Tidak ada satu jenis kurikulum yang paling baik untuk semua anak. Pilihan terbaik perlu mempertimbangkan usia, kebutuhan belajar si Kecil, tujuan pendidikan, serta kemampuan finansial keluarga. Selain memahami kurikulumnya, Bunda perlu melihat bagaimana guru mengajar dan mendampingi anak sehari-hari.
Wajar jika Bunda bingung menghadapi berbagai istilah dalam brosur sekolah. Penelitian Siraj-Blatchford et al. (2002) menunjukkan pentingnya keseimbangan antara permainan yang dipilih anak dan kegiatan terarah bersama pendidik dalam pembelajaran usia dini. Karena itu, gunakan informasi tentang kurikulum sebagai awal untuk menilai lingkungan yang mendukung POTENSI si Kecil.
Kurikulum Merdeka, Cambridge, IB, dan Montessori menawarkan karakteristik pembelajaran yang berbeda. Montessori merupakan pendekatan pendidikan, sehingga tidak sepenuhnya setara dengan kurikulum nasional atau program internasional. Memahami perbedaan ini membantu Bunda menanyakan penerapannya secara lebih jelas saat mengunjungi sekolah.
Kurikulum Merdeka menekankan kompetensi esensial, pengembangan karakter, dan pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Guru dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan yang kontekstual. Misalnya, anak mengamati tanaman atau mengerjakan proyek sederhana tentang kebersihan lingkungan.
Kemendikdasmen (2025) menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam mendorong murid memahami konsep dan menerapkannya, bukan sekadar menghafal. Kegiatan kokurikuler juga dibuat lebih fleksibel, termasuk melalui kolaborasi lintas mata pelajaran. Saat survei, mintalah contoh kegiatan agar Bunda memahami pelaksanaannya di sekolah tersebut.
Cambridge memiliki jalur pembelajaran bertahap dengan tujuan akademik dan pilihan asesmen yang terstruktur. Programnya mencakup berbagai mata pelajaran, termasuk matematika, sains, dan bahasa, serta berlanjut hingga kualifikasi seperti IGCSE dan A Level. Tanyakan jenjang dan mata pelajaran yang benar-benar disediakan sekolah karena penawarannya dapat berbeda .
Sementara itu, International Baccalaureate atau IB menekankan pembelajaran melalui pertanyaan, hubungan antarkonsep, dan pemahaman terhadap dunia sekitar. Menurut International Baccalaureate Organization, Primary Years Programme untuk usia 3–12 tahun menggunakan pendekatan inkuiri dan lintas disiplin. Anak mendapat kesempatan untuk berdiskusi, mengeksplorasi persoalan, dan menghubungkan pengetahuan dengan tindakan.
Untuk kedua program, periksa bahasa pengantar, kesiapan guru, dan dukungan bagi anak yang masih beradaptasi. Mintalah rincian biaya sekolah, asesmen, serta kegiatan tambahan hingga jenjang berikutnya. Pertimbangkan pula kesinambungan program jika keluarga berencana berpindah sekolah atau negara.
Dalam pendekatan Montessori, anak memilih kegiatan dari lingkungan belajar yang telah disiapkan dengan aturan yang jelas. Alat peraga konkret dan perabot sesuai ukuran anak mendukung eksplorasi serta kemandirian. Kelas juga umumnya menggabungkan beberapa usia dan menyediakan waktu kegiatan yang tidak sering terputus.
Bunda dapat mengamati apakah guru memberi contoh penggunaan alat sebelum anak mencoba sendiri. Tanyakan pula pelatihan guru dan bagaimana kemajuan anak dicatat. Jika memilih Montessori untuk usia dini, pertimbangkan dukungan transisi menuju jenjang sekolah berikutnya.
Perbandingan kurikulum sebaiknya digunakan untuk menyusun pertanyaan, bukan menetapkan satu pilihan berdasarkan kepribadian anak. Pelaksanaannya bisa berbeda antarsekolah meskipun memakai nama program yang sama. Berikut ini dapat Bunda gunakan saat survei sekolah:
| Pilihan | Fokus Pembelajaran | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Kurikulum Merdeka | Kompetensi esensial, karakter, dan konteks kehidupan sehari-hari. | Cara guru menyesuaikan pembelajaran dan mendampingi anak yang membutuhkan bantuan. |
| Cambridge | Jalur akademik terstruktur dan pilihan asesmen internasional. | Bahasa pengantar, bentuk evaluasi, beban belajar, dan kesinambungan program. |
| IB | Inkuiri, keterhubungan antarkonsep, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. | Pendampingan diskusi, kegiatan eksplorasi, dan cara menilai kemajuan anak. |
| Montessori | Kemandirian, pilihan kegiatan, dan penggunaan alat konkret. | Pelatihan guru, waktu eksplorasi, penggunaan alat, dan transisi ke jenjang berikutnya. |
Sebelum memutuskan, amati kegiatan yang membuat si Kecil tertarik dan cara ia merespons tantangan. Bawa pengamatan tersebut saat berdiskusi dengan guru, lalu ikuti kelas percobaan bila tersedia. Bandingkan juga kenyamanan anak, komunikasi sekolah, jarak perjalanan, dan total biaya keluarga.
Apa pun kurikulumnya, si Kecil membutuhkan makan, minum, dan istirahat yang cukup untuk mengikuti kegiatan sekolah. Biasakan sarapan dan sajikan menu beragam yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Variasikan sumber protein seperti ikan, telur, daging, tahu, dan tempe agar asupannya lebih beragam.
Selain omega 3 dan 6, pastikan kebutuhan DHA, zat besi, zink, dan vitamin B kompleks terpenuhi. Jaga pencernaan dengan makanan berserat, cukup minum, dan jadwal makan teratur. Prebiotik menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tertentu, sedangkan manfaat probiotik bergantung pada jenisnya. NUTRISI yang cukup mendukung fungsi tubuh, tetapi tidak menjamin anak selalu fokus atau lebih cepat memahami pelajaran.
Bunda dapat mengenali minat si Kecil dengan mengamati cara ia bermain, bertanya, dan berinteraksi. Perhatikan kegiatan yang sering dipilih, respons saat mencoba hal baru atau menghadapi kesulitan, serta perubahan kemampuan dan minatnya dari waktu ke waktu. Catatan berikut ini dapat menjadi bahan diskusi dengan guru:
Pengamatan sehari-hari dapat membantu Bunda memahami minat si Kecil, tetapi tidak cukup untuk menetapkan kecerdasan atau gaya belajar tertentu. Bukti untuk menyesuaikan pengajaran secara ketat dengan gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik juga masih belum memadai (Pashler et al., 2008). Berikan si Kecil beragam pengalaman melalui gambar, percakapan, bacaan, dan praktik langsung.
Pilihan sekolah, pendampingan yang responsif, dan NUTRISI seimbang dapat saling melengkapi dalam mendukung POTENSI anak. Jika ada kemampuan yang tampak menonjol, diskusikan pengamatan Bunda dengan guru agar kebutuhan belajarnya lebih dipahami. Baca juga Mengenali Ciri-Ciri Anak Cerdas Istimewa dan Multitalenta.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Jenis-Jenis Kurikulum Sekolah dan Tips Memilih yang Terbaik
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?