Fungsi Nukleotida dan Manfaat Laktoferin bagi Anak

Morinaga Platinum ♦ 1 September 2017

Fungsi Nukleotida dan Manfaat Laktoferin bagi Anak

Tahukah, Bunda, Si Kecil dapat mencapai Tumbuh Kembang Optimal dengan dukungan asupan nutrisi yang tepat seperti laktoferin dan nukleotida. Bagaimana peran kedua nutrisi ini? Mari kita lihat pada uraian ini. Nanti Bunda juga akan paham bagaimana fungsi nukleotida pada otak Si Kecil loh.

Nukleotida

Sebetulnya, nukleotida merupakan struktur yang membentuk sel tubuh. Nukleotida juga mengatur metabolisme pada sel-sel tubuh Si Kecil supaya masing-masing sel ini menjalankan fungsinya dengan baik.

Fungsi nukleotida lainnya dalam tubuh Si Kecil ialah merangsang tubuhnya supaya menghasilkan kekebalan. Sebab, nukleotida bekerja di dalam usus untuk membentuk sel-sel baru, yang nantinya berperan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Maka, Si Kecil akan terhindar dari penyakit seperti diare.

Jika Si Kecil mengonsumsi makanan yang mengandung nukleotida, maka fungsi nukleotida akan bertambah lagi di otak. Sebab di dalam otak, nukleotida berperan meningkatkan konsentrasi DHA dan AA dalam otak. Dampaknya, Si Kecil akan lebih banyak mengingat ketika belajar, sehingga ia akan menjadi lebih cerdas.

Bunda, sebetulnya nukleotida ini dapat terbentuk secara alami dalam tubuh. Tetapi, ketika Si Kecil sedang jatuh sakit, maka ia akan memerlukan lebih banyak nukleotida.

Kebutuhan tambahan nukleotida ini dapat diperoleh dari makanan atau minuman yang mengandung nukleotida. Antara lain sereal, daging merah, kacang, ikan, buah, dan sayur. Susu juga mengandung nukleotida, asalkan telah difortifikasi dengan nukleotida.

Bunda dapat memastikan Si Kecil memperoleh asupan gizi nukleotida dan laktoferin ini bahkan sejak Si Kecil masih berada dalam kandungan Bunda loh, sebab pada masa itu, Si Kecil masih dalam periode emasnya. 

Apa periode emas itu? Yuk, cari tahu tentang periode emas ini pada halaman berikut: Mengenal Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Laktoferin

Laktoferin adalah protein yang umum ditemukan dalam ASI maupun susu sapi. Laktoferin paling banyak terdapat dalam kolostrum. Kolostrum ini ialah ASI yang dihasilkan pada waktu sekitar kelahiran Si Kecil, yaitu saat akhir kehamilan dan beberapa hari sesudah kelahirannya.

Untuk bayi yang baru lahir, dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini agar ia mendapatkan kolostrum. Tahukah Bunda, kolostrum ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk Si Kecil, termasuk menurunkan risiko kematian bayi. Untuk informasi lengkapnya, yuk baca artikel ini: Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Cara Penerapannya

Banyak sekali fungsi laktoferin dalam tubuh Si Kecil. Antara lain membantu tubuhnya menyerap mineral zat besi dari makanan yang memang seringkali hilang bersama feses. Dengan adanya laktoferin, maka semakin sedikit zat besi yang telah termakan oleh Si Kecil dan terbuang.

Selain itu, laktoferin juga mencegah tubuh dari infeksi bakteri, virus, dan jamur. Ia juga mendukung pembentukan sel-sel darah dalam sumsum tulang, supaya tubuh selalu punya cadangan sel darah untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Tahukah Bunda, laktoferin ini juga bisa ditemukan di susu pertumbuhan, seperti susu Morinaga. Sehingga ketika Si Kecil sudah tidak mengonsumsi ASI lagi, susu ini dapat menjadi solusi terbaik agar asupan laktoferin terjaga. Nah, untuk Bunda yang ingin mengenali apa saja produk Morinaga yang cocok untuk Si Kecil, yuk temukan pilihannya di artikel ini: Morinaga Chil Kid: Susu Pertumbuhan Anak Usia 1-3 Tahun