Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Di Usia 10 Si Kecil Mendadak Malas? Bisa Jadi Tanda Growth Spurt

Morinaga
Morinaga ♦ 15 Januari 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dr. Reza juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Di Usia 10 Si Kecil Mendadak Malas? Bisa Jadi Tanda Growth Spurt

Usia sekitar 10 tahun sering menjadi awal terjadinya lonjakan pertumbuhan atau fase growth spurt pada anak, yang berkaitan dengan ciri-ciri awal pubertas. Pada periode ini, tubuh anak mulai memproduksi hormon pertumbuhan dan hormon seks secara lebih aktif, menyiapkan fisik mereka untuk perubahan yang signifikan.

Selama fase ini, Bunda mungkin memperhatikan perubahan perilaku dan pola makan anak. Anak bisa terlihat lebih malas melakukan aktivitas tertentu atau justru menunjukkan peningkatan nafsu makan yang drastis. Kondisi ini merupakan sinyal bahwa tubuh sedang mempersiapkan diri untuk tumbuh pesat, meningkatkan kebutuhan energi, protein, dan nutrisi lain yang mendukung pertumbuhan optimal.

Tanda Si Kecil Sedang Memasuki Fase Growth Spurt

Memasuki masa pra-remaja, Si Kecil biasanya akan mulai mengalami fase growth spurt atau percepatan pertumbuhan tubuh yang signifikan. Fase ini sering dianggap sebagai gerbang awal menuju pubertas, karena tubuh mulai aktif memproduksi hormon pertumbuhan dan hormon seks yang memicu berbagai perubahan fisik, termasuk pertambahan tinggi badan yang pesat.

Selama masa transisi ini, anak mungkin menunjukkan rasa kantuk berlebih atau terlihat lebih malas dari biasanya, serta peningkatan porsi makan. Perilaku ini sebenarnya merupakan cara alami tubuh untuk mengumpulkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk memanjangkan tulang dan mendukung proses pertumbuhan lainnya. Tubuh bekerja lebih keras, sehingga kebutuhan kalori dan protein meningkat untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan.

Momen ini merupakan peluang emas atau golden window terakhir untuk memaksimalkan tinggi badan sebelum lempeng pertumbuhan menutup. Dengan dukungan nutrisi seimbang, tidur cukup, dan aktivitas fisik yang tepat, Bunda dapat membantu Si Kecil mencapai potensi tinggi badan optimalnya sebelum fase pubertas sepenuhnya berlangsung.

Ciri-ciri Pubertas yang Memengaruhi Pertumbuhan

Pada anak perempuan, perubahan yang terlihat antara lain pertumbuhan payudara, munculnya rambut kemaluan, dan perubahan bentuk tubuh menjadi lebih berlekuk. Pada anak laki-laki, ciri-ciri awal meliputi pembesaran testis, pertumbuhan rambut kemaluan, dan suara yang mulai berubah.

Perubahan fisik ini bukan sekadar tanda kedewasaan, melainkan alarm bahwa waktu pertumbuhan sedang berjalan cepat. Mengenai fase kritis ini, dr. Reza Fahlevi, Sp.A menjelaskan, "Ciri-ciri pubertas pada anak (perempuan 8-13 tahun, laki-laki 9-14 tahun) seperti munculnya tunas payudara pada anak perempuan atau pembesaran testis pada anak laki-laki, merupakan sinyal dimulainya masa ledakan pertumbuhan (growth spurt) di mana tinggi badan anak akan bertambah secara signifikan dalam waktu singkat. Masa ini sangat krusial karena hormon pubertas bekerja secara ganda, memicu percepatan tumbuh sekaligus menginisiasi penutupan lempeng pertumbuhan tulang secara bertahap.".

Penjelasan dokter di atas menegaskan bahwa Bunda sedang berpacu dengan waktu. Perubahan hormonal mendorong tubuh anak untuk tumbuh lebih cepat, namun di saat yang sama fase pertumbuhan perlahan mulai menutup.

Oleh karena itu, meskipun setiap anak memiliki jadwal biologis yang berbeda, Bunda perlu mulai mempersiapkan nutrisi sejak tanda-tanda awal pubertas terlihat. Dengan asupan gizi yang tepat dan pola hidup sehat, pertumbuhan anak dapat dimaksimalkan sehingga mencapai tinggi badan optimal sesuai potensinya sebelum lempeng pertumbuhan benar-benar tertutup.

Kebutuhan Nutrisi Maksimal Selama Lonjakan Pertumbuhan

Asupan makro dan mikro memiliki tingkat urgensi yang tinggi dalam mendukung pembelahan sel tulang pada anak. Tubuh anak bekerja ekstra keras selama masa pertumbuhan, sehingga asupan nutrisi yang biasa saja tidak lagi mencukupi. 

Dr. Reza Fahlevi, Sp.A menekankan pentingnya strategi nutrisi yang tepat, "Pemenuhan nutrisi seimbang, lebih spesifik lagi kalsium, vitamin D, dan protein harus sangat optimal agar anak mencapai potensi tinggi badan maksimalnya sebelum masa pertumbuhan berakhir.".

Kekurangan nutrisi ini dapat memperlambat pertumbuhan linier dan mengurangi kepadatan tulang, sehingga pemenuhan gizi yang tepat sejak dini menjadi krusial untuk memastikan tulang anak tumbuh optimal dan siap mendukung lonjakan pertumbuhan selama fase growth spurt.

Protein Sebagai Fondasi Jaringan Tubuh

Protein berperan sebagai bahan baku utama dalam pembangunan otot dan jaringan tubuh selama fase growth spurt. Asupan protein yang cukup membantu tubuh anak memperbaiki sel, membangun otot, dan mendukung pertumbuhan tulang secara optimal. Proses ini sangat penting agar tubuh Si Kecil dapat mengikuti lonjakan pertumbuhan dengan sehat dan seimbang.

Sumber protein yang baik meliputi daging tanpa lemak, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan. Protein mengandung asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh sendiri. Asam amino ini mendukung hormon pertumbuhan bekerja lebih efektif, memastikan pertumbuhan otot, tulang, dan jaringan lain berlangsung maksimal, serta membantu Si Kecil mencapai potensi tinggi badan optimalnya.

Kalsium untuk Kepadatan Tulang

Kebutuhan kalsium anak melonjak tajam selama masa growth spurt karena tulang mengalami percepatan pertumbuhan. Kalsium berperan membentuk kepadatan dan kekuatan tulang, sehingga tanpa asupan yang cukup, lonjakan tinggi badan anak tidak akan maksimal. Kekurangan kalsium juga berisiko memengaruhi kesehatan tulang di masa depan, termasuk meningkatkan kemungkinan osteoporosis.

Sayangnya, asupan kalsium dari makanan saja seringkali belum mencukupi angka kebutuhan harian yang meningkat pada fase pertumbuhan pesat ini. Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan anak mendapatkan sumber kalsium yang optimal, baik melalui makanan kaya kalsium seperti susu, yogurt, keju, serta sayuran hijau, maupun suplemen bila diperlukan, agar pertumbuhan tulang tetap optimal dan aman.

Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan Si Kecil di Masa Pubertas

Selain nutrisi, kualitas tidur anak memegang peran penting dalam mendukung pertumbuhan optimal. Hormon pertumbuhan diproduksi terutama saat anak tidur nyenyak, sehingga memastikan waktu tidur cukup dan berkualitas menjadi langkah praktis yang tidak boleh diabaikan. Pola tidur yang konsisten membantu tubuh anak memaksimalkan proses regenerasi sel dan pertumbuhan tulang.

Aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang, seperti melompat, berlari, atau berenang, juga penting untuk merangsang pertumbuhan. Gerakan ini memicu tulang untuk menyesuaikan diri dengan tekanan, memperkuat struktur tulang, dan membantu tinggi badan bertambah secara optimal. Dengan rutin berolahraga, anak tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga lebih siap memanfaatkan fase growth spurt secara maksimal.

Masa pertumbuhan pesat ini merupakan momen yang unik dan tidak akan terulang dua kali. Si Kecil membutuhkan dukungan penuh dari Bunda, termasuk perhatian emosional, nutrisi seimbang, serta asupan kalsium yang tepat, agar pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan tubuhnya dapat tercapai secara optimal.

Langkah pendukung lainnya, yaitu dengan memastikan asupan kalsium harian Si Kecil terpenuhi, salah satunya lewat pemberian susu yang diformulasikan khusus untuk masa pertumbuhan. Kalsium ini berfungsi sebagai fondasi utama agar tulang tumbuh padat dan kuat. Agar Bunda tidak bingung menentukan produk yang paling pas untuk kebutuhan tulangnya, temukan kriteria susu terbaik di sini: Rekomendasi Susu Tinggi Kalsium.

Referensi

  • Baby Center. Growth Spurts in Toddlers and Kids: Ages, Signs, and What to Know. Diakses pada 26 Desember 2025. https://www.babycenter.com/child/development/growth-spurts-what-you-need-to-know_3659612 
  • Cleveland Clinic. Growth Spurt. Diakses pada 26 Desember 2025. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22070-growth-spurts