Parenting Parenting

Fungsi Otak Kiri dan Pilihan Profesi Sesuai Minat Anak

Morinaga ♦ 6 Oktober 2026
Fungsi Otak Kiri dan Pilihan Profesi Sesuai Minat Anak

Akuntan, programmer, dokter, insinyur, dan pengacara dapat menjadi profesi yang dikenalkan kepada anak yang menyukai angka, aturan, atau pemecahan masalah. Namun, kecocokannya tidak dapat ditentukan dari label “dominan otak kiri”. Pilihan pekerjaan perlu mempertimbangkan minat, kemampuan, dan pengalaman anak seiring pertumbuhannya.

Bunda bisa mulai dengan mengamati kegiatan yang membuat si Kecil penasaran dan senang mencoba. Misalnya, ia tertarik menghitung benda, menyusun pola, atau mencari tahu cara kerja mainan. Pengamatan tersebut membantu Bunda memilih kegiatan yang sesuai tanpa terburu-buru menentukan profesinya.

Memahami Arti Dominan Otak Kiri

Arti dominan otak kiri sering dikaitkan dengan kebiasaan berpikir teratur, teliti, serta menyukai bahasa dan angka. Namun, istilah populer ini bukan dasar ilmiah untuk mengelompokkan kepribadian anak. Penelitian Nielsen dkk. (2013) tidak mendukung pembagian individu menjadi tipe “otak kiri” atau “otak kanan” secara menyeluruh.

Menurut Gazzaniga (2005), kedua belahan otak memang memiliki perbedaan dalam menjalankan fungsi tertentu. Fungsi otak kiri, misalnya, berperan penting dalam pemrosesan bahasa pada banyak orang. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak berarti anak yang pandai berhitung hanya menggunakan otak kiri atau kurang kreatif.

Kenali Minat Anak melalui Kebiasaan Sehari-hari

Bunda dapat mengenali minat si Kecil dari kegiatan yang sering dipilih dan dilakukannya dengan senang hati. Perhatikan pula pertanyaan yang diajukan serta caranya menyelesaikan kesulitan. Kebiasaan-kebiasaan berikut dapat membantu Bunda memilih kegiatan, bukan menilai dominasi belahan otaknya.

Kebiasaan si Kecil Minat yang Bisa Diamati Kegiatan yang Bisa Dicoba
Senang menghitung atau membandingkan jumlah benda. Angka dan perbandingan. Menghitung buah atau bermain jual beli.
Menyukai pola dan urutan. Keteraturan dan hubungan antarobjek. Melanjutkan pola warna atau menyusun gambar berurutan.
Sering bertanya bagaimana sesuatu bekerja. Sebab-akibat dan pemecahan masalah. Mencoba benda yang mengapung dan tenggelam dengan pendampingan.
Senang menceritakan kejadian secara runtut. Bahasa dan penyampaian informasi. Menceritakan kembali buku bergambar.
Memperhatikan perbedaan kecil pada benda. Pengamatan dan ketelitian. Mencari perbedaan gambar atau mengelompokkan mainan.

 

Pilihan Profesi yang Menggunakan Logika dan Ketelitian

Banyak profesi membutuhkan logika dan ketelitian. Bunda bisa mengenalkannya lewat cerita atau permainan. Berikut beberapa pilihan profesi yang bisa diperkenalkan sesuai ketertarikannya.

Bidang Sains, Teknologi, dan Kedokteran

  • Programmer atau pengembang perangkat lunak.
  • Ilmuwan.
  • Insinyur sipil atau mesin.
  • Dokter.

Bunda dapat mengenalkan bidang ini melalui permainan balok, percobaan sederhana, atau bermain dokter-dokteran. Ajak si Kecil menjelaskan apa yang dibuat atau diamatinya. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk belajar berkomunikasi dan bekerja sama.

Bidang Angka dan Keuangan

  • Akuntan.
  • Auditor.
  • Analis keuangan.
  • Ahli statistik.

Untuk mengenalkannya, ajak si Kecil bermain jual beli atau menghitung benda di rumah. Sesuaikan jumlah dan aturan permainan dengan kemampuannya. Jika ia tertarik, tambahkan kegiatan mencatat atau membandingkan jumlah benda.

Bidang Hukum dan Bahasa

  • Pengacara.
  • Hakim.
  • Analis kebijakan publik.
  • Penulis teknis.

Bunda bisa memulainya dengan membahas alasan di balik aturan permainan. Saat membaca cerita, ajak si Kecil mempertimbangkan tindakan tokoh dari sudut pandang berbeda. Dengarkan pendapatnya, lalu bantu ia menyampaikan alasan secara runtut.

Kembangkan POTENSI Anak tanpa Membatasi Pilihannya

Dukung ketertarikan si Kecil pada logika dan angka sambil tetap mengenalkan kegiatan kreatif serta interaksi dengan orang lain. Anak yang senang berhitung juga bisa menikmati menggambar, musik, atau bermain peran. Bunda dapat memadukan kegiatan tersebut melalui beberapa cara berikut.

  • Ajak si Kecil menyusun balok, lalu membuat cerita tentang bangunannya.
  • Diskusikan perasaan tokoh saat membaca buku bersama.
  • Berikan kesempatan bermain bergiliran dan menyelesaikan tugas bersama.
  • Tawarkan kegiatan baru tanpa memaksanya menyukai semuanya.

Untuk menambah variasi permainan, Bunda dapat menemukan ide melalui Multiple Intelligence Play Plan (MIPP). Sesuaikan kegiatan dengan usia dan ketertarikan si Kecil. Selama bermain, berikan ATENSI pada caranya bertanya, mencoba, dan menghadapi kesulitan.

Pengamatan tersebut dapat membantu Bunda mengenali minat dan kemampuan si Kecil yang masih bisa dikembangkan. Terus berikan kesempatan mencoba pengalaman baru tanpa terburu-buru menentukan profesinya kelak. Untuk mempelajari langkah praktis dalam memetakan dan mengasah bakat anak lebih lanjut, Bunda bisa membaca panduan ini: Cara Mengenali dan Mengembangkan POTENSI Anak.

Referensi

  • Nielsen, J. A., Zielinski, B. A., Ferguson, M. A., Lainhart, J. E., & Anderson, J. S. (2013). An evaluation of the left-brain vs. right-brain hypothesis with resting state functional connectivity magnetic resonance imaging. PLoS ONE, 8(8), e71275. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0071275
  • Gazzaniga, M. S. (2005). Forty-five years of split-brain research and still going strong. Nature Reviews Neuroscience, 6(8), 653–659. https://doi.org/10.1038/nrn1723
  • National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Omega-3 fatty acids: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-HealthProfessional/
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Iron. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/iron.html