Parenting Parenting

Cara Menyusun Jadwal Aktivitas Sehari-hari Anak Prasekolah

Morinaga ♦ 6 Oktober 2026
Cara Menyusun Jadwal Aktivitas Sehari-hari Anak Prasekolah

Cara menyusun jadwal aktivitas sehari-hari anak prasekolah dimulai dengan menetapkan waktu bangun, makan, bermain, dan tidur yang teratur. Di sela rutinitas tersebut, sisipkan kegiatan belajar singkat yang diselingi kesempatan bergerak. Gunakan kartu bergambar agar si Kecil lebih mudah mengenali urutan kegiatannya. Bunda dapat mencoba sesi sekitar 10–15 menit, lalu menyesuaikannya dengan minat dan kondisi anak. Durasi ini merupakan contoh awal, bukan patokan kemampuan fokus setiap anak. Berikan ATENSI pada respons si Kecil agar kegiatan tetap menyenangkan dan tidak terasa dipaksakan.

Cara Mengatur Kegiatan agar Anak Lebih Nyaman Belajar

Kegiatan yang singkat, jeda bermain, dan lingkungan yang tenang dapat menjadi dasar jadwal si Kecil. Pilih satu aktivitas untuk setiap sesi agar ia tidak harus mengikuti terlalu banyak instruksi. Berikut cara menerapkannya di rumah.

Gunakan Kartu Bergambar sebagai Panduan

Kartu bergambar membantu si Kecil memahami kegiatan yang akan dilakukan, meskipun ia belum bisa membaca. Gunakan gambar sederhana, seperti mangkuk untuk sarapan, buku untuk membaca, dan bola untuk bermain. Butler dan Ostrosky (2018) menyarankan jadwal visual sebagai salah satu cara membantu anak menghadapi pergantian kegiatan. 

Tempelkan kartu sesuai urutan di tempat yang mudah dilihat anak. Setelah satu kegiatan selesai, ajak si Kecil membalik atau memindahkan kartunya. Bunda kemudian dapat menunjukkan gambar berikutnya sambil menjelaskan apa yang akan dilakukan.

Pilih Kegiatan Singkat dan Kurangi Gangguan

Isi setiap sesi dengan satu kegiatan sederhana, seperti membaca buku, menyusun puzzle, atau menghitung benda. Mulailah saat si Kecil terlihat siap, lalu berikan jeda ketika ia mulai lelah atau kehilangan minat. Bunda tidak perlu memaksanya duduk sampai waktu yang ditentukan habis.

Siapkan pula tempat yang nyaman dengan perlengkapan secukupnya. Penelitian Fisher dkk. (2014) menemukan bahwa anak TK lebih mudah teralihkan dalam kelas percobaan yang penuh dekorasi. Sebagai langkah praktis di rumah, simpan mainan yang tidak sedang digunakan agar perhatian si Kecil lebih mudah diarahkan pada kegiatan. 

Selingi dengan Gerak dan Pengingat

Setelah kegiatan duduk, tawarkan kesempatan bergerak, seperti menari, berjalan, atau bermain bola. Sesuaikan jedanya dengan kebutuhan si Kecil, bukan sekadar mengikuti hitungan menit. Bermain aktif juga perlu mendapat ruang tersendiri sepanjang hari.

Sebelum berpindah aktivitas, berikan pengingat singkat, misalnya, “Sebentar lagi puzzle selesai, lalu kita bermain bola.” Jika si Kecil keberatan, akui perasaannya dan bantu ia menyelesaikan kegiatan dengan tenang. Lagu pendek atau timer juga dapat digunakan sebagai penanda pergantian aktivitas (Butler & Ostrosky, 2018).

Contoh Jadwal Aktivitas dari Pagi hingga Siang

Tabel berikut dapat menjadi contoh rutinitas saat si Kecil berada di rumah. Geser waktunya sesuai jadwal sekolah, kebiasaan keluarga, dan kebutuhan istirahat anak. Kegiatan belajar berlangsung melalui bermain dan tidak harus dilakukan sambil duduk di meja.

Waktu Kegiatan
06.30–07.00 Bangun, mandi, dan bersiap
07.00–07.30 Sarapan bersama
07.30–07.45 Membaca buku atau menyusun puzzle
07.45–08.15 Bermain aktif dan minum sesuai kebutuhan
08.15–08.30 Menggambar, menempel, atau menghitung benda
08.30–11.30 Bermain bebas, camilan, dan kegiatan bersama keluarga dengan jeda istirahat
11.30–12.00 Makan siang
Setelah makan siang Bersiap tidur siang atau melakukan kegiatan tenang sesuai kebutuhan

Jika si Kecil kurang tidur atau sedang tidak nyaman, kurangi kegiatan yang menuntut banyak perhatian. Sebaliknya, saat ia masih menikmati permainan, Bunda dapat memberi ruang untuk melanjutkannya. Pertahankan rutinitas utama sambil menyesuaikan isi kegiatan dengan kondisi hari itu.

Jaga Rutinitas Tetap Teratur dan Fleksibel

Rutinitas yang konsisten membantu si Kecil mengenali apa yang akan terjadi berikutnya. Menurut Flais (2024), keteraturan perlu diimbangi dengan fleksibilitas agar anak tetap memiliki pilihan. Bunda dapat menjaga waktu makan dan tidur sambil membiarkannya memilih buku atau permainan. 

Kebutuhan tidur juga perlu diperhitungkan saat menyusun jadwal. WHO (2019) menganjurkan anak usia 3–4 tahun tidur selama 10–13 jam sehari, yang dapat mencakup tidur siang, dengan waktu tidur dan bangun teratur. Sesuaikan waktu istirahat dengan usia dan kebutuhan si Kecil agar kegiatan tidak mengurangi kesempatan tidurnya. 

Lengkapi Rutinitas Pagi dengan Sarapan Bergizi

Sarapan membantu memenuhi kebutuhan energi dan NUTRISI sebelum si Kecil beraktivitas. Tinjauan Rampersaud dkk. (2005) mengaitkan kebiasaan sarapan dengan kecukupan gizi serta sejumlah hasil kognitif dan akademik yang lebih baik pada anak dan remaja. Karena itu, sediakan waktu makan yang cukup sebelum memulai kegiatan pagi. 

Padukan sumber karbohidrat dengan protein, lalu lengkapi dengan sayur atau buah. Bunda dapat memilih menu sederhana yang mudah disiapkan dan disukai si Kecil. Beberapa contohnya, seperti:

  • Nasi, telur dadar, dan potongan pepaya.
  • Roti isi telur dengan irisan tomat.
  • Nasi, tempe, dan sayur bening.
  • Bubur ayam dengan sayuran yang sesuai kemampuan makan anak.

Untuk menghemat waktu, sebagian bahan bisa disiapkan sejak malam. Sarapan pun menjadi lebih santai sehingga Bunda dapat mendampingi Si Kecil makan sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. Jika ingin menambah pilihan menu, Bunda dapat melihat ide sarapan untuk Si Kecil di sini: Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Protein agar Anak Fokus Belajar.

Referensi

  • Flais, S. V. (2024). The importance of family routines. HealthyChildren.org, American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/Pages/The-Importance-of-Family-Routines.aspx
  • Fisher, A. V., Godwin, K. E., & Seltman, H. (2014). Visual environment, attention allocation, and learning in young children: When too much of a good thing may be bad. Psychological Science, 25(7), 1362–1370. https://doi.org/10.1177/0956797614533801
  • Butler, A. M., & Ostrosky, M. M. (2018). Reducing challenging behaviors during transitions: Strategies for early childhood educators to share with parents. Young Children, 73(4). https://www.naeyc.org/resources/pubs/yc/sep2018/reducing-challenging-behaviors-during-transitions
  • World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550536
  • Rampersaud, G. C., Pereira, M. A., Girard, B. L., Adams, J., & Metzl, J. D. (2005). Breakfast habits, nutritional status, body weight, and academic performance in children and adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 105(5), 743–760. https://doi.org/10.1016/j.jada.2005.02.007