Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Manfaat Yodium untuk Tumbuh Kembang dan Kecerdasan Anak

Morinaga ♦ 6 November 2026
Manfaat Yodium untuk Tumbuh Kembang dan Kecerdasan Anak

Yodium membantu kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur penggunaan energi, pertumbuhan, serta perkembangan otak anak. Hormon tersebut disebut tiroksin atau T4 dan triiodotironin atau T3. Karena tubuh tidak membuat yodium sendiri, kebutuhan mineral ini perlu dipenuhi melalui makanan (NIH Office of Dietary Supplements, n.d.).

Bunda mungkin paling mengenal garam beryodium sebagai sumbernya. Padahal, ikan, telur, susu, dan beberapa makanan lain juga dapat membantu memenuhi kebutuhan si Kecil. Menyajikan menu yang beragam menjadi cara sederhana untuk mencukupi asupannya tanpa mengandalkan satu bahan saja.

Manfaat Yodium bagi Tubuh Anak

Manfaat yodium terutama berkaitan dengan pembentukan hormon tiroid. Hormon ini membantu berbagai proses tubuh berlangsung sesuai kebutuhan selama masa pertumbuhan. Berikut ringkasan perannya bagi si Kecil.

Manfaat Yodium Perannya bagi Anak
Mendukung produksi hormon tiroid. Menyediakan bahan yang diperlukan kelenjar tiroid untuk membuat hormon.
Membantu pengaturan metabolisme. Mendukung cara tubuh menggunakan energi dari makanan.
Mendukung perkembangan otak dan saraf. Membantu proses perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan gerak.
Mendukung pertumbuhan fisik. Membantu kerja hormon tiroid yang diperlukan untuk pertumbuhan normal.
Mencegah gangguan akibat kekurangan yodium. Mengurangi risiko gondok dan gangguan fungsi tiroid yang disebabkan kekurangan yodium.

Zimmermann (2009) menjelaskan bahwa kekurangan yodium dapat mengganggu produksi hormon tiroid dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan. Namun, memenuhi yodium saja tidak cukup untuk mencegah seluruh penyebab hambatan pertumbuhan atau stunting. Si Kecil tetap membutuhkan NUTRISI seimbang, kesehatan yang terjaga, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.

Hubungan Yodium dengan Perkembangan Otak Anak

Kecukupan yodium penting bagi perkembangan otak, terutama sejak dalam kandungan dan pada awal kehidupan. WHO menjelaskan bahwa kekurangan yodium dapat mengganggu perkembangan kemampuan intelektual anak. Kekurangan berat pada masa tersebut juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang (WHO, n.d.).

Melalui hormon tiroid, yodium turut mendukung proses tubuh yang diperlukan untuk belajar dan beraktivitas. Meski demikian, anak yang sulit berkonsentrasi belum tentu kekurangan yodium. Kemampuan belajar juga dipengaruhi tidur, kesehatan, pengalaman, dan pendampingan sehari-hari.

Bunda tidak perlu memberikan tambahan yodium dengan harapan anak akan semakin cerdas. Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan, bukan memberikan sebanyak mungkin. Jika si Kecil tampak mudah lelah, pertumbuhannya melambat, atau muncul pembesaran di leher, konsultasikan agar penyebabnya dapat diperiksa.

Sumber Yodium untuk Melengkapi Menu si Kecil

Selain garam beryodium, beberapa bahan makanan dapat membantu melengkapi asupan harian anak. Kandungannya berbeda menurut jenis makanan dan cara produksinya. Karena itu, Bunda sebaiknya menyajikan pilihan yang bervariasi.

Ikan dan Makanan Laut

Ikan kod, udang, dan beberapa jenis ikan lainnya merupakan sumber yodium. Tuna juga dapat menyumbang yodium, tetapi kadarnya tidak selalu setinggi ikan kod. Rumput laut mengandung yodium dalam jumlah yang sangat bervariasi, bahkan dapat terlalu tinggi, sehingga tidak perlu diberikan berlebihan (NIH Office of Dietary Supplements, n.d.).

Untuk menu keluarga, Bunda bisa menyajikan ikan kukus atau sup ikan dengan sayuran. Pastikan ikan matang dan seluruh durinya sudah dibuang sebelum diberikan kepada si Kecil. Sesuaikan tekstur makanan laut dengan kemampuan mengunyah serta perhatikan riwayat alerginya.

Telur, Susu, dan Olahannya

Telur, susu, yogurt, dan keju dapat membantu memenuhi asupan yodium. Namun, kandungannya tidak selalu sama pada setiap produk. Pilih susu dan olahannya yang telah dipasteurisasi serta sesuai dengan usia dan kondisi anak (NIH Office of Dietary Supplements, n.d.).

Bunda dapat menyiapkan telur matang sebagai lauk sarapan atau yogurt tawar sebagai camilan. Sajikan bersama makanan lain agar kebutuhan gizinya lebih beragam. Jika anak memiliki alergi susu atau telur, diskusikan pilihan penggantinya dengan tenaga kesehatan.

Daging sebagai Pelengkap Menu

Daging sapi dan ayam dapat menyumbang sedikit yodium, tetapi bukan sumber utamanya. Keduanya tetap bermanfaat untuk menambah variasi protein dalam menu harian. Jadi, jangan hanya mengandalkan daging untuk memenuhi kebutuhan yodium si Kecil (NIH Office of Dietary Supplements, n.d.).

Olah daging hingga matang dan cukup empuk agar mudah dikunyah. Bunda bisa menyuwir ayam untuk sup atau menggunakan daging cincang dalam lauk rumahan. Padukan dengan sumber yodium lain yang sesuai kebutuhan anak.

Cara Menggunakan dan Menyimpan Garam Beryodium

Garam beryodium dapat membantu memenuhi asupan mineral ini, tetapi penggunaannya tetap perlu dibatasi sesuai kebutuhan anak. Periksa label kemasan karena tidak semua garam mengandung yodium. Bunda tidak perlu membuat makanan lebih asin untuk menambah asupannya.

Kementerian Kesehatan menyarankan penambahan garam beryodium setelah memasak untuk membantu mengurangi kehilangan yodium akibat panas. Penyimpanan juga perlu diperhatikan agar garam tidak mudah terpapar kelembapan dan sinar matahari. Berikut kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan (Kementerian Kesehatan RI, n.d.):

  • Pilih garam dengan keterangan “beryodium” pada kemasannya.
  • Tambahkan secukupnya setelah masakan matang atau setelah api dimatikan.
  • Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering.
  • Jauhkan wadah garam dari panas kompor dan sinar matahari langsung.
  • Gunakan sendok kering saat mengambil garam.

Cukupi Yodium sebagai Bagian dari NUTRISI Seimbang

Memenuhi kebutuhan yodium membantu menjaga fungsi tiroid dan mendukung tumbuh kembang si Kecil. Namun, asupan berlebihan juga dapat mengganggu tiroid, sehingga suplemen yodium tidak perlu diberikan tanpa arahan tenaga kesehatan. Utamakan menu beragam dan penggunaan garam beryodium secukupnya (NIH Office of Dietary Supplements, n.d.).

Bunda juga perlu memahami dampak kekurangan yodium agar dapat memperhatikan kebutuhan anak dengan lebih baik. Informasi ini membantu Bunda mengenali alasan pentingnya asupan yang cukup tanpa menebak kondisi si Kecil dari satu keluhan saja. Pelajari lebih lanjut tentang Bahaya Kekurangan Yodium bagi Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak.

Referensi

  • National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Iodine: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iodine-HealthProfessional/
  • Zimmermann, M. B. (2009). Iodine deficiency. Endocrine Reviews, 30(4), 376–408. https://doi.org/10.1210/er.2009-0011
  • World Health Organization. (n.d.). Iodine deficiency. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/iodine-deficiency
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Bagaimana penggunaan garam beryodium yang baik? https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/861/bagaimana-penggunaan-garam-beryodium-yang-baik