Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Apa Itu Sinbiotik dan Perannya untuk Tumbuh Kembang Anak

Morinaga
Morinaga ♦ 6 Oktober 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Apa Itu Sinbiotik dan Perannya untuk Tumbuh Kembang Anak

Sinbiotik adalah kombinasi mikroorganisme hidup dan bahan yang digunakan secara khusus oleh mikroorganisme dalam tubuh untuk memberikan manfaat kesehatan. Bentuk yang umum dikenal menggabungkan probiotik dengan prebiotik. Manfaatnya bergantung pada jenis, jumlah, dan kombinasi yang digunakan, sehingga tidak semua produk memberikan hasil yang sama (Swanson dkk., 2020).

Bagi anak, sinbiotik diteliti terutama untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil dan tidak menggantikan makanan bergizi seimbang. Dengan memahami perbedaannya dari probiotik dan prebiotik, Bunda dapat lebih cermat memilih makanan atau produk yang sesuai.

Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Probiotik, prebiotik, dan sinbiotik berkaitan dengan mikroorganisme dalam tubuh, tetapi memiliki pengertian berbeda. Probiotik merujuk pada mikroorganisme hidup, sedangkan prebiotik merupakan bahan yang dimanfaatkan mikroorganisme tertentu. Sinbiotik menggabungkan keduanya dalam kombinasi yang memiliki manfaat kesehatan.

Probiotik Merupakan Mikroorganisme Hidup yang Bermanfaat

Menurut NCCIH, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Contohnya meliputi jenis tertentu dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium. Manfaat satu jenis probiotik tidak dapat langsung dianggap berlaku untuk semua jenis lainnya.

Beberapa probiotik diteliti untuk membantu fungsi pelindung usus dan kondisi pencernaan tertentu. Namun, mengonsumsi produk berlabel probiotik tidak menjamin anak terhindar dari diare atau sembelit. Pemilihannya perlu mempertimbangkan bukti manfaat dan kondisi si Kecil.

Prebiotik Mendukung Aktivitas Mikroorganisme Tertentu

Penelitian Gibson dkk. (2017) menjelaskan bahwa prebiotik merupakan bahan yang dimanfaatkan secara khusus oleh mikroorganisme dalam tubuh dan memberikan manfaat kesehatan. Contoh yang sering digunakan adalah galaktooligosakarida atau GOS dan fruktooligosakarida atau FOS. Keduanya tidak dicerna seperti karbohidrat biasa dan dapat difermentasi oleh mikroorganisme di usus.

Sebagian prebiotik dapat memengaruhi pola BAB, tetapi hasilnya bergantung pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi. Penambahan terlalu banyak sekaligus juga dapat menimbulkan gas atau kembung. Karena itu, sesuaikan pemberiannya dengan toleransi anak, terutama bila menggunakan suplemen.

Sinbiotik Menggabungkan Mikroorganisme dan Bahan Pendukungnya

Sinbiotik dirancang agar komponen mikroorganisme dan bahan pendukungnya memberikan manfaat kesehatan. Dalam beberapa kombinasi, prebiotik secara khusus dipilih untuk mendukung mikroorganisme yang diberikan bersamanya. Namun, tidak semua sinbiotik terbukti membuat bakteri bertahan lebih lama atau bekerja lebih baik daripada komponen yang dikonsumsi terpisah (Swanson dkk., 2020).

Peran Sinbiotik bagi Kesehatan Anak

Penelitian sinbiotik mencakup kesehatan pencernaan, fungsi imun, pemanfaatan zat gizi, dan hubungan usus dengan otak. Hasilnya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa setiap anak membutuhkan sinbiotik setiap hari. Berikut peran yang diteliti beserta hal yang perlu Bunda pahami:

Aspek Peran yang Diteliti Hal yang Perlu Dipahami
Pencernaan Memengaruhi aktivitas mikroorganisme, pola BAB, dan keluhan saluran cerna. Efeknya bergantung pada kombinasi dan kondisi anak.
Sistem imun Memengaruhi interaksi mikroorganisme dengan sistem imun di usus. Tidak berarti anak pasti lebih jarang sakit.
Pemanfaatan zat gizi Membantu pengolahan komponen makanan tertentu melalui aktivitas mikroorganisme. Belum berarti seluruh zat gizi akan terserap lebih baik.
Hubungan usus dan otak Meneliti pengaruh mikroorganisme terhadap komunikasi antara usus dan otak. Belum cukup untuk menjanjikan peningkatan fokus atau kecerdasan anak.

Dalam tinjauan khusus anak, ESPGHAN, organisasi dokter spesialis pencernaan, hati, dan NUTRISI anak di Eropa, menekankan keterbatasan bukti untuk berbagai kombinasi sinbiotik. Dokumen tahun 2023 tersebut belum dapat memberikan rekomendasi untuk banyak kondisi yang diteliti. Karena itu, penggunaan untuk mengatasi keluhan tertentu sebaiknya dibahas dengan dokter.

Hubungan Kesehatan Usus dengan Kenyamanan Anak

Usus dan otak berkomunikasi melalui saraf, hormon, serta sistem imun. Mikroorganisme usus dan zat yang dihasilkannya ikut terlibat dalam proses tersebut. Hubungan dua arah ini disebut gut-brain axis atau hubungan usus dan otak (Morais dkk., 2021).

Hubungan tersebut tidak berarti sinbiotik langsung meningkatkan suasana hati atau kemampuan belajar. Anak yang sakit perut atau sulit BAB dapat merasa tidak nyaman saat beraktivitas, sehingga keluhannya perlu diperhatikan. Rewel atau sulit fokus saja juga tidak cukup untuk menyimpulkan adanya ketidakseimbangan mikroorganisme usus.

Cara Mendukung Kesehatan Usus melalui Menu Harian

Makanan berserat dan makanan fermentasi yang sesuai usia dapat membantu melengkapi menu harian si Kecil. Bunda bisa memadukan yogurt dengan kultur hidup bersama buah atau oat. Meski demikian, perpaduan tersebut tidak otomatis disebut sinbiotik dengan manfaat yang telah terbukti secara khusus (Swanson dkk., 2020). Berikut ini beberapa cara untuk mendukung kesehatan usus Si Kecil:

  • Pilih yogurt tawar dengan kultur hidup dan ikuti petunjuk penyimpanannya.
  • Sajikan pisang, apel, atau oat dengan tekstur sesuai kemampuan makan si Kecil.
  • Tambahkan makanan berserat secara bertahap sambil memperhatikan kembung atau perubahan BAB.
  • Lengkapi menu dengan sumber protein, sayuran, buah, dan cairan sesuai kebutuhan anak.
  • Periksa kesesuaian usia, komposisi, dan cara penyajian produk yang mengandung probiotik atau prebiotik.

Mulailah dari bahan yang biasa dikonsumsi si Kecil agar perubahan menu lebih mudah diterima. Berikan pilihan secara bergantian tanpa memaksanya menghabiskan makanan. Jika muncul keluhan pencernaan yang menetap, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan suplemen atau membatasi makanan tertentu.

Cukupi Kebutuhan Vitamin dan Mineral si Kecil

Selain serat, si Kecil juga membutuhkan protein, vitamin, dan mineral dalam menu hariannya. Untuk mencukupinya, Bunda bisa menyajikan makanan yang beragam sesuai usia dan kemampuan makannya. Jika kebutuhan NUTRISI sudah terpenuhi dari makanan, suplemen belum tentu diperlukan, sehingga sebaiknya konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan.

Bunda juga perlu memperhatikan apakah si Kecil nyaman saat makan, BAB dengan lancar, dan tumbuh sesuai usianya. Jika keluhan pencernaan tidak kunjung membaik, periksakan ke dokter sebelum mencoba suplemen atau produk tertentu. Untuk memahami vitamin yang berperan dalam kesehatan pencernaan, Bunda bisa membaca penjelasannya di sini: Kenali Vitamin yang Penting untuk Pencernaan si Kecil.

Referensi

  • Swanson, K. S., Gibson, G. R., Hutkins, R., Reimer, R. A., Reid, G., Verbeke, K., Scott, K. P., Holscher, H. D., Azad, M. B., Delzenne, N. M., & Sanders, M. E. (2020). The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) consensus statement on the definition and scope of synbiotics. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 17, 687–701. https://doi.org/10.1038/s41575-020-0344-2
  • Gibson, G. R., dkk. (2017). Expert consensus document: The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) consensus statement on the definition and scope of prebiotics. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 14, 491–502. https://doi.org/10.1038/nrgastro.2017.75
  • National Center for Complementary and Integrative Health. (n.d.). Probiotics: Usefulness and safety. https://www.nccih.nih.gov/health/probiotics-usefulness-and-safety
  • ESPGHAN Special Interest Group on Gut Microbiota and Modifications. (2023). Synbiotics in the management of pediatric gastrointestinal disorders: Position paper. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 76, 102–108. https://www.espghan.org/dam/jcr%3Ab93aca74-0c6c-497f-960f-50e763dc9d17/2023_Synbiotics%20in%20the%20Management%20of%20Pediatric%20Gastrointestinal%20Disorders.pdf
  • Morais, L. H., Schreiber, H. L., IV, & Mazmanian, S. K. (2021). The gut microbiota–brain axis in behaviour and brain disorders. Nature Reviews Microbiology, 19, 241–255. https://doi.org/10.1038/s41579-020-00460-0
  • National Center for Complementary and Integrative Health. (n.d.). 10 things to know about dietary supplements for children and teens. https://www.nccih.nih.gov/health/tips/things-to-know-about-dietary-supplements-for-children-and-teens
  • Morinaga. (n.d.). Morinaga Chil Kid Platinum. https://morinaga.id/id/produk/morinaga-chil-kid-platinum