Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Cara Menjaga Imun Tubuh Anak Saat Mulai Sekolah

Morinaga
Morinaga ♦ 12 Agustus 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Cara Menjaga Imun Tubuh Anak Saat Mulai Sekolah

Salah satu cara menjaga imun tubuh Si Kecil agar tidak gampang tertular virus di sekolah adalah dengan merawat kesehatan ususnya. Sebagian besar jaringan sistem imun, angka yang sering dikutip sekitar 70 persen, justru berkumpul di saluran cerna. Jadi usus yang sehat membuat tubuh anak lebih siap mengenali dan melawan virus yang berseliweran di kelas.

Bunda pasti pernah mengalaminya. Si Kecil baru beberapa minggu masuk sekolah, lalu bergantian pilek, batuk, dan izin tidak masuk. Rasanya seperti baru sembuh sudah sakit lagi. Itu bukan tanda Bunda kurang menjaga. Anak yang mulai berbaur dengan banyak teman memang lebih sering bertemu kuman, dan tubuhnya butuh dukungan ekstra dari dalam, bukan sekadar perlindungan dari luar.

Penyebab Anak Lebih Mudah Sakit di Tahun Pertama Sekolah

Sekolah itu tempat anak belajar banyak hal, termasuk berkenalan dengan virus dan bakteri baru. Si Kecil berbagi meja, mainan, pegangan pintu, dan kamar mandi dengan puluhan teman. Tangan kecil yang sering masuk ke mulut atau mengucek mata jadi jalan pintas kuman untuk berpindah.

Ada satu hal yang sering bikin orang tua lega setelah memahaminya, yaitu sistem imun anak memang masih berkembang. Tubuh Si Kecil sedang menyusun “memori” terhadap kuman yang ditemuinya, dan proses itu wajar membuatnya beberapa kali jatuh sakit di tahun pertama sekolah. Bukan berarti daya tahan tubuhnya lemah. Bunda bisa mengenali saat pertahanan tubuhnya sedang menurun dari tanda yang sederhana:

  • Lebih mudah pilek atau batuk, kadang belum sembuh satu sudah datang yang lain
  • Cepat lelah dan rewel, padahal aktivitasnya biasa saja
  • Nafsu makan turun dan tidur jadi tidak nyenyak
  • Lebih sering izin sekolah karena tidak enak badan

Tanda seperti ini mengingatkan kita untuk membangun pertahanan dari dalam, lewat tidur, makanan, dan pencernaan yang terjaga. Kalau Si Kecil demam tinggi, sakit berhari-hari, atau tampak lemas tidak seperti biasanya, sebaiknya periksakan ke dokter anak, jangan menebak sendiri.

Usus, Markas Pertahanan Tubuh yang Sering Terlupakan

Usus bukan hanya tempat mencerna makanan. Di dindingnya ada jaringan limfoid yang disebut GALT, dan di sinilah sebagian besar sel imun tubuh berkumpul serta belajar membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak (Mörbe et. al., 2021). Artinya, kondisi pencernaan anak ikut menentukan seberapa baik tubuhnya menghadapi virus sehari-hari.

Kuncinya ada pada keseimbangan bakteri di dalam usus. Saat bakteri baik mendominasi, mikrobiota usus tetap stabil dan sistem imun bisa bekerja lebih optimal. Ketika keseimbangan itu terganggu, tubuh jadi kurang sigap saat bertemu kuman. Di sinilah peran kombinasi bakteri baik seperti Triple Bifidobacterium. Bifidobacterium adalah kelompok bakteri menguntungkan yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga saluran cerna Si Kecil lebih sehat dan lebih siap menopang kerja sistem imun saat ia berbaur di sekolah.

Kenapa Bakteri Baik Butuh "Makanan" Sendiri

Bakteri baik tidak bisa bertahan tanpa asupan yang tepat. Mereka butuh “makanan” khusus supaya bisa tumbuh dan tetap dominan di usus. Makanan inilah yang disebut Prebiotik.

Prebiotik adalah serat khusus yang tidak dicerna tubuh, tapi difermentasi oleh bakteri baik di saluran cerna. Kajian ilmiah menunjukkan galakto-oligosakarida atau GOS membantu pertumbuhan bakteri menguntungkan seperti Bifidobacterium di usus (Ambrogi et. al., 2023). Ketika bakteri baik tercukupi makanannya, populasinya tetap dominan dan mikrobiota usus lebih seimbang. Mikrobiota yang seimbang inilah yang membantu daya tahan tubuh Si Kecil tetap terjaga di tengah jadwal sekolah yang padat. Anak yang pencernaannya sehat cenderung lebih bertenaga dan tidak mudah tumbang saat tubuhnya mulai terasa kurang fit.

Kebiasaan Harian yang Membantu Daya Tahan Tubuh Anak

Imun yang kuat dibangun dari rutinitas sederhana yang dijalani konsisten, bukan dari satu cara instan. Inilah yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil setiap hari:

  • Tidur cukup dan teratur. Tidur punya peran mengatur kerja sistem imun. Tinjauan sistematis menemukan durasi tidur yang terlalu pendek berkaitan dengan lebih seringnya infeksi saluran napas atas (Robinson et. al., 2021). Bantu Si Kecil tidur pada jam yang sama setiap malam, dengan kamar yang tenang dan gawai dijauhkan menjelang tidur.
  • Makan beragam dan bergizi seimbang. Sajikan sayur, buah, protein, dan sumber serat dalam porsi yang sesuai usianya. Variasi warna di piring biasanya menandakan ragam NUTRISI yang lebih lengkap.
  • Minum air yang cukup. Tubuh anak yang terhidrasi baik bekerja lebih optimal, termasuk saluran cernanya. Sediakan botol minum yang mudah ia bawa ke sekolah.
  • Aktif bergerak setiap hari. Bermain di luar, berlari, atau bersepeda membantu menjaga kebugaran dan kualitas tidur Si Kecil.
  • Biasakan cuci tangan dan etika batuk. Tinjauan terhadap anak usia sekolah menunjukkan kebiasaan cuci tangan dapat membantu menurunkan absen karena sakit dan menekan penularan infeksi saluran napas (Willmott et. al., 2016). Ajari ia mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, serta menutup mulut saat batuk dengan siku.

Tidak semua hari akan berjalan mulus, dan itu wajar. Bagian yang sering bikin orang tua bingung adalah memilih harus mulai dari mana. Mulailah dari dua hal yang paling mungkin Bunda jaga konsisten, biasanya tidur dan pola makan, lalu sisanya menyusul.

Pencernaan Sehat Bantu Si Kecil Tetap Fokus Belajar

Pencernaan yang sehat juga memengaruhi seberapa baik tubuh menyerap NUTRISI penting, termasuk untuk otak dan energi Si Kecil. Saat penyerapan berjalan lancar, anak punya bahan yang cukup untuk berpikir, bermain, dan mengikuti pelajaran sepanjang hari. DHA dan Sphingomyelin adalah dua NUTRISI yang berkaitan dengan perkembangan otak dan fungsi belajar anak. Keduanya akan lebih mudah dimanfaatkan tubuh ketika saluran cerna bekerja optimal, sehingga daya tahan tubuh dan fokus belajar saling menopang.

Hari pertama sekolah memang sering datang bersama hidung meler dan beberapa hari absen. Tapi tubuh yang siap dibangun jauh sebelum bel masuk berbunyi, dari piring makan, jam tidur, dan usus yang Bunda jaga setiap hari. Menjaga daya tahan tubuh anak tidak cukup dari luar saja. Kebersihan dan menghindari kontak dengan kuman itu penting, tapi pertahanan yang sesungguhnya dibangun dari dalam, yaitu dari saluran cerna yang sehat dan asupan NUTRISI yang tepat setiap hari. Keduanya bagian dari pilar NUTRISI yang menopang tumbuh kembang Si Kecil.

Untuk anak usia 1 tahun ke atas, susu pertumbuhan bisa menjadi salah satu pelengkap pola makan bergizi seimbang, bukan pengganti makanan utama. Kombinasi Triple Bifidobacterium, Prebiotik, DHA, dan Sphingomyelin dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus menjaga daya tahan tubuh Si Kecil. Bunda bisa mempelajari pilihan yang sesuai untuk usia 1 sampai 3 tahun di sini: Menjaga Kesehatan Pencernaan Si Kecil dengan Morinaga Chil Kid Platinum.

Referensi

  • Mörbe, U. M., Jørgensen, P. B., Fenton, T. M., von Burg, N., Riis, L. B., Spencer, J., & Agace, W. W. (2021). Human gut-associated lymphoid tissues (GALT): diversity, structure, and function. Mucosal Immunology, 14(4), 793-802.
  • Ambrogi, V., Bottacini, F., Cao, L., Kuipers, B., Schoterman, M., & van Sinderen, D. (2023). Galacto-oligosaccharides as infant prebiotics: production, application, bioactive activities and future perspectives. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 63(6), 753-766.
  • Robinson, C. H., Albury, C., McCartney, D., Fletcher, B., Roberts, N., Jury, I., & Lee, J. (2021). The relationship between duration and quality of sleep and upper respiratory tract infections: a systematic review. Family Practice, 38(6), 802-810.
  • Willmott, M., Nicholson, A., Busse, H., MacArthur, G. J., Brookes, S., & Campbell, R. (2016). Effectiveness of hand hygiene interventions in reducing illness absence among children in educational settings: a systematic review and meta-analysis. Archives of Disease in Childhood, 101(1), 42-50.