Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Contoh alat permainan edukatif (APE) untuk anak sesuai aspek perkembangan

Morinaga ♦ 18 Juli 2023
Contoh alat permainan edukatif (APE) untuk anak sesuai aspek perkembangan

Contoh alat permainan edukatif (APE) untuk anak antara lain puzzle jigsaw, manik-manik untuk meronce, playdough, bola, kartu bergambar, buku cerita, boneka tangan, balok susun, dan kartu sambung gambar. Setiap APE melatih aspek perkembangan tertentu, seperti motorik halus, motorik kasar, bahasa, kognitif, atau sosial-emosional, sehingga Bunda bisa memilihnya sesuai usia dan kebutuhan Si Kecil.

Mainan yang paling berguna biasanya juga yang paling sederhana. Yang membuatnya edukatif adalah cara memakainya, terutama ketika Bunda ikut duduk di lantai dan bermain bersama.

Apa itu alat permainan edukatif?

Alat permainan edukatif, yang di lingkungan PAUD biasa disingkat APE, adalah benda atau bahan main yang dipakai anak untuk belajar lewat bermain. Pedoman Direktorat PAUD Kemendikbud menyebut APE PAUD sebagai seperangkat bahan dan media belajar untuk mendukung kegiatan belajar melalui bermain (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2020). Artinya APE tidak harus mahal atau bermerek, karena kardus bekas dan sendok takar pun bisa dipakai selama tujuannya jelas.

Pedoman yang sama meminta APE mendukung enam aspek perkembangan anak, yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik (kasar dan halus), bahasa, kognitif, sosial-emosional, dan seni (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2020). Pembagian ini juga berguna di rumah. Begitu Bunda tahu aspek mana yang sedang ingin dilatih, memilih mainan terasa lebih terarah dan tidak sekadar ikut tren.

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa mainan sederhana yang murah seperti balok, bola, puzzle, dan krayon mendukung kreativitas anak, dan kehadiran orang tua saat bermain lebih berarti daripada gawai yang rumit (Yogman dkk., 2018). Jadi nilai sebuah APE ada pada interaksi yang terjadi di sekitarnya.

Contoh APE motorik halus

alat permainan edukatif puzzle

Motorik halus adalah kemampuan menggerakkan otot-otot kecil di jari dan tangan, yang nanti dipakai untuk memegang pensil, mengancingkan baju, atau makan sendiri. Puzzle jigsaw termasuk APE motorik halus yang paling dikenal. Jigsaw adalah puzzle berisi potongan gambar dengan tepi bergerigi yang saling mengunci, dan anak menyusunnya kembali menjadi satu gambar utuh. Untuk batita, pilih jigsaw dengan sedikit potongan berukuran besar, lalu tambah jumlahnya pelan-pelan seiring usia.

Meronce, yaitu memasukkan manik-manik besar atau potongan sedotan ke seutas tali, melatih koordinasi mata dan tangan serta kesabaran. Playdough atau lilin mainan juga masuk kelompok ini, karena gerakan meremas, menggulung, dan menekan menguatkan jari. Untuk anak usia prasekolah, gunting khusus anak dengan ujung tumpul bisa dikenalkan dengan pendampingan, dimulai dari menggunting garis lurus di kertas bekas.

Hasil awalnya sering berantakan, dan itu wajar. Potongan puzzle yang terselip di bawah sofa atau playdough yang menempel di karpet adalah bagian dari prosesnya. Untuk anak di bawah 3 tahun, simpan manik-manik kecil dan potongan puzzle mungil di luar jangkauannya.

APE untuk melatih motorik kasar

Motorik kasar melibatkan otot besar untuk berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan menjaga keseimbangan. Contoh APE-nya antara lain bola berbagai ukuran, mainan dorong atau tarik untuk anak yang baru belajar berjalan, sepeda roda tiga, papan titian rendah, dan terowongan kain. Di banyak PAUD, perosotan dan ayunan di halaman juga dipakai untuk tujuan yang sama.

AAP mencatat bahwa permainan fisik membangun keterampilan motorik dasar dan berkaitan dengan gaya hidup yang aktif (Yogman dkk., 2018). Di rumah, cukup sediakan ruang yang aman lalu ajak Si Kecil menendang bola ke arah kardus, melompati garis selotip di lantai, atau berjalan di atas bantal sofa yang disusun rendah.

Contoh APE bahasa untuk Si Kecil

Kemampuan bahasa tumbuh dari mendengar, menamai, dan bercakap. Kartu bergambar adalah APE bahasa yang paling mudah dimulai. Bunda menunjuk gambar, menyebut namanya, lalu bertanya dengan cara lain (“Mana yang bisa terbang?”). Untuk anak yang lebih besar, kartu huruf dan permainan menyusun kata bisa mulai dikenalkan.

Buku cerita bergambar dan boneka tangan juga termasuk APE bahasa. Si Kecil mungkin meminta buku yang sama dibacakan setiap malam selama berminggu-minggu, dan pengulangan itu memberi Bunda kesempatan memakai kata yang sama dalam percakapan yang berbeda. Boneka tangan mengajak anak bermain peran dan bercerita dengan kalimatnya sendiri.

Jenis mainan ikut memengaruhi percakapan yang terjadi. Laporan klinis AAP menyebut bermain dengan mainan tradisional berkaitan dengan kualitas dan jumlah bahasa yang lebih baik dibanding mainan elektronik (Yogman dkk., 2018). AAP juga menganjurkan orang tua memilih mainan yang mendorong interaksi dengan anak dan tidak menjadikan gawai sebagai pengganti mainan yang dimainkan bersama (Healey & Mendelsohn, 2019).

Balok, sambung gambar, dan mainan logika

alat permainan edukatif jenga

APE kognitif melatih anak mengenali bentuk, warna, ukuran, urutan, dan sebab akibat. Balok susun adalah contoh klasiknya. Anak belajar bahwa balok besar lebih stabil di bawah, menara yang terlalu tinggi bisa roboh, dan dua balok pendek bisa sama panjang dengan satu balok panjang. Mainan memasukkan bentuk (shape sorter) dan menara cincin bertingkat bekerja dengan cara serupa untuk batita.

Permainan sambung gambar juga sering dipakai di PAUD. Alat untuk permainan sambung gambar biasanya berupa kartu atau potongan gambar yang dipasangkan dengan pasangannya, misalnya kepala hewan dengan badannya, atau lembar bertitik yang dihubungkan memakai pensil atau krayon sampai membentuk gambar. Permainan ini melatih pengamatan, pengenalan pola, dan kontrol tangan.

Untuk anak usia sekolah, kartu memori, permainan papan sederhana, dan puzzle dengan potongan lebih banyak bisa menjadi tantangan berikutnya. Pilih tingkat kesulitan yang sedikit di atas kemampuannya, cukup untuk membuatnya berpikir tetapi tidak sampai frustrasi.

APE yang melatih kemampuan sosial dan emosialat permainan edukatif scrabble

Bergiliran, berbagi, dan mengenali perasaan juga bisa dilatih lewat mainan. Perlengkapan main peran seperti set masak-masakan, alat dokter-dokteran, atau kostum sederhana mengajak anak memerankan orang lain dan melihat dari sudut pandangnya. Permainan yang dimainkan bersama, misalnya ular tangga atau menyusun puzzle besar berdua, memberi latihan menunggu giliran dan menerima kalah.

AAP menjelaskan bahwa bermain mendukung kemampuan bekerja sama, bernegosiasi dengan teman, dan mengatur emosi (Yogman dkk., 2018). Ketika menara balok Si Kecil dirobohkan kakaknya, momen itu bisa dipakai untuk menamai perasaannya (“Adik kesal ya, menaranya jatuh”) sebelum mengajaknya membangun ulang.

Cara memilih APE yang aman sesuai usia

Keamanan didahulukan sebelum nilai edukasinya. Pedoman APE PAUD menekankan aspek keamanan mainan dan mengutamakan produk yang sudah bersertifikat SNI (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2020). Saat membeli, periksa tanda SNI, label usia, dan keterangan bahan tidak beracun pada kemasan.

Untuk anak di bawah 3 tahun, hindari mainan dengan bagian kecil yang bisa tertelan atau terhirup. Di Amerika Serikat, mainan untuk anak di bawah 3 tahun dilarang mengandung bagian kecil, dan ukurannya diuji dengan silinder yang dibuat menyerupai tenggorokan anak seusia itu (U.S. Consumer Product Safety Commission, n.d.). AAP memberi patokan praktis yang mudah diingat, yaitu pastikan semua mainan dan bagiannya lebih besar dari mulut anak (American Academy of Pediatrics, 2024).

AAP juga mengingatkan agar baterai kancing atau baterai koin dan magnet kuat dijauhkan dari anak kecil, karena bisa menyebabkan cedera serius bila lepas lalu masuk ke mulut, hidung, atau telinga (American Academy of Pediatrics, 2024). Periksa mainan secara berkala dan singkirkan yang retak atau bertepi tajam. Kalau Si Kecil tersedak atau Bunda curiga ada benda yang tertelan, segera cari pertolongan medis.

Membuat APE sendiri dari barang di rumah

Banyak APE bisa dibuat dari barang yang sudah ada di dapur atau gudang. Gambar yang ditempel di kardus lalu dipotong menjadi beberapa bagian besar bisa menjadi puzzle, botol plastik berisi beras yang ditutup rapat menjadi alat musik, dan sedotan yang dipotong panjang menjadi bahan meronce. Tutup botol berwarna bisa dipakai untuk memilah warna, asalkan dimainkan anak yang lebih besar dengan pengawasan.

Prinsip keamanannya tetap sama. Pastikan tidak ada tepi tajam, tutup botol berisi beras direkatkan kuat, dan bahan kecil hanya diberikan kepada anak yang sudah tidak lagi memasukkan benda ke mulut. Melibatkan Si Kecil saat membuatnya juga menambah nilai bermainnya, karena menggunting, menempel, dan mewarnai adalah latihan motorik halus tersendiri.

Untuk ide yang lebih terarah, Bunda bisa memakai Ide Bermain Morinaga yang menyusun rencana bermain menurut jenis kecerdasan majemuk yang ingin diasah. Memperhatikan POTENSI Si Kecil lewat bermain berarti melihat permainan apa yang membuatnya betah, lalu memberinya mainan yang menantang selangkah lebih jauh.

Referensi

  • Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. (2020). Pedoman pelaksanaan bantuan sarana pembelajaran/alat permainan edukatif pendidikan anak usia dini (APE PAUD) tahun 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://paudpedia.kemdikbud.go.id/uploads/anggun/images/2020/rev1-Ped_Bantuan_APE_PAUD_2020.pdf
  • Yogman, M., Garner, A., Hutchinson, J., Hirsh-Pasek, K., Golinkoff, R. M., & Committee on Psychosocial Aspects of Child and Family Health. (2018). The power of play: A pediatric role in enhancing development in young children. Pediatrics, 142(3), e20182058. https://doi.org/10.1542/peds.2018-2058
  • Healey, A., & Mendelsohn, A. (2019). Selecting appropriate toys for young children in the digital era. Pediatrics, 143(1), e20183348. https://doi.org/10.1542/peds.2018-3348
  • U.S. Consumer Product Safety Commission. (n.d.). Small parts ban and choking hazard labeling. https://www.cpsc.gov/Business–Manufacturing/Business-Education/Business-Guidance/Small-Parts-for-Toys-and-Childrens-Products
  • American Academy of Pediatrics. (2024). How to buy safe toys. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/how-to-buy-safe-toys.aspx