. "Ah, kura-kura itu tidak mungkin bisa mengejarku. Lebih baik aku beristirahat sejenak di bawah pohon yang rindang ini," pikir Kelinci. Karena angin berembus sepoi-sepoi, Kelinci pun tertidur sangat pulas.

Sementara itu, kura-kura terus berjalan. Meski kakinya pendek dan membawa cangkang yang berat, ia tidak berhenti sedetik pun. Langkah demi langkah ia lewati, melewati kelinci yang sedang mendengkur di bawah pohon.

Ketika matahari mulai terbenam, Kelinci terbangun dengan kaget. Ia langsung berlari sekencang mungkin menuju garis finis. Namun, betapa terkejutnya ia melihat Kura-kura sudah berdiri di sana, disambut sorak-sorai hewan lainnya sebagai pemenang. Kelinci yang sombong itu pun tertunduk malu.

Dongeng ini mengajarkan Si Kecil bahwa kesombongan akan membawa kekalahan, sedangkan ketekunan dan rasa rendah hati adalah kunci menuju keberhasilan. Ini sangat baik untuk membangun kepercayaan diri Si Kecil agar terus berusaha meski prosesnya tidak instan.

Dongeng Kancil dan Buaya

Pada zaman dahulu di tengah hutan yang rindang, hiduplah seekor kancil yang tengah kehausan dan kelaparan. Setelah berjalan-jalan seharian sambil mencari makanan, sampailah si kancil pada sebuah sungai. Di seberang sungai yang cukup deras tersebut kancil melihat makanan kesukaannya yaitu mentimun. Ia harus menyeberangi sungai tersebut untuk mendapatkan makanan tersebut. 

Si kancil kemudian berjalan mendekati sungai tersebut. Namun tiba-tiba datang seekor buaya yang mendekatinya dan ingin memangsanya. Karena takut, kancil pun menghentikan langkahnya, tapi rasa lapar menguatkan tekadnya. Tidak lama, ide cemerlang pun muncul.

Kancil lantas memberanikan dirinya untuk bertanya kepada buaya yang ingin memangsanya. Kancil bertanya kepada buaya tersbut apakah dirinya sangat lapar hingga ingin memangsanya. Buaya berkata bahwa sebenarnya ia tidak begitu lapar karena baru saja menyantap seekor ular besar. Bagi buaya, kancil hanyalah cemilan ringan untuknya.

“Hai Buaya, apakah kau sudah makan siang?”, tanya si kancil kepada buaya di sungai tersebut dengan suara yang cukup keras.

Merasa terganggu dengan teriakan si kancil, akhirnya buaya muncul ke permukaan sambil bergumam “Siapa yang berteriak siang-siang seperti ini, mengganggu tidur saja!”

Sedangkan, Buaya yang lain yang melihat kancil berkata, “Hai kancil, diam! Kalau tidak kamu yang akan menjadi makan siangku hari ini!”

“Tenanglah buaya, aku datang untuk menyampaikan pesan dari Raja Hutan untuk Kamu semua”, kata kancil tanpa berpikir panjang.

Kemudian buaya menjawab, “Jadi, apa pesan Raja Hutan itu?”.

“Raja Hutan memintaku untuk menghitung jumlah buaya yang ada di sini karena Raja akan memberikan kalian semua hadiah” Jawab kancil.

“Jadi, panggillah semua temanmu dan berbarislah agar dapat aku hitung dengan mudah”, lanjutnya.

Tanpa berpikir panjang, buaya pun memanggil semua teman dan langsung baris berjajar sesuai dengan arahan kancil. Setelah itu, Kancil melompat dari buaya satu ke buaya yang lainnya sembari menghitung hingga sampai pada sisi seberang sungai dan langsung berlari kencang meninggalkan buaya yang tengah kelaparan itu.

Dongeng dengan judul kancil dan buaya adalah salah satu dongeng dengan cerita sedikit lucu dan unik. Dongeng ini mengajarkan Si Kecil bahwa kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan. Meski demikian, berbohong bukanlah pilihan yang tepat karena sekali berbohong maka pada kesempatan berikutnya kepercayaan yang awalnya tercipta menjadi hancur berkeping-keping dan tidak akan kembali mendapatkan kepercayaan tersebut pada kesempatan berikutnya.

Dongeng Malin Kundang

Dahulu kala, hiduplah seorang wanita dengan seorang anak laki-laki semata wayangnya yang bernama Malin Kundang. Wanita tersebut bekerja sebagai nelayan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun, tidak terasa Malin Kundang tumbuh dewasa. Dia meminta izin kepada sang Ibu untuk merantau dan mengadu nasib ke kota. Dengan berat hati, sang Ibu memberikannya izin.

Siapa sangka, setelah bertahun-tahun merantau akhirnya Malin Kundang dapat mengubah nasibnya. Tidak hanya telah menjadi saudagar yang kaya raya, ia pun telah mempersunting seorang perempuan cantik keturunan bangsawan sebagai istrinya.

Lama tak berkunjung, akhirnya Malin Kundang membawa sang istri untuk melihat keadaan desa tempatnya dilahirkan dengan menggunakan kapal yang begitu megah. Saudagar Malin juga membawa banyak uang untuk dibagikan kepada semua penduduk desa.

Semua penduduk desa yang berada di dermaga sangat senang. Salah satunya yang berada di sana merupakan tetangga Malin yang begitu mengenalinya. Tanpa berpikir panjang, orang tersebut langsung berlari menuju rumah Malin dan mengabarkan kepada sang Ibu bahwa anak yang dikasihinya telah pulang dari perantauan.

“Ibu, apakah kau sudah mengetahui bahwa Malin kini telah menjadi orang yang kaya raya?”, kata tetangga tersebut kepada Ibu Malin Kundang.

“Dari mana kamu mengetahuinya? Selama ini Malin tidak pernah mengirimkan kabar kepadaku”, kata sang ibu terkejut akan perkataan tetangganya itu.

“Pergilah ke Dermaga. Anakmu Malin Kundang ada di sana. Dia sangat tampan dan datang bersama dengan istrinya yang cantik menawan”, kata orang tersebut.

Sudah lama menahan rindu, Ibu Malin Kundang langsung berlari menuju dermaga dengan mata yang berkaca-kaca. Sesampainya di sana, benar apa yang dikatakan tetangganya tadi. Malin begitu tampan ditemani dengan istrinya yang begitu cantik rupawan.

Sang Ibu sontak memeluk anak yang disayanginya itu sembari berkata, “Malin, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar pada Ibumu ini nak?”.

Tak disangka, Malin bergegas melepaskan pelukan dari wanita berpakaian lusuh yang langsung memeluk dirinya.

Istri Malin bingung dan bertanya, “Apakah benar, orang tua ini adalah Ibumu?”.

“Dia bukan Ibuku, Dia hanyalah pengemis yang mengaku-ngaku menjadi Ibuku”, jawab Malin tegas.

Hancur rasanya hati Ibu Malin yang tidak diakui oleh anaknya sendiri. Akhirnya sang Ibu mengutuk Malin Kundang menjadi batu.

Dongeng Malin Kundang ini mengajarkan Si Kecil untuk senantiasa menghormati dan juga berbakti kepada kedua orangtua. Pengajaran yang didapatkan inilah yang membuat Malin Kundang merupakan salah satu cerita dongeng sebelum tidur yang menarik untuk dikenalkan kepada anak balita Bunda. 

Dongeng Petani dan Angsa Telur Emas

Pada suatu hari hiduplah seorang petani yang membawa pulang seekor angsa ke rumahnya yang sederhana. Keesokan harinya, sang angsa mengeluarkan sebuah telur emas. Hal ini membuat petani terkejut dan menyebut bahwa angsa yang dimilikinya merupakan angsa yang ajaib.

Masih belum percaya, petani langsung membawa telur emas tersebut ke pedagang emas di pasar untuk mengecek apakah emas tersebut benar-benar asli. 

“Ini emas murni!”, kata pedagang emas kepada petani setelah memeriksa keasliannya dan kemudian membeli emas tersebut dengan harga yang mahal.

Tidak puas sampai di situ, petani berkata, “Aku akan kaya raya! Tapi, aku ingin angsa ini mengeluarkan banyak telur emas setiap harinya agar aku dapat kaya lebih cepat”.

Benar saja, sang angsa mengeluarkan banyak telur emas dalam sehari. Namun, ternyata petani juga masih belum puas dan tidak sabar untuk menjadi kaya raya.

“Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi. Aku akan menyembelih angsa ini dan akan aku ambil semua emas yang ada di dalam tubuhnya”, kata Petani.

Setelah menyembelih angsa tersebut, jangankan mendapatkan banyak emas seperti yang diharapkannya, Petani justru tidak menemukan apa pun dalam tubuh angsa. Kini, petani begitu menyesal dan kehilangan angsa ajaib itu untuk selamanya.

Cerita ini mengajarkan Si Kecil bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan kesabaran dan juga kerja keras. Jangan sampai menjadi orang yang serakah seperti petani.

Tips Praktis Membacakan Dongeng untuk Bayi atau Balita

Membacakan dongeng untuk bayi atau anak di bawah tiga tahun tentu berbeda dengan anak yang sudah besar. Di usia ini, fokus utama adalah stimulasi suara dan ikatan batin. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Bunda praktikan agar momen mendongeng jadi lebih efektif:

  • Gunakan Ekspresi dan Suara yang Berbeda: Jangan ragu untuk mengubah nada suara saat memerankan karakter yang berbeda, seperti suara berat untuk beruang atau suara kecil untuk tikus. Perubahan intonasi ini akan menarik perhatian Si Kecil dan membantunya mengenal berbagai macam emosi serta kosa kata baru.
  • Gunakan Alat Peraga Sederhana: Bunda bisa menggunakan boneka jari, boneka tangan, atau bahkan benda-benda di sekitar rumah untuk menghidupkan cerita. Untuk bayi, gambar-gambar dengan warna kontras yang cerah akan sangat membantu mereka tetap fokus pada alur cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  • Ajak Si Kecil Berinteraksi: Meski Si Kecil belum bisa berbicara lancar, ajaklah mereka berinteraksi. Bunda bisa bertanya, "Suara sapi bagaimana ya?" atau "Di mana gambar kelincinya?". Berikan jeda agar mereka bisa merespons dengan gerakan atau celotehan, karena hal ini sangat baik untuk perkembangan kognitifnya.
  • Ciptakan Suasana yang Nyaman: Jadikan mendongeng sebagai ritual penutup hari yang menenangkan. Redupkan lampu kamar, gunakan posisi duduk atau berbaring yang nyaman, dan pastikan tidak ada gangguan suara televisi atau ponsel. Suasana yang tenang akan membantu otak Si Kecil lebih rileks dan siap untuk tidur pulas.

Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak

Membacakan dongeng untuk anak memiliki manfaat yang penting dalam perkembangan mereka. Pertama, membacakan dongeng dapat meningkatkan keterampilan bahasa dan membantu memperluas kosakata anak. Melalui dongeng, anak dapat terpapar pada beragam kata-kata dan ungkapan yang membantu memperkaya pemahaman mereka tentang bahasa. Ini juga membantu memperkuat kemampuan berbicara dan berkomunikasi anak.

Selain itu, membacakan dongeng juga dapat merangsang imajinasi dan kreativitas anak. Dongeng seringkali berisi cerita yang penuh dengan petualangan, karakter, dan dunia fantasi. Melalui dongeng, anak dapat membayangkan situasi dan tempat yang baru, serta memahami konsep-konsep seperti akal budi, emosi, dan moralitas. 

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan Si Kecil, Bunda juga perlu memberikan nutrisi yang seimbang. Nutrisi ini bisa Bunda dapatkan dari berbagai makanan seperti karbohidrat, daging, sayuran, dan buah-buahan. Tentunya, Bunda juga perlu memerhatikan cara pengolahan dan porsinya ya. Selain itu, Bunda juga bisa memberikan susu pertumbuhan dengan jumlah kandungan nutrisi yang sudah disesuaikan dengan usia dan kebutuhan Si Kecil. Cek informasi lebih lanjut tentang susu pertumbuhan untuk Si Kecil di sini: Susu Pertumbuhan Morinaga untuk Si Kecil