Gizi & Nutrisi Gizi & Nutrisi

Manfaat Pisang untuk Anak Diare dan Cara Tepat Penyajiannya

Morinaga
Morinaga ♦ 6 Oktober 2026

Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis anak untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

About the author

dr. Reza Fahlevi, Sp.A adalah seorang spesialis anak yang berdedikasi dan berpraktik di beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran Spesialis Anak dari Universitas Indonesia (UI). Sebagai anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Reza dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak yang berbasis bukti (evidence-based) kepada masyarakat.

Manfaat Pisang untuk Anak Diare dan Cara Tepat Penyajiannya

Pisang boleh diberikan kepada anak yang sedang diare dan sudah mengonsumsi MPASI. Buah ini menyumbang energi, serat, serta kalium, dengan tekstur yang mudah dilumat. Namun, pisang tidak menggantikan oralit untuk mencegah atau mengatasi kekurangan cairan. Selama diare, lanjutkan ASI dan makanan sesuai usia serta kemampuan makan si Kecil. Berikan oralit sedikit demi sedikit untuk mengganti cairan yang hilang, serta zink sesuai arahan tenaga kesehatan. Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam penanganan diare anak (Hegar, 2014; WHO, 2024).

Manfaat Pisang untuk Anak yang Sedang Diare

Pisang dapat membantu melengkapi asupan makan saat nafsu makan si Kecil menurun. Kandungan karbohidratnya menyumbang energi, sementara serat dan kalium menjadi bagian dari NUTRISI hariannya. Berikut manfaat yang perlu dipahami beserta batasannya.

Menyumbang Energi dan Kalium

Karbohidrat dalam pisang dapat menjadi sumber energi selama si Kecil sakit. Pisang juga mengandung kalium, salah satu mineral yang dapat ikut hilang saat diare. Meski demikian, pemberian pisang tidak cukup untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, sehingga oralit tetap diperlukan sesuai kondisi anak.

Mengandung Serat yang Telah Diteliti pada Diare

Penelitian Rabbani dkk. (2001) menunjukkan bahwa pisang hijau yang dimasak atau pektin dapat membantu mengurangi kehilangan cairan melalui tinja dan mempercepat pemulihan pada bayi dengan diare berkepanjangan. Namun, hasil ini tidak dapat disamakan dengan pemberian pisang matang untuk semua jenis diare.

Pisang mentah juga mengandung pati resisten, tetapi Bunda tidak perlu memilihnya sebagai pengobatan. Untuk menu sehari-hari, pilih pisang dengan tekstur yang aman dan mudah diterima oleh si Kecil.

Cara Menyajikan Pisang saat Anak Diare

Pilih pisang matang yang segar dan sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan si Kecil. Cuci tangan dan gunakan peralatan bersih, lalu sajikan dalam porsi kecil sambil mendampingi anak duduk tegak. Berikut ini beberapa cara menyajikannya: 

  • Haluskan pisang untuk anak yang baru mulai MPASI.
  • Lumatkan dengan garpu jika si Kecil sudah terbiasa dengan tekstur lebih kasar.
  • Sajikan potongan lunak dengan ukuran dan bentuk yang aman jika ia sudah mampu mengunyah.
  • Kukus atau rebus pisang hingga lunak jika perlu dimasak.

Untuk bayi yang belum mulai MPASI, jangan berikan pisang sebagai penanganan diare. Lanjutkan ASI atau susu formula yang biasa diberikan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan karena bayi lebih mudah mengalami dehidrasi.

Pisang dapat diberikan bersama makanan lain seperti nasi, kentang, telur, atau ayam. Si Kecil juga tidak perlu mengikuti diet BRAT yang hanya terdiri dari pisang, nasi, saus apel, dan roti karena tidak mencukupi kebutuhan NUTRISInya (AAP, 2021). Jika si Kecil menolak makan, beri jeda sebelum menawarkannya kembali dalam porsi kecil.

Selain menjaga asupan makanan, pemberian oralit menjadi langkah awal penanganan diare di rumah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang serta membantu mencegah dehidrasi. Larutkan sesuai petunjuk kemasan dan berikan sedikit demi sedikit, terutama setelah Si Kecil BAB cair, sambil tetap melanjutkan ASI. Oralit tidak menghentikan diare dan tidak dapat digantikan oleh pisang.

Tanda Anak Diare Perlu Segera Mendapat Pertolongan

Segera bawa si Kecil ke IGD jika ia sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak mampu minum. Kondisi tersebut dapat menandakan dehidrasi berat (Hegar, 2014). Selain itu, segera hubungi dokter jika muncul tanda berikut:

  • Buang air kecil jauh berkurang, mulut kering, atau mata tampak cekung.
  • Ada darah pada tinja.
  • Muntah berulang sehingga cairan sulit masuk.
  • Demam tinggi, nyeri perut berat, atau perut membengkak.
  • Diare semakin sering atau kondisi anak memburuk.

Saat pemeriksaan, sampaikan sejak kapan diare terjadi dan seberapa sering si Kecil buang air besar. Ceritakan pula apakah ia masih bisa minum dan kapan terakhir buang air kecil. Informasi ini membantu tenaga kesehatan menilai kondisinya dan menentukan penanganan.

Perlukah Probiotik dan Menu Khusus setelah Diare

Probiotik tidak perlu langsung diberikan saat si Kecil diare. WHO (2024) menyarankan untuk tidak menggunakannya pada diare cair akut karena bukti manfaatnya masih belum kuat. Jika Bunda ingin memberikan probiotik, konsultasikan dahulu dengan dokter.

Selama pemulihan, si Kecil dapat melanjutkan makanan beragam sesuai usia dan kemampuan makannya. Sebagian anak mungkin sementara kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami dalam susu. Jika ia kembung atau diarenya memburuk setelah minum susu, konsultasikan sebelum mengganti jenisnya karena tidak semua anak memerlukan perubahan tersebut (Hegar, 2014).

Setelah si Kecil pulih, Bunda tentu ingin menjaga kenyamanan pencernaannya saat kembali menikmati menu sehari-hari. Jika susu menjadi bagian dari kebiasaannya, sesuaikan pilihannya dengan usia dan kebutuhan anak. Bunda bisa mengenal berbagai pilihannya di sini: Pilihan Susu Anak yang Bagus untuk Pencernaan si Kecil.

Referensi

  • Hegar, B. (2014). Bagaimana menangani diare pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak
  • World Health Organization. (2024). Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240103412
  • American Academy of Pediatrics. (2021). Diarrhea in children: What parents need to know. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Diarrhea.aspx
  • Rabbani, G. H., Teka, T., Zaman, B., Majid, N., Khatun, M., & Fuchs, G. J. (2001). Clinical studies in persistent diarrhea: Dietary management with green banana or pectin in Bangladeshi children. Gastroenterology, 121(3), 554–560. https://doi.org/10.1053/gast.2001.27178
  • Harvard T.H. Chan School of Public Health. (n.d.). Bananas. The Nutrition Source. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/food-features/bananas/