Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.
Cara menyiasati anak yang susah makan hati ayam adalah dengan menghilangkan aroma amisnya dan menyamarkan teksturnya melalui teknik memasak yang kreatif. Misalnya, menghaluskan hati ayam dan mencampurkannya dalam saus, sup, atau nugget agar lebih mudah diterima lidah anak. Pendekatan ini membuat makanan lebih menarik tanpa mengurangi nilai gizinya.
Hati ayam sebenarnya merupakan sumber zat besi dan vitamin A yang sangat tinggi, penting untuk pertumbuhan, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh anak. Sayangnya, banyak anak menolak hati ayam karena rasanya yang pahit atau bau yang tajam. Dengan cara memasak yang tepat, Bunda dapat memastikan anak tetap mendapatkan manfaat nutrisi penting ini tanpa memaksakan konsumsi secara langsung.
Hati ayam merupakan sumber nutrisi yang sangat kaya dan bermanfaat untuk pertumbuhan anak. Sering kali hati ayam dianggap sebelah mata, padahal kandungan di dalamnya adalah superfood bagi balita.
Mengenai pentingnya bahan makanan ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A membagikan pendapatnya bahwa, "Hati ayam merupakan salah satu sumber nutrisi terbaik bagi tumbuh kembang Si Kecil karena selain tinggi protein, kandungan zat besi jenis heme dalam hati ayam sangat tinggi dan mudah diserap untuk mencegah anemia serta mendukung kecerdasan otak. Selain itu, kepadatan nutrisi berupa Vitamin A, Vitamin B12, dan kolin di dalamnya berperan vital dalam memperkuat sistem imun serta mengoptimalkan perkembangan saraf Si Kecil.".
Meski kaya manfaat seperti yang disebutkan dokter, hati ayam sering ditolak anak karena rasa pahit atau bau amisnya. Cara penyajian yang kurang tepat menjadi penghalang utama bagi anak untuk menikmati makanan ini. Dengan teknik memasak kreatif dan penyamaran tekstur, Bunda dapat membuat hati ayam lebih lezat dan mudah diterima oleh Si Kecil.
Tahap awal pembersihan hati ayam sangat penting untuk menghasilkan olahan yang lezat dan disukai anak. Langkah pertama adalah merendam hati ayam dalam susu cair, air perasan jeruk nipis, atau parutan jahe selama 15–30 menit. Perendaman ini membantu mengurangi aroma amis dan rasa pahit yang sering membuat anak menolak. Setelah direndam, bilas hati ayam dengan air bersih hingga tidak ada sisa bahan perendam yang menempel.
Selanjutnya, periksa hati ayam dan buang bagian lemak berlebih atau urat putih yang menempel. Bagian ini biasanya memiliki rasa pahit yang lebih tajam dan tekstur yang keras, sehingga mengurangi kenyamanan anak saat makan. Dengan membuang bagian-bagian tersebut, hati menjadi lebih lembut dan lebih mudah diolah menjadi makanan MPASI yang menarik.
Persiapan hati ayam yang bersih dan teliti menjadi kunci utama keberhasilan olahan MPASI. Kebersihan dan teknik persiapan yang tepat memastikan hasil masakan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga lebih lezat sehingga anak mau makan dan mendapatkan nutrisi penting dari hati ayam.

Kreativitas Bunda sangat penting dalam menyajikan menu MPASI agar Si Kecil tidak merasa asing dengan rasa hati ayam. Dengan memadukan bahan, tekstur, dan bumbu secara kreatif, hati ayam dapat diubah menjadi olahan lezat dan menarik, sehingga anak lebih mudah menerima sekaligus mendapatkan nutrisi penting dari makanan ini.
Untuk membuat hati ayam lebih mudah diterima anak, salah satu teknik efektif adalah menghaluskannya hingga benar-benar lembut. Bunda bisa menggunakan blender, food processor, atau ulekan untuk mendapatkan tekstur hati yang halus. Hati ayam yang sudah dihaluskan kemudian bisa dicampur ke dalam adonan menu favorit anak seperti nugget, bakso, atau perkedel.
Dengan menyembunyikan hati ayam di dalam adonan, teksturnya tidak akan terasa saat dimakan, sehingga Si Kecil tidak menyadari keberadaannya. Cara ini memudahkan anak menerima nutrisi dari hati ayam tanpa rasa pahit atau aroma amis yang mengganggu. Kreativitas Bunda dalam mengolahnya juga membuat menu lebih menarik dan lezat.
Penting untuk memperhatikan rasio pencampuran hati ayam dengan bahan utama. Pastikan daging atau bahan lain tetap mendominasi rasa agar menu tetap familiar bagi anak. Perbandingan hati ayam sekitar 10–20% dari total adonan biasanya cukup untuk menambah nutrisi tanpa mengubah cita rasa utama makanan.
Penggunaan bumbu aromatik alami sangat membantu membuat hati ayam lebih lezat dan disukai anak. Bawang putih, daun salam, serai, atau santan kental dapat memberikan aroma harum dan rasa gurih yang dominan pada masakan. Kombinasi bumbu ini tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membuat menu lebih menarik bagi Si Kecil.
Bumbu aromatik ini efektif menutupi rasa asli hati ayam yang cenderung pahit. Keharuman dan rasa gurih dari bawang putih, daun salam, atau santan membantu anak lebih mudah menerima makanan tanpa menyadari adanya hati ayam. Teknik ini menjadi strategi penting agar nutrisi dari hati ayam tetap masuk ke dalam menu MPASI tanpa menimbulkan penolakan.
Agar aroma bumbu lebih maksimal, Bunda disarankan menumis bumbu hingga matang sempurna sebelum memasukkan hati ayam. Proses ini membuat aroma lebih keluar dan menyatu dengan hati ayam, sehingga hasil masakan lebih menggugah selera. Dengan cara ini, Si Kecil akan lebih tertarik mencoba makanan bernutrisi tinggi.
Salah satu cara kreatif menyajikan hati ayam untuk Si Kecil adalah dengan memarut hati ayam yang sudah beku langsung ke dalam saus pasta, semur, atau bubur tim. Teknik ini membuat hati ayam luluh dan tercampur merata tanpa meninggalkan potongan kasar yang bisa mengganggu lidah Si Kecil. Hasilnya, anak yang sensitif terhadap tekstur pun tetap bisa makan dengan lahap.
Teknik ini juga ampuh untuk menyamarkan rasa. Karena partikel hati menyatu sempurna dengan kuah atau bumbu, aroma amisnya menjadi tidak tercium. Untuk menyempurnakan rasanya, Bunda bisa memadukannya dengan bahan yang punya rasa kuat seperti saus tomat, wortel manis, atau kaldu gurih. Dengan cara ini, hati ayam menambah nilai gizi tanpa mengubah rasa asli makanan kesukaan anak.
Trik lainnya, yaitu dengan terus mengeksplorasi variasi menu agar Si Kecil tidak bosan dengan olahan yang itu-itu saja. Agar Bunda tidak kehabisan ide menyajikan masakan yang lezat dan disukai anak, temukan beragam inspirasi resep kreatif di sini: Koleksi Resep Bergizi.
Referensi
Konten Belum Tersedia
Mohon maaf, halaman untuk artikel Rahasia Mengolah Hati Ayam Agar Si Kecil Makan dengan Lahap
belum tersedia untuk bahasa inggris. Apakah Bunda dan Ayah ingin melihat artikel lainnya dengan kategori yang sama ?