Bayi usia sekitar 40 hari memang sudah bisa melihat, tetapi belum jelas. Pada minggu-minggu awal, penglihatannya masih kabur dan paling fokus pada jarak dekat, sekitar 20 sampai 30 cm, kira-kira sejauh wajah Bunda saat menggendong. Penglihatan yang lebih tajam baru berkembang secara bertahap, dan banyak bayi mulai melihat lebih jelas di sekitar usia 6 hingga 8 bulan.
Wajar kalau Bunda sempat bertanya-tanya, apakah Si Kecil sudah bisa melihat saya? Mata bayi belum bekerja penuh sejak lahir karena saraf mata dan otaknya masih matang sedikit demi sedikit. Memahami urutannya akan membantu Bunda tahu mana yang normal, dan kapan sebaiknya berkonsultasi.
Bayi tidak lahir dengan penglihatan setajam orang dewasa. Saat baru lahir, dunia terlihat buram dan datar. Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), bayi baru lahir paling jelas melihat benda yang berjarak sekitar 20 sampai 30 cm, dan paling tertarik pada wajah serta pola kontras tinggi. Hal yang lebih dulu peka adalah respons terhadap cahaya dan bayangan. Itu sebabnya Si Kecil sering memalingkan kepala ke arah jendela atau lampu. Warna lembut belum banyak berarti baginya, karena kemampuan menangkap detail dan beda warna halus masih sangat terbatas di minggu-minggu pertama.
Lalu wajah. Pada jarak dekat, bayi mulai mengenali kontur wajah orang yang sering ada di dekatnya. Semua ini bergerak seiring kematangan saraf penglihatan dan otak, jadi penglihatan bukan kemampuan yang muncul sekaligus, melainkan tumbuh.
Setiap bayi punya ritme sendiri, tapi pola umumnya cukup bisa dikenali. Sebuah tinjauan ilmiah tentang perkembangan ketajaman penglihatan anak mencatat bahwa kemampuan melihat berkembang paling pesat pada enam bulan pertama, lalu melambat setelahnya (Leat, Yadav, & Irving, 2009). Berikut gambaran kasarnya.
Kalau Bunda ingin satu penanda sederhana, banyak bayi mulai melihat lebih jelas di rentang 6 sampai 8 bulan. Tapi angka usia ini panduan, bukan patokan kaku.
Penglihatan tidak hanya soal latihan, tetapi juga soal bahan baku. Dua NUTRISI yang sering disebut berkaitan dengan perkembangan visual: DHA dan vitamin A. DHA adalah asam lemak yang banyak terdapat di otak dan retina, lapisan mata yang menangkap cahaya. Tinjauan terhadap sejumlah uji klinis pada bayi cukup bulan mengaitkan asupan DHA dengan perkembangan ketajaman penglihatan, meski hasil antarstudi bervariasi (Hoffman, Boettcher, & Diersen-Schade, 2009). Vitamin A sendiri penting untuk menjaga kesehatan mata dan fungsi penglihatan secara umum.
Untuk bayi, sumber nutrisi ini sudah tersedia di tempat terbaiknya. ASI mengandung DHA secara alami, dan ASI adalah makanan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama, dilanjutkan bersama MPASI hingga usia dua tahun atau lebih. Asupan Bunda yang bergizi seimbang ikut mendukung kualitas ASI. Jadi yang utama bukan menambah produk, melainkan memastikan pemberian ASI dan, setelah enam bulan, MPASI berjalan baik. Bila ada kekhawatiran soal asupan atau berat badan Si Kecil, dokter anak adalah tempat bertanya yang tepat.
Bunda bisa memberikan stimulasi sederhana di rumah untuk membantu otot mata Si Kecil belajar fokus. Momen ini juga bisa menjadi waktu kedekatan yang menyenangkan antara Bunda dan bayi:
Mengamati respons visual sehari-hari adalah cara paling mudah untuk memantau apakah perkembangan mata Si Kecil berjalan dengan baik. Tanda-tanda perkembangan yang positif meliputi:
Meskipun kecepatan perkembangan setiap anak bervariasi, Bunda harus tetap peka terhadap tanda-tanda red flag. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak jika Si Kecil tidak merespons terhadap cahaya terang, tidak mampu mengikuti pergerakan benda di usia yang seharusnya, matanya tampak terus-menerus juling setelah melewati usia beberapa bulan, atau jika Bunda melihat adanya bercak putih pada pupil mata Si Kecil (terutama saat difoto menggunakan lampu kilat/flash).
AAO dan American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa deteksi dini sangat penting, karena gangguan penglihatan pada anak akan jauh lebih mudah ditangani jika ditemukan sejak awal.
Memasuki usia satu tahun, fungsi penglihatan anak sudah jauh lebih matang meski penyempurnaannya berlanjut beberapa tahun. Di fase ini Si Kecil mulai belajar hal yang lebih kompleks, seperti berjalan, berbicara, dan memecahkan masalah kecil sehari-hari. Di sinilah kemampuan melihat bertransisi menjadi kemampuan fokus dan konsentrasi. Saat Si Kecil mengeksplorasi dunia yang makin luas, kebutuhan nutrisinya untuk mendukung kerja otak dan koneksi antarselnya juga meningkat, dan ini bagian dari pilar NUTRISI dan ATENSI yang menopang tumbuh kembangnya.
Untuk Si Kecil usia satu tahun ke atas, pola makan bergizi seimbang adalah fondasinya, dan susu pertumbuhan bisa menjadi salah satu pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Bunda bisa mempelajari lebih lanjut bagaimana nutrisi seperti DHA mendukung fokus dan perkembangan otak anak usia 1 tahun di sini: Nutrisi Lengkap untuk Anak Usia 1-3 Tahun.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Kapan Bayi Bisa Melihat dengan Jelas? Ini Tahapannya
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?