Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Pentingnya Kemampuan Kognitif Anak dan Cara Meningkatkannya

Morinaga Platinum ♦ 6 Desember 2023

Pentingnya Kemampuan Kognitif Anak dan Cara Meningkatkannya

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan seseorang untuk mendapatkan makna dan pengetahuan dari pengalaman dan informasi yang didapatkannya. Kemampuan ini penting bagi tumbuh kembang Si Kecil.

Ulasan berikut akan menjelaskan kepada Bunda tentang betapa pentingnya keterampilan kognitif bagi anak-anak. Yuk, cari tahu di sini. 

Kemampuan Kognitif Meliputi Apa Saja?

Dilansir dari laman International School of Arizona, kemampuan kognitif meliputi hal berikut: 

  • Perhatian yang berkelanjutan, yang memungkinkan Si Kecil tetap fokus pada satu pekerjaan dalam jangka waktu yang lama. 
  • Perhatian selektif, yaitu kemampuan Si Kecil menempatkan fokusnya pada satu tugas saja, meskipun ada gangguan lain di sekitarnya. Contohnya ketika ia perlu mengerjakan pekerjaan rumah saat televisi menyala, ia tetap bisa fokus.
  • Perhatian yang terbagi, yaitu situasi ketika Si Kecil mampu melakukan beberapa tugas lebih dari satu, tanpa melupakan informasi tentang masing-masing tugasnya. 
  • Memori jangka panjang, yaitu kapasitas Si Kecil untuk menyimpan informasi dari masa lalu. Memori ini sangat penting saat mengerjakan tes, atau mengingat rumus, atau nama-nama selama kegiatan sekolah.
  • Memori kerja, yang memungkinkan Si Kecil menyimpan informasi seraya menggunakannya. Memori kerja ini sangat membantu saat mengikuti serangkaian instruksi tanpa harus berhenti dan melihat kembali tugas-tugas tersebut berulang kali.
  • Logika dan penalaran, yaitu kemampuan untuk menghasilkan pemecahan masalah dan ide yang lebih baik. Hasil yang diharapkan dari logika dan penalaran ini, jika ia dihadapkan pada situasi yang sulit, ia tidak akan kewalahan.
  • Pemrosesan pendengaran, yang memungkinkan otak Si Kecil menganalisa, memadukan, dan mengelompokkan informasi dengan lebih baik. Pemrosesan pendengaran sangat berguna saat belajar membaca, dengan membantu memahami informasi yang disajikan dengan lebih baik.
  • Pemrosesan visual, yaitu menginterpretasikan informasi visual seperti gambar, peta, juga grafik sederhana.
  • Kecepatan pemrosesan informasi dengan akurat, yang memungkinkan Si Kecil menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan lebih akurat. Si Kecil juga akan lebih mampu memahami dan menafsirkan informasi, sehingga ia dapat lebih banyak menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

Mengapa Kemampuan Kognitif Sangat Penting?

Kemampuan kognitif memiliki peran yang penting karena memungkinkan Si Kecil memahami proses sebab akibat, memahami hubungan antara berbagai ide, dan meningkatkan kemampuan analisisnya.

Pengembangan keterampilan kognitif tidak hanya bermanfaat bagi Si Kecil di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Si Kecil yang mampu memahami hubungan antara sebab dan akibat, tidak akan menyerah pada tekanan teman sebaya hingga membuat pilihan yang buruk. 

Misalnya, jika ia memahami sebab akibat, ia akan menyadari bahwa jika ia lebih memilih bermain game daripada mengerjakan pekerjaan rumah, maka ia akan mendapatkan nilai buruk untuk pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Namun, gangguan kognitif dapat menghambat kemampuan ini, mengakibatkan kesulitan dalam memahami informasi, merencanakan, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan situasi. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan belajar, interaksi sosial, dan kemampuan adaptasi Si Kecil dalam berbagai konteks kehidupannya. Mari pelajari selengkapnya tentang gangguan kognitif berikut ini: Jenis Gangguan Kognitif pada Anak dan Cara Menanganinya

Ciri-ciri Kemampuan Kognitif Anak Optimal

Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, inilah ciri-ciri kemampuan kognitif yang optimal pada seorang anak: 

  1. Tahap Sensorimotor (usia 0-2 tahun): Si Kecil menjelajahi dunia di sekitarnya melalui beberapa aktivitas dasar seperti menghisap, menggenggam, melihat, dan mendengarkan. Dalam tahap ini, Si Kecil memahami keberadaan sebuah benda dan peristiwa yang terjadi secara alami.
  2. Tahap Praoperasional (usia 2-7 tahun): Si Kecil mulai mengenali peristiwa di lingkungan sekitarnya menggunakan tanda dan gestur. Namun pemikirannya masih belum sistematis, konsisten, dan juga logis. Di periode ini sebagian besar anak sudah memiliki kemampuan bicara yang baik.
  3. Tahap Operasional Konkret (usia 7-11 tahun): Perkembangan kognitif Si Kecil di tahap ini meliputi pemikiran yang terorganisir dan rasional. Ia mampu mengelompokkan objek atau situasi tertentu dan mengurutkan sesuatu, mampu berpikir logis, dan memahami konsep waktu dan ruang.
  4. Tahap Operasional Formal (usia 12 tahun ke atas): Si Kecil mampu berpikir secara abstrak dan mengembangkan berbagai ide di kepalanya. Misalnya Si Kecil akan bisa membayangkan hasil dari tindakan tertentu berdasarkan gambaran di dalam pikirannya. Selain itu, kemampuan bahasa dan komunikasi, berpikir logis, memori yang kuat, dan pikiran kritis dan fokusnya akan terbentuk sempurna pada tahap ini.

Dalam mendorong perkembangan kognitif Si Kecil, Bunda perlu memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat, serta menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi perkembangannya.

Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Kognitif

Ada beberapa jenis faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif, antara lain:

  • Biologis, misalnya berat badan lahir anak, nutrisi, dan penyakit.
  • Sosio-ekonomi, misalnya aset orang tua, pendapatan, dan pendidikan.
  • Lingkungan, misalnya lingkungan rumah, ketersediaan mainan yang sesuai, dan akses ke layanan kesehatan.
  • Psikososial, misalnya kesehatan orang tua, interaksi orang tua dan anak, dan kesempatan belajar.

Cara Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Meningkatkan kemampuan kognitif sejak usia dini sangatlah penting, karena kemampuan ini dapat memengaruhi hampir setiap bidang kehidupan lainnya bahkan hingga Si Kecil dewasa. Perkembangan kognitif yang tepat dari waktu ke waktu akan menghasilkan orang dewasa yang sehat dan mudah beradaptasi secara sosial. 

Inilah beberapa cara untuk meningkatkan fungsi kognitif pada Si Kecil:

  • Menyanyikan lagu.
  • Mengidentifikasi suara-suara.
  • Melatih alfabet.
  • Menghitung benda bersama-sama.
  • Mengajaknya membuat pilihan.
  • Mengajukan pertanyaan.
  • Mengunjungi tempat-tempat baru.
  • Bermain.

 

Bunda, cara-cara di atas merupakan stimulus untuk meningkatkan fungsi kognitif. Namun, keberhasilan stimulasi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor nutrisi yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangannya , antara lain AA, DHA, zat besi dan lainnya. 

Susu merupakan sumber nutrisi yang lengkap untuk otak karena terdapat semua nutrisi tersebut. Selain itu, susu juga mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Yuk Bunda, cari tahu lebih lengkap mengenai susu untuk meningkatkan fungsi kognitif Si Kecil di sini: Pilihan Susu Penambah Kecerdasan Otak Anak

Referensi: 

  • Verywell Family. Why Cognitive Skill Milestones Are Important. Diakses tanggal 23 November 2023. https://www.verywellfamily.com/what-are-cognitive-skills-620847  
  • International School of Arizona. 9 Cognitive Skills to Develop. Diakses tanggal 23 November.  https://isaz.org/9-cognitive-skills-to-develop/ 
  • Study.com. Cognitive Skills in Children | Definition, Development & Examples. Diakses tanggal 23 November. https://study.com/academy/lesson/what-are-cognitive-skills-in-children-development-definition-training.html 
  • BMC Public Health. Psychosocial and environmental determinants of child cognitive development in rural south africa and tanzania: findings from the mal-ed cohort.  Diakses tanggal 23 November.  https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-020-08598-5