Parenting Parenting

Kapan Bayi Bisa Melihat dengan Jelas? Ini Tahapannya

Morinaga ♦ 12 Agustus 2026
Kapan Bayi Bisa Melihat dengan Jelas? Ini Tahapannya

Bayi usia sekitar 40 hari memang sudah bisa melihat, tetapi belum jelas. Pada minggu-minggu awal, penglihatannya masih kabur dan paling fokus pada jarak dekat, sekitar 20 sampai 30 cm, kira-kira sejauh wajah Bunda saat menggendong. Penglihatan yang lebih tajam baru berkembang secara bertahap, dan banyak bayi mulai melihat lebih jelas di sekitar usia 6 hingga 8 bulan.

Wajar kalau Bunda sempat bertanya-tanya, apakah Si Kecil sudah bisa melihat saya? Mata bayi belum bekerja penuh sejak lahir karena saraf mata dan otaknya masih matang sedikit demi sedikit. Memahami urutannya akan membantu Bunda tahu mana yang normal, dan kapan sebaiknya berkonsultasi.

Apa yang Sebenarnya Dilihat Bayi di Hari-Hari Pertama? 

Bayi tidak lahir dengan penglihatan setajam orang dewasa. Saat baru lahir, dunia terlihat buram dan datar. Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), bayi baru lahir paling jelas melihat benda yang berjarak sekitar 20 sampai 30 cm, dan paling tertarik pada wajah serta pola kontras tinggi. Hal yang lebih dulu peka adalah respons terhadap cahaya dan bayangan. Itu sebabnya Si Kecil sering memalingkan kepala ke arah jendela atau lampu. Warna lembut belum banyak berarti baginya, karena kemampuan menangkap detail dan beda warna halus masih sangat terbatas di minggu-minggu pertama.

Lalu wajah. Pada jarak dekat, bayi mulai mengenali kontur wajah orang yang sering ada di dekatnya. Semua ini bergerak seiring kematangan saraf penglihatan dan otak, jadi penglihatan bukan kemampuan yang muncul sekaligus, melainkan tumbuh.

Tahap Penglihatan Bayi dari Lahir Sampai Satu Tahun 

Setiap bayi punya ritme sendiri, tapi pola umumnya cukup bisa dikenali. Sebuah tinjauan ilmiah tentang perkembangan ketajaman penglihatan anak mencatat bahwa kemampuan melihat berkembang paling pesat pada enam bulan pertama, lalu melambat setelahnya (Leat, Yadav, & Irving, 2009). Berikut gambaran kasarnya.

  • 0 sampai 2 bulan: fokus pada benda dekat dan kontras tinggi seperti pola hitam putih. Mata kadang masih sesekali “juling” atau bergerak sendiri, dan biasanya berkurang menjelang usia 2 sampai 3 bulan.
  • 3 sampai 4 bulan: mulai mengikuti benda yang bergerak dan menatap wajah lebih lama. Si Kecil bisa terlihat memandangi mainan yang Bunda gerakkan pelan dari sisi ke sisi.
  • 5 sampai 8 bulan: koordinasi mata dan tangan berkembang. Bayi mulai meraih benda yang dilihatnya, persepsi kedalaman dan kemampuan membedakan warna membaik.
  • 9 sampai 12 bulan: penglihatan makin tajam, ia mengenali wajah dan benda dari jarak lebih jauh, serta mengejar mainan yang menggelinding dengan mata dan tangannya.

Kalau Bunda ingin satu penanda sederhana, banyak bayi mulai melihat lebih jelas di rentang 6 sampai 8 bulan. Tapi angka usia ini panduan, bukan patokan kaku.

NUTRISI yang Ikut Menopang Kesehatan Mata Bayi 

Penglihatan tidak hanya soal latihan, tetapi juga soal bahan baku. Dua NUTRISI yang sering disebut berkaitan dengan perkembangan visual: DHA dan vitamin A. DHA adalah asam lemak yang banyak terdapat di otak dan retina, lapisan mata yang menangkap cahaya. Tinjauan terhadap sejumlah uji klinis pada bayi cukup bulan mengaitkan asupan DHA dengan perkembangan ketajaman penglihatan, meski hasil antarstudi bervariasi (Hoffman, Boettcher, & Diersen-Schade, 2009). Vitamin A sendiri penting untuk menjaga kesehatan mata dan fungsi penglihatan secara umum.

Untuk bayi, sumber nutrisi ini sudah tersedia di tempat terbaiknya. ASI mengandung DHA secara alami, dan ASI adalah makanan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama, dilanjutkan bersama MPASI hingga usia dua tahun atau lebih. Asupan Bunda yang bergizi seimbang ikut mendukung kualitas ASI. Jadi yang utama bukan menambah produk, melainkan memastikan pemberian ASI dan, setelah enam bulan, MPASI berjalan baik. Bila ada kekhawatiran soal asupan atau berat badan Si Kecil, dokter anak adalah tempat bertanya yang tepat.

Cara Melatih Fokus Penglihatan Si Kecil di Rumah 

Bunda bisa memberikan stimulasi sederhana di rumah untuk membantu otot mata Si Kecil belajar fokus. Momen ini juga bisa menjadi waktu kedekatan yang menyenangkan antara Bunda dan bayi:

  1. Atur Jarak Interaksi: Saat mengajak bayi mengobrol atau bermain, dekatkan wajah Bunda atau mainan ke jarak ideal (20 sampai 30 cm) agar matanya bisa fokus dengan nyaman. Momen menyusui dan menggendong adalah waktu yang paling pas untuk saling menatap.
  2. Gunakan Pola Kontras Tinggi: Karena mata bayi lebih mudah menangkap perbedaan warna yang tajam, berikan mainan atau buku bergambar dengan pola hitam-putih di bulan-bulan awal. Seiring bertambahnya usia, Bunda bisa mulai mengenalkan warna-warna cerah lainnya.
  3. Latih Pergerakan Mata: Gerakkan mainan berwarna cerah secara perlahan dari satu sisi ke sisi lain, lalu beri jeda sejenak. Cara ini melatih Si Kecil untuk menatap dan mengejar objek dengan matanya, yang berguna menguatkan fokus visual secara bertahap.

Tanda Penglihatan Bayi yang Perlu Bunda Perhatikan

Mengamati respons visual sehari-hari adalah cara paling mudah untuk memantau apakah perkembangan mata Si Kecil berjalan dengan baik. Tanda-tanda perkembangan yang positif meliputi:

  • Si Kecil mulai menatap langsung dan menahan pandangannya pada wajah Bunda.
  • Matanya bergerak mengikuti benda atau orang yang berjalan di depannya.
  • Menunjukkan ketertarikan pada cahaya, pola kontras, hingga warna-warna cerah.
  • Mulai menggerakkan tangan untuk meraih benda yang berada di dalam jangkauan penglihatannya.

Meskipun kecepatan perkembangan setiap anak bervariasi, Bunda harus tetap peka terhadap tanda-tanda red flag. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak jika Si Kecil tidak merespons terhadap cahaya terang, tidak mampu mengikuti pergerakan benda di usia yang seharusnya, matanya tampak terus-menerus juling setelah melewati usia beberapa bulan, atau jika Bunda melihat adanya bercak putih pada pupil mata Si Kecil (terutama saat difoto menggunakan lampu kilat/flash).

AAO dan American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa deteksi dini sangat penting, karena gangguan penglihatan pada anak akan jauh lebih mudah ditangani jika ditemukan sejak awal.

Setelah Usia Satu Tahun, Fokus Jadi Tahap Berikutnya 

Memasuki usia satu tahun, fungsi penglihatan anak sudah jauh lebih matang meski penyempurnaannya berlanjut beberapa tahun. Di fase ini Si Kecil mulai belajar hal yang lebih kompleks, seperti berjalan, berbicara, dan memecahkan masalah kecil sehari-hari. Di sinilah kemampuan melihat bertransisi menjadi kemampuan fokus dan konsentrasi. Saat Si Kecil mengeksplorasi dunia yang makin luas, kebutuhan nutrisinya untuk mendukung kerja otak dan koneksi antarselnya juga meningkat, dan ini bagian dari pilar NUTRISI dan ATENSI yang menopang tumbuh kembangnya.

Untuk Si Kecil usia satu tahun ke atas, pola makan bergizi seimbang adalah fondasinya, dan susu pertumbuhan bisa menjadi salah satu pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Bunda bisa mempelajari lebih lanjut bagaimana nutrisi seperti DHA mendukung fokus dan perkembangan otak anak usia 1 tahun di sini: Nutrisi Lengkap untuk Anak Usia 1-3 Tahun.

Referensi

  • Leat, S. J., Yadav, N. K., & Irving, E. L. (2009). Development of visual acuity and contrast sensitivity in children. Journal of Optometry, 2(1), 19-26.
  • Hoffman, D. R., Boettcher, J. A., & Diersen-Schade, D. A. (2009). Toward optimizing vision and cognition in term infants by dietary docosahexaenoic and arachidonic acid supplementation: A review of randomized controlled trials. Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids, 81(2-3), 151-158.
  • American Academy of Pediatrics. (2016). Visual system assessment in infants, children, and young adults by pediatricians. Pediatrics, 137(1), e20153596.