Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil 1 Tahun dengan Morinaga Chil Kid Platinum

Morinaga ♦ 2 Juli 2026
Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil 1 Tahun dengan Morinaga Chil Kid Platinum

Anak usia 1 tahun bekerja keras setiap hari. Ia belajar berjalan, mengenali kata, memasukkan apa pun yang menarik ke mulut untuk diuji, dan tertawa karena hal-hal yang masih asing satu bulan lalu. Kombinasi aktivitas fisik, kognitif, dan paparan lingkungan ini menuntut profil NUTRISI yang lengkap, bukan satu komponen yang ditonjolkan.

Kandungan NUTRISI Morinaga Platinum diformulasikan dengan lima kategori NUTRISI yang saling melengkapi, mulai dari NUTRISI otak (AA, DHA, kolin), NUTRISI imun dan pencernaan (Triple Bifidobacterium dan nukleotida), NUTRISI pengangkut oksigen (zat besi), serta NUTRISI pembentuk tulang (kalsium dan vitamin D). 

NUTRISI Otak untuk Si Kecil yang Mulai Bicara dan Berjalan

AA (arachidonic acid) dan DHA adalah dua asam lemak rantai panjang yang menjadi komponen struktural utama sel saraf di otak. Kuratko dan kolega (2013) menelaah banyak studi pada anak usia dini dan menemukan bahwa asupan DHA dan AA yang konsisten berkaitan dengan perkembangan bahasa, daya ingat, dan kemampuan belajar.

Kolin melengkapi keduanya dengan peran sebagai prekursor neurotransmiter asetilkolin, yang berkaitan langsung dengan memori dan koordinasi motorik. Kombinasi tiga komponen ini mendukung Si Kecil saat ia mencoba meniru kata baru, mengingat wajah, dan mengkoordinasi tangan untuk menggenggam sendok untuk pertama kalinya.

Zat Besi untuk Cegah Anemia dan Lesu Saat Bermain

Cadangan zat besi yang Si Kecil bawa dari masa bayi mulai menipis di usia 1 tahun, sementara kebutuhannya untuk pertumbuhan fisik meningkat tajam. Zat besi berperan sebagai komponen hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh sel tubuh, termasuk otak. Pivina dan kolega (2019) menyimpulkan dari berbagai studi bahwa anak dengan kadar zat besi rendah cenderung mengalami penurunan konsentrasi, kemampuan memori, dan stamina fisik.

Tanda yang sering Bunda lihat saat asupan zat besi Si Kecil belum optimal: terlihat pucat, mudah lesu meski sudah cukup tidur, dan nafsu makan menurun. Asupan zat besi yang cukup membantu Si Kecil tetap berenergi untuk bermain seharian.

Triple Bifidobacterium dan Nukleotida untuk Kesehatan Pencernaan

Di fase oral, Si Kecil memasukkan tangan dan mainan ke mulut sebagai bagian dari eksplorasi. Ini meningkatkan kemungkinan paparan kuman dari lingkungan sekitar. Triple Bifidobacterium pada formula Platinum terdiri dari tiga strain spesifik (Bifidobacterium longum BB536, Bifidobacterium breve M-16V, dan Bifidobacterium longum subsp. infantis M-63) yang bekerja sebagai probiotik di saluran cerna Si Kecil. Ketiganya membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan menekan pertumbuhan bakteri yang tidak menguntungkan. 

Nukleotida melengkapi peran ini dengan mendukung regenerasi sel-sel saluran cerna sekaligus mempercepat pematangan sel-sel imun yang berada di sana. Saluran cerna yang sehat berarti penyerapan NUTRISI yang lebih efisien, dan daya tahan tubuh yang lebih siap melawan kuman harian.

Kalsium dan Vitamin D untuk Tulang dan Gigi

Si Kecil yang baru belajar berjalan membutuhkan struktur tulang yang kuat untuk menopang berat tubuh. Kalsium dan vitamin D bekerja sama untuk membangun kepadatan tulang dan memperkuat gigi yang baru tumbuh. Asupan ini juga membantu Si Kecil mengunyah makanan padat dengan lebih nyaman, sehingga transisi dari MPASI ke makanan keluarga berjalan lebih halus.

Lima Kategori, Satu Formula, Satu Tujuan

NUTRISI otak, imun, oksigen, dan tulang tidak bekerja sendiri-sendiri. Tanpa saluran cerna yang sehat, NUTRISI otak dan zat besi tidak terserap maksimal. Tanpa zat besi, oksigen tidak sampai ke sel otak yang sedang membentuk koneksi. Inilah alasan profil NUTRISI yang lengkap punya peran lebih besar daripada penambahan satu komponen tertentu saja.

Untuk daftar lengkap kandungan gizi per takaran saji dan informasi cara mendapatkan sampel gratis, kunjungi halaman produk Morinaga Chil Kid Platinum. Padukan dengan menu rumah yang seimbang dan ATENSI penuh dari Bunda untuk hasil yang menyeluruh.

Referensi

  • Kuratko, C. N., Barrett, E. C., Nelson, E. B., & Salem Jr, N. (2013). The relationship of docosahexaenoic acid (DHA) with learning and behavior in healthy children: A review. Nutrients, 5(7), 2777-2810. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3738999/ 
  • Pivina, L., Semenova, Y., Dosa, M. D., Dauletyarova, M., & Bjorklund, G. (2019). Iron deficiency, cognitive functions, and neurobehavioral disorders in children. Journal of Molecular Neuroscience, 68(1), 1-10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30778834/ 
  • Wong, C. B., Iwabuchi, N., & Xiao, J. Z. (2019). Exploring the science behind Bifidobacterium breve M-16V in infant health. Nutrients, 11(8), 1724. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6722950/ 
  • Carver, J. D. (1999). Dietary nucleotides: Effects on the immune and gastrointestinal systems. Acta Paediatrica, 88(s430), 83-88. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10569231/