Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Fungsi Laktoferin bagi Imunitas & Pencernaan Si Kecil

Morinaga
Morinaga ♦ 26 Januari 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Fungsi Laktoferin bagi Imunitas & Pencernaan Si Kecil

Laktoferin adalah protein alami yang terdapat dalam susu mamalia, termasuk ASI dan susu sapi. Zat ini berperan penting sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh, terutama pada fase awal kehidupan bayi. Dalam ASI, kandungannya sangat melimpah pada kolostrum, yaitu cairan pertama yang dihasilkan setelah persalinan. Kehadirannya membantu mempersiapkan tubuh Si Kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan luar sejak hari-hari pertama.

Berkat manfaatnya, zat ini sering disebut sebagai “perisai tubuh” pertama bagi Si Kecil. Perannya sangat aktif dalam melawan bakteri, virus jahat, serta mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kesehatan. Dengan cara ini, laktoferin membantu menekan pertumbuhan kuman tanpa mengganggu keseimbangan alami tubuh bayi.

Perlindungan Optimal dari Virus dan Bakteri

Sebagai antibakteri dan antivirus alami, laktoferin membantu membangun daya tahan sejak dini dengan mendukung keseimbangan mikroorganisme di dalam tubuh. Kehadirannya membuat mekanisme perlindungan bekerja lebih kuat saat menghadapi paparan dari lingkungan sekitar.

Bunda, bayangkan saja laktoferin sebagai penjaga cerdas di dalam tubuh Si Kecil. Saat bakteri jahat masuk, zat ini bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri jahat. Pada waktu bersamaan, laktoferin “merebut” zat besi yang dibutuhkan kuman sebagai sumber energi. Ketika “makanan” tersebut tidak tersedia, bakteri kehilangan kemampuan untuk berkembang biak dan risiko infeksi pun berkurang secara alami.

Dengan asupan laktoferin yang cukup, tubuh Si Kecil memiliki perlindungan ekstra dalam aktivitas hariannya. Saat bermain di luar rumah atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sistem pertahanan bisa bekerja dengan baik. Kondisi ini membantu Si Kecil tetap aktif, nyaman beraktivitas, dan tidak mudah jatuh sakit.

Menjaga Saluran Cerna Tetap Sehat dan Nyaman

Kesehatan tubuh pada dasarnya berawal dari perut yang sehat. Saluran cerna memegang peran penting karena memengaruhi daya tahan tubuh, kenyamanan beraktivitas, hingga suasana hati. Ketika kondisi usus terjaga dengan baik, tubuh Si Kecil lebih siap menyerap nutrisi dan membangun ketahanan secara alami. Inilah alasan mengapa perhatian terhadap kesehatan pencernaan menjadi langkah awal penting.

Dalam proses tersebut, laktoferin membantu menumbuhkan lingkungan positif di usus dengan cara menekan bakteri jahat yang ada. Senyawa ini membantu memperkuat lapisan pelindung usus sekaligus meningkatkan kemampuannya untuk menyerap nutrisi dari makanan. 

Dengan berkurangnya tekanan dari mikroba merugikan, bakteri baik memperoleh ruang untuk berkembang dan membentuk lingkungan pencernaan yang lebih stabil.

Ketika sistem pencernaan terasa nyaman, dampaknya dapat dirasakan dalam keseharian Si Kecil. Suasana hati menjadi lebih baik, tubuh terasa ringan, dan proses penyerapan zat gizi berlangsung lebih lancar. Bunda pun dapat melihat bagaimana kenyamanan dari dalam ini membantu ia lebih ceria, aktif, dan siap menjalani berbagai aktivitas dengan penuh semangat.

Optimalkan Penyerapan Zat Besi untuk Cegah Anemia

Pada masa pertumbuhan, anak-anak tergolong rentan mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari, terutama ketika pola makan belum beragam atau Si Kecil cenderung memilih makanan tertentu. Ketika zat ini tidak terpenuhi, perkembangan kecerdasannya bisa terhambat dan membuatnya mudah kekurangan energi. Ini akan berpengaruh pada proses belajar dan aktivitas hariannya.

Di sinilah peran unik laktoferin menjadi sangat krusial. Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, mekanisme kerja laktoferin sangat spesifik dalam mengatasi hal ini, "Laktoferin berfungsi untuk mengikat zat besi bebas yang secara efektif 'melaparkan' bakteri jahat sehingga mereka tidak bisa berkembang biak, sekaligus mendukung proses penyerapan zat besi untuk pembentukan sel darah merah dan daya tahan tubuh yang optimal."

Melalui mekanisme yang dijelaskan oleh dokter tersebut, zat besi dari makanan dapat digunakan secara lebih efisien oleh sel-sel tubuh tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan.

Ketika kebutuhan zat besi terpenuhi dengan baik, aliran oksigen ke otak berjalan lebih lancar. Kondisi ini mendukung daya fokus, ketahanan energi, serta kesiapan Si Kecil dalam menerima pelajaran baru. Bunda pun dapat melihat bagaimana nutrisi yang tepat menjadi bekal penting baginya untuk belajar dengan lebih percaya diri.

Manfaat Kombinasi Laktoferin dan Probiotik

Perlindungan kesehatan Si Kecil dapat bekerja lebih optimal ketika laktoferin dikombinasikan dengan probiotik atau bakteri baik. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan saluran cerna.

Jika laktoferin bertugas menciptakan lingkungan usus yang bersih dan stabil dengan menekan bakteri patogen, maka probiotik bertugas mengisi lingkungan tersebut agar kesehatan cerna makin maksimal. Terkait kolaborasi dua nutrisi ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menambahkan pandangannya, "Kombinasi Laktoferin dan Probiotik menciptakan sinergi perlindungan ganda yang sangat efektif bagi kesehatan anak; di mana Laktoferin berperan menghambat pertumbuhan bakteri jahat dengan mengikat zat besi, sementara Probiotik memperkuat koloni bakteri baik di saluran cerna. Sinergi ini tidak hanya mengoptimalkan kesehatan pencernaan, tetapi juga mengoptimalkan penyerapan nutrisi.".

Ketika laktoferin dan probiotik diberikan secara bersamaan, manfaat yang diperoleh bagi kesehatan menjadi lebih menyeluruh. Kombinasi ini mendukung kenyamanan pencernaan serta membantu menjaga kesehatan saluran cerna dalam jangka panjang. Dengan demikian, Bunda dapat mendampingi tumbuh kembang Si Kecil tanpa banyak kekhawatiran.

Yuk, Bunda, mulai kenali lebih jauh apa itu probiotik dan perannya bagi kesehatan pencernaan Si Kecil. Dengan pemahaman yang tepat, Bunda akan lebih mudah menentukan pilihan susu pertumbuhan yang mengandung bakteri baik untuk mendukung keseimbangan usus dan kenyamanan anak dalam beraktivitas. Temukan informasi lengkap serta rekomendasi pilihannya di sini ya, Bunda: Susu Probiotik untuk Si Kecil.

Referensi

  • Nurture Central. The Science Behind Lactoferrin for Babies. Diakses pada 29 Desember 2025. https://nurture-central.com/the-science-behind-lactoferrin-for-babies/
  • Kepos. Lactoferrin Supplementation in Children: Benefits and Safety. Diakses pada 29 Desember 2025. https://trykepos.com/blogs/blogs/lactoferrin-supplementation-in-children-benefits-and-safety
  • Precimax Life Sciences. Lactoferrin + Probiotics for Gut Health: Why This Combination Works Better Than Probiotics Alone. Diakses pada 29 Desember 2025. https://precimax.in/lactoferrin-probiotics-for-gut-health-why-this-combination-works-better-than-probiotics-alone/
  • Turtle Tree. Lactoferrin: How It Works to Protect Your Gut. Diakses pada 29 Desember 2025. https://www.turtletree.com/lactoferrin-how-it-works-to-protect-your-gut/
  • Healthpath. Lactoferrin: A Powerful Protein for Gut Health and Overall Wellness. Diakses pada 29 Desember 2025. https://healthpath.com/gut-health/lactoferrin/